Rumah Jurnal Kampus Melayu
Not a member yet
    593 research outputs found

    Sistem Pendidikan Suku Asli Melayu Kecamatan Bantan

    Get PDF
    This research is motivated by the fact that the Indigenous Malay people living in Bantan District can be considered isolated, remote, and inland, with limited access to educational facilities provided by the government. The Indigenous Malay people have become complacent with their current conditions and situation. The aim of this research is to determine the level of educational awareness among the Indigenous Malay people in Bantan District, Bengkalis Regency, and the factors contributing to their educational backwardness. Additionally, the research seeks to identify an appropriate educational concept to change the Indigenous Malay people's paradigm regarding the importance of education for their well-being. The method used in this research is qualitative research. The data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The results show that educational participation among the indigenous community in Bantan District for primary education is relatively significant, reaching 80 percent of the total school-age children. For junior high school education, participation is also quite high at 65 percent. However, the participation rate for high school education is relatively low, at only 45 percent. Although primary education participation is generally good, there is still a significant dropout rate, with children often leaving school when they reach the third or fourth grade. Factors contributing to the educational backwardness of the Indigenous Malay people in Bantan District include peer influence from those not attending school, weak economy, low motivation, lack of parental encouragement, low self-confidence, and insufficient educational infrastructure. The educational concept proposed for the Indigenous Malay community in Bantan District is the Indigenous Education Concept. The indigenous learning system is a system used by traditional communities to maintain and preserve their social systems for their survival.This research is motivated by the fact that the Indigenous Malay people living in Bantan District can be considered isolated, remote, and inland, with limited access to educational facilities provided by the government. The Indigenous Malay people have become complacent with their current conditions and situation. The aim of this research is to determine the level of educational awareness among the Indigenous Malay people in Bantan District, Bengkalis Regency, and the factors contributing to their educational backwardness. Additionally, the research seeks to identify an appropriate educational concept to change the Indigenous Malay people's paradigm regarding the importance of education for their well-being. The method used in this research is qualitative research. The data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The results show that educational participation among the indigenous community in Bantan District for primary education is relatively significant, reaching 80 percent of the total school-age children. For junior high school education, participation is also quite high at 65 percent. However, the participation rate for high school education is relatively low, at only 45 percent. Although primary education participation is generally good, there is still a significant dropout rate, with children often leaving school when they reach the third or fourth grade. Factors contributing to the educational backwardness of the Indigenous Malay people in Bantan District include peer influence from those not attending school, weak economy, low motivation, lack of parental encouragement, low self-confidence, and insufficient educational infrastructure. The educational concept proposed for the Indigenous Malay community in Bantan District is the Indigenous Education Concept. The indigenous learning system is a system used by traditional communities to maintain and preserve their social systems for their survival

    Faktor - faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (Studi kasus pada gorengan Mas Noto di Kefamenanu)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian gorengan mas Noto di kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian yang menggunakan analisis kuantitatif dengan data primer juga sekunder terkait variabel selera, keputusan pembelian gorengan, dan lokasi. Hasil dari penelitian ini adalah melalui upaya pengembangan industri kecil di kota Kefamenanu, maka dapat menjadikan orientasi pada usaha perbaikan dan pening-katan taraf hidup rakyat, dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan sebagai modal dasar pembentuk usaha yang efektif

    Implementasi Simple Linear Regression untuk meramalkan Perkembangan Project Financing Sukuk

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model simple linear regression  yang dapat digunakan untuk meramalkan perkembangan project financing sukuk di Indonesia berdasarkan data pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2021. Simple Linear Regression adalah salah satu model peramalan berdasarkan pengaruh antara satu variabel independent terhadap variabel dependent. Variabel yang digunakan adalah variabel jumlah penerbitan sukuk negara dan variabel perkembangan project financing sukuk negara. Dari kedua variabel tersebut akan dilakukan proses analisis pengaruh jumlah penerbitan sukuk negara terhadap perkembangan project financing sukuk negara dimasa mendatang. Hasil penelitian menunjukkan nilai MAPE sebesar 5.9 % yang berarti bahwa persamaan regresi yang diperoleh memiliki kategori sangat akurat dalam memprediksi  Perkembangan Project Financing Sukuk

    Meninjau Kembali Ilmu Makki-Madani (Refleksi Filosofis)

    Get PDF
    Upaya untuk mempelajari al-Quran secara menyeluruh merupakan suatu dorongan yang kuat bagi ulama-ulama kaum muslimin terdahulu, bahkan hingga sekarang. Ranting-ranting ilmu yang menopang agar al-Qur’an bisa dikaji secara keseluruhan menjadi perhatian dan dikembangkan, termasuk ilmu Makki dan Madani. Sebagai ranting dari ilmu ulumul Qur’an, tentunya ia dapat ditelaah berdasarkan ilmu pengetahuan yang bertumpu pada tiga cabang filsafat yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Landasan ontologi berkaitan dengan pemahaman seseorang tentang kenyataan, landasan epistemologi memberikan pemahaman tentang sumber dan sarana pengetahuan manusia, dan aksiologi yang memberikan suatu pemahaman tentang nilai hubungan kualitas objek dengan subjek. Dalam kajian ini didapati bahwa ilmu Makki dan Madani walaupun secara teori tidak didapati definisi sekaligus pengertian yang final, namun justru di situlah letak keunikan dan kemanfaatannya yang tidak bisa dinafikan. Pada gilirannya, kajian tentang ayat Makki dan Madani masih relevan untuk dibahas hingga hari ini

    Tradisi Sosial Keagamaan Masyarakat Pulau Bengkalis dalam menyambut serta memeriahkan Ramadhan dan Idul Fitri

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tradisi sosial keagamaan yang ada di Pulau Bengkalis dalam menyambut serta memeriahkan Ramadhan dan Idul Fitri. 3 orang narasumber dari setiap desa dan kelurahan diwawancarai untuk mengetahui ragam, cara dan tujuan tradisi tersebut diadakan. Di temukan 8 macam tradisi sosial keagamaan yang dilakukan masyarakat pulau bengkalis yaitu kenduri, ziarah kubur, petang megang/balimau kasai, gotong royong, memasang lampu colok, nuzulul qur’an, takbiran dan bara’an. Untuk setiap kegiatan disertakan dalil Al-Qur’an atau Hadis yang mungkin berkaitan atau bahkan menjadi motivasi pelaksanaan tradisi tersebut

    Implementasi Pendidikan Humanis Religius Pada Pendidikan Dasar Islam

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan humanis religius pada pendidikan dasar Islam. Praktek di lapangan menunjukkan bahwa masih kerap ditemukan model pembelajaran yang kurang menyenangkan sehingga peserta didik merasa kurang nyaman disekolah hingga berakhir melakukan tindak kekerasan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literatur (library research). Data dikumpulkan dari berbagai buku, majalah, koran, jurnal, dan sumber literatur yang lain. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mendapatkan pola dari data yang didapatkan. Hasil dari penelitianini  menunjukkan bahwa melalui pendidikan yang memanusiakan manusia dapat mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan membuat peserta didik merasa aman dan betah. Oleh karena itu, implementasi pendidikan humanis religius pada pendidikan dasar Islam merupakan keharusan demi terciptanya pendidikan dan pembelajaran yang humanis dan harmonis. Keberhaislan penerapan pendidikan humanis religius dalam pendidikan dasar Islam dipengaruhi oleh peran guru dalam mengajar, metode yang digunakan, materi yang disampaikan serta evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa baik dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor

    Analisis Peran Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam Mensejahterakan Masyarakat di Desa Wonosari Kecamatan Bengkalis

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine whether the role of Small and Medium Enterprises (UKM) is able to prosper the community, the inhibiting factors of Small and Medium Enterprises (UKM) in Wonosari Village, Bengkalis District in developing their business. The research method is descriptive quantitative which aims to systematically and accurately describe the facts of the population. The population in this study amounted to 28 business actors. Data collection techniques using a questionnaire (questionnaire) and documentation. The data analysis technique uses quantitative data analysis techniques using the SPSS application. The results of the study to determine whether the role of Small and Medium Enterprises (UKM) is able to prosper the community, seen from the determination coefficient test of 0.656% = 65.6%. 34.4% (100% -65.6%) influenced by other variables outside this study. The regression coefficient value of the Role of Business Actors is 0.596.This means that the role of business actors is fixed and has an increase, then the Welfare of the Community in Wonosari Village will increase by 0.596. Keywords: Small and Medium Enterprises, UKM

    Kedudukan Kejaksaan dan Pengisian Jabatan Jaksa Agung dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia

    Get PDF
    The Attorney General's Office of the Republic of Indonesia is a government institution that exercises state power in the field of prosecution and other powers based on law. Attorney General who is the leader and highest person in charge of the prosecutor's office who leads, controls the implementation of the duties and authorities of the prosecutor's office. As a law enforcement agency under the executive power and the position of Attorney General who is appointed, dismissed, and accountable to the President, this state institution is not independent in exercising its authority. This research uses normative legal research. The source of the data used in this thesis is collection through literature research, namely by examining secondary data in the form of books, laws and regulations, papers related to this writing. The results of this study conclude that the public prosecutor's office is in the executive realm to make this institution easy for executive power to intervene. Based on this research, the Attorney General's Office exercises authority related to judicial power, but this institution enters the executive realm and filling the position of Attorney General is the President's prerogative. Therefore, the authors recommend changes to the position of the Attorney General's Office and filling the position of Attorney General with changes to the constitution or changes to the prosecutor's law. This is to create an independent prosecutor's office in exercising its authority free from influence and interference from any power. Keywords: Position and Position, Attorney General's Office and Attorney General, Independent

    Rahasia Ilahiyah Keutamaan Kafaah (Setara) Antara Pasangan Pernikahan Menurut Pemahaman Ulama Fiqih Mazhab Syafi’iyah Dan Hanabilah

    Get PDF
    Perkawinan adalah konsep hidup berpasangan yang dibenarkan dan dianjurkan untuk dikembangkan dalam kehidupan keluarga. Sebelum melangsungkan perkawinan, perlunya adanya pertimbangan kafaah dalam memilih calon suami dan isteri untuk dijadikan pilihan pasangan hidupnya dengan baik dan tepat. Agar lebih mengetahui hikmah dari disyariatkannya kafaah, maka diperlukan penjabaran bagaimana rahasia Ilahiyah keutamaan kafaah antara pasangan pernikahan menurut pemahaman ulama fiqih mazhab Syafi’iyah dan Hanabilah. Penelitian ini merupakan Library Reasearch dengan metode analisisnya adalah penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan kepustakaan, yaitu melakukan kajian dan analisis terhadap bahan-bahan yang bersumber dari kepustakaan, yaitu buku, jurnal, hasil penelitian dan sejenisnya. Sifat penelitian ini termasuk dalam deskriptif-analitik, dimana peneliti menggambaran bagaimana teori pemberdayaan secara umum, dan dilanjutkan dengan penjelasan nilai maslahat dalam pemberdayaan tokoh agama berdasarkan teori pemberdayaan dan konsep dalam Islam. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas ulama fiqih yakni : ulama mazhab Maliki, Syafi’i, Abu Hanifah dan satu riwayat dari Imam Ahmad berpendapat bahwa kafaah tidak termasuk dalam syarat pernikahan, dalam arti kafaah itu hanya semata keutamaan dan tetap sah pernikahan antara orang yang tidak sepadan. Menurut ulama Syafi’i yang menjadi kriteria dalam kafaah adalah kualitas keberagamaan, nasab atau kebangsaan, usaha atau profesi, kemerdekaan diri dan bebas dari cacat. Para ulama bersepakat, bahwa kualitas agama sebagai kreteria utama dalam kafaah

    Telaah Manajemen Masjid Raya Kelurahan Damon Kabupaten Bengkalis

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen kepengurusan Masjid Raya Kelurahan Damon Kabupaten Bengkalis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapum teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pendekatan (interaksi) antar pengurus dan jamaah, pembangunan fisik masjid untuk fasilitas jamaah, masih terlihat jamaah yang belum mematuhi aturan cara berpakaian ketika masuk ke masjid, lingkungan masjid yang terpelihara dan terawatt, keterbukaan pengelolaan keuangan masjid, adanya admnistrasi (undangan) untuk kegiatan masjid, masjid terbebas dari najis dengan melakukan pembersihan setiap harinya, pelaksanaan sholat wajib berupa belum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), terbentuknya dan terlaksananya pengeloaan zakat. Kemudian dari itu,  masjid juga dijadikan sebagai fasilitas untuk membudayakan tradisi Melayu berupa latihan group Kompang

    471

    full texts

    593

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Kampus Melayu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇