Belantika Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
89 research outputs found
Sort by
Peningkatan Penguasaan Konsep Biologi Siswa Menggunakan Strategi Kooperatif Stad
Improvement of learning quality has being encouraged through innovative learning methods, such as utilization of learning strategy to encourage the students to become learning center and self-regulated learning. To obtain these objectives, quasi-experimental design pretest-post-test non-equivalent control group design with 3x2 factorial unit treatment was applied. The results showed that the applied learning strategies affects concept of biology mastery. However there was no effect to the metacognition skills.Peningkatan kualitas pembelajaran terus digalakkan melalui upaya pembelajaran yang inovatif. Implementasi pembelajaran inovatif dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah penggunaan strategi pembelajaran untuk mendorong siswa menjadi pusat belajar dan self-regulated learning. Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam penelitian ini digunakan rancangan penelitian quasi eksperimen pretest-posttest nonequivalent control group design dengan unit perlakuan 3x2 faktorial. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan penguasaan konsep biologi siswa pada ketiga strategi pembelajaran, akan tetapi tidak menunjukkan adanya perbedaan keterampilan metakognisi
Analisis Rasio Keuangan Pengukur Kinerja Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham dan Ekspektasi Return Saham sebagai Bahan Pengambilan Keputusan bagi Investor
This research intent for description and analysis: how big finance ratios can measure firm performance on corporate BUMN that listing at Indonesian stock exchange; ratio factor influence liquidity, leverage's ratio, activity ratio, profitability ratio. This research utilizes design ex post facto, meanwhile analysis’s tech that is utilized which is analysis multiple regression, test F and test t. Substantial’s ala usufructs to test correlasionality points out that variable second that assigns value that negative. This observational finding betokens, that stock price variable increases or down, therefore expected return stock will experience decrease or step-up. Stock ratio that measured by price to book value share constituting dominant factor that regard stock price, meanwhile liquidity ratio that measured by quick (acid is test) constituting factor dominating to regard expected return stock.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis : bagaimana kinerja perusahaan BUMN yang listing di Bursa Efek Indonesia di ukur dari rasio-rasio keuangan. Penelitian ini menggunakan rancangan ex post facto, sedangkan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis multiple regression dengan program Eviews, uji F dan uji t. Secara substansial hasil uji korelasionalitas menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memberikan nilai yang negatif. Temuan penelitian ini mengindikasikan, bahwa variabel harga saham meningkat atau menurun, maka ekspektasi return saham akan mengalami penurunan atau peningkatan. Faktor rasio keuangan sebagai pengukur kenerja perusahaan, harga saham dan ekspektasi return saham menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investor dalam berinvestasi pada perusahaan BUMN yang listing di Bursa Efek Indonesia
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle terhadap Kualitas Proses, Hasil Belajar dan Retensi Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Asam Basa
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran LC-6 dengan siswa yang diajar dengan model konvensional. Perbedaan retensi hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajar LC-6 dengan siswa yang diajar dengan model konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan eksperimen semu. Temuan penelitian adalah hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran LC-6 lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Tes retensi pertama dan kedua menunjukkan bahwa retensi siswa model pembelajaran LC-6 lebih baik daripada retensi siswa model pembelajaran konvensional
Pembelajaran Berbasis Inkuiri dengan Model The 5 E Learning Cycle dapat Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Hasil Belajar Siswa
Learning inquiry with The 5E Learning Cycle use increase active and learning outcomes. Indicates that the students tend to be passive and less active. Students’ activeness is determined from the data on the courage to ask question, to express opinion, and to argue the idea during learning. The learning result includes some aspects such as learning skill, psychomotoric skill, and cognitive skill, which all of them come from the evaluation (test) over students. Data collection methods are the writing test for students, the assessment of learning skill and psychomotoric skill from observation sheet, and questionnairePembelajaran inkuiri dengan model The 5E Learning Cycle dapat digunakan meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa. Tujuan dari pembelajaran ini agar siswa tidak cenderung pasif dan kurang aktif dalam belajar, juga siswa tidak mempunyai kecenderungan pada hafalan-hafalan saja. Keaktifan siswa diperoleh dari data keterlibatan mereka dalam keberanian bertanya, keberanian mengemukakan pendapat, dan keberanian mempertanyakan gagasan saat pembelajaran. Hasil belajar meliputi aspek keterampilan belajar, aspek psikomotorik dan aspek kognitif yang dipeoleh dari evaluasi (tes) kepada siswa
Membandingkan Keefektifan Model Pembelajaran Tipe Jigsaw dan Tipe Diskusi Panel untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa dalam Mempelajari Kimia Organik
The aim of this study is to find out the effectiveness differences of jigsaw cooperative learning model compare with panel discussion to increase student’s academic achievement in organic chemistry learning. The effectiveness was determined by learning achievement in organic chemistry. The research design was quasi experiment with nonequivalent pretest-posttest. Statistical analysis by Anova shows that there are significant differences between learning methods to increased academic achievement. No significant differences between learning sources, also between interactions. One tail t-test show that, in this study, panel discussion learning is better than jigsaw learning to increase student’s learning achievement in organic chemistry reactions.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar pada mahasiswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan pembelajaran kooperatif tipe diskusi panel dalam mempelajari reaksi kimia organik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen semu (quasi experiment) dengan model prates-pascates kelompok-kelompok tak setara. Analisis Variansi dua jalur menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata di antara kedua metode pembelajatan yang digunakan, sedangkan kedua sumber belajar tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata. Dari uji-t satu ekor terlihat bahwa untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam mempelajari reaksi-reaksi kimia organik pembelajaran tipe diskusi panel lebih efektif daripada tipe jigsaw
Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Model STAD dan Jigsaw terhadap Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas V SD yang Memiliki Gaya Belajar Berbeda
The development of mathematics learning in elementary school today is still not satisfying. To solve those problems, the researcher tried to do a research related to the effectiveness of two cooperative learning strategies, STAD model and Jigsaw model, on the learning achievement of fifth year students. This research is quasi-experimental research with factorial design 2 x 2; two groups of subjects to be examined were chosen after fulfilling homogeneity criteria. These results of the research there is significant difference in the learning achievement of fraction multiplication (p less than 0,05) between the students taught using STAD model and the students taught using Jigsaw model.Perkembangan pembelajaran matematika pada jenjang Sekolah Dasar dewasa ini masih memprihatinkan. Sebagai upaya untuk pemecahan masalah tersebut di atas, maka dilakukan penelitian terkait, yaitu tentang keefektifan dua strategi pembelajaran kooperatif model STAD dengan model Jigsaw terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD. Ini adalah penelitian eksprimen semu (quasi-expriment) dengan rancangan faktorial 2 x 2 dan menetapkan dua kelompok subjek yang diteliti setelah memenuhi kriteria homogenitas. Hasil penelitian terdapat perbedaan hasil belajar perkalian bilangan pecahan yang signifikan (p kurang dari 0,05) antara kelompok siswa dengan kooperatif model STAD dan kelompok siswa dengan kooperatif model Jigsaw
Implementasi Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Dipadu dengan Strategi Belajar Peta Konsep untuk Meningkatkan Aktivitas, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar Biologi Siswa
The purpose of this research is to know if the implementation of problem based learning is combined with mapping concept strategy can improve activities, ability of critical thinking, and biology achievement of students grade VII A of States Junior High School 1 Singosari district Malang. Kind of research is Classroom Action Research (CAR) with quality approach in two cycles. Every cycle consists of action planning, carrying out and observing action, and reflection. The result of research shows the percentage of students activity in implementation of problem based learning is combined mapping concept increase from 83.16% in cycle I to be 97.27% in cycle II. The percentage of students activity when making mapping concept increase from 63.17% in cycle I to be 92.00% in cycle II. The score average of critical thinking ability increase from 2.58 in cycle I to be 3.3 8 in cycle II.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran berdasarkan masalah (PBM) yang dipadu strategi belajar peta konsep dapat meningkatkan aktivitas, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar biologi siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan tindakan, pelaksanaan dan pengamatan tindakan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase aktivitas siswa pada saat penerapan pembelajaran masalah dipadu peta konsep meningkat dari 83,16% pada siklus I menjadi 97,27% pada siklus II. Persentase aktivitas siswa pada saat membuat peta konsep meningkat dari 63,17% pada siklus I menjadi 92,00% pada siklus II. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis meningkat dari 2,58 pada siklus I menjadi 3,3 pada siklus II
Genre Analysis of International Conference Paper Abstracts
The study consists of two parts. The first is to describe the moves, the language function, the most dominant language function, and verbs of process function in the abstracts. The second is to explain how the linguistic elements (grammatical categories), three modalities (certain, probable, and possible), and the non-linguistic elements support the rhetorical and logical moves and the language functions operating in the abstracts. As it is a genre analysis of international conference paper abstracts, the data were taken from the specific discourse community of international conference paper abstracts of SEAAIR conference. Theoretically, this study contributes to a fuller understanding of research on genre of international conference paper abstracts, particularly written by the discourse community of SEAAIR
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Ipa Siswa Ditinjau dari Kemampuan Dasar Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar IPA bagi siswa yang belajar dengan pembelajaran problem based learning lebih tinggi daripada siswa yang belajar secara konvensional dan mengetahui siswa yang mempunyai kemampuan dasar matematika tinggi, lebih tinggi daripada siswa yang mempunyai kemampuan dasar matematika rendah. Rancangan penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu) desain faktorial 2 x 2. Variabel bebasnya adalah model pembelajaran dan kemampuan dasar matematika. Variabel terikatnya adalah hasil belajar IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPA bagi siswa yang belajar dengan pembelajaran problem based learning lebih tinggi daripada siswa yang belajar secara konvensional dan mempunyai kemampuan dasar matematika tinggi lebih tinggi daripada siswa yang mempunyai kemampuan dasar matematika rendah