Online Journal System Universitas Muhammadiyah Lampung
Not a member yet
815 research outputs found
Sort by
Business Strategy In Realizing Prosperity Of Owners And Employees Based On Value Chain Analysis
There are three problem formulations in this research, namely: (1) What is the business strategy for Bakso Lahar; (2) What is the maslahah-based value chain strategy for Bakso Lahar; (3). What is a maslahah-based value chain strategy in realizing the welfare of owners and employees at Bakso Lahar. This type of research is qualitative with a phenomenological and normative approach. Primary data in this research was obtained from business owners, financial managers, marketing, production, employees and consumers. Secondary data is in the form of books, journals or documentation related to Bakso Lahar. Data collection methods through observation, interviews and documentation. The data validity testing uses triangulation and transferability. The research results show that: (1) The Bakso Lahar business strategy implemented in terms of business capital uses the syirkah system, Islamic work culture, providing the best service to consumers and using digital marketing strategies. (2) Bakso Lahar maslahah-based value chain strategy, namely differentiation in the form of tayib and halal principles and focus on Muslim families. (3) The welfare felt by business owners and employees from maslahah-based value chain activities produces benefits in the form of profits and blessings from an economic, social and spiritual perspective. The implications of this research finding include two things, namely theoretical implications and practical implications. (1) The theoretical implications of the Bakso Lahar value chain are in accordance with the principle of benefit, but it would be even better if we continued to optimize other value chains as part of the business strategy, not only on differentiation and focus but also on efforts to achieve cost leadership so that all consumers can feel the benefits in the form of cheap product prices. (2) Practical implications, the owner of Bakso Lahar should make more efforts to improve employee performance by providing training that can improve skills and also giving clear status to employees as contract or permanent employees so that employees become more loyal to the company
IMPLEMENTASI METODE TILAWATI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYYAH
Latar belakang masalah penelitian ini adalah bahwa pada kenyataannya praktik mengajar yang dilakukan di SD Tri Sukses Serbajadi Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung pada umumnya masih berpusat pada guru. Metodologi pembelajaran ( khususnya Agama Islam ) yang diterapkan masih mempraktikkan cara-cara lama ( Tradisional ). Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “ Apakah Penerepan Metode Tilawati Dapat Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiiyah Kelas I Semester I SD Tri Sukses Serbajadi Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan ?†Penelitian mengenai penerepan Metode Tilawati kelas I SD Tri Sukses Serbajadi Kecamatan Natar Kabupaten Lampung selatan merupakan Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Research ). Peneltian kelas merupakan sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki kesulitan proses belajar di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat tercapai. Setelah diterapkan pembelajaran Metode Tilawati dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas I SD Tri Sukses Serbajadi Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan mengalami kemajuan pesat terbukti dengan banyaknya siswa yang sudah bissa mengenal huruf hijaiyyah. Hasil belajar pada siklus I sebesar 84,3 % atau 27 orang siswa dengan KKM 75, siklus II sebesar 93,75% atau 30 orang siswa untuk materi mengenal huruf hijaiyyah dengan KKM 75. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ke siklus II sebesar 9.45% dengan demikian sudah mencapai ketuntasan belajar
Membumikan Teks Agama; Upaya Meredam Aksi Radikalisme Menuju Masyarakat Dialogis-Transformatif
Tulisan ini akan menelaah ihwal praktek keberagaman yang acapkali jadi picu pelatuk konflik sosial di negeri ini. Pembakaran dan pengeboman tempat ibadah, penistaan dan politisasi agama, serta seabrek problem lainnya adalah beberapa impak paling gamblang dari jauhnya perilaku keagamaan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan yang hendak dicapai dalam tulisan ini adalah untuk menemukan formula baru dalam meretas beragam konflik sosial keagamaan tersebut, baik antar-umat seagama maupun antar-umat beragama. Metode yang digunakan adalah dengan telaah dokumen dan menganalisa beragam literatur akademik (studi pustaka). Dari hasil analisa didapatkan bahwa konflik sosial keagamaan terjadi akibat sentimen kolektif dan standar ganda, yang kerapkali memberikan predikat kafir kepada mereka yang berbeda. Maka, sudah saatnya agamawan merendahkan hati dengan tidak lagi membeda-bedakan (paham) agama; dan menjadi lebih membumi dengan mengedepankan nilai-nilai humanistik
Phonological Aspects of English Language Proficiency at the Junior High School Level
This study aims to describe the phonological aspects of English pronunciation mastery among eighth-grade students of SMP Muhammadiyah Pringsewu. The research focuses on students’ ability to pronounce English sounds, including vowels and consonants, word stress, and sentence intonation, as well as identifying dominant phonological errors and the factors influencing them. A qualitative descriptive approach was employed in this study. The research subjects consisted of 20 eighth-grade students. Data were collected through classroom observation, a pronunciation test, and interviews. The findings reveal that students are generally able to pronounce basic English sounds, particularly those similar to Indonesian phonological features. However, difficulties were still observed in pronouncing specific English sounds such as the interdental sounds /?/ and /ð/, the fricative /?/, distinctions between long and short vowels, as well as in applying appropriate word stress and intonation. The main phonological errors include sound substitution, incorrect stress placement, and flat intonation patterns. These difficulties are influenced by first-language interference, limited pronunciation practice, and minimal exposure to authentic English pronunciation. The study concludes that although students have acquired a basic level of phonological competence, their mastery remains moderate and needs further development. Therefore, more structured and continuous pronunciation practice is vital to improve students’ phonological awareness and speaking proficiency
Digital Storytelling as an Innovative Approach to Developing Narrative Writing Skills in Indonesian EFL Contexts
This study investigated the effectiveness of digital storytelling in enhancing senior high school students’ narrative writing skills. A quantitative quasi-experimental design was employed involving 60 tenth-grade students, who were divided into an experimental group (n = 30) and a control group (n = 30). Data were collected through narrative writing tests administered as pretests and posttests and analyzed using descriptive statistics, paired sample t-tests, and independent sample t-tests. The results showed that the experimental group’s mean score increased significantly from 64.06 on the pretest to 81.39 on the posttest, while the control group improved from 64.06 to 71.90. The paired sample t-test revealed a significant improvement in the experimental group (p < 0.05), and the independent sample t-test indicated a significant difference between the posttest scores of both groups (p < 0.05). These findings demonstrate that digital storytelling is more effective than conventional instruction in improving students’ narrative writing ability. However, this study was limited to a single school and a relatively short intervention period, which may restrict the generalizability of the findings. Therefore, it is recommended that educators integrate digital storytelling into writing instruction to promote creativity, engagement, and digital literacy, while future research should involve broader samples and longer implementation periods
MENINJAU BUNGA DAN BAGI HASIL TERHADAP MINAT MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN INVESTASI PERSPEKTIF EKONOMI MONETER SYARIAH
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang mekanisme keuangan syariah dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk melakukan investasi di perbankan syariah. Penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi kita mengenai kebijakan tentang isu-isu investasi dan keuangan Islam. Hal ini dapat membantu lembaga keuangan merancang produk investasi yang lebih menarik dan berkontribusi pada literatur mengenai ekonomi moneter dan investasi Islam. Penelitian ini berfokus pada bagaimana bagi hasil dan bunga berdampak pada minat masyarakat dalam berinvestasi dan bertujuan untuk memberikan wawasan baru mengenai topik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis pengaruh suku bunga dan bagi hasil terhadap minat masyarakat berinvestasi dalam perspektif ekonomi moneter Islam. Sistematik Literatur Review (SLR) adalah suatu pendekatan untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis bukti dari berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. SLR dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai temuan sebelumnya mengenai pengaruh bunga dan bagi hasil terhadap minat investasi. Penelitian ini berkontribusi untuk memahami bagaimana bagi hasil dan bunga mempengaruhi preferensi investasi masyarakat di pasar keuangan Islam
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2023
Dra. Risyanti Riza, Drs.H. Roesmidi, M.M.2006. Pemberdayaan Masyarakat. Sumedang: ALQAPRINT JATINANGORBudiman, 1985. Pembagian Kerja secara seksual, Jakarta: Gramedia.Prayitno dan Arsyad. 1987. Petani Desa dan Kemiskinan. BPFE. Yogyakarta.Sumardi Mulyanto. 2000. Sumber Pendapatan Pokok dan Perilaku Menyimpan. Rajawali Press. Jakarta.Badan Pusat Statistik (BPS). 2017. Lampung Dalam Angka. BPS Provinsi Lampung. Bandar Lampung
KOMITMEN INDONESIA DALAM MENGURANGI EMISI KARBON DIOKSIDA (CO2) MELALUI TRANSISI ENERGI BARU TERBARUKAN (EBT)
Emisi karbon dioksida (CO2) mempunyai dampak pada perubahan iklim dan meningkatnya temperatur udara di bumi. Indonesia sebagai negara berkembang merespon perubahan iklim dengan aksi nyata yakni Komitmen Indonesia dalam penurunan emisi CO2 melalui energi terbarukan. Namun, Indonesia masih bergantung kepada energi fosil yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review atau studi pustaka dengan penarikan kempulan deduktif. Memperoleh hasil Indonesia berkomitmen dalam menurunkan emisi CO2 melalui EBT. Terdapat sinyal kuat Indonesia dalam menurunkan emisi CO2 melalui transisi energi terbarukan diperlihatkan dalam forum-forum Internasional dan acara-acara dalam negeri. Selain itu, dilahirkannya kebijakan-kebijakan dalam melakukan transisi energi terbarukan. Kemudian, dilanjutkan dalam aksi yang berani yaitu dipensiunkannya dua PLTU sebagai contoh bahwa Indonesia serius dalam menurunkan emisi CO2
THE INFLUENCE OF WORK COORDINATION AND CONTROL TO IMPROVE ORGANIZATIONAL PERFORMANCE WITH BUDGET REALIZATION AS AN INTERVENING VARIABLE (Study on All OPDs in Bondowoso Regency)
ABSTRAKPermasalahan yang menjadi landasan dalam penelitian ini adalah kinerja organisasi pada seluruh OPD di Kabupaten Bondowoso tidak mengalami peningkatan yang berarti, bahkan pada tahun 2022 terjadi penurunan terhadap beberapa aspek perilaku kerja. Hal tersebut terjadi di karenakan adanya budaya meningkatkan nilai SKP (Satuan Kinerja organisasi) dengan angka yang lebih tinggi ketika hanya mendekati kenaikan pangkat yang umumnya terjadi setiap 4 tahun sekali. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis secara langsung maupun tidak langsung pengaruh koordinasi dan pengendalian kerja untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan realisasi anggaran sebagai variabel intervening pada Seluruh OPD di Kabupaten Bondowoso. Jumlah sampel penelitian ini adalah 120. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan WarpPLS 7.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel Koordinasi berpengaruh signifikan terhadap ralisasi anggaran, pengendalian kerja berpengaruh signifikan terhadap ralisasi anggaran, Koordinasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi, pengendalian kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi, ralisasi anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi. Secara tidak langsung Koordinasi dan pengendalian kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi melalui ralisasi anggaran sebagai variabel intervening. Hasil analisa data menunjukkan bahwa variabel Koordinasi, ralisasi anggaran dan pengendalian kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi Seluruh OPD di Kabupaten Bondowoso. Kata kunci: Koordinasi, Pengendalian kerja, Ralisasi anggaran dan Kinerja organisasiÂ
PENGALAMAN PENGUNGKAPAN DIRI DI AKUN KEDUA INSTAGRAM
ABSTRAKPengungkapan diri di akun kedua Instagram menjadi cara yang instan bagi individu dalam membagikan informasi diri yang sebenarnya berdasar pada pengalaman dan aktivitas sehari-hari. Akun kedua instagram sebagai wadah mengungkapkan idenitas diri yang tidak ingin ditunjukkan pada akun pertama, dalam hal ini sebagai wujud mengekspresikan diri dalam bentuk positif bahkan negatif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan alasan pengungkapan diri, bentuk-bentuk pengungkapan diri dan faktor penguat pengungkapan diri di akun kedua Instagram yang dilakukan oleh pada individu dengan rentan usia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitiaan kualitatif pendekatan fenomenologi dengan analisis data interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan pengalaman pengungkapan diri di akun kedua dilakukan untuk menunjukkan informasi diri secara jujur agar mencapai aktualisasi diri dengan pengungkapan diri apa adanya sesuai dengan perasaan, pikiran dan pengalaman yang dialami dalam aktivitas sehari-hari yang lebih intim. Bentuk pengungkapan diri yang dilakukan dengan berbagi informasi secara terbuka tentang pengalaman yang dialami. Bentuk positif ditunjukkan dengan kemampuan yang dimiliki sebagai bentuk penghargaan diri dan afiliasi diri, selain itu bentuk negatif dilakukan dengan bentuk agresi relasional yang ditunjukkan atas keresahan yang dirasakan. Hasil penelitian ini dapat berimplikasi pada individu sebagai pengguna akun kedua untuk melakukan pengungkapan diri dengan perasaan aman dan nyaman dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan batasan diri terkait informasi pribadi yang jika ditunjukkan akan merugikan diri sendiri kedepannya.ABSTRACTSelf disclosure on the second Instagram account becomes an instant way for individuals to share their true self information according to their experiences and daily activities. The second Instagram account is a place to express one's identity that one does not want to show on the first account, in this case as a form of expressing oneself in a positive or even negative form. The aim of this research is to describe the reasons for self-disclosure, forms of self-disclosure and reinforcing factors for self-disclosure on second Instagram accounts carried out by vulnerable individuals aged 18-24 years. This research uses a qualitative research method with a phenomenological approach with interpretative phenomenological analysis (IPA) data analysis. The results showed that the self-disclosure experience on the second account was carried out to show honest self-information in order to achieve self-actualization by self-disclosing what it is in accordance with the feelings, thoughts and experiences experienced in more intimate daily activities. The form of self-disclosure is done by sharing information openly about the experiences experienced. Positive forms are shown with the abilities possessed as a form of self-esteem and self-affiliation, besides that negative forms are carried out with a form of relational aggression shown for the anxiety felt. The results of this study can have implications for individuals as second account users to self-disclose with feelings of safety while being mindful of and considering own boundaries regarding personal information that if shown would be detrimental to oneself in the future