Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung
Not a member yet
1631 research outputs found
Sort by
Edukasi Pentingnya Nilai Gizi Ikan Dan Peningkatan Ketrampilan Olahan Ikan Pada Siswa Mas Fatkhul Qowim Desa Api-Api Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan
Pentingnya peningkatan nilai gizi masyarakat dapat dilaksanakannya dengan GEMARIKAN. Tujuan pengabdian ini sebagai penambah transfer ilmu siswa MAS Fatchul Qowim dalam hal nilai gizi ikan, pentingnya konsumsi ikan untuk kesehatan, serta memberikan pengetahuan dan ketrampilan berbagai olahan ikan. metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini dengan memberikan penjelasan, menjawab pertanyaan, diskusi dan tentang nilai gizi ikan dan praktek secara langsung aneka olahan ikan dengan sasaran siswa MAS Fatchul Qowim. Hasil yang dibuat dengan pengenalan beberapa metode mengelolah ikan salah satunya asap cair dan beberapa produk hasil olahan seperti fish roll, ikan asap cair, bandeng presto, dan bandeng goreng. Kata kunci: GEMARIKAN; gizi ikan; olahan ikan; pengabdian
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA BERBANTUAN MEDIA POP-UP BOOK
Model pembelajaran mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Salah satu contoh model pembelajaran adalah Project-Based Learning (PjBL) yang berupaya menghubungkan teknologi dengan situasi kehidupan sehari-hari bagi siswa atau dengan proyek yang berkaitan dengan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa setelah menggunakan model PjBL dapat pada materi sistem reproduksi manusia. Pada model PjBL, siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajarannya, sedangkan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator dan evaluator terhadap produk yang dihasilkan siswa melalui proyek. Implementasi Lesson Study di sekolah ini tedapat tiga tahap: perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan refleksi (see). Pada tahap perencanaan, guru merancang pembelajaran secara kolaboratif. Tahap pelaksanaan melibatkan pengamat untuk mengamatai siswa belajar, sedangkan pada tahap refleksi, baik guru maupun pengamat melakukan evaluasi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa model PjBL berbasis Lesson Study terbukti sangat bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa. Selain itu, Lesson Study juga berkontribusi pada peningkatan profesionalisme guru
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA MATERI BUMI DAN TATA SURYA MATA PELAJARAN IPA SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas, kelayakan, dan keefektifan modul ajar kurikulum merdeka pada topik materi Bumi dan Tata Surya di SMP Negeri 9 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D, yang meliputi empat tahap yang berbeda: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Metodologi pengumpulan data menggunakan kuesioner, bersama dengan hasil pretest dan posttest, yang kemudian dievaluasi sesuai dengan kriteria validitas, kelayakan, dan keefektifan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu (1) berdasarkan penilaian para ahli tingkat validitas modul ajar rata-rata sebesar 88% dengan demikian modul ajar masuk dalam kategori sangat layak dan dinyatakan dapat digunakan; (2) tingkat kepraktisan berdasarkan skor angket respon peserta didik terhadap modul ajar rata-rata sebesar 82% dengan demikian skor tersebut masuk dalam kategori sangat praktis dalam penggunaannya; (3) tingkat keefektifan modul ajar yang diperoleh dari hasil perhitungan n-gain sebesar 0,682. Nilai tersebut masuk pada kategori sedang dan menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik
PENGEMBANGAN LKPD MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK UNTUK KELAS II SD
This study aims to develop mathematics worksheets (LKPD) using traditional game-based ethnomathematics of congklak for second-grade elementary school students and evaluate their feasibility. Research and Development (RD) methodology, employing the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), was utilized. Data collected included qualitative and quantitative data from SDN 182/I Hutan Lindung during January-February 2024 through validation questionnaires completed by experts and interviews with teachers and students. The data were analyzed to assess the feasibility of the developed ethnomathematics-based LKPD. The outcome is a highly valid and practical mathematics worksheet for second-grade elementary school students, as indicated by average scores of 5 from subject matter, media, and language experts, and teacher response questionnaires. Student response questionnaires in small group trials averaged 4.33, while in large group trials, they averaged 4.58, both showing high practicality. Thus, it can be concluded that the developed mathematics worksheets based on traditional game-based ethnomathematics of congklak are highly valid and practical for second-grade elementary school students
ANALISIS KESULITAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI NUMERASI
This study aims to analyse the challenges faced by elementary school teachers in implementing numeracy-oriented learning. Through qualitative research methods, including observation, interviews and document analysis, this study explores the experiences of teachers at SD Laboratorium UM Blitar. The research findings show the existence of internal and external barriers. Internal barriers include teachers‘ limited understanding of numeracy, students’ varied abilities, and inadequate pedagogical skills. External challenges include limited resources, curriculum limitations and heavy workloads. To improve numeracy education, this study recommends comprehensive teacher training, curriculum reform and increased resource allocation
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MATA PELAJARAN IPAS KELAS V SEKOLAH DASAR MATERI KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA
This study aims to explore the effectiveness of implementing differentiated learning in grade 5 Social Studies subject, focusing on the topic “Geographical Conditions of Indonesia.” A qualitative method with a case study approach was used in this research, which was conducted at SD Negeri 6 Besole, where students have different geographical backgrounds. Data were collected through observation, interviews, and document analysis. The results show that the implementation of differentiated learning is effective in improving students' participation and understanding. Teachers apply variations in content, process, and learning products that are tailored to students' abilities and learning styles. Students who grasp concepts faster are given additional challenges, while students who need more support get more detailed and simple explanations. Collaborative learning is also implemented, allowing students to learn in groups with support from classmates. This strategy not only improves students' academic understanding, but also helps in the development of social skills, such as cooperation and communication. The results of this study suggest that differentiated learning can be a sustainable learning strategy in social studies subjects, with the potential to create a learning environment that is inclusive and responsive to students' individual needs
PENERAPAN TEST DRIVEN DEVELOPMENT DALAM PENGEMBANGAN BACKEND UNTUK KEBUTUHAN DATA PADA APLIKASI PEER-TO-PEER LENDING SYARIAH
Kemajuan transformasi digital telah mengubah berbagai aktivitas, termasuk transaksi keuangan. Fintech (financial technology) menjadi penggerak penting dalam layanan keuangan, termasuk peer-to-peer (P2P) lending. Namun, model fintech konvensional memiliki tantangan seperti bunga fluktuatif tinggi dan pelanggaran data. Solusi hadir dalam bentuk fintech syariah, mengutamakan prinsip-prinsip Islam dan inklusi keuangan. Namun, munculnya platform fintech ilegal menyebabkan eksploitasi konsumen dan keluhan hukum. Studi ini mengusulkan implementasi Test Driven Development (TDD) untuk menciptakan backend Application Programming Interface (API) P2P lending yang aman dan efisien pada fintech berbasis syariah. TDD memungkinkan pengembang merancang dan mengembangkan API sesuai dengan tes yang telah ditentukan. API mengikuti prinsip arsitektur Representational State Transfer (REST). Penelitian ini melibatkan pengujian integrations API dan load testing untuk mengevaluasi kinerjanya dalam berbagai skenario pengguna. Hasil menunjukkan bahwa metode yang digunakan efektif dalam mengurangi bugs yang ada pada API karena dapat langsung terdeteksi pada saat proses pengembangan. Selain itu, berdasarkan hasil load testing yang dilakukan dengan jumlah pengguna 50 sampai dengan 300 pengguna yang melakukan hit API secara bersamaan tidak menyebabkan error dan response time rata – rata masih berkisaran pada angka yang dapat diterima oleh pengguna tanpa merasakan adanya gangguan yaitu berkisar 138 milisecond sampai 1420 milisecond
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN TECHNOLOGICAL, PEDAGOGICAL, AND CONTENT KNOWLEDGE DI KELAS IV SD
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika pembelajaran IPAS menggunakan TPACK di kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ialah guru kelas IV SDN 14/I Sungaui Baung. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentsi. Penelitian menggunakan uji validitas yaitu triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat problematika yang terjadi pada pembelajaran IPAS menggunakan TPACK di Kelas IV SD yaitu kurangnya guru dalam menggunakan perangkat keras, hal ini tampak pada saat pembelajaran guru tidak menggunakan teknologi pada materi wujud benda, selanjutnya guru kurang dalam menggunakan perangkat lunak, hal ini tampak dalam proses pembelajaran guru hanya menggunakan media yang diunduh dari aplikasi tiktok. Berdasarkan hasil yang telah didapat, maka disimpulkan problematika pembelajaran IPAS menggunakan TPACK di kelas IV SD yakni kurangnya pengetahuan guru dalam menggunakan perangkat keras, dan guru kurang dalam menggunakan perangkat lunak
FASILITASI PROSES PEMBELAJARAN SISWA SMA PADA MATERI VIRUS MELALUI KOMBINASI MODEL PjBL DAN METODE GALLERY WALK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dengan metode gallery walk untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif siswa SMAN 1 Ciruas pada materi virus. Pemahaman konsep siswa diukur menggunakan soal tes pilihan ganda. Keterampilan berpikir kreatif siswa diukur menggunakan lembar observasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu randomized control-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan uji t (t-test) untuk menguji hipotesis. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung sebesar 0,000 0,05 artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran PjBL (Project Based Learning) dengan metode gallery walk untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan berpikir kreatif siswa SMA Negeri 1 Ciruas pada materi virus
PENERAPAN PENDEKATAN STEM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SD DI KABUPATEN PASURUAN
This study aims to improve the understanding of concepts with Science, Technology, Emgineering, and Mathematics (STEM) approaches in mathematics learning in elementary school students. The subjects of this study were Class IV teachers and 12 MI Riyadlul Ulum students for the even semester 2023/2024 academic year. Data collection techniques are observation, tests and documentation. Data analysis techniques are carried out through three stages, namely data condensation, data presentation, and concluding data. Based on the results of research on the learning process in cycle I, teacher activities obtain good qualifications (B) and student activities obtain sufficient qualifications (C). while in cycle II teacher activities have good qualifications (B) and student activities obtain good qualifications (B). Furthermore, students' understanding of concepts in the first cycle reached a percentage of 75%, in the second cycle it increased to 93%. So it can be concluded that students experience an increase in understanding concepts using a STEM approach. These findings support the integration of STEM approaches in the Merdeka curriculum in basic education to improve the quality of education