Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Not a member yet
63 research outputs found
Sort by
Strategi Discovery Learning Dalam Pembelajaran PAI
As time goes by, human thought also develops in the world of education, every time it always shows changes. These changes are based on the latest findings, one of which is the learning strategy of discovery learning. This research aims to describe discovery learning strategies in Islamic religious education learning. The method used in this research is library research, namely by collecting data as a research reference. The results of this research are that the discovery learning strategy is a learning model where students search for the material or concepts to be studied themselves and the teacher does not provide complete information to students regarding the concepts or material to be studied. If applied in Islamic religious education learning, to produce students who are dignified and have good morals, the use of the discovery learning model in PAI learning is highly desirable, because in this model students are required to be active, discover something new, and to be trained to be confident in expressing their discoveries. as material for them when they have graduated in facing existing problems. This helps students to build their own understanding.
Seiring perkembangan zaman pemikiran manusia juga berkembang dalam dunia pendidikan, setiap saat selalu menunjukkan adanya perubahan, Perubahan itu didasarkan atas dasar temuan-temuan terbaru salah satunya adalah strategi pembelajaran discovery learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang strategi pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) yaitu dengan mengumpulkan data-data sebagai acuan penelitian. Hasil dari penelitian ini ialah strategi pembelajaran discovery learning merupakan model pembelajaran dimana siswa mencari sendiri materi atau konsep yang akan dipelajari dan guru tidak memberikan informasi secara utuh kepada siswa mengenai konsep atau materi yang akan dipelajari. Jika diterapkan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam Untuk menghasilkan peserta didik yang bermartabat dan berakhlaqul karimah, penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran PAI sangat diharapkan, karena dalam model tersebut siswa dituntut untuk aktif, menemukan sesuatu yang baru, dan untuk dilatih percaya diri dalam mengemukakan penemuannya, sebagai bahan mereka ketika sudah lulus dalam menghadapi permasalahan yang ada. Hal ini membantu peserta didik untuk membangun pemahamannya sendiri
Analisis Proses Intregrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Bahasa Arab Pada Masa Covid 19
Teaching and learning activities take place online due to the covid 19 pandemic. This also cause character education to be less than optimal. Therefore, the purpose of this discussion is to find out to what extent character education is applied In learning during covid 19 pandemic. This research uses literature review or library research and descriptive approach and the method used is the data collection method or by qualitative data analysis in the form of data reduction, data presentation and drawing conclusions from several journal and articles. The results of the research show the values applied by the teacher in the from of sosial spiritual values , knowledge value, skill value however
Kegiatan belajar mengajar berlangsung secara daring di karenakan pandemi covid 19. Hal ini juga menyebabkan pendidikan karakter menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pendidikan karakter itu di terapkan dalam pembelajaran pada masa pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka atau library research dan pendekatan deskriptif serta metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data atau dengan analisis data kualitatif berupa reduksi data , penyajian data dan penarikan kesimpulan yang bersumber dari beberapa jurnal dan artikel. Hasil penelitian menunjukkan nilai nilai yang di terapkan para pengajar berupa nilai sosial, nilai spiritual, nilai pengetahuan, nilai keterampilan
Politik Pendidikan Dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Islam Di Indonesia
Education is an effort to develop the human potentials of students, both their physical potential, their creative potential, taste and intention, so that this potential becomes real and can function in their life journey. The politics of education in question is manifested in the government's strategic policies in the field of education. The expected education politics is, of course, educational politics that side with the small or poor people. This study uses library research methods (Library Research). Which data previously collected was based on library data and did not use empirical tests. The politics and power of a country holds the key to the success of education. In the context of democratization and decentralization development in Indonesia, the role of executive and legislative politics to advance education is enormous. The realm of politics and power must be able to realize an education system that educates and enlightens the civilization of this nation. A nation with bad educational politics will have poor educational performance. On the other hand, a country with good educational politics will also have good educational performance. Since independence until the reform era, the political journey of national education has undergone three changes, namely in the Old Order era, in 1954, in the New Order era, and currently in the reform era.
Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Politik pendidikan yang dimaksud termanifestasikan dalam kebijakan- kebijakan strategis pemerintah dalam bidang pendidikan. Politik pendidikan yang diharapkan tentunya politik pendidikan yang berpihak pada rakyat kecil atau miskin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research). Yang mana data-data yang dikumpulkan sebelumnya berdasarkan data kepustakaan dan tidak menggunakan uji empirik. Politik dan kekuasaan suatu negara memegang kunci keberhasilan pendidikan.Dalam konteks pembangunan demokratisasi dan desentralisasi di Indonesia, peran politik eksekutif dan legislatif untuk memajukan pendidikan begitu besar. Ranah politik dan kekuasaan harus mampu mewujudkan sistem pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan peradaban bangsa ini.Bangsa yang politik pendidikannya buruk, maka kinerja pendidikannya pun pasti buruk. Sebaliknya, negara yang politik pendidikannya bagus, kinerja pendidikannya pun juga akan bagus. Semenjak kemerdekaan sampai dengan era reformasi perjalanan politik pendidikan nasional telah mengalami tiga kali perubahan, yaitu di era orde lama, pada tahun 1954, di era orde baru, dan saat ini di era reformasi.
PENGARUH PEMBELAJARAN OUTDOOR TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA 2 KECAMATAN BENGKALIS
This research was motivated by several problems, namely: Some children in PAUD schools, especially in Pembina 2 State Kindergarten, Bengkalis District, who are 4-5 years old, their ability to express language is not optimal, children are not yet able to answer questions given by the teacher, children are not yet able to express their feelings. and the opinions they are feeling, the child is not yet able to tell and repeat the story he has heard and the child is not yet able to speak three words in one sentence. And several of the symptoms are the research objectives, namely: To determine the implementation of outdoor learning on the language development of children aged 4-5 years and to find out whether there is a significant influence of outdoor learning on the development of expressing language in children aged 4-5 years at Kindergarten Negeri Pembina 2, Bengkalis District. This research uses a quantitative approach with an experimental type of research. The experimental design used was pre-experimental with a one group pretest-posttest research design. The subjects and objects of the research were children in group A of the State Kindergarten Trustee of 2 Bengkalis Districts with 13 children. The data collection techniques used are observation, tests and documentation. Based on the results of data analysis, there is a significant influence between outdoor learning on the development of expressing language in children aged 4-5 years in Kindergarten Negeri Pembina 2, Bengkalis District with a value of Tcount > T table, namely 16.708> 2.16 so that the hypothesis test shows that H0 is rejected and Ha is accepted, meaning Outdoor learning has a significant effect on the language development of children aged 4-5 years at the Pembina 2 State Kindergarten, Bengkalis District.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa masalah yakni: Beberapa anak di sekolah PAUD khususnya di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis yang berusia 4-5 tahun kemampuan mengungkapkan bahasa anak belum optimal, anak belum mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, anak belum mampu mengungkapkan perasaan dan pendapat yang sedang dirasakannya, anak belum mampu bercerita dan mengulang cerita yang telah di dengarkan dan anak belum mampu berbicara tiga kata dalam satu kalimat. Dan dari beberapa gejala yang menjadi tujuan penelitian yakni: Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran outdoor terhadap perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun dan untuk mengetahui adakah pengaruh signifikan pembelajaran outdoor terhadap perkembangan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-postest. Subjek dan objek penelitian adalah anak kelompok A TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis dengan jumlah anak 13 orang anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, test dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisa data ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran outdoor terhadap perkembangan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis dengan nilai Thitung > T tabel yaitu 16,708>2,16 sehingga uji hipotesis menunjukkan H0 ditolak dan Ha diterima artinya Pembelajaran outdoor berpengaruh signifikan terhadap perkembanganbahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa masalah yakni: kebanyakan anak di sekolah PAUD khususnya di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis yang berusia 4-5 tahun kemampuan mengungkapkan bahasa anak belum optimal, anak belum mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, anak belum mampu mengungkapkan perasaan dan pendapat yang sedang dirasakannya, anak belum mampu bercerita dan mengulang cerita yang telah di dengarkan dan anak belum mampu berbicara tiga kata dalam satu kalimat. Dan dari beberapa gejala yang menjadi tujuan penelitian yakni: Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran outdoor terhadap perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun dan untuk mengetahui adakah pengaruh signifikan pembelajaran outdoor terhadap perkembangan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-postest. Subjek dan objek penelitian adalah anak kelompok A TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis dengan jumlah anak 13 orang anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, test dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisa data ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran outdoor terhadap perkembangan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis dengan nilai Thitung > Ttabel yaitu 16,708>2,16 sehingga uji hipotesis menunjukkan H0 ditolak dan Ha diterima artinya Pembelajaran outdoor berpegaruh signifikan terhadap perkembanganbahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis
Metode Number Head Together (NHT) dan Penerapannya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
This research aims to explain the Number Head Together (NHT) learning method and its application in PAI learning. The method used in this research is library research, namely a research method based on collecting data and information from various literature and documentation sources available in libraries or in electronic form. The results of this research are that the Number Head Together (NHT) learning method is a very structured method of learning. This method helps gather information, confirms student understanding, and encourages analysis and review of learning material. Another advantage of NHT is its ability to control groups of students, keep them active, and facilitate ongoing discussions. In its application to Islamic Religious Education (PAI) learning, the Number Heads Together (NHT) method can be an effective approach for teaching religious values, ethics and understanding of religion to students so as to create an environment that supports cooperation, active participation and understanding. a deeper understanding of religious values. It also allows students to share their understanding and enrich their religious knowledge through group discussions and reflection.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang metode pembelajaran Number Head Together (NHT) dan penerapannya didalam pembelajaran PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Pustaka (Library Research), yaitu metode penelitian yang didasarkan pada pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber literatur dan dokumentasi yang tersedia di perpustakaan atau dalam bentuk elektronik. Hasil dari penelitian ini ialah Metode pembelajaran Number Head Together (NHT) merupakan metode yang sangat terstruktur dalam pembelajaran. Metode ini membantu meramu informasi, mengonfirmasi pemahaman siswa, serta mendorong analisis dan review terhadap materi pembelajaran. Keunggulan lain dari NHT adalah kemampuannya dalam mengendalikan kelompok siswa, membuat mereka tetap aktif, dan memfasilitasi diskusi yang berkelanjutan. Dalam penerapannya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), metode Number Heads Together (NHT) dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai agama, etika, dan pemahaman agama kepada siswa sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung kerja sama, partisipasi aktif, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai agama. Ini juga memungkinkan siswa untuk berbagi pemahaman mereka dan memperkaya pengetahuan agama mereka melalui diskusi kelompok dan refleksi
Pengaruh lingkungan dalam Pendidikan Karakter Peserta Didik
The environment is a place where there is a reciprocal process with each other and with society where a complex system occurs. In the environment there are all humans, animals, and plants or objects made by humans themselves. Both biotic and abiotic things. The environment is a place where all natural events can develop. From the environment we can get the values of life. However, not all values contained in the environment have a positive influence, they can also have a negative influence. In the world of education the role of the environment is very large. The environment is the place where the educational process is first recognized by students. The family environment is the environment that is first recognized by students, then students get to know the school environment and also the community environment. In the world of environmental education plays a role in shaping the personality of students. In the process of forming the personality of students, the social environment and the natural environment play an important role. Problems that arise in the environment cannot be ignored by anyone, especially parents, teachers or educators in general. The environment is a place for students to develop themselves and form their own character through various activities held both in the family environment, school environment and community environment. Therefore, parents, teachers and other educators must be selective in determining the environment as a means of self-development of students.
Lingkungan adalah tempat dimana terjadinya proses timbal-balik satu sama lain dan dengan masyarakat dimana disitu terjadi suatu system yang kompleks. Di lingkungan semuanya ada baik manusia,hewan,maupun tumbuhan atau benda yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Baik benda biotik maupun abiotik. Lingkungan adalah tempat dimana semua kejadian alam bisa berkembang. Dari lingkungan kita bisa mendapat nilai nilai kehidupan. Akan tetapi tidak semua nilai nilai yang terkandung di lingkungan memberi pengaruh positif bisa juga memberikan pengaruh negative. Didalam dunia Pendidikan peran lingkungan sangatlah besar. Lingkungan adalah tempat dimana proses Pendidikan pertama kali dikenal oleh peserta didik. Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang pertama kali dikenal oleh peserta didik,kemudian peserta didik mengenal lingkungan sekolah dan juga lingkungan masyarakat. Dalam dunia Pendidikan lingkungan berperan dalam membentuk kepribadian peserta didik. Didalam proses pembentukan kepribadian peserta didik lingkungan sosial dan lingkungan alam sangatlah berperan penting. Masalah yang timbul dalam lingkungan tidak bisa di abaikan oleh siapa pun,khususnya bagi orang tua, guru, atau pendidik pada umumnya. Lingkungan adalah wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan membentuk karakter diri melalui berbagai kegiatan yang diadakan baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Oleh karena itu orang tua,guru,maupun pendidik lainnya harus bisa selektif dalam menentukan lingkungan sebagai sarana dalam pengembangan diri peserta didik
Implementasi Pembelajaran Bahasa Arab Dengan Pemanfaatan Teknologi
This article examines how technology can be utilized in the process of Arabiclearning. Many problems of learning of Arabic language in accordance with the context faced in various educational institutions, a teacher allows modification formethodsof teaching and learning. This can be done with technological developments that contain lots of information that can be used to improve learning outcomes. Discussion about the application of technology in learning Arabic contains the question of what kind of technology that can be utilized, whether the technology can play a role in the alignment and sustainability of learning Arabic from basic to middle level, whether the technology can make learners will be more interested in learning the Arabiclanguage, whether the technology can create realization and relevance to what the students perceived, whether the technology can create Arabic learning media more varied that still lacks, whether the technology can improve the ability or competence of teachers in teaching Arabic, whether technology is able to take advantage of time allocation for learning Arabic, whether the technology is able to create an Arabic speaking environment. Through qualitative descriptive method, this article summarizes some of the above questions.
Artikel ini mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab. Masalah pembelajaran bahasa Arab yang berbeda tergantung pada konteks di lembaga pendidikan yang berbeda, staf pengajar memungkinkan perubahan dalam metode belajar mengajar. Hal ini dapat dilakukan melalui perkembangan teknologi yang mengandung kekayaan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar. Pembahasan penerapan teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab meliputi pertanyaan seperti: bentuk teknologi apa saja yang dapat digunakan, apakah teknologi dapat berperan dalam keserasian dan keberlangsungan pembelajaran bahasa Arab dari SD hingga SMA, apakah teknologi dapat merangsang minat belajar bahasa siswa. Bahasa Arab, teknologi dapat menciptakan pemahaman dan makna bagi perasaan siswa, teknologi dapat menciptakan lingkungan belajar bahasa Arab yang lebih fleksibel, yang kekurangan waktu yang dihabiskan untuk belajar bahasa Arab, teknologi dapat menciptakan lingkungan bahasa Arab. Artikel ini membahas beberapa masalah di atas melalui deskripsi kualitatif.
Generasi Z Dalam Memanfaatkan Media Sosial
: The development of technology has experienced rapid progress, one of which is the existence of social media. Technology began to develop in the era of generation z, where generation z is the one who gets the impact of technological developments. Social media never escapes daily use. Apart from being a liaison for social media communication, it also received a good response in education, which made it easier for teachers to make teaching materials more effective and made it easier for teenagers to access something. Besides the benefits of technological advances, there are also negativ impacts that have emerged. In this case, it will be explained some of the benefits and problems that arise in technological advances in the era of generation z . Based on qualitative data collected from literacy results in several journals that will strengthen this discussio
Implementasi Metode Takrir Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Quran Santriwati Kelas 2i Di Pondok Pesantren Bequranic Bengkalis
This type of research is descriptive qualitative, and uses field research. The data source for this research is female students in class 2I at the Bequranic Bengkalis Islamic Boarding School, consisting of 25 female students. Furthermore, data collection in this research used a proportional sampling technique and the results of data collection in this research were analyzed using qualitative data analysis techniques. Based on the research findings, it can be concluded that the results of this research are in accordance with the problem formulation. The implementation of the takrir method in improving the memorization of the Al-Qur'an for class 2I female students at the Bequranic Bengkalis Islamic boarding school is carried out at different times according to the predetermined learning schedule, starting after dawn at (04.40-06.00) WIT, after Asr at (16.00- 17.00) WIT, and after Isha' at (20.00-21.00) according to each class, with learning objectives adjusted to the vision of the Bequranic Bengkalis Islamic boarding school namely making it a fun place to learn the Qur'an with learning methods adapted to the needs of the students, learning evaluations are carried out daily, weekly and monthly. Another research finding is that there are still some students who have difficulty memorizing the Al-Quran with focus and using good methods. However, on the other hand, students become more active in studying because of the motivation and desire to continue and there are still students who are lazy about memorizing. Memorizing the Qur'an is one of Allah SWT's recommendations to increase the level and form of obedience to Allah SWT.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dan menggunakan jenis penelitian lapangan atau research field. Adapun sumber data penelitian ini adalah santriwati kelas 2I di Pondok Pesantren Bequranic Bengkalis yang terdiri dari 25 orang siswi. Selanjutnya, pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik proposive sampling dan hasil pengumpulan data dalam penelitian ini, dianalisis melalui teknik analisa data kualitatif. Berdasarkan data temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini adalah sesuai dengan rumusan masalah, Implementasi metode takrir dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an santriwati kelas 2I di pondok pesantren Bequranic Bengkalis yaitu dilaksanakan pada waktu berbeda sesuai jadwal pembelajaran yang telah ditetapkan, dimulai setelah subuh pada pukul (04.40-06.00) wib, setelah ashar pada pukul (16.00-17.00) wib, dan setelah isya’ pada pukul (20.00-21.00) sesuai kelas maing-masing, dengan tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan visi pondok pesantren Bequranic Bengkalis yakni menjadikan tempat pembelajaran Al-Qur’an yang menyenangkan dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan santrinya, evaluasi pembelajaran dilaksanakan pada harian, mingguan, dan bulanan. Temuan penelitian lainnya, bahwa masih ada beberapa santri yang kesulitan dalam menghafal Al-Quran dengan fokus dan menggunakan metode yang baik. Namun, di sisi lain santri menjadi lebih giat belajar karena adanya motivasi dan keinginan untuk terus dan masih ada siswa yang malas-malasan dalam menghafal. Menghafal Al- Qur’an sebagai salah satu anjuran Allah Swt untuk menaikkan derajat dan bentuk ketaatan kepada Allah Swt
Pantang Larang Ibu Hamil Dalam Masyarakat Melayu: Kajian Perbandingan Dengan Ajaran Islam
Banning pregnant mothers is one of the cultural aspects that is still practiced by the Malay community in various regions. This prohibition contains prohibitions that a pregnant mother should avoid in order not to harm herself and her fetus. This ban is based on traditional beliefs, past experience, and also the influence of the Islamic religion of the majority of Malay people. This article uses qualitative research methods with library methods. Research shows that there are some prohibitions that are consistent with Islamic teachings, such as avoiding unlawful foods, ining hygiene and environmental protection, and reading protective prayers. However, there are also prohibitions that are contrary to Islamic doctrine, like believing in mystical things, avoiding foods that are actually good for health, and restricting social activity. This article is expected to provide more in-depth information and understanding about the abstinence of pregnant mothers in Malay society, as well as give advice and recommendations for pregnant women to follow a prohibition that is consistent with the teachings of Islam and is not harmful to health.
Pantang larang ibu hamil adalah salah satu aspek budaya yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Melayu di berbagai daerah. Pantang larang ini berisi larangan-larangan yang harus dihindari oleh ibu hamil agar tidak membahayakan dirinya dan janinnya. Pantang larang ini bersumber dari kepercayaan tradisional, pengalaman turun-temurun, dan juga pengaruh agama Islam yang dianut oleh mayoritas masyarakat Melayu. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa pantang larang yang sesuai dengan ajaran Islam, seperti menghindari makanan yang tidak halal, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan membaca doa-doa perlindungan. Namun, ada juga pantang larang yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti percaya pada hal-hal mistis, menghindari makanan yang sebenarnya baik untuk kesehatan, dan membatasi aktivitas sosial. Artikel ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pantang larang ibu hamil dalam masyarakat Melayu, serta memberikan saran dan rekomendasi bagi ibu hamil untuk mengikuti pantang larang yang sesuai dengan ajaran Islam dan tidak merugikan kesehatan