Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung
Not a member yet
1631 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA CROSSWARD PUZZLE PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG DI SMP
Tujuan Media pembelajaran Crossward Puzzle Pada materi Getaran dan Gelombang menggunakan model pengembangan 4D telah memenuhi kriteria kualitas yang meliputi 3 (tiga) aspek yaitu aspek validitas, kepraktisan dan keefektifan.(1) Aspek Validitas Menunjukan hasil validasi Media Crossward Puzzle oleh 2 (dua) validator memperoleh nilai rata-rata validasi 3,36 dan berada pada kategori valid dan bisa digunakan. (2) Aspek Kepraktisan dilihat dari 3 poin yaitu keterlaksanaan pembelajaran yang memperoleh rata-rata presentase 93% dengan kriteria sangat baik dan Respon peserta didik memperoleh rata-rata presentase yaitu 81% dengan kriteria baik. Hasil yang diperoleh tersebut menunjukan bahwa media Crossward Puzzle yang dikembangkan Praktis. (3) Aspek keefektifan dilihat dari observasi aktivitas peserta didik memperoleh rata- rata persentase pada uji coba 82% dengan kriteria baik. Hasil yang diperoleh tersebut menunjukan bahwa media Crossward Puzzle yang dikembangkan efektif. Ketiga aspek diatas menyatakan bahwa Media Crossward Puzzle pada materi getaran, gelombang tergolong valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran IPA materi Getaran, dan Gelombang
ANALYSIS OF TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE CAPABILITIES OF TADRIS SCIENCE TEACHER PROSPECTIVE STUDENTS AT UIN FATMAWATI SUKARNO BENGKULU
This research aims to describe the Technological Pedagogical Content Knowledge abilities of Tadris Science Teacher Candidate Students at Fatmawati Sukarno State Islamic University, Bengkulu. This research is a type of Mixed Methods research which combines quantitative and qualitative methods. The overall research results show that the abilities of Tadris Natural Sciences students at Fatmawati Sukarno Bengkulu State Islamic University are relatively good with an average percentage of 80.5%. It can be concluded that the level of Technological Pedagogical Content Knowledge ability of Tadris Science teacher candidates as a whole is relatively good with an average score of Technological Knowledge 80.9%, Pedagogical Knowledge 78.9%, Content Knowledge 81.3%, Technological Content Knowledge 80.6 %, Pedagogical Content Knowledge PCK 80.4%, Technological Pedagogical Knowledge 80.9% and Technological Pedagogical Content Knowledge 80.5%.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN OASIS DAN PBL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas pendekatan pembelajaran OASIS dan PBL dalam meningkatkan disparitas rata-rata dalam keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa kelas delapan dalam kaitannya dengan topik getaran dan gelombang bunyi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan prosedur penelitian pretest-posttest. Kelas eksperimen satu dan dua dipilih sebagai lokasi penelitian. Prosedur pengambilan sampel menggunakan purposive sampel, yaitu memilih kelas VIII D dan VIII E sebagai unit sampel. Setiap kelas terdiri dari total 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian antara lain wawancara terstruktur, RPP, LKPD, serta soal pretest dan posttest. Instrumen ini dievaluasi oleh tiga orang ahli di bidangnya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi perangkat lunak SPSS 19. Untuk menguji hipotesis digunakan uji non-parametrik Mann Whitney U. Hasil pengujian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan secara statistik sebesar 0,036 antara kedua kategori. Validitas model kategori dinilai dengan menghitung skor N-Gain untuk kategori baik. Skor gain sebesar 0,5534375 diamati dalam kategori sedang. Temuan yang diperoleh dari analisis data penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran OASIS dan PBL diterapkan dengan efektif. Selain itu, perbedaan yang mencolok dalam varian rata-rata kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Ngawi terlihat pada konteks permasalahan getaran dan gelombang bunyi. Gelombang bunyi adalah jenis gelombang mekanis yang dihasilkan oleh getaran partikel dalam suatu medium, seperti udara atau air
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS PRAKTIKUM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbasis praktikum terhadap hasil belajar peserta didik pada konsep sifat koligatif larutan. Penelitian ini dilakukan di SMAK Frateran Ndao dengan menggunakan metode penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Sampel yang digunakan sebanyak 28 peserta didik kelas eksperimen dan 26 peserta didik kelas kontrol. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui instrumen tes hasil belajar sebanyak 30 butir soal yang kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis menggunakan uji-t dengan SPSS mendapatkan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,00. Nilai sig (2-tailed) yang lebih rendah dari 0,05 dapat diartikan bahwa hipotesis diterima, dimana terdapat pengaruh yang signifikan antara metode discovery learning berbasis praktikum dengan hasil belajar peserta didik pada materi Sifat Koligatif Larutan.
Peningkatan Kesadaran Hukum dan Penguatan Keluarga Maslahah Sebagai Ikhtiar Pencegahan Perkawinan Anak
ABSTRAKTulungagung termasuk wilayah yang memiliki kasus perkawinan anak relatif tinggi di Jawa Timur. Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan dari praktik perkawinan anak, maka penting dilakukan upaya pencegahan perkawinan anak pada masyarakat Tulungagung. Tulisan ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan pencegahan perkawinan anak di Tulungagung yang difokuskan pada peningkatan kesadaran hukum dan penguatan keluarga maslahah. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum masyarakat tentang dampak perkawinan anak dan peningkatan pemahaman tentang keluarga maslahah, serta terbentuknya kelompok relawan pencegahan perkawinan anak. Kata kunci: perkawinan anak, kesadaran hukum, keluarga maslaha
ANALISIS KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN LIVEWORKSHEET DI SMP NEGERI 39 SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menilai keaktifan peserta didik dengan menerapkan suatu model pembelajaran yaitu discovery learning dengan bantuan media liveworksheet, penilaian tersebut akan didasarkan atas hasil observasi keaktifan peserta didik selama pembelajaran. Keaktifan peserta didik akan meliputi lima aspek diantaranya adalah antusias dalam belajar, interaksi peserta didik dengan guru, keaktifan dalam kelompok, mengemukakan pendapat/ide, partisipasi menyimpulkan pembahasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre- Experimental Design dengan rancangan One-Shot Case Study Design. Subjek penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling yaitu peserta didik kelas VIII-F SMPN 39 Surabaya. Teknik analisis data untuk mengetahui keaktifan belajar akan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan perhitungan presentase untuk peningkatanya. Hasil dari penelitian menunjukkan untuk pertemuan pertama menunjukkan presentae 59% “Sedang”, kemudian pertemuan kedua 69% “Tinggi” dan pertemuan ketiga 71% ”Tinggi”. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa keaktifan peserta didik pada penerapan model pembalajaran discovery learning berbantuan liveworksheet telah menunjukkan peningkatan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMPN 2 Gresik. Penelitian ini adalah Pre-experimental Design dengan desain yang menggunakan one group pre-test post-test. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis N-gain pre-test dan posttest didapat kriteria tinggi, nilai N-gain yang berkategorikan tinggi ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran ini menunjukkan keefektivitas penerapan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran telah mencapai 100% dari 8 poin kegiatan dengan kirteria sangat baik. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning mendapatkan respon baik dari peserta didik dengan rata-rata sebesar 68 dengan kriteria baik. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah Penerapan model pembelajaran problem based learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati di Indonesi
MEASURING THE USER EXPERIENCE OF INTERACTIVE E-MODULES BASED ON SOMATIC, AUDITORY, VISUAL, INTELLECTUAL ON LIGHT MATERIAL
This study aims to evaluate the use of interactive e-modules based on Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) in the learning process with light material. Several multimedia aspects are presented in this interactive e-module (such as video, sound, picture, etc.). To collect relevant information, this descriptive research involved 27 students grade 8 from a State Islamic Junior High School in Kediri. A valid and reliable User Experience Questionnaire (UEQ) was use to examine students’ experience while using SAVI-based interactive e-module. The SAVI-based interactive e-modules received good responses for each user experience questionnaire indicator. The good response from the students showed that the SAVI-based interactive e-modules was good to use in learning process
Exploring Past Tense Usage in EFL Hospitality Students’ Narrative Essays
This study attempts to analyze the differences of morphological features used by hospitality students in indicating tenses while writing narrative essays. Four participants of different CEFR levels enrolled in a private university in Jakarta were asked to write short essays of a story how they ended up choosing hospitality major. The method utilized discourse hypothesis, in which the morphological features indicating past, non-past, and no verb were categorized and counted. The results show that the most advanced students produce the most variety of tenses, while the lowest produce the least variety of tenses. The results indicate further interesting discussion on how interlanguage paradigm may take more important role in pedagogical approach of EFL classes for vocational students
Exploring Esp Instruction Through Systemic Functional Linguistics
Most of the students have found difficulties in understanding ESP course so far, because they are lack of English comprehension or they are not quite interested in the subject. Thus, they get unsatisfied score in the first evaluation. By understanding the SFL framework in the context of ESP instruction, they will explore the role of register and genre in language use and analysis because SFL plays a crucial role in language instruction for learners who need to use English in their academic and professional contexts.This study examines the ESP pedagogy through the lens of Systemic Functional Linguistics (SFL) and applies for the SFL perspective to ESP pedagogy. It is used a case study in qualitative terms where able to enhance the understanding of the language features, discourse structure and communicative purposes. It is emphasizing the importance of teaching language for specific purposes, functional linguistic and discourse analysis in professional contexts. The key concepts of SFL, such as the metafunctions of language (interpersonal, ideational and textual), and how these can shed light on the communicative purposes on ESP Instruction and language choices within ESP textbooks