Satya Wacana Christian University

Institutional Repository of Satya Wacana Christian University
Not a member yet
    14517 research outputs found

    Rancang Bangun Monitoring dan Controlling untuk Sistem Pertanian Agrivoltaics

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pertanian agrivoltaics guna mengoptimalkan penggunaan lahan dengan mengintegrasikan produksi energi surya dan pertanian. Sistem ini memanfaatkan panel surya untuk menghasilkan energi bersih, melindungi tanaman dari panas berlebih, mengurangi penguapan air, serta meningkatkan hasil panen. Perancangan alat monitoring dan controlling berbasis Arduino Mega dilengkapi dengan sensor kelembapan tanah, suhu, dan pH air untuk memastikan kondisi pertanian optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya mampu menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 47,38 V, sistem monitoring berhasil menampilkan data secara akurat, dan sistem controlling mampu melakukan penyiraman otomatis ketika kelembapan tanah mencapai batas kering. Dengan demikian, sistem ini mampu meningkatkan efisiensi lahan, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan berkontribusi pada ketahanan pangan.This research aims to design an agrivoltaic farming system to optimize land use by integrating solar energy production and agriculture. The system utilizes solar panels to generate clean energy, protect crops from excessive heat, reduce water evaporation, and enhance crop yields. The monitoring and controlling tools are designed based on Arduino Mega and equipped with soil moisture, temperature, and water pH sensors to ensure optimal agricultural conditions. The research results indicate that the solar panels produce an average voltage of 47.38 V, the monitoring system accurately displays data, and the controlling system automatically performs irrigation when soil moisture reaches a dry threshold. Thus, the system improves land efficiency, supports environmental sustainability, and contributes to food security

    The Influence of Using Learning Methods on Learning Independence of Grade XI Students at SMA Negeri 1 Bergas

    No full text
    Kemandirian belajar merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran, yang berhubungan erat dengan kemampuan siswa untuk belajar secara mandiri tanpa ketergantungan pada pihak lain. Metode pembelajaran ceramah, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, dan bermain peran dievaluasi untuk melihat dampaknya terhadap kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh signifikan dari penggunaan metode pembelajaran terhadap kemandirian belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bergas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian komparatif. Sampel diambil berdasarkan jumlah populasi kelas XI di SMA Negeri 1 Bergas yaitu sebanyak 360 siswa dengan menggunakan taraf kesalahan 5% maka jumlah sampel adalah sebanyak 177 siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang terdiri dari 30 item yang mengukur kemandirian belajar berdasarkan aspek-aspek yang diadaptasi dari teori Hiemstra (1998). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian belajar siswa (nilai sig. = 0,241). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran tidak mempengaruhi kemandirian belajar siswa, dan terdapat faktor yang lain yang berpengaruh dan memerlukan kajian lebih lanjut.Learning independence is an important aspect in the learning process, which is closely related to students' ability to learn independently without relying on others. The learning methods of lectures, discussions, questions and answers, group work, and role-playing were evaluated to see their impact on students' learning independence. The purpose of this study was to determine the significant effect of the use of learning methods on the learning independence of class XI students of SMA Negeri 1 Bergas. This study used a quantitative approach with a comparative research design. The sample was taken based on the population of class XI at SMA Negeri 1 Bergas, which was 360 students using a 5% error rate, so the number of samples was 177 students. The instrument used was a questionnaire consisting of 30 items that measured learning independence based on aspects adapted from Hiemstra's theory (1998). Data analysis was carried out using simple linear regression. The results showed that the learning method did not have a significant effect on students' learning independence (sig. = 0.241). Thus, it can be concluded that the learning method does not affect students' learning independence, and there are other factors that have an influence and require further study

    Hubungan Pelayanan Spiritual dengan Kecemasan Menghadapi Kematian pada Lansia di Panti Wredha Kota Salatiga

    Full text link
    Penurunan kondisi fisik, psikologis dan sosial pada lansia dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti penurunan fungsi tubuh maupun berkurangnya daya ingat atau fungsi kognitif. Lansia yang berada di panti sendiri perlu adanya dukungan dari orang sekitar untuk membentuk sebuah kesiapan yang baik dalam menghadapi sisa masa hidup mereka. Karena itu layanan spiritual harus diutamakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan spiritual dengan kecemasan menghadapi kematian pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Instrumen penelitian menggunakan dua kuesioner yakni pelayanan spiritual dan kecemasan menghadapi kematian. Pada variabel pelayanan spiritual mendapatkan hasil paling banyak yaitu 58 lansia mengalami pelayanan spiritual dengan kategori sedang (70%), dan kecemasan sedang (80%). Hasil uji korelasi menggunakan pearson product moment mendapatkan hasil p-value 0,000 < 0,05 (taraf signifikansi). Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pelayanan spiritual dan kecemasan lansia menghadapi kematian. Kesimpulan yang didapatkan, pelayanan spiritual mampu memberikan dampak yang baik terhadap kecemasan lansia dalam menghadapi kematian.The decline in physical, psychological and social conditions in the elderly can cause various problems such as decreased body function and reduced memory or cognitive function. The elderly who are in their own homes need support from those around them to form a good readiness to face the rest of their lives. Therefore spiritual services must be prioritized. This study aims to determine the relationship between spiritual services and anxiety in facing death in the elderly. This research method uses quantitative methods with a correlational design. The research instrument used two questionnaires, namely spiritual services and death anxiety. In the spiritual service variable, the most results were 58 elderly people experiencing spiritual service in the moderate category (70%), and moderate anxiety (80%). The results of the correlation test using Pearson product moment obtained a p-value of 0.000 <0.05 (significance level). This shows that there is a relationship between spiritual services and anxiety of the elderly facing death. In conclusion, spiritual services can have a good impact on the anxiety of the elderly in facing death

    Pengaruh Frugality Terhadap Subjective Well-Being Dengan Religiusitas Sebagai Variabel Moderator, Studi Pada Pembelanja Online Usia Dewasa Awal

    Full text link
    Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara kita berbelanja. belanja online yang semakin populer, dimana Frugality menjadi strategi yang banyak diterapkan oleh konsumen untuk mengelola pengeluaran secara bijaksana. Frugality tidak hanya mempengaruhi aspek ekonomi, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap kesejahteraan subjektif atau subjective well-being (SWB). Selain itu, religiusitas sebagai faktor yang melekat dalam kehidupan banyak individu, juga dapat memainkan peran signifikan dalam membentuk perilaku konsumsi dan persepsi terhadap SWB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Frugality dan religiusitas terhadap SWB pada pembelanja online. Menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional, sampel penelitian berjumlah 310 responden yang ditentukan melalui teknik Sampling Berlapis (Stratified Sampling) dan Sampling Acak Sederhana (Simple Random Sampling). Pengumpulan data menggunakan skala yang telah di adaptasi ke bahasa Indonesia yaitu subjective well-being (WeBS), skala Frugality dan Centrality of Religiosity Scale (CRS). Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji F untuk mengetahui pengaruh secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi R Square Frugality sebesar 0,296 (29,6%). Uji F menghasilkan F hitung sebesar 129.471 dengan signifikansi 0,000 (<0,05), yang berarti bahwa Frugality secara positif berpengaruh signifikan terhadap SWB. Berdasarkan analisis MRA nilai signifikansi 0,073 (<0,10), artinya religiusitas secara positif berperan sebagai moderator. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat Frugality maka semakin tinggi pula tingkat subjective well-being dan religiusitas positif berperan sebagai variabel moderator dalam konteks pembelanja online. Artinya hubungan antara Frugality dan SWB lebih kuat pada individu dengan religiuitas yang tinggi, begitu sebaliknya.The development of digital technology has changed the way we shop. Online shopping is increasingly popular, where Frugality is a strategy that is widely applied by consumers to manage expenses wisely. Frugality not only affects economic aspects, but also has the potential to impact subjective well-being (SWB). In addition, religiosity as a factor inherent in the lives of many individuals, can also play a significant role in shaping consumption behavior and perceptions of SWB. This study aims to determine the effect of Frugality and religiosity on SWB in online shoppers. Using a correlational quantitative research design, the research sample amounted to 310 respondents determined through Stratified Sampling and Simple Random Sampling techniques. Data collection uses a scale that has been adapted to the Indonesian language, namely subjective well-being (WeBS), Frugality scale and Centrality of Religiosity Scale (CRS). Data analysis using multiple linear regression with F test to determine the effect simultaneously. The results showed that the coefficient of determination R Square Frugality amounted to 0.296 (29.6%). The F test produced an F count of 129,471 with a significance of 0.000 (<0.05), which means that Frugality positively has a significant effect on SWB. Based on MRA analysis, the significance value is 0.073 (<0.10), meaning that religiosity positively acts as a moderator. Based on the results of this study, it can be concluded that the higher the level of Frugality, the higher the level of subjective well-being and religiosity positively acts as a moderator variable in the context of online shoppers. This means that the relationship between Frugality and SWB is stronger in individuals with high religiosity, and vice versa

    Dampak Penggunaan Gawai pada Perkembangan Siswa Sekolah Dasar : Studi Kasus pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bogor

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar yang menggunakan gawai secara tidak terkendali. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan angket, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan penggunaan gawai pada anak awalnya sebagai alat penunjang pembelajaran namun penggunaan gawai tidak dibarengi dengan pengawasan dari orang tua menjadikan anak terikat terhadap gawai. Hal ini menyebabkan perkembangan anak terdampak dilihat dari hasil ATP hanya sebesar 1,625 (Tingkat Impulsif). Anak sulit untuk berbaur dengan lingkungannya, sulit fokus, dan mengontrol emosinya. Ditemukan juga gawai menjadikan kreativitas anak menjadi lebih berkembang. Penelitian ini menekankan mengenai pentingnya pengawasan orang tua dan guru dalam penggunaan gawai untuk meminimalkan dampak negatif pada perkembangan anak

    Aspek-Aspek Perkembangan Remaja Yang Dipengaruhi Oleh Kelekatan Antara Orang Tua Dan Remaja

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek perkembangan remaja yang dipengaruhi oleh kelekatan antara orang tua dan anak. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode Systematic Literature Review. Pengumpulan data menggunakan database Google Scholar untuk mencari sumber literatur. Kriteria inklusi adalah artikel dari tahun 2020-2025 dengan menggunakan bahasa Indonesia, artikel pimer, dan fulltext. Terdapat 10 artikel yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi PICOS framework. Hasil kajian menunjukkan adanya pengaruh kelekatan orang tua dan remaja terhadap aspek-aspek perkembangan yang terdiri dari perkembangan fisik, emosi, kognitif, sosial, moral, dan identitas. Komunikasi dan kepercayaan menjadi salah satu dasar kelekatan antara orang tua dengan remaja

    Tindak Pidana Dengan Sengaja Dan Tanpa Hak Membuat Dapat Diaksesnya Dokumen Elektronik Yang Memiliki Muatan Melanggar Kesusilaan

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang kekurang jelasan makna pada Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Rumusan masalah ini tidak menjelaskan apa yang dimaksud unsur atau frasa “kesusilaan” yang terdapat dalam pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kejelasan makna dalam pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis normatif. Temuan dalam penelitian ini yang dimaksud Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bermuatan Melanggar Kesusilaan yang dapat dikategorikan sebagai penegakan hukum bagi pelaku tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak membuat dapat diaksesnya dokumen elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan dengan menganalisis Putusan Pengadilan dengan perkara Nomor: 71/Pid.Sus/2021/PN Pwt terdakwa Ade Prasetyo

    Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan dan menelaah kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar peserta didik kelas IV di SD Kanisius Bedono melalui model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang di mana masing-masing siklus terdapat dua pertemuan. Hasil observasi pada siklus I menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik masih dalam kategori rendah yaitu dengan rata-rata 58 dan hanya terdapat 12,5% peserta didik yang mampu mencapai KKTP. Namun, saat pelaksanaan siklus II terjadi peningkatkan dengan rata-rata nilai kemampuan berpikir kritisnya menjadi 84,5% dan 95,8% peserta didik yang mampu mencapai KKTP, karena pada siklus II penerapan model Problem Based Learning (PBL) lebih tersturktur. Model Problem Based Learning (PBL) mampu mendorong peserta didik untuk lebih aktif dalam berdiskusi secara berkelompok, mengidentifikasi dan memecahkan masalah nyata, serta saling bertukar pikiran dengan teman sekelas. Penelitian ini menjelaskan betapa pentingnya menggunakan model pembelajaran yang inovatif karena untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis di usia sekolah dasar. Peneliti berharap, sekolah dapat menerapkan model PBL secara konsisten untuk menambah pengalaman lebih bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik.The purpose of this study is to enhance and ezamine the critical thinking skills and learning outcomes of fourth-grade student at SD Kanisius Bedono through the Problem-Based Learning (PBL) model in the Pancasila Education subject. This research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings. The observation students at SD Kanisius Bedono through the Problem-Based Learning (PBL) model in the Pancasila Education subject. This research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of two meetings. The observations in the first cycle indicated that students' critical thinking skills were still in the low category, with an average score of 58, and only 12.5% of students were able to achieve the Minimum Mastery Criteria (KKTP). However, in the second cycle, there was an improvement, with the average critical thinking skill score increasing to 84.5%, and 95.8% of students successfully reaching the KKTP, due to a more structured implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in this cycle. The PBL model effectively encouraged students to actively engage in group discussions, identify and solve real-world problems, and exchange ideas with their classmates. This study highlights the importance of using innovative learning models to improve the quality of education, particularly in enhancing critical thinking skills at the elementary school level. The researcher hopes that schools will consistently implement the PBL model to provide students with a more meaningful and enjoyable learning experience

    Pemenuhan Hak Rehabilitasi dalam Transfer of Sentenced Person Menurut The Nelson Mandela Rules

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum guna menemukan pemenuhan hak rehabilitasi bagi narapidana melalui mekanisme Transfer of Sentenced Person yang diatur dalam The Nelson Mandela Rules. Tujuan utama dari pemindahan ini adalah untuk memfasilitasi rehabilitasi sosial dan reintegrasi narapidana dengan memindahkan mereka ke negara asal, yang memungkinkan mereka untuk menjalani hukuman lebih dekat dengan keluarga dan budaya mereka. Dalam perspektif The Nelson Mandela Rules, yang menekankan pentingnya perlakuan manusiawi dan akses rehabilitasi yang adil bagi narapidana, pemindahan ini dapat dianggap sebagai langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan sosial narapidana. Hasil penelitian ini menerangkan adanya pemenuhan pemenuhan hak untuk mendukung rehabilitasi dalam keberhasilan pemindahan narapidana. Pelaksanaan pemindahan sangat bergantung pada komitmen negara-negara dalam menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia dan standar internasional yang tercantum dalam The Nelson Mandela Rules

    Perancangan Musik Video "Mayfly" Sebagai Media Promosi Idol Group Oriana

    Full text link
    Idol atau Aidoru (アイドル) merupakan istilah atau kata lain dari Idola di Jepang yang bisa diartikan sebagai artis terkenal yang dapat berkiprah dalam berbagai bidang. Idol Oriana merupakan Idol Lokal berasal dari Solo yang telah melakukan debutnya pada tanggal 28 Agustus 2023. Namun hingga saat ini Oriana Idol hanya memiliki karya lagu original saja yang berjudul Mayfly dan Oriana Idol ingin lebih dikenal masyarakat yang lebih luas. Oriana juga ingin membuat sebuah musik video lagu “Mayfly” guna untuk mempromosikan Idol Oriana lebih luas lagi. Oleh karena itu, perancangan ini dibuat untuk membuat sebuah musik video sebagai media promosi Idol Oriana. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah musik video sebagai media promosi. Musik video yang berfokus pada penampilan koreografi dari lagu “Mayfly” dan visual dari member, dengan diberi sebuah alur cerita pendek. Perancangan ini menjadi solusi dari Oriana untuk mempromosikan Idol Oriana lebih jauh lagi

    12,513

    full texts

    14,517

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Satya Wacana Christian University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇