Satya Wacana Christian University
Institutional Repository of Satya Wacana Christian UniversityNot a member yet
14517 research outputs found
Sort by
Konstitusionalitas Kewenangan Penuntutan Tindak Pidana Korupsi Oleh Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kpk)
Legal Issue dalam penelitian ini adalah dualisme kelembagaan dalam kewenangan penuntutan tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) dengan Kejaksaan. Konstitusionalitas Kewenangan Penututan Tindak Pidana Korupsi oleh KPK diuji keabsahannya dari perspektif Hukum Tata Negara Normal. Adanya dualisme kelembagaan dalam kewenangan penuntutan tindak pidana korupsi antara Kejaksaan dan KPK tidak dapat dibenarkan dari perspektif Hukum Tata Negara Normal. Tujuan Penelitian adalah Menjelaskan prinsip-prinsip atau asas-asas dari HTN normal dan Menjelaskan bahwa atas dasar pengertian HTN normal tersebut eksistensi KPK yang bersifat konkuren dengan Kejaksaan dalam kewenangan penuntutan tindak pidana korupsi bersifat inkonstitusional. Dan yang menjadi Landasan teori yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pembedaan "HTN normal dan HTN abnormal". Inti dari teori tersebut adalah dan keberlakuan hukum secara umum, berlakunya hukum bersifat situasional. Hukum berlaku dengan ditentukan oleh situasi yang mendasarinya.Kemudian dapat diperoleh melalui penelitian hukum yang akan dilakukan menggunakan pendekatan konseptual (conceptual approach) karena poin hukum yang akan dielaborasi guna menjawab isu hukum penelitian berada di ranah Teori Konstitusi. Sesuai dengan pendekatan yang akan digunakan maka sumber-sumber hukum yang akan menjadi rujukan dalam mengelaborasi poin hukum penelitian adalah pendapat sarjana atau treatise. Karena pendapat sarjana yang dijadikan rujukan termasuk pendapat sarjana asing, maka pendekatan lain yang digunakan dalam penelitian ini juga menggunakan pendekatan perbandingan (comparative approach). Kesimpulan dalam penelitian ini mengatakan bahwa hukum tentang konstitusionalitas/ inkonstitusionalitas dualisme kelembagaan antara KPK dan Kejaksaan dalam kewenangan penuntutan tipikor, adalah HTN normal dan HTN abnormal. Dalam penelitian yang akan dilakukan di sini penulis hendak menjustifikasi bahwa "kedaruratan" terkait dengan korupsi seharusnya sudah berakhir, sehingga keberadaan KPK yang didasari oleh HTN abnormal seharusnya diakhiri dengan mengembalikan tatanan kenegaraan saat ini di bawah preskripsi HTN normal di mana Kejaksaan seharusnya diposisikan kembali sebagai pemegang (sebagian) kekuasaan penyidikan dan satu-satunya pemegang kekuasaan penuntutan, dengan demikian eksistensi KPK menjadi inkosntitusional
Analisis Atribut Gelombang Otak yang Mempengaruhi Relaksasi Aromaterapi Bunga Jasmine Menggunakan Multilayer Perceptron (MLP) Neural Network.
Kecerdasan buatan telah membuat pengaruh dalam kehidupan manusia Aromaterapi bunga jasmine dapat merangsang aktivitas saraf dan meningkatkan relaksasi. Untuk menganalisis atribut-atribut gelombang otak yang mempengaruhi tingkat relaksasi aromaterapi dengan memanfaatkan metode Multilayer Perceptron (MLP) Neural Network kemudian diklasifikasikan pola-pola pada gelombang otak. MPL merupakan jenis jaringan saraf tiruan. Cara kerja MPL dengan menerima input, diproses oleh beberapa hidden layers, dan menghasilkan output berdasarkan pola yang dipelajari. Model dilatih selama 90 epoch. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa model dapat mencapai tingkat akurasi yang tinggi mencapai 92.75%. Dari hasil visualisasi akurasi dan validasi loss dapat dilihat bahwa model menunjukan stabilitas dalam proses training tanpa indikasi overfitting. Pola antara traning loss maupun validation loss tetap konsisten ini mendahkan bahwa model dapat melakukan generalisasi dengan data baru. Hal ini juga semakin memperkuat model Multilayer Perceptron (MPL) metode yang cocok untuk klasifikasi atribut gelombang otak dalam penelitian ini.Artificial intelligence has made an impact in human life. Jasmine flower aromatherapy can stimulate neural activity and promote relaxation. To analyze the brainwave attributes that affect the level of relaxation of aromatherapy by utilizing the Multilayer Perceptron (MLP) Neural Network method and then classifying the patterns in brainwaves. MPL is a type of artificial neural network. MPL works by receiving input, processed by several hidden layers, and producing output based on learned patterns. The model was trained for 90 epochs. The results of this training show that the model can achieve a high level of accuracy reaching 92.75%. From the visualization of accuracy and validation loss, it can be seen that the model shows stability in the training process without any indication of overfitting. The pattern between traning loss and validation loss remains consistent, indicating that the model can generalize with new data. This also further strengthens the Multilayer Perceptron (MPL) model as a suitable method for brainwave attribute classification in this study
Pengaruh Knowledge Sharing, Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Perilaku Inovatif Karyawan (Studi Pada Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Salatiga)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Knowledge Sharing, kepemimpinan transformasional, dan budaya organisasi terhadap perilaku inovatif karyawan. Studi ini dilakukan pada PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Salatiga. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan metode pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner menggunakan platform Google Form. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 60 karyawan yang bekerja di lingkungan Bank BRI Kantor Cabang Salatiga. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang mencakup (uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas). Uji hipotesis dilakukan melalui uji t dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 29.
Hasil uji t menunjukkan bahwa: (1) Knowledge Sharing berpengaruh terhadap perilaku inovatif karyawan pada Bank BRI Kantor Cabang Salatiga; (2) Kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh terhadap perilaku inovatif karyawan pada Bank BRI Kantor Cabang Salatiga; (3) Budaya organisasi berpengaruh terhadap perilaku inovatif karyawan pada Bank BRI Kantor Cabang Salatiga; Selain itu, hasil uji F mengungkapkan bahwa: (4) Hasil penelitian secara simultan, Knowledge Sharing, kepemimpinan transformasional, dan budaya organisasi berpengaruh terhadap perilaku inovatif karyawan.
This study was conducted to determine the impact of Knowledge Sharing, Transformasional Leadership, and Organizational Culture on the Innovative Work Behavior of employees. The research was carried out at PT Bank Rakyat Indonesia, Salatiga Branch Office. A quantitative research approach was employed, with data collected through a questionnaire distributed via Google Forms. The study involved 60 employees working at the Bank BRI Salatiga Branch Office. The collected data were analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, as well as classical assumption tests, including normality, multicollinearity, and heteroscedasticity tests. Hypothesis testing was performed using t-tests and multiple linear regression analysis with the assistance of IBM SPSS Statistics version 29.
The t-test results indicate that: (1) Knowledge Sharing significantly influences employees' Innovative Work Behavior at Bank BRI Salatiga Branch Office; (2) Transformasional Leadership does not significantly influence employees' Innovative Work Behavior; and (3) Organizational Culture has a significant influence on employees' Innovative Work Behavior. Furthermore, the F-test results reveal that (4) simultaneously, Knowledge Sharing, Transformasional Leadership, and Organizational Culture significantly influence employees’ Innovative Work Behavior.This study was conducted to determine the impact of Knowledge Sharing, Transformasional Leadership, and Organizational Culture on the Innovative Work Behavior of employees. The research was carried out at PT Bank Rakyat Indonesia, Salatiga Branch Office. A quantitative research approach was employed, with data collected through a questionnaire distributed via Google Forms. The study involved 60 employees working at the Bank BRI Salatiga Branch Office. The collected data were analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, as well as classical assumption tests, including normality, multicollinearity, and heteroscedasticity tests. Hypothesis testing was performed using t-tests and multiple linear regression analysis with the assistance of IBM SPSS Statistics version 29. The t-test results indicate that: (1) Knowledge Sharing significantly influences employees' Innovative Work Behavior at Bank BRI Salatiga Branch Office; (2) Transformasional Leadership does not significantly influence employees' Innovative Work Behavior; and (3) Organizational Culture has a significant influence on employees' Innovative Work Behavior. Furthermore, the F-test results reveal that (4) simultaneously, Knowledge Sharing, Transformasional Leadership, and Organizational Culture significantly influence employees’ Innovative Work Behavior
Pengaruh Fintech terhadap Kinerja Keuangan dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi: Studi pada Perbankan Konvensional dan Syariah yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019 – 2023
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Financial Technology (Fintech) terhadap kinerja keuangan perbankan konvensional dan syariah yang diukur dengan Return on Equity (ROE), serta peran ukuran perusahaan (firm size) sebagai variabel moderasi. Sampel terdiri dari 12 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023, dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa internet banking berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, sementara mobile banking tidak memiliki pengaruh signifikan. Ukuran perusahaan memperkuat pengaruh mobile banking terhadap kinerja keuangan, tetapi tidak pada internet banking. Temuan ini memberikan wawasan bagi perbankan, regulator, dan investor dalam memanfaatkan fintech untuk meningkatkan kinerja keuangan.This research aims to examine the impact of Financial Technology (Fintech) on the financial performance of conventional and Islamic banking, measured by Return on Equity (ROE), as well as the role of firm size as a moderating variable. The sample consists of 12 banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the period 2019–2023, selected using the purposive sampling method. Data analysis was conducted using panel data regression with the Partial Least Squares (PLS) approach. The results indicate that internet banking positively affects financial performance, while mobile banking has no significant impact. Firm size strengthens the influence of mobile banking on financial performance but does not affect the relationship between internet banking and financial performance. These findings provide insights for banking institutions, regulators, and investors in leveraging fintech to enhance financial performance
Adopsi Payment Gateway Syariah dengan Teori UTAUT : Literasi Keuangan Syariah sebagai Variabel Moderasi
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating condition terhadap minat penggunaan payment gateway syariah yang dimoderasi oleh literasi keuangan syariah. Populasi yang ada dalam penelitian ini adalah penduduk Kota Salatiga yang beragama Islam dan menggunakan sampel sebanyak 100 responden. Pengumpulan data responden dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara online melalui google form. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy, social influence, dan facilitating condition tidak mempengaruhi minat seseorang dalam menggunakan payment gateway syariah. Lalu, pada variabel effort expectancy mempengaruhi minat seseorang dalam menggunakan payment gateway syariah. Pada variable moderasi menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah mampu memoderasi pengaruh performance expectancy, social influence, dan facilitating condition terhadap minat seseorang dalam menggunakan payment gateway syariah. Sementara itu, variabel effort expectancy tidak berhasil dimoderasi oleh literasi keuangan syariah.This research uses a quantitative approach which aims to determine the relationship between performance expectancy, effort expectancy, social influence and facilitating conditions on interest in using sharia payment gateways which is moderated by sharia financial literacy. The population in this study were residents of Salatiga City who are Muslim and used a sample of 100 respondents. Respondent data was collected by distributing questionnaires online via Google Form. The analysis used in this research is Moderated Regression Analysis (MRA). The research results show that performance expectancy, social influence, and facilitating conditions do not influence a person's interest in using a sharia payment gateway. Then, the effort expectancy variable influences a person's interest in using a sharia payment gateway. The moderation variable shows that sharia financial literacy is able to moderate the influence of performance expectancy, social influence, and facilitating conditions on a person's interest in using a sharia payment gateway. Meanwhile, the effort expectancy variable was not successfully moderated by sharia financial literacy
Analisis Dampak Literasi Keuangan, Pengendalian Diri, Dan Toleransi Risiko Dalam Perilaku Keuangan Di Lingkungan Desa Taduna, Kepulauan Talaud
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, pengendalian diri, dan toleransi
risiko terhadap perilaku keuangan individu, serta peran mediasi pengendalian diri. Penelitian kuantitatif
ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden dari Desa Taduna, Kabupaten
Kepulauan Talaud. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis
mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, pengendalian diri, dan toleransi risiko
berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan, dengan pengendalian diri sebagai mediator antara
literasi keuangan dan toleransi risiko. Penelitian ini menyarankan peningkatan literasi keuangan dan
kontrol diri untuk membentuk perilaku keuangan yang sehat
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Pada Mata Pelajaram IPAS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami konsep-konsep IPAS yang berdampak pada hasil belajar mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas IV SD Negeri Pasekan 1 yang dipilih secara purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Model PBL membantu siswa dalam menganalisis masalah, merumuskan solusi, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis melalui diskusi dan penyelidikan berbasis masalah.
Dengan demikian, model PBL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan agar guru lebih banyak menerapkan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sejak dini
Yesus Sebagai Ibu Dalam Konsep Nini Dibata Pada Upacara Adat Karo Erpangir Ku Lau Ditinjau Dari Kristologi Feminis
Dalam tradisi Kristen, Yesus umumnya digambarkan sebagai sosok maskulin, namun ajaran dan tindakan-Nya mencerminkan sifat keibuan yang penuh kasih, perhatian, dan perlindungan. Pemahaman serupa juga ditemukan dalam kepercayaan suku Karo, yang mengenal Tuhan sebagai Nini Dibata (Tuhan sebagai Ibu), sosok yang menciptakan, melindungi, membebaskan, dan memberi peran penting kepada perempuan. Dalam upacara adat Karo Erpangir Ku Lau (upacara pembersihan diri), Yesus dipahami sebagai Nini Dibata, figur Ibu yang melindungi dan membebaskan umat-Nya dari penderitaan spiritual dan fisik. Pandangan ini sejalan dengan kristologi feminis Elisabeth Schüssler Fiorenza yang menggambarkan Yesus Sofia sebagai pembebas yang membawa keselamatan dan pemimpin komunitas inklusif yang menekankan kesetaraan. Yesus berperan sebagai penyembuh, penghibur bagi hati yang terluka, penasihat bijaksana, dan pengajar kebenaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis teks-teologi Kristen dan kajian budaya Karo untuk menggali pemahaman Yesus sebagai sosok Ibu yang melindungi, membimbing, dan memberikan kehidupan baru bagi umat-Nya. Yesus sebagai Nini Dibata mencerminkan kasih Allah yang menegaskan peran keibuan-Nya sebagai penyelamat, pembebas, dan pelindung umat manusia, serta mengajak semua orang untuk mengalami pembaruan hidup dalam kasih-Nya
Pengaruh Jenis dan Dosis Eco Enzyme terhadap Kemampuan Azolla filiculoides Lam. dalam Meremediasi Kromium Heksavalen
Air merupakan kebutuhan yang penting bagi manusia untuk dimanfaatkan, namun kini air telah tercemar oleh logam berat seperti kromium heksavalen. Kromium heksavalen merupakan logam berat yang berbahaya dan memiliki sifat toksik bagi tubuh, sehingga membutuhkan metode untuk mengurangi atau menghilangkannya dari lingkungan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah fitoremediasi dengan menggunakan Azolla filiculoides. Tumbuhan tersebut diketahui dapat meremediasi kromium heksavalen, namun pada konsentrasi atau lama paparan tertentu dapat menunjukkan tanda-tanda toksisitas yang menyebabkan kematian tanaman. Salah satu pengembangan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penambahan eco enzyme di media tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan dosis eco enzyme yang lebih efektif meningkatkan kemampuan A. filiculoides dalam meremediasi kromium heksavalen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu jenis eco enzyme (terbuat dari buah dan dari sayur) serta dosis eco enzyme (0, 2, 4, dan 8 mL/L). Jumlah ulangan dalam penelitian ini adalah 6 dengan konsentrasi kromium heksavalen 5 ppm. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah pH media tanam, konsentrasi kromium heksavalen di media tanam, kadar klorofil, biomassa A. filiculoides, dan kadar kromium heksavalen pada tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan program SPSS versi 23 dengan uji two-way ANNOVA dengan uji lanjutan tukey. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa jenis eco enzyme tidak memberikan pengaruh yang nyata, sedangkan dosis eco enzyme memberikan pengaruh yang nyata. Dosis yang paling efektif meningkatkan kemampuan A. filiculoides meremediasi kromium heksavalen adalah 8 mL/L.Water is an essential resource for humans, but it has now become polluted with heavy metals such as hexavalent chromium. Hexavalent chromium is a hazardous heavy metal with toxic properties to the body, necessitating methods to reduce or eliminate it from the environment. One method that can be used is phytoremediation, which involves using Azolla filiculoides. This plant has been shown to remediate hexavalent chromium; however, at certain concentrations or exposure times, it can exhibit signs of toxicity that result in plant death. One development that can be made is the addition of ecoenzyme to the growing media. The aim of this research is to determine the type and dose of ecoenzyme that most effectively enhances A. filiculoidess ability to remediate hexavalent chromium. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with two factors: the type of ecoenzyme (made from fruit and made from vegetables) and the dose of ecoenzyme (0, 2, 4, and 8 mL/L). The number of repetitions in this study was 6, with a hexavalent chromium concentration of 5 ppm. The parameters measured in this study were pH of the growing medium, concentration of hexavalent chromium in the growing medium, chlorophyll content, biomass of A. filiculoides, and hexavalent chromium content in the plants. The data obtained were analyzed using SPSS version 23 with a two-way ANOVA test followed by Tukey’s post-hoc test. Based on the results, it can be concluded that the type of ecoenzyme did not have a significant effect, while the dose of ecoenzyme had a significant effect. The most effective dose to enhance A. filiculoides’s ability to remediate hexavalent chromium was 8 mL/L
Pengaruh Kepuasan Kerja dan Stres Kerja terhadap Intensi Job Hopping dengan Psychological Safety sebagai Variabel Mediasi
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguji pengaruh kepuasan kerja dan stres kerja terhadap intensi job hopping dengan psychological safety sebagai variabel mediasi dengan menggunakan metode parsial dan uji sobel. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan IBM SPSS versi 26.Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 45 dengan partisipan yang berasal dari UD Tanjung Loka Karya Blora. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (i) kepuasan kerja berpengaruh terhadap psychological safety; (ii) stres kerja berpengaruh terhadap psychological safety; (iii) psychological safety berpengaruh terhadap intensi job hopping; (iv) psychological safety memediasi pengaruh antara kepuasan kerja terhadap intensi job hopping; (v) psychological safety memediasi pengaruh antara stres kerja terhadap intensi job hopping.The purpose of this study was to examine the effect of job satisfaction and job stress on the intensity of job hopping with psychological safety as a mediating variable using the parsial method and the sobel test. The collected data was then processed using IBM SPSS version 26. This study used a sample of 45 with participants from UD Tanjung Loka Karya Blora. The results of this study indicate that: (i) job satisfaction affects psychological safety; (ii) job stress affects the intensity of job hopping; (iii) psychological safety affects the intensity of job hopping; (iv) the mediating effect of psychological safety between job satisfaction and job hopping intensity; (v) the mediating effect of psychological safety between job stress and job hopping intensity