Satya Wacana Christian University
Institutional Repository of Satya Wacana Christian UniversityNot a member yet
14517 research outputs found
Sort by
Penerapan Desain Interaksi dalam Perancangan E-commerce pada Pabrik Sepatu Lokal LeePoure Sebagai Strategi untuk Meningkatkan Penjualan
Pertumbuhan pesat industri e-commerce di Indonesia didorong oleh beberapa faktor, seperti peningkatan akses internet dan perilaku konsumen. Sebagai pabrik sepatu lokal, LeePoure dihadapkan dengan tantangan untuk mengembangkan dan mengubah platform e-commerce mereka untuk meningkatkan pengalaman pengguna, konversi penjualan, dan reputasi merek. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan merancang desain interaksi yang efektif untuk platform e-commerce independen LeePoure dengan pendekatan user-centered design (UCD). Proses ini melibatkan wawancara pengguna, analisis persona, pembuatan prototipe dan, dan pengujian usability. Hasilnya menunjukkan bahwa navigasi yang intuitif, tampilan responsif, dan aman dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan daya saing LeePoure di pasar e-commerce.The rapid growth of the e-commerce industry in Indonesia is driven by several factors, such as increased internet access and consumer behavior. As a local shoe manufacturer, LeePoure is faced with the challenge of developing and transforming their e-commerce platform to improve user experience, sales conversion, and brand reputation. The research objective was to analyze and design an effective interaction design for LeePoure's independent e-commerce platform with a user-centered design (UCD) approach. The process involved user interviews, persona analysis, prototyping and, and usability testing. The results show that intuitive navigation, responsive display, and secure can improve user satisfaction and LeePoure's competitiveness in the e-commerce market
Hubungan Kontrol Diri dengan Perilaku Judi Online pada Kelompok Usia Dewasa Awal
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kontrol diri dan perilaku judi online pada kelompok dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 61 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala Self Control Scale dan skala Online Gambling Symptom Assessment Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku judi online, dengan koefisien korelasi sebesar -0,356 pada tingkat signifikansi 0,002 (p<0,05). Dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kontrol diri, maka semakin rendah perilaku judi online pada kelompok dewasa awal. Maka dari itu, penelitian ini memberikan referensi untuk kelompok dewasa awal untuk dapat tetap meningkatkan rasa kontrol diri dalam perilaku khususnya judi online.This study aims to examine the relationship between self-control and online gambling behavior in early adulthood. This study uses a quantitative approach with a descriptive method, involving 61 respondents selected through a simple random sampling technique. Data collection in this study used the Self Control Scale and the Online Gambling Symptom Assessment Scale. The results showed that there was a significant negative relationship between self-control and online gambling behavior, with a correlation coefficient of -0.356 at a significance level of 0.002 (p <0.05). This study indicates that the higher the level of self-control, the lower the online gambling behavior in the early adulthood group. Therefore, this study provides a reference for the early adulthood group to be able to continue to increase their sense of self-control in behavior, especially online gamblin
Influence of Online Visual Merchandising and Customized Cross Selling on Traveloka Mobile Apps Intention to Reuse: with Mediation of Visual Cues and Dynamic Personalization
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model konseptual yang menguji pengaruh online visual merchandising dan customized cross selling terhadap niat untuk menggunakan kembali aplikasi mobile Traveloka, dengan peran mediasi dari visual cues dan dynamic personalization. Survei dilakukan terhadap 135 pengguna aplikasi berusia 25-40 tahun untuk mengumpulkan data mengenai pengalaman dan persepsi mereka dalam berbelanja. Analisis PLS-SEM digunakan untuk menilai pengukuran dan model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun online visual merchandising saja tidak secara signifikan mempengaruhi niat untuk menggunakan kembali, customized cross selling memiliki efek positif dan signifikan terhadap intensi pemakaian kembali. Selain itu, visual cues berfungsi sebagai mediator yang memperkuat pengaruh online visual merchandising dan customized cross selling, sedangkan dynamic personalization meningkatkan relevansi pengalaman pengguna. Hal ini menyiratkan bahwa elemen estetika saja tidak cukup untuk mendorong perilaku berulang, dan sinkronisasi strategis dari strategi visual, personalisasi, dan penjualan silang merupakan hal yang penting. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan personalisasi dalam strategi pemasaran digital dan memberikan rekomendasi bagi pengembang aplikasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna serta meningkatkan loyalitas melalui penawaran yang relevan dan menarik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan aplikasi dalam konteks e-commerce, khususnya dalam industri online travel agent.This study aims to develop and test a conceptual model examining the influence of online visual merchandising and customized cross-selling on the intention to reuse the Traveloka mobile application, with the mediating role of visual cues and dynamic personalization. A survey was conducted on 135 application users aged 25–40 years to collect data on their shopping experiences and perceptions. PLS-SEM analysis was employed to assess the measurement and structural models. The findings indicate that while online visual merchandising alone does not significantly influence reuse intention, customized cross-selling has a positive and significant effect on reuse intention. Furthermore, visual cues serve as a mediator that strengthens the influence of both online visual merchandising and customized cross-selling, whereas dynamic personalization enhances the relevance of user experience. This implies that aesthetic elements alone are insufficient to drive repeat behavior, and a strategic synchronization of visual strategies, personalization, and cross-selling is essential. These findings highlight the importance of a personalization-driven approach in digital marketing strategies and provide recommendations for application developers to enhance user experience and increase loyalty through relevant and engaging offerings. This study contributes both theoretically and practically to application development in the e-commerce context, particularly in the online travel agent industry
Attitudes of Junior High School EFL Teachers Across Generations Toward AI Integration in English Language Teaching (ELT): An Appraisal Theory Analysis
Artificial Intelligence (AI) is increasingly integrated into English Language Teaching (ELT), yet teachers across generations engage with it differently. This study examines the cross-generational attitudes of junior high school English teachers toward AI integration, using Appraisal Theory as an analytical framework. Findings reveal that Generation Z teachers recognize AI’s potential but lack confidence in effectively utilizing it, requiring hands-on technical training in lesson planning, assessments, and interactive learning. Generation Y teachers demonstrate a balanced perspective, benefiting from structured training that combines theoretical and practical applications. Meanwhile, Generation X teachers remain cautious, often restricting AI to administrative tasks, necessitating experience-based training that gradually introduces AI into their teaching practices. The study highlights that AI adoption is not solely a technical issue but also a pedagogical and attitudinal challenge influenced by teachers’ digital literacy, self-efficacy, and ethical considerations. Tailoring AI training programs to generational needs rather than applying a uniform approach can better support educators in integrating AI effectively. These findings contribute to the discourse on AI in education, emphasizing the need for professional development that bridges generational gaps and promotes sustainable technology use in ELT
Pengembangan Modul Budaya Literasi: Strategi Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Dalam Penggunaan Media Sosial
Berpikir kritis adalah keterampilan penting yang diperlukan untuk menghadapi
kompleksitas informasi, terutama di era digital saat ini. Literasi media berperan krusial
dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, karena membantu individu dalam
memilah, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara objektif. Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara literasi media dan kemampuan
berpikir kritis, serta mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk
meningkatkan kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi obsevasi, kajian literatur dan analisis data dari berbagai sumber yang relevan.
Model pengembangan dilakukan dengan menggunakan model Borg and Gall yang
telah di revisi oleh Sugiyono (2008) dengan 7 tahap yaitu potensi dan masalah,
pengumpulan data, desain produk, dalidasi desain, revisi desain, uji coba produk dan
revisi produk. Dewasa ini dapat dilihat bahwa banyak sekali berita hoax yang
disebarkan, konten provokasi, dan mahasiswa yang erringkali kesulitan alam
menganalisis suatu masalah karena era digital semakin mudah yang membuat mereka
terlena. Hasil penelitian ini menghasilkan produk yaitu modul pengembangan yang
diharapkan dapat berkontribusi memberikan hasil signifikan terhadap peningkatan
kemampuan berpikir kritis melalui pelatihan, terutama dalam mengidentifikasi bias,
membedakan antara fakta dan opini, serta menghindari miss informasi. Oleh karena
itu, pengintegrasian literasi media dalam pendidikan merupakan langkah strategis
untuk membentuk individu yang lebih kritis, reflektif, dan mampu mengambil
keputusan yang bijak dalam kehidupan sehari-hari
Keabsahan Practical Arrangement Dalam Pemindahan Narapidana Antarnegara Menurut Hukum Internasional: Studi Kasus Putusan 385/Pid.B/2010/Pn.Slmn
Penggunaan Practical Arrangement dalam kasus pemindahan Mary Jane Veloso menimbulkan pertanyaan tentang keabsahannya dalam perspektif hukum internasional, khususnya terkait pemenuhan standar dan prinsip Transfer of Sentenced Persons (TSP). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji apakah penggunaan Practical Arrangement dalam kasus pemindahan Mary Jane Veloso telah memenuhi standar dan prinsip-prinsip Transfer Sentenced Persons (TSP) dalam hukum internasional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah hukum normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual (conceptual approach), pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Practical Arrangement tidak dapat dianggap absah karena tidak memenuhi standar-standar dalam TSP. Ketidaksesuaian ini menciptakan ketidakpastian hukum dan berpotensi melanggar prinsip-prinsip Transfer Sentenced Persons (TSP) yang telah diakui secara internasional, sehingga diperlukan legislasi komprehensif yang mengadopsi standar Transfer Sentenced Persons (TSP) internasional sekaligus menyesuaikannya dengan sistem hukum Indonesia
Kajian Etika Kepemimpinan Kristen Terhadap peran PERMATA GMIT Salatiga Dalam Pembinaan Mahasiswa Fakultas Teologi Angkatan 2022 asal GMIT
Penelitian ini mengkaji penerapan etika kepemimpinan Kristen dalam peran PERMATA GMIT Salatiga dalam membina mahasiswa Fakultas Teologi angkatan 2022 asal GMIT. Isu penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi PERMATA GMIT dalam meningkatkan partisipasi anggota dan memperkuat identitas organisasi berdasarkan nilai-nilai Kristen. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana etika kepemimpinan Kristen diimplementasikan dalam peran PERMATA GMIT dalam membina mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan etika kepemimpinan Kristen dalam peran PERMATA GMIT Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam, menggabungkan teori kepemimpinan Kristen dari O. Notohamidjojo dan etika pelayanan dari Dag Heward-Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PERMATA GMIT menerapkan prinsip-prinsip etika kepemimpinan Kristen seperti pelayanan, kasih, keadilan, dan kejujuran dalam kegiatan-kegiatannya, termasuk bakti sosial, meskipun terdapat tantangan dalam partisipasi anggota dan pemahaman peran organisasi. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi etika kepemimpinan Kristen berperan penting dalam membangun relasi positif antar anggota dan memperkuat identitas organisasi melalui internalisasi nilai-nilai etika. Saran dari penelitian ini adalah PERMATA GMIT perlu meningkatkan sosialisasi tentang peran dan manfaat organisasi serta memperkuat program-program pembinaan yang berfokus pada pengembangan karakter dan etika mahasisw
Pengaruh Brand Image dan Brand Identity terhadap Customer Loyalty dengan Intellectual Engagement sebagai Intervening Variable (Studi pada Pelanggan Brand Tupperware)
This study aims to examine the influence of brand image and brand identity on customer loyalty with the mediating role of intellectual engagement. This research uses a quantitative method with an explanatory research approach and involves 120 respondents who are Tupperware brand customers, specifically active undergraduate students from the 2021 cohort. The analysis in this study uses Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) version 3.0. Based on the research results, it shows that: (i) brand image influences customer loyalty; (ii) brand identity influences customer loyalty; (iii) brand image does not influence intellectual engagement; (iv) brand identity influences intellectual engagement; (v) intellectual engagement influences customer loyalty; (vi) intellectual engagement does not mediate the relationship between brand image and customer loyalty; (vii) intellectual engagement mediates the relationship between brand identity and customer loyalty.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh brand image dan brand identity terhadap customer loyalty dengan peranan mediasi intellectual engagement. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research dan melibatkan 120 responden pelanggan brand Tupperware yang merupakan mahasiswa aktif angkatan 2021. Analisis dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) versi 3.0. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (i) brand image berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan; (ii) brand identity berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan; (iii) brand image tidak berpengaruh terhadap intellectual engagement; (iv) brand identity berpengaruh terhadap intellectual engagement; (v) intellectual engagement berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan; (vi) intellectual engagement tidak memediasi pengaruh antara brand image terhadap loyalitas pelanggan; (vii) intellectual engagement memediasi pengaruh antara brand identity terhadap loyalitas pelanggan
Akar dan Kekayaan Desa Pandean
Tujuan dari pembuatan video iklan ini adalah untuk mempersuasi wisatawan
atau khalayak luas guna memperkenalkan potensi tersembunyi di desa Pandean
sehingga nantinya desa ini dapat menjadi pilihan destinasi wisata kedepannya. Metode
pengambilan data yang digunakan penulis adalah dengan datang langsung ke desa
Pandean untuk melakukan wawancara dengan sekretaris desa Pandean. Wawancara ini
dilakukan guna mengetahui apa saja yang terdapat di dalam desa Pandean. Kemudian
selama wawancara berlangsung penulis diberikan data – data mengenai desa Pandean
mulai dari potensi wisata, UMKM, tradisi budaya dan sosial yang memudahkan penulis
dalam melakukan penulisan dan pembuatan karya video iklan. Berdasarkan hasil
observasi di lapangan, penulis menemukan bahwa desa Pandean memiliki potensi yang
sangat banyak mulai dari wisata alamnya, budaya dan tradisi serta lahan subur yang
menghasilkan banyak hasil bumi dan menjadi mata pencaharian terbesar masyarakat
disana. Meskipun menyimpan begitu banyak potensi, desa yang sudah berstatus sebagai
desa wisata ini masih belum diketahui oleh banyak orang. Oleh karena itu, diperlukan
upaya promosi yang lebih intensif untuk menarik perhatian masyarakat luas.The purpose of making this advertising video is to persuade tourists or a wide
audience to introduce the hidden potential in Pandean village so that later this village
can be a choice of tourist destinations in the future. The data collection method used
by the author is to come directly to Pandean village to conduct an interview with the
Pandean village secretary. This interview was conducted to find out what is contained
in Pandean village. Then during the interview, the author was given data about
Pandean village ranging from tourism potential, UMKM, cultural and social traditions
that made it easier for the author to write and make advertising video works. Based on
the results of observations in the field, the author found that Pandean village has a lot
of potential starting from its natural tourism, culture and traditions as well as fertile
land that produces a lot of crops and is the biggest livelihood of the people there.
Despite having so much potential, the village, which already has the status of a tourist
village, is still not known by many people. Therefore, more intensive promotional
efforts are needed to attract the attention of the wider community
Peningkatan Karakteristik tanggung Jawab Peserta Didik Menggunakan Media Buku Jurnal harian "Jejak Anak Pintar" di SD Negeri karanganyar 01
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan karakter tanggung jawab peserta didik melalui penggunaan buku jurnal harian yang mencatat tugas serta tanggung jawab mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan analisis terhadap pelaksanaan buku jurnal harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku jurnal harian membantu meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap tanggung jawab mereka, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Dengan mencatat dan merefleksikan tugas serta kewajiban mereka setiap hari, peserta didik menjadi lebih disiplin dan mandiri dalam menjalankan tanggung jawabnya. Kesimpulannya, penggunaan buku jurnal harian dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter tanggung jawab peserta didik di sekolah.The lack of students' sense of responsibility is a common issue in schools. One of the main causes is the reduced role of teachers in the classroom due to administrative tasks, which limits supervision and guidance for students. This study aims to develop students' sense of responsibility through the use of a daily journal book that records their tasks and responsibilities. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through interviews and analysis of the implementation of the daily journal book. The results indicate that using a daily journal book helps increase students' awareness of their responsibilities, both academically and non-academically. By recording and reflecting on their tasks and obligations daily, students become more disciplined and independent in fulfilling their responsibilities. In conclusion, the use of a daily journal book can be an effective strategy in fostering students' sense of responsibility in school