Belantika Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
89 research outputs found
Sort by
Pengaruh Integrasi Google Classroom dengan Platform Pendukung dalam Pembelajaran Interaktif Terhadap Minat Belajar Informatika Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang
Abstract: The purpose of this study was to test the effectiveness of Google Classroom integration with various supporting platforms such as Discord, Articulate Storyline, Wordwall, Padlet, Tinkercad, and Quizizz in improving the quality of interactive learning. This study used a quasi-experimental method with data collection through observation, surveys, and analysis of student learning outcomes. The results showed a significant increase in student engagement, learning satisfaction, and achievement of learning outcomes. The integration of several digital media platforms has proven effective in creating a more dynamic and collaborative learning environment. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas integrasi Google Classroom dengan berbagai platform pendukung seperti Discord, Articulate Storyline, Wordwall, Padlet, Tinkercad, dan Quizizz dalam meningkatkan kualitas pembelajaran interaktif. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pengumpulan data melalui observasi, survei, dan analisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterlibatan siswa, kepuasan belajar, dan pencapaian hasil belajar. Integrasi beberapa platform media digital terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan kolaboratif
Pengembangan Media BISA RAKIT Berbasis Web yang Dipadukan dengan Simulasi Materi Perakitan Komputer Mata Pelajaran D2TJK1 SMK Kelas X
Pengembangan media pembelajaran diharapkan menyesuikan perkembangan teknologi yang efektif dan efisien. Tujuan pengembangan ini adalah merancang, mengembangkan, menguji kelayakan. Model pengembangan ADDIE. Pengujian validasi melipatkan validator ahli materi dan ahli media. Media digunakan pada siswa SMK TKJ kelas X. Uji yang digunakan yaitu perseorangan, uji coba skala kecil dan uji coba skala luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi dan ahli media pada pada kriteria sangat valid; uji perseorangan menghasilkan kriteria sangat valid; uji skala kecil menghasilkan kriteria sangat valid; uji skala luas menghasilkan kriteria sangat valid. Dari hasil tersebut pengembangan media valid dan dapat digunakan sisw
Pengaruh Expressive Arts Therapy terhadap Self Acceptance Narapidana Kasus Narkoba
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh expressive arts therapy terhadap Self Acceptance pada narapidana kasus narkoba. Pada kegiatan yang dilakukan self expression memiliki peranan dalam menimbulkan perasaan bahagia, meningkatkan emosi positif, membantu mengurangi stres sehingga secara tidak langsung mampu untuk meningkatkan Self Acceptance. Selain itu kegiatan expressive arts therapy yang dilakukan secara berkelompok, memungkinkan timbulnya dukungan sosial dalam kelompok dimana menurut Ryff (2005) dukungan sosial adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan Self Acceptance. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest posttest control group design pada 25 Narapidana Narkoba. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa adaptasi dari Self Acceptance Scale. Analisis data dilakukan dengan uji t, dengan bantuan SPSS versi 22.0. hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor Self Acceptance antara kelompok kontrol (M=98.83, SE=5.070) dan kelompok eksperimen (M=105.50, SE=5.282) setelah adanya perlakuan. Selain itu hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada Self Acceptance. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh Expressive Arts Therapy terhadap Self Acceptance Narapidana Narkob
Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Strategi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk Meningkatkan Budaya Kerja Siswa di SMK Negeri 2 Boyolangu
The purpose of this study is to explore P5 strategies in SMKs, particularly in SMKN 2 Boyolangu, that can improve program effectiveness and student work culture. The research subjects included the P5 coordinator, the head of curriculum, and the school principal. The research method used was descriptive qualitative. The results showed that the P5 strategy at SMKN 2 Boyolangu includes the selection of P5 coordinators from homeroom teachers, identification of the school's readiness level, selection of work themes and local wisdom, allocation of learning hours, making project modules, and thorough assessment. The P5 program is efficacious in improving students' work culture attitudes, including self-confidence, communication skills, teamwork, problem-solving, initiative, perseverance, creativity, and financial capability.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplor strategi P5 di SMK, khususnya di SMKN 2 Boyolangu, yang dapat meningkatkan efektivitas program dan budaya kerja siswa. Subyek penelitian mencakup koordinator P5, Waka kurikulum, dan Kepala sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi P5 di SMKN 2 Boyolangu mencakup pemilihan koordinator P5 dari wali kelas, identifikasi tingkat kesiapan sekolah, pemilihan tema kebekerjaan dan kearifan lokal, alokasi jam pembelajaran, pembuatan modul projek, dan asesmen menyeluruh. Program P5 ini efektif dalam meningkatkan sikap budaya kerja siswa, termasuk percaya diri, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, pemecahan masalah, inisiatif, ketekunan, kreativitas, dan kemampuan keuangan
Pembelajaran Berdiferensiasi Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Gaya Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Project IPAS di SMKN 1 Kademangan
This study aims to implement differentiated learning based on auditory, visual, and kinesthetic learning styles in IPAS subjects in class X of SMKN 1 Kademangan. The method used is quasi-experimental. The results showed that in content differentiation, visual students received learning videos, IPAS project package books, and PDF materials, kinesthetic students received student worksheets (LKPD), and auditory students learned in class. Afterward, each group of students presented their discussion results. As a result, the cognitive formative assessment scores increased significantly for all learning styles. Still, there was no significant difference in the average assessment scores based on visual, kinesthetic, and auditory learning styles.Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar auditori, visual, dan kinestetik dalam mata pelajaran IPAS di kelas X SMKN 1 Kademangan. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-eksperimental). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam diferensiasi konten, murid visual mendapatkan video pembelajaran, buku paket proyek IPAS, dan materi pdf, murid kinestetik mendapatkan lembar kerja murid (LKPD), dan murid auditori belajar di dalam kelas. Setelah itu, setiap kelompok murid mempresentasikan hasil diskusi mereka. Hasilnya, nilai asesmen formatif kognitif meningkat secara signifikan untuk semua gaya belajar, tetapi tidak ada perbedaan signifikan dalam rata-rata nilai asesmen berdasarkan gaya belajar visual, kinestetik, dan auditori
Effectiveness Of Gboard Application on Motivation to Learn Indonesian Language Through Direct Learning
This study investigates the influence of the Gboard application, a virtual keyboard that provides immediate translation of voice or text on motivation for language learning. This study centers on the acquisition of the Indonesian language through the usage of English. This research aims to determine how the use of the Gboard application effects motivation to learn Indonesian. The research was carried out among students from different countries learning Bahasa Indonesia in 2023. This quantitative research employs an online survey utilizing Likert scales. The results suggest that the majority of students who utilize Gboard for social media conversations with Indonesians people perceive it as beneficial for enhancing their proficiency in the Indonesian language. Consequently, Gboard has been regarded as a highly efficient educational system. A significant number of participants have reported an impressive increase in their motivation to learn Indonesian, attributing it to the utilization of Gboard. The study concludes that Gboard, when combined with the direct learning model, greatly enhances language learning motivation among foreign students. The result emphasizes the crucial role of technology, specifically Gboard, in augmenting motivation. These insights are advantageous for educators and academics seeking to use technology into learning a new language
Analisis ChatGPT dan Perplexity pada Mata Pelajaran Dasar Program Keahlian dengan Jaccard Similarity
ChatGPT and Perplexity are two applications that can be utilized to develop learning materials. However, no research has measured the completeness of material produced by artificial intelligence. Thus, this research aims to analyze ChatGPT and Perplexity as the material collection tool. The material completeness is measured using Jaccard Similarity which compares objects with intersection. Assuming that material completeness can be measured through the intersection of the same material, Jaccard Similarity is proposed with three material search trials using core competencies, basic competencies, and core materials. It was implemented in the Electrical Power Installation Engineering learning material. Then, Jaccard Similarity is analyzed with teacher validation. The result shows that ChatGPT and Perplexity achieved the highest assessment in core material searching, reaching similarity up to 72.40â„… and 47.67% respectively. Both validations reached 80% and 70% respectively. It was concluded that ChatGPT was superior to Perplexity and the best keywords based on the core material
Penguatan Karakter Nasionalisme Relijius berbasis Nilai ASWAJA pada Peserta Didik di Yayasan Pendidikan Al-Murtadho Ngadiluwih Kediri
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai ASWAJA sebagai upaya penguatan karakter nasionalisme religius pada peserta didik di Yayasan Pendidikan Al-Murtadho Ngadiluwih Kediri. Metode yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, FGD, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai ASWAJA tercermin dalam aktivitas pembelajaran berupa cerita keseharian yang dilakukan oleh peserta didik yang kemudian diselipkan nilai-nilai toleransi dan tenggang rasa. Selain itu, peserta didik juga dibiasakan untuk saling menghargai dengan tidak membeda-bedakan teman yang satu dengan lainnya. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang strategi penguatan karakter berbasis nilai agama dalam konteks pendidikan Islam  khususnya bagi anak usia dini di Indonesia
The Influence of Implementation of Trainer Crimping Learning Media on Computer Learning Outcomes and Basic Networks at Vocational High School Muhammadiyah 1 Taman
The background of this research is the large number of students who do not understand and do not understand the correct crimping technique, so the researchers provide a training or trainer for vocational school students, especially majoring in Computer and Network Engineering. The method used in this research is an experimental method which uses pretest and posttest questions as a reference for success in this study. Data collection in this study was taken from a class where the subjects taken were Basic Computers and Networks. The results of this study where the results of calculating the hypothesis show a rejection of H0, so it can be concluded that the results of this study influence or have an impact on the learning outcomes of vocational school students
Penerapan Metode Pembelajaran Take and Give untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn
: This study aims to describe applying the take-and-give method in Civics at SMPN 1 Gedangan. The type of study was a classroom action study consisting of two cycles. The subjects of the study were 24 students of class VII A. The students' learning outcomes were collected using the study instrument in the form of a written test. The data obtained in the study were analyzed with descriptive quantitative. Based on the results of the study conducted, the application of the Take and Give learning method in Civics subjects at SMPN 1 Gedangan can run well and there is an increase in student learning outcomes in Civics subjects. This can be seen from calculating the average and completeness of classical learning outcomes during pre-action, cycle I, and cycle II. Pre-action obtained an average of 34.2, increased in cycle I with an average of 68.95, and increased by 81.7 in cycle II. At the time of pre-action, there was no learning completeness. Then, in cycle I, we obtained a classical learning completeness of 58.3 percent, and in cycle II, it increased by 83.3 percent.Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Take and Give dalam PPKn pada pelajaran PPKn di SMPN 1 Gedangan. Jenis kajian yang dilakukan adalah kajian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Subjek kajian adalah 24 orang murid kelas VII A. Hasil belajar murid dikumpulkan menggunakan instrumen kajian berupa tes tertulis. Data yang diperoleh dalam kajian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan penerapan metode pembelajaran Take and Give pada mata pelajaran PPKn di SMPN 1 Gedangan dapat berjalan dengan baik serta terdapat kenaikan hasil belajar murid pada mata pelajaran PPKn. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan rata-rata dan ketuntasan hasil belajar klasikal saat pra-tindakan, siklus I dan siklus II. Pra-tindakan diperoleh rata-rata 34,2 meningkat pada siklus I dengan rata-rata sebesar 68,95 dan pada siklus II meningkat dengan rata-rata 81,7. Pada saat pra-tindakan belum terdapat ketuntasan belajar kemudian pada siklus I diperoleh ketuntasan hasil belajar klasikal sebesar 58,3 persen dan pada siklus II meningkat sebesar 83,3 persen