Online Journal System Universitas Muhammadiyah Lampung
Not a member yet
815 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN POTENSI DESA MELALUI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN) DI DESA BAGELEN KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN
Permasalahan kesejahteraan sosial selalu ada dalam kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam lingkungan masyarakat desa Bagelen. Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran merupakan desa yang sanagat strategis yang berada di pusat Kabupaten Pesawaran.Berbagai potensi desa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan kemajuan kesejahteraan masyarakat desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran seiring dengan kemajuan tekhnologi yang semakin maju dan berkembang diantaranya adalah pengembangan ekonomi kreatif, penguatan program Smart Village, dan mendirikan Pojok Baca disetiap dusun desa Bagelen yang berguna untuk merangsang minat baca masyarakat desa Bagelen dan juga meningkatkan Sumber Daya Manusia Masyarakat Desa Bagelen. Oleh karena itu, malalui Program Kuliyah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan implementasi Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertujuan untuk dapat menggali lebih dan mengembangkan potensi desa yang ada di desa Bagelen. Sehingga Masyarakat desa Bagelen dapat mengatasi permasalahan kesejehteraan sosial yang ada dilikungkungannya. Sasaran pengabdian ini antara lain tokoh masyarakat, karang taruna dan petugas pemerintahan desa. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat adalah menggunakan metode Penyuluhan yaitu dalam bentuk ceramah. Adapun manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat iini adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat untuk dapat menggali dan memanfaatkan potensi desa yang ada meningkatkan perekonomian masyarakat
“Musik Daerah dan Bahasa Inggris: Sebuah kolaborasi siswa SD Kristen Satya Wacana Salatigaâ€
Abstrak SD Kristen Satya Wacana (SD Lab) merupakan sekolah yang menjadi laboratorium dan berada di lingkungan kampus Indonesia mini, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Sekolah Lab dikenal dengan kualitas siswanya yang baik, khususnya dalam bidang bahasa Inggris. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang menaungi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris, dan Seni Musik mengkolaborasikan musik daerah, dalam hal ini kolintang dan angklung dengan Choral Reading dalam bahasa Inggris. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menghasilkan sebuah karya baru yang merupakan sinergi di antara 2 bidang yang berbeda. Dosen dan mahasiswa dari ketiga prodi tersebut bekerja sama dengan guru dan siswa SD Lab (kelas 3 - 6) untuk menghasilkan pertunjukan penampilan bersama dalam acara di UKSW sehingga sekaligus merupakan bentuk promosi dari SD Lab kepada khalayak. Bukan promosi SD Lab saja namun juga promosi FBS karena penampilan tersebut ditayangkan secara online. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pkm) yang didanai dengan pendanaan internal UKSW. Dari hasil luaran dari kegiatan ini diharapkan siswa SD Lab dapat lebih termotivasi untuk belajar dan menampilkan yang terbaik, khususnya dalam bidang seni daerah dan bahasa Inggris. Kegiatan ini diharapkan juga dapat menginspirasi kegiatan penelitian dan PkM yang merupakan kolaborasi dari beberapa bidang ilmu yang berbeda sehingga menghasilkan sebuah karya baru yang segar dan inovatif.Â
Peran Pondok Pesantren Dalam Aktualisasi Halal Lifestyle Santri
Penelitian ini bertujuan untunk menganalisis peran Pondok Pesantren dalam Aktualisasi halal lifestyle, Pondok Pesantren sangat berperan penting dalam aktualisasi halal lifestyle santri. Penelitian ini mengkaji peran pondok pesantren dalam menerapkan gaya hidup halal lifestyle santri. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi secara langsung di Pondok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai pentingnya bergaya hidup halal lifestyle pada santri maupun kalangan masyarakat. Serta memberikan kontribusi untuk mengembangkan literasi halal pada masyarakat. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendorong mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial yang ada dan menemukan solusi yang relefan. Penelitian ini berlokasikan di Pondok Pesantren Nurul Islam Bluto dan Pondok Pesantren Hidayatullah, kabupaten Sumenep, Madura. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pondok pesanten berperan dalam aktualisasi halal lifestyle santri.Kata Kunci:Â Pondok Pesantren; Halal; Lifestyle
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJRAN SMART MELALUI PENDEKATAN BRIDGING ANALOGY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KIRITIS MATEMATIS BERDASARKAN KECERDASAN MI
Beberapa penelitian sebelumnya telah mengimplementasikan model SMART, tetapi belum ada yang menilai tingkat kemampuan berpikir kritis matematika siswa melalui model tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi model pembelajaran SMART melalui pendekatan bridging analogy terhadap kemampuan berpikir kritis matematika berdasarkan Multiple Intelligence (MI). Jenis penelitian yang dilakukan adalah Quasi Eksperimental Design. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan angket, sedangkan analisis data mencakup uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Anova dua jalan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SMART melalui pendekatan bridging analogy memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Selain itu, MI siswa juga berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematika. Namun, tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran SMART melalui pendekatan bridging analogy dengan MI terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa.Â
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI E-RAPOR PADA GURU SMKN 1 BRAJA SELEBAH
Kegiatan pengisian data sekolah, data siswa maupun nilai akhir siswa di rapor pada sekolah SMK N 1 Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur selama ini dilakukan dengan tulis tangan (konvensional), yang memiliki kendala lama waktu pengolahan nilai, memiliki kecenderungan kesalahan perhitungan, jika rapor siswa hilang atau rusak tidak memiliki dokumentasi/ back-up dokumen serta bagi guru yang memiliki tulisan tangan yang kurang rapi akan sulit terbaca bagi siswa maupun orangtua siswa. Salah satu software yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan rapor siswa adalah Aplikasi E- Rapor. Aplikasi ini mudah untuk dipahami serta dapat mengatasi persoalan dalam pembuatan rapor siswa. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan aplikasi eRapor bagi guru-guru SMK N 1 Braja Selebah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah workshop dan pendampingan berkelanjutan. Hasilnya para guru lebih memahami fungsi-fungsi pada aplikasi E-Rapor yang bermanfaat dalam proses pengisian rapor siswa, setiap guru berhasil membuat e-rapor mereka masing-masing, mereka setuju bahwa e-rapor lebih efisien dan efektif daripada pengisian rapor secara manual (konvensional) dan akan menggunakan e-rapor di sekolah mereka masing-masing
PENINGKATAN LAYANAN M-BANKING MELALUI PENDEKATAN TELEMARKETING DI BSI KCP TELUK BETUNG DALAM KONTEKS EKONOMI SYARIAH
Pendekatan telemarketing adalah metode pemasaran yang menggunakan panggilan telepon untuk mempromosikan produk atau layanan kepada calon pelanggan. Dalam pendekatan ini, telemarketer memiliki peran kunci dalam menghubungi pelanggan dan menyampaikan pesan-pesan pemasaran dengan menggunakan keterampilan komunikasi yang efektif serta pengetahuan tentang produk atau layanan. Salah satu inisiatif yang diambil oleh BSI KCP Bandar Lampung Teluk Betung adalah memperkenalkan layanan M-banking kepada nasabahnya melalui pendekatan telemarketing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan layanan m-banking melalui pendekatan telemarketing, serta menelaahnya dari konteks ekonomi syariah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan populasi penelitian meliputi seluruh karyawan BSI KCP Bandar Lampung Teluk Betung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan telemarketing ini didasarkan pada teori manajemen strategi, dengan tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Kendala yang dihadapi mencakup nomor telepon yang tidak aktif dan nasabah yang tidak merespons. Meskipun demikian, pendekatan telemarketing terbukti cukup efektif, dengan 59,8% dari 1000 nasabah berhasil dihubungi dan melakukan aktivasi m-banking. Menurut perspektif ekonomi syariah, pendekatan ini didasarkan pada akad tabarru' dan mematuhi prinsip syariah, tanpa mengandung unsur riba, gharar, atau maysir
"PLAYING WITH THE MASK": STUDI PHOTOVOICE ONLINE PERSONA GENERASI Z
ABSTRAKGenerasi Z sebagai generasi digital menjadikan media sosial sebagai ruang untuk terus mendapatkan pengakuan, melalui jumlah followers, like, share dan comment. Apa yang ditampilkan melalui media sosial menjadi sangat penting bagi mereka. Hal ini disebabkan karena generasi Z tidak memiliki pengalaman persimpangan antara dunia analog dan digital (Podara et al., 2021). Menciptakan online persona yang mengagumkan di media sosial adalah sesuatu yang wajar karena karakter mereka sebagai generasi figital menjadikan ruang maya menjadi suatu realitas (Stillman & Stillman, 2019). Online persona dibentuk tanpa menghadirkan impresi yang secara nyata kita miliki, seperti senyuman asli, bahasa tubuh hingga petunjuk non-verbal lain yang menyebabkan identitas diri yang tidak otentik bahkan manipulatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman pembentukan online persona pada generasi Z dengan menggunakan pendekatan photovoice. Partisipan penelitian adalah generasi Z yang memiliki rentang usia 18-27 tahun, memiliki jumlah pengikut media sosial diatas 1.000 orang serta aktif menampilkan diri di media sosial. Partisipan mengikuti pelatihan smart photography kemudian secara mandiri mengambil foto selama 7 hari dengan smartphone lalu di unggah di media sosial masing-masing. Penggalian pengalaman dan permaknaan foto oleh partisipan menggunakan wawancara mendalam yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil analisis tematik dengan menggunakan program Nvivo 12 menunjukan pengalaman pembentukan online persona sebagai strategi presentasi diri yang melibatkan pemilihan foto sebagai cues (isyarat/sinyal), kekuatan captions (keterangan gambar), keterampilan sunting foto dan ketepatan pemilihan waktu unggah di media sosial. Selain itu, pembentukan online persona terkait dengan tiga tujuan yaitu untuk disukai (ingratiation), promosi diri (self-promotion) dan agar menjadi inspirasi/contoh (exemplification). ABSTRACTGeneration Z, being a digital cohort, utilizes social media platforms as a way to consistently acquire acknowledgment by increasing the quantity of followers, likes, shares, and comments. The content exhibited on social media platforms assumes significant importance for individuals. This is due to the fact that Generation Z lacks exposure to the convergence of the physical and digital realms [1]. Developing exceptional online personas on social media is an inherent phenomenon, since their persona as a fictional generation materializes in the virtual realm. The formation of an online persona occurs without the deliberate presentation of true impressions, such as a genuine smile, body language, and other non-verbal clues. This process results in the creation of an authentic self-identity that is free from manipulation. The objective of this study is to investigate the process of online persona construction among individuals belonging to Generation Z through the utilization of photovoice methodologies. The research participants consisted of individuals from generation Z, specifically between the ages of 18 and 27, possessed a social media followed by over 1,000 followers and actively engaged in self-presentation on social media platforms. Participants engage in a comprehensive training program on smart photography techniques. Subsequently, they are required to capture photographs using a smartphone camera for a duration of 7 days and subsequently share them on their own social media platforms. The process of data extraction will involve conducting in-depth interviews to gather a comprehensive understanding of their online persona’s building experience. This information will then be examined thematically, taking into account the participants' descriptions of the images they captured. The results of the thematic analysis conducted using the Nvivo 12 software revealed that the online persona is associated with a self-presentation strategy that encompasses the deliberate selection of photo displays as cues, the effectiveness of captions, proficiency in capturing displays (photos or videos), and the precision in choosing upload times. The self-presentation strategy is implemented with three primary goals: to cultivate favor and approval (ingratiation), to promote oneself, and to serve as a source of inspiration or example (exemplification)
THE DESCRIPTION NAMING OF SUB-VILLAGE AND CULTURAL VOCABULARY DIVERSITY AT BAWODESOLO VILLAGE
This research aims to describe the naming of sub-villages and the diversity of cultural vocabulary in Bawodesolo Village, Gunungsitoli District, Gunungsitoli City, North Sumatra Province. The focus of this research is on three sub-villages: Delafiga, Hilinangea, and Simanaere. Using a phenomenological research design, this study involves semi-structured interviews with local residents to understand the meanings and cultural contexts of these sub-village names. The results of the research show that the sub-village names reflect the cultural identity, history, and values of the local community. Names such as "Delafiga" and "Simanaere" are not only geographical markers but also hold historical narratives and cultural concepts that are significant to the community. The analysis of cultural vocabulary reveals that the terms used by the residents reflect their relationship with the environment, spiritual beliefs, and social practices. This study highlights the importance of toponymy in understanding cultural identity and suggests that regional development policies should consider the cultural values embedded in place names. This research contributes to the preservation of local cultural heritage and provides valuable insights for further studies on cultural dynamics in this area
INDIVIDUALISM IN THE 1997 ANIMATED FILM ANASTASIA: A LIBERAL FEMINISM PERSPECTIVE
This research aims to analyze how Anastasia portrays themes of liberal feminism and individualism. It investigates how the protagonist’s journey embodies feminist ideals of self-discovery, resilience, and the defiance of gender expectations. Grounded in liberal feminist theory, which emphasizes personal autonomy and equality before the law (McMillan, 2009); this study employs qualitative descriptive methods to explore how Anastasia’s narrative reflects these principles. Themes such as identity formation, gender norms, and personal agency are analyzed through the protagonist’s experiences. The analysis reveals that Anastasia challenges traditional gender roles by portraying feminine traits—compassion, resilience, and emotional intelligence—as strengths rather than weaknesses. The protagonist’s journey from orphaned amnesiac to rediscovered princess illustrates themes of empowerment and self-determination within a feminist framework. The film’s depiction of Anastasia’s relationships and challenges underscores the broader feminist discourse on identity and societal expectations. By confronting external pressures and embracing her true self, Anastasia embodies the resilience and agency central to feminist ideals. Through its narrative complexity and thematic depth, Anastasia contributes meaningfully to feminist discourse. It celebrates personal growth; challenges gender stereotypes, and advocates for women’s empowerment. The study concludes with reflections on the enduring relevance of feminist themes in animated media and their impact on audiences
PENERAPAN MODEL AUDITORY INTELECTUALLY REPETITION (AIR) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA
The research aims to evaluate the effectiveness of the Auditory Intellectually Repetition (AIR) model in improving understanding of mathematical concepts in fifth grade elementary school students. The subjects of this research were fifth grade students at SDN Bahagia 01, consisting of 29 students, with details of 13 male students and 16 female students. The research instrument given was a test consisting of 10 descriptive questions. The results of data analysis are (1) Percentage of classical completeness, (2) Indicator values. From this data, it can be concluded that the use of the Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) model has proven effective in increasing the understanding of mathematics concepts for class V students. Significant increases in the percentage of classical completeness and the average score of students between cycle I and cycle II, in the cycle I was 58.6% with an average student score of 71.6. And in cycle II there was an increase with a classical completion percentage of 86.2% with an average student score of 89. This shows that the Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) model is effective in helping students achieve a better understanding of the mathematical concepts being taught. The existence of the Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) model can increase the understanding of mathematics concepts for fifth grade students at SDN Bahagia 01 Bekasi Regency by 27.6%