Online Journal System Universitas Muhammadiyah Lampung
Not a member yet
815 research outputs found
Sort by
Inovasi Pelayanan Publik dalam Perspektif Ekonomi: Upaya Meningkatkan Efisiensi dan Kepuasan Masyarakat
Pelayanan publik adalah elemen penting dalam pelaksanaan tata pemerintahan karena berkaitan langsung dengan pemenuhan hak-hak dasar warga. Tulisan ini mengkaji inovasi dalam pelayanan publik dari sudut pandang ekonomi, dengan menyoroti pentingnya efektivitas, efisiensi, dan peningkatan kepuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengandalkan data sekunder dari sumber-sumber yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa inovasi dalam pelayanan publik, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital, dapat mempercepat proses birokrasi, mempermudah akses layanan, mengurangi biaya, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Meski demikian, masih ada tantangan seperti kurangnya infrastruktur yang memadai, rendahnya tingkat literasi digital, keterbatasan dana, serta perbedaan kebijakan antar daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang menyeluruh melalui pelatihan untuk pegawai, penguatan infrastruktur, dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, inovasi dalam pelayanan publik tidak hanya memperbaiki kualitas layanan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan rakyat, dan menciptakan pemerintahan yang partisipatif, responsif, serta fokus pada kebutuhan masyarakat
ANALISIS NILAI MORAL DALAM FILM MY ANNOYING BROTHER (VERSI INDONESIA)
Film My Annoying Brother (versi Indonesia) menyajikan kisah mengharukan tentang transformasi hubungan antara dua saudara laki-laki yang berbeda karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral yang tersirat dalam film, khususnya mengenai pertumbuhan karakter, persaudaraan, dan pengorbanan. Menggunakan metode analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi pesan-pesan moral yang disampaikan melalui alur cerita, perkembangan karakter, dan interaksi antar tokoh. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini secara implisit menggarisbawahi pentingnya dukungan keluarga, penerimaan diri, dan kekuatan ikatan persaudaraan dalam menghadapi tantangan hidup. Karakter utama yang awalnya terjerat dalam konflik pribadi dan kesulitan berhubungan dengan saudaranya, akhirnya mengalami perkembangan karakter melalui pengorbanan dan pemahaman diri. Nilai pengorbanan muncul saat salah satu tokoh rela mengorbankan kepentingannya demi kebahagiaan orang lain. Selain itu, film ini juga menekankan pentingnya saling mendukung dan menghargai perbedaan dalam keluarga. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa My Annoying Brother tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi penonton untuk menghargai hubungan keluarga, saling mendukung, serta terus berkembang sebagai individu. Dengan cara ini, film ini berhasil menyampaikan pesan moral yang relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
ETIKA JURNALISME ISLAM MENURUT AL-QUR'AN: IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEJUJURAN DAN KEADILAN DALAM MEDIA MASSA
ABSTRAKÂ Penelitian ini mengkaji konsep etika jurnalisme Islam berdasarkan ajaran Al-Qur'an, dengan fokus pada implementasi nilai-nilai kejujuran dan keadilan dalam praktik media massa. Dalam konteks jurnalisme, kejujuran dan keadilan merupakan prinsip dasar yang mendasari pengungkapan informasi yang akurat dan adil kepada publik. Artikel ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan kualitatif, menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan serta tafsiran yang berkaitan dengan etika berkomunikasi dan penyebaran informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an secara jelas mengatur prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam jurnalisme, seperti kewajiban untuk menyampaikan kebenaran (Al-Haqq), menjaga amanah, menghindari fitnah, serta memberikan hak yang sama kepada semua pihak dalam penyampaian informasi. Dalam konteks media massa, nilai-nilai ini dapat diimplementasikan dalam berbagai praktik jurnalistik seperti peliputan berita, penulisan artikel, dan pembuatan konten yang mengutamakan integritas, objektivitas, dan keadilan. Dengan demikian, etika jurnalisme Islam yang berdasarkan ajaran Al-Qur'an diharapkan dapat menjadi panduan bagi media massa dalam menghadirkan informasi yang bermanfaat dan dapat dipercaya bagi masyarakat.Kata kunci: Etika Jurnalisme Islam, Media Massa, Prinsip KomunikasiÂ
HOMONYMS IN BUGIS LANGUAGE: A SEMANTIC STUDY
The study of regional languages holds significant importance as an indicator of cultural identity, a source of communal pride, and a means of preserving the Indonesian language. Among these, the Bugis language, predominantly spoken by communities in several districts of South Sulawesi, serves as a notable example. This paper examines the phenomenon of homonymy in the Bugis language. The primary objective of this research is to analyze the relationships and forms of homonymy present in the language. A qualitative descriptive methodology has been employed, with data collected through oral accounts provided by key informants who are native speakers and possess advanced proficiency in Bugis. The findings indicate that specific terms in the Bugis language exhibit similar semantic properties
MH370 HEADLINES: A COMPARATIVE ANALYSIS OF EMOTIVE LANGUAGE IN TWO NEWSPAPERS
The strategic use of emotive language in journalistic headlines serves to capture reader attention and evoke emotional responses. This study examines the application of emotive language in headlines related to Malaysian Airlines Flight 370 (MH370) through a comparative analysis of New Straits Times and The Washington Post. Using Martin and White's (2005) appraisal theory, the research investigates attitude systems (affect, judgement, and appreciation) and graduation systems (sharp and soft tones) in headline construction. The study adopts a qualitative approach, analyzing 10 headlines from each publication through content analysis, with headlines selected via homogeneous purposive sampling. The findings reveal that cultural context significantly influences the deployment of emotive language, with news outlets strategically leveraging social contexts to elicit specific emotional responses from their target audiences. This relationship between cultural background and emotional interpretation underscores both the power and potential risks of emotive language in headline construction. While effective use of emotive language can enhance reader engagement, its misuse may lead to sensationalism and misinterpretation of news content. These insights provide valuable guidance for researchers, journalists, and academicians in crafting effective and ethically sound headlines
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOPI UNTA MENGGUNAKAN MODEL ASSURE PADA KELAS IV UPT SD N 3 SUMBERAGUNG
 Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research & Development. Pengembangan media komik pada materi bangun datar kelas IV SD di latar belakangi oleh rendahnya minat dan motivasi peserta didik pada saat proses pembelajaran yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang berpusat pada guru dan penggunaan media pembelajaran yang masih kurang bervariasi. Dengan demikian, perlu adanya media pembelajaran guna menciptakan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan saat pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan media komik dan tingkat kelayakannya. Pengembangan media ini menggunakan model penelitian ASSURE sampai pada tahap evaluate and revise (evaluasi dan revisi). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 3 Sumberagung. Penelitian ini menggunakan angket sebagai alat untuk menguji kelayakan media komik melalui validasi ahli materi, ahli media dan tanggapan guru. Hasil pengembangan produk media komik pada materi bangun datar diperoleh dari hasil validasi ahli dan tanggapan guru yang menghasilkan produk media pembelajaran yang layak digunakan untuk siswa kelas IV SD. Dengan demikian media komik pada materi bangun datar kelas IV SD dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Media Komik, Model Assure, Bangun Datar
PEMAKNAAN KARTUN MORAL “ JANGAN PELIHARA KEBENCIAN MU†KARYA SPEEL BOON DALAM MEDIA YOUTUBE (ANALISIS SIMIOTIK DENOTASI KONOTASI ROLAND BARTHES)
Kartun merupakan media hiburan yang digemari oleh banyak kalangan, kartun moral yang berjudul “ jangan pelihara kebencianmu†yang di buat oleh speel boon dari korea selatan ini memberikan warna baru untuk kartun-kartun saat ini, bukan hanya memberikan hiburan tetapi terdapat nilai dan pesan yang dapat di terima oleh penontonnya.
Dengan analisis simiotik roland barthes penulis menggunakan makna denotatif dan konotatif dalam menganalisis film kartun moral ini yang menghasilkan makna konotatif yang sangat bermanfaat untuk penonton, makna konotatif yang di sampaikan oleh akrtun ini adalah jangan;ah memelihara kebencian karna hal tersebut tidak ada manfaat apapun untuk orang yang membenci dan hanya menyakiti diri sendiri serta menajdi boomerang untuk diri sendiri
Kata Kunci: kartun, media, simiotik rolan barthes.
â€
RETORIKA DOSEN FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUMATRA UTARA DALAM MENYAMPAIKAN DAKWAH DI MEDAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Karena penelitian ini menjelaskan fenomena yang terjadi dilapangan dengan cara mengumpulkan data-data yang diperoleh dari informan penelitian. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan ilmu komunikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (In-depth interview) yaitu peneliti melakukan wawancara langsung dengan informan penelitian, dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan penelitian. Jenis wawancara yang digunakan ialah wawancara tidak terstruktur. Observasi yaitu pengamatan langsung yang dilakukan peneliti dengan melihat aktivitas yang dilakukan, jenis observasi yang digunakan peneliti yaitu observasi partisipan, yaitu suatu periode interaksi sosial yang intensif antara peneliti dan subjek dalam suatu dakwah.
Hasil penelitian yang ditemukan peneliti bahwasannya dakwah dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara telah mendekati dari aspek retorika yaitu informatif, memberikan penerangan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa yang dipergunakan adalah jelas, mudah dimengerti, disesuaikan dengan tiap tingkat kecerdasan (daya tangkap) pendengarnya dalam memilih kata, dialek, peribahasa, dan sebagainya.
Kata Kunci: Retorika, Komunikasi, Dakwa
Implementasi Program Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di BKPSDM Kabupaten Pasuruan dalam Rangka Mendukung Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Akuntabel
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di BKPSDM Kabupaten Pasuruan. Implementasi SAKIP di BKPSDM sangat penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan kinerja aparatur sipil negara (ASN) serta mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di BKPSDM Kabupaten Pasuruan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nilai SAKIP mengalami peningkatan dari tahun 2020 hingga 2024, masih terdapat tantangan dalam keterpaduan dokumen perencanaan, evaluasi yang konsisten, dan partisipasi pegawai dalam penyusunan kinerja. Selain itu, alokasi anggaran yang meningkat setiap tahun menunjukkan komitmen pemerintah daerah, meskipun pengembangan kapasitas dan infrastruktur masih membutuhkan perhatian lebih. Penelitian ini menyarankan peningkatan kualitas evaluasi kinerja, pengalokasian anggaran yang lebih besar, serta penguatan partisipasi pegawai untuk meningkatkan efektivitas implementasi SAKIP dan mendukung tercapainya tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel
FROM FIG TO SLANG: A SEMANTIC-PRAGMATIC INVESTIGATION OF 'ANJIR' IN CONTEMPORARY INDONESIAN DISCOURSE
This study examines the phenomenon of using the word anjir as a popular emotional expression in informal conversations within modern Indonesian society. This phenomenon reflects the dynamic nature of language and cultural familiarity in everyday communication. Through a semantic and pragmatic approach, this research aims to analyze the function of anjir in various social and situational contexts. Data were collected using questionnaires distributed to respondents and analyzed using a mixed-method approach, combining qualitative methods to understand social contexts and quantitative methods to measure the frequency and patterns of usage. The results show that anjir is most frequently used to express surprise (58.8%), followed by humor (29.4%), admiration (14.1%), and anger (1.1%). These findings reveal that anjir functions as an emotional amplifier and a tool for fostering closeness in informal conversations, although its usage is considered less appropriate in formal situations. This study highlights the flexibility of linguistic expressions in adapting to modern communication needs while contributing to the semantic and pragmatic studies of the Indonesian language