Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung
Not a member yet
1631 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BUKU DIGITAL BERBASIS STEM PADA MATERI PENCEMARAN AIR
Kurangnya minat peserta didik untuk belajar IPA disebabkan karena media pembelajaran kurang bervariasi. Maka, dibutuhkan media yang membuat minat belajar meningkat. Tujuan penelitian yaitu menghasilkan multimedia buku digital berbasis STEM materi pencemaran air. Metode penelitian yang diterapkan yaitu pengembangan model Plomp terdiri dari 3 tahapan meliputi analisis, desain dan pengembangan, dan evaluasi. Untuk menguji coba produk dilakukan uji kevalidan materi dan media. Metode analisis data dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Wawancara dan angket digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian memperoleh presentase skor uji kevalidan materi sebesar 97% dan uji kevalidan media diperoleh presenase skor 89% dengan kategori kevalidan sangat valid. Berdasarkan uji kevalidan maka multimedia buku digital berbasis STEM materi pencemaran air dapat untuk diterapkan dalam pembelajaran IP
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS SMART APPS CREATOR PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA
Proses pembelajaran IPA di SMPN 1 Boyolangu pada materi sistem ekskresi manusia masih menggunakan metode ceramah dan buku cetak sehingga menyebabkan siswa merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis smart apps creator pada materi sistem eksresi manusia untuk siswa kelas VIII dan mengetahui kevalidan serta kepraktisan media pembelajaran berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, angket respon guru dan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE. Model ADDIE memiliki 5 tahapan: Analyze, Design, Development, Implement, Evaluate). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kevalidan media pembelajaran berbasis smart apps creator berdasarkan penilaian ahli media dari kedua validator adalah sebesar 83,3% diperoleh kategori ”sangat valid”. Berdasarkan penilaian ahli materi diperoleh rata-rata kevalidan dari kedua validator adalah sebesar 75,3% dengan kategori “valid”. Penilaian kepraktisan dari respon guru mendapat nilai 80% dengan kategori “kepraktisan sangat layak”, dan dari angket respon siswa kelas VIII yang berjumlah 42 siswa mendapat nilai 76,61% dengan kategori “kepraktisan sangat layak”. Presentase rata-rata hasil kepraktisan guru dan siswa sebesar 76% dengan kategori “kepraktisan sangat layak”. Dapat disimpulkan, media pembelajaran berbasis smart apps creator pada materi sistem ekskresi manusia layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA untuk siswa SMP kelas VIII
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI QUIZWHIZZER YANG BERORIENTASI PADA MOTIVASI DAN KOGNITIF SISWA DENGAN TEMA TANAH DAN KEHIDUPAN
Rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar siswa menjadi permasalahan dalam pembelajaran IPA tingkat SMP sehingga diperlukan pengembangan media pembelajaran berupa game edukasi QuizWhizzer yang berorientasi pada motivasi belajar dan kognitif siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tingkat efisiensi game edukasi QuizWhizzer. Penelitian ini dilakukan pada semester genap TA 2022/2023 di SMP Negeri 1 Ciomas dan SMP Negeri 4 Kalanganyar. Metode penelitian Research and Development (R D) dengan model penelitian dan pengembangan ADDIE yang pada penelitian ini dibatasi pada tahap implementation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kevalidan game edukasi QuizWhizzer mendapatkan persentase nilai rata-rata secara keseluruhan 87,50% pada kategori sangat valid, yakni ahli materi memperoleh nilai 81,25% pada kategori valid, ahli media mendapatkan nilai 90,42% pada kategori sangat valid dan validasi oleh guru IPA mendapatkan nilai persentase 90,83% dengan kategori sangat valid. Hasil tingkat efisiensi produk game edukasi QuizWhizzer mendapatkan nilai 84,85% pada kategori sangat efisien. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh para ahli dan respon siswa game edukasi QuizWhizzer dinyatakan valid dan efisien untuk digunakan
PENGEMBANGAN E-MODUL TEMA KEMAGNETAN DAN PEMANFAATANNYA DALAM PRODUK TEKNOLOGI UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
Kegiatan belajar mengajar yang berorientasi pada berpikir kreatif sepenuhnya belum terlaksana secara optimal. Berpikir kreatif dapat dilatih dengan menggunakan bahan ajar berupa E-Modul tema Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk Teknologi untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Model yang digunakan adalah Research and Development (R D) dengan model penelitian dan pengembangan Sugiyono yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peneliti dengan dibatasi hanya pada tahap uji coba terbatas. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat efisiensi dari bahan ajar E-modul sudah masuk dalam kategori “Valid” serta kevalidan E-Modul tema Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk Teknologi secara keseluruhan mendapatkan hasil rata-rata sebesar 89,9% dengan kategori "Sangat Valid" dengan validasi ahli materi memperoleh persentase nilai sebesar 94,7% dengan kategori "Sangat Valid", validasi ahli media memperoleh persentase nilai sebesar 90,2% pada kategori "Sangat Valid" dan guru IPA memperoleh persentase nilai sebesar 84,8% pada kategori "Sangat Valid". Respon siswa memperoleh persentase nilai sebesar 86,5% dengan kategori "Sangat Efisien".
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH MAKHLUK HIDUP BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA DAN PENDEKATAN SAINTIFIK SISWA SMP KELAS VIII
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum baru yang diterapkan pada bidang pendidikan di Indonesia. Dalam penerapan kurikulum merdeka dibutuhkan suatu bahan ajar serta pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik untuk menyampaikan materi pembelajaran. Pada mata pelajaran IPA di SMPN 1 Boyolangu dalam menyampaikan pembelajaran di kelas masih menggunakan bahan ajar kurikulum 2013, dimana guru membutuhkan 2 bahan ajar kurikulum 2013 untuk menyampaikan matari dalam satu Capaian Pembelajaran. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mengembangkan bahan ajar berdasarkan kurikulum merdeka dan pendekatan saintifik materi struktur dan fungsi tubuh makhluk hidup pada kelas VIII. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation) dalam mengembangkan produk bahan ajar. Berdasarkan hasil penelitian produk bahan ajar ini memperoleh nilai kevalidan dan kepraktisan yang tinggi, produk bahan ajar ini memperoleh rata-rata nilai kevalidan dari ahli materi sebesar 83% dengan kriteria “Sangat Valid” dan memperoleh rata-rata nilai sebesar 86,36% dengan kriteria “Sangat Valid” untuk nilai validasi ahli media. Sedangkan pada penilaian kepraktisan guru dan peserta didik memperoleh nilai rata-rata sebesar76,1% dengan kategori “Praktis”. Dengan demikian Bahan Ajar materi struktur dan fungsi tubuh makhluk hidup berdasarkan kurikulum merdeka dan pendekatan saintifik ini layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA di kelas
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA
Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir siswa pada materi Pesawat Sederhana. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Mootilango. Kemampuan peserta didik diukur menggunakan Indikator Taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, eksprerimen semu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi dan lembar tes. Hasil penelitian yang didapatkan Kemampuan Berpikir peserta didik setelah diajarkan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Pesawat Sederhana menyatakan: Kemampuan berpikir peserta didik pada level Unistruktural dengan persentase 58,75%, termasuk dalam kriteria baik. Kemampuan berpikir peserta didik pada level Multistruktural dengan persentase 40%, termasuk dalam kriteria cukup baik. Kemampuan berpikir peserta didik di level Relasional dengan persentase 1,25%, termasuk dalam kriteria kurang. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan kemampuan berpikir peserta didik sebagian besar masih berada pada tingkat rendah, kemudian diikuti peserta didik yang berkemampuan sedang, peserta didik yang berkemampuan tinggi
PENGARUH MEDIA PhET MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERUBAHAN ENERGI DALAM KEHIDUPAN
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh media PhET menggunakan model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi perubahan energi dalam kehidupan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun 2023-2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu true eksperimen. Tempat pelaksanaan penelitian Di SMP Negeri 1 Suwawa, kelas VII dengan subjek penelitian pada kelas VII-A dengan jumlah siswa 30, kelas VIII-C dengan jumlah siswa 30. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, hipotesis dan uji N-Gain. Hasil analsis data hipotesis pada tes posttest yaitu thitung -7.68 sedangkan untuk ttabel diperoleh 2.048 dengan kriteria –t1-1/2(n1+n2-2)tt1-1/2(n1+n2-2) atau -2.048 -7.68 2.048 dan pada tes pretest yaitu thitung -7.50 sedangkan untuk ttabel diperoleh 2.048 dengan kriteria –t1-1/2(n1+n2-2)tt1-1/2(n1+n2-2) atau -2.048 -7.50 2.048, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Hasil uji N-Gain pada kelas kontrol yaitu 0.51 dan pada kelas eksperimen yaitu 0.78. Dengan demikian media PhET menggunakan model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Suwawa Kelas VII
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MATERI BIOTEKNOLOGI MELALUI PROBLEM BASED LEARNING PADA KURIKULUM MERDEKA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam pemecahan masalah serta hasil belajar kognitif melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada implementasi kurikulum merdeka. Implementasi kurikulum merdeka berpedoman pada pembelajaran paradigma baru, peserta didik diberikan porsi yang lebih banyak untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Metode yang digunakan adalah pre experimental design jenis one group pre-test post test design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL berhasil meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dibuktikan dengan rata-rata indikator hasil kemampuan pemecahan berada pada kategori baik, indikator memahami masalah sebesar 90,62%, indicator merencanakan penyelesaian masalah sebesar 84,37%, indikator menggunakan strategi untuk mewujudkan perencanaan masalah sebesar 81,25%, dan indicator melakukan pengecekan kembali sebesar 84,37%. Model PBL juga terbukti mampu meningkatkan hasil belajar kognitif, dibuktikan hasil nilai N-Gain sebesar 0.7583 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, PBL dapat menjadi model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar kognitif pada implementasi kurikulum merdeka
KONSEP DASAR PROFESI KEPENDIDIKAN KONSEP DASAR KOMPETENSI GURU
SMKN 1 REJOTANGAN adalah SMK yang diapit oleh beberapa desa yaitu desa tenggur, desa kaliwungu dan desa ariojeding. SMKN 1 REJOTANGAN bisa dibilang sekolah yang sangat diminati oleh beberapa siswa siswi karena sekolah tersebut bisa menjamin jika lulus bisa langsung dapat pekerjaan, karena BKK (Bursa Kerja Khusus) yang ada disekolah banyak bekerja sama dengan perusahaan perusahaan yang ada di dalam kota maupun luar kota atupun di luar negeri. Contoh nya Perusahaan yang ada di negara Jepang. Oleh karena itu, banyak siswa dan siswi yang minat bersekolah di SMKN 1 REJOTANGAN. Kualitas Pendidikan di SMKN 1 REJOTANGAN tidak main main karena infratuktur yang memadai dan juga kualitas guru yang kompeten dapat membuat pembelajaran berlangsung tanpa ada kendala. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsep dasar profesi kependidikan dan konsep dasar kompetensi guru yang ada di SMKN 1 REJOTANGAN
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MOBILE LEARNING PADA MATERI PELUANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMK
The background of this research is the lack of flexibility in the teaching materials used in learning. The use of less interesting teaching materials reduces students' interest in learning and their mathematical communication skills tend to be low. Technological advances require developers to develop interesting and flexible teaching materials. This research aims to: (1) Describe the process of developing mobile learning teaching materials to improve vocational school students' mathematical communication skills, (2) Find out the feasibility of mobile learning teaching materials to improve vocational school students' mathematical communication skills, (3) Find out the effectiveness of mobile learning teaching materials for improve vocational school students' mathematical communication skills. This research uses the Borg and Gall development model. Validation tests were carried out by 2 material experts and 2 media experts. Product trials were carried out in 2 stages, namely limited group trials and field implementation trials. This development obtained the results of the validity of teaching materials by media experts with a percentage of 85% in the valid category. The results of the validity of teaching materials by material experts with a percentage of 89% are in the valid category. The results of the practicality of teaching materials were obtained from the analysis of user activity observations, the percentage of students asking questions was 20% with the criteria that they could be used without revision. Meanwhile, the results of the teacher response questionnaire obtained a percentage of 97% with very practical criteria for use in learning. The student response questionnaire obtained a percentage of 95%, the criteria were very effectively used.