Rumah Jurnal Kampus Melayu
Not a member yet
593 research outputs found
Sort by
Analysis of Compliance Companies in Paying BPJS Employment Contributions
This study aims to determine the level of compliance of companies in the Semarang city in paying BPJS Employment contributions and the factors that influence it. By using the percentage analysis model of Arikunto's qualitative conclusion technique which is aligned with the empirical legal approach of das sein, data is obtained that as many as 179,287 companies in Semarang City, 11,013 of them (6.1%) have complied with registering their workers into the BPJS Employment program. Meanwhile, companies that have complied in paying BPJS Employment contributions on time are 7,603 companies (64.1%). So it can be concluded that the level of compliance of companies in the city of Semarang in paying BPJS Employment contributions is high. However, the compliance level of BPJS Employment participation by companies in the city of Semarang is still very low. So that most of the workers in the city of Semarang are still not protected by their social security rights. As for the factors that affect compliance, namely, (1) There is a perception that employees will get social security, (2) There is an expectation that it will be easier to administer permits, and (3) So that they are not subject to sanctions. The factors that influence non-compliance are, (1) Lack of knowledge of the procedures for payment of contributions, (2) Unsupportive attitude towards policies, and (3) Stability of the company's financial condition which is declining
Uji Isi Informasi Pilpres 2019 Melawan Pasar Modal Indonesia
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui reaksi pasar modal terhadap peristiwa pemilihan Presiden di Indonesia tahun 2019 yang diteliti dengan menggunakan variabel aktivitas volume perdagangan dan Transaksi Harian Investor Asing. Penelitian ini menggunakan pendekatan event study dengan event window 21 hari. Tidak ada sampel dalam penelitian ini karena penulis melihat pengaruh pemilihan presiden terhadap pasar modal secara keseluruhan. Dari hasil uji normalitas diketahui bahwa data berdistribusi normal, sehingga metode uji hipotesis yang digunakan adalah uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tidak ada reaksi pasar yang signifikan dilihat dari aktivitas volume perdagangan secara keseluruhan sebelum dan sesudah peristiwa pemilu. (2) tidak ada reaksi pasar yang signifikan dilihat dari transaksi harian investor asing sebelum dan sesudah pemilihan presiden 2019
Al-Risalah al-Mufassalah li Ahwal al-Muta’allimin al-Qabisi: Pendidikan Anak Perspektif Psikologi dan Syariah
Khazanah pemikiran klasik tentang pendidikan perlu digali kembali untuk dipelajari agar dapat diikuti oleh pemikir selanjutnya. Seorang tokoh dalam dunia pendidikan Islam, yaitu al- Qabisi, seorang pemikir cerdas pendidikan yang masanya merupakan seorang pendidik dan juga dikenal sebagai seorang ulama yang berakhlak mulia. Keluasan ilmunya dibarengi dengan ketekunan dalam beribadah dan budi pekerti mulia mengakibatkan hal yang diajarkannya dapat diterima dengan mudah. Kajian tentang pendidikan karakter pada anak menjadi perhatian serius dalam tercapainya pendidikan bagi generasi yang akan datang. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik untuk dikaji dan dikaitkan dengan pemikiran (gagasan) al-Qabisi dalam mendidik anak ditinjau dari perspektif psikologi dan ilmu syariah. Penelitian ini menggunakan metode library research. Hasil penelitian menunjukkan penanaman karakter dan nilai-nilai hidup yang luhur (sesuai psikologi dan syariah) kepada anak menjadi modal dasar bagi mereka dalam menjalani kehidupan pada masa mendatang. Selain itu model seorang pendidik menjadi sesuatu yang penting dalam memberikan pengaruh positif pada anak didiknya
Metode Pembelajaran Efektif dan Efisien
Some Arabic teachers complain about their role as Arabic teachers and the ineffectiveness of learning in the classroom. Among the things that can cause are: Teachers don't know the concept of effective and efficient learning, how to streamline learning and organize effective learning. As a result, learning is only done by transfer of knowledge (knowledge transfer) the importance in learning, especially Arabic language teachers, to find out how to make the learning more effective.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Pasar Terubuk Kabupaten Bengkalis
The purpose of this research is to determine the effect of capital, working hours and location on the income of marketeer in Terubuk market, Bengkalis Regency either partially or simultaneously. The results of this study indicate that capital has a significant effect on the income of market marketeers with tcount = 2.310> 1.998 = ttable, and sig = 0.024 <0.05. Working hours have a significant effect on the income of market marketeers with tcount = 2.261> 1.998 = ttable, and sig = 0.027 <0.05. Location has a significant effect on market marketeer's income with tcount = 3.391> 1.998 = ttable, and sig = 0.000 <0.05. And simultaneously capital, working hours and location have a positive and significant effect on the income of market marketeers with a value of F = 68.842> 2.76 (F0.025 (3:67) = 2.76) and sig = 0.000 <0.05. The conclusions from the results of this study indicate that capital, working hours and location partially and simultaneously have a positive and significant market marketeer in Terubuk, Bengkalis Regency. Keywords: Capital, Working Hours, Location, Income and Terubuk Market
Peningkatan Potensi Minat Baca Al-Qur’an Pada Anak-Anak Di TPQ Islamiyah Desa Pematang Duku
Kemahiran membaca Al-Quran merupakan satu keperluan bagi setiap umat Islam karena tanpa penguasaan ilmu Al-Quran dari aspek bacaan yang baik akan menyebabkan perlaksanaan ibadah Islam yang lain tidak dapat dijalankan secara sempurna. Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi potensi minat baca al-qur’an pada anak-anak di TPQ Islamiyah Desa Pematang Duku, factor-faktor apa yang mempengaruhi menurun nya minat baca Al-Qur’an dan apa saja strategi yang diperlukan dalam meningkatkan potensi minat baca al-qur’an pada anak-anak di TPQ Islamiyah Desa Pematang Duku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi Berdasarkan dapatan hasil penelitian diperoleh bahwa banyak faktor yang kiranya dapat menurunkan potensi minat baca al-qur’an anak-anak TPQ Islamiyah Desa Pematang Duku. Diantaranya adalah : faktor lingkungan tempat belajar tersebut dan faktor media pembelajaran.Strategi dalam meningkatan potensi minat baca al-qur’an anak-anak di TPQ Islamiyah Desa Pematang Duku: Guru harus segera menyiapakan pembangunan TPQ tersebut, agar siswa merasa aman dan nyaman ketika membaca al-qur’an, guru mengajar menggunakan berbagai media pembelajaran, guru harus selalu menekankan kepada siswa agar belajar lebih aktif dan giat terhadap materi baca al-Qur’an, guru menguasai materi yang diajarkan, guru selalu mampu mengatasi permasalahan yang dialami oleh anak, guru membaca terlebih dahulu, kemudian disusul anak murid, murid membaca didepan guru, sedangkan guru menyimaknya, dan guru mengulang-ngulang bacaan, sedangkan anak atau murid menirukannya kata per kata dan kalimat per kalimat juga secara berulang-ulang.
Metode Pembelajaran Nilai-Nilai Keagamaan Bagi Anak Usia Dini
Keinginan para imigran Muslim di Belanda untuk mengenyam pendidikan berbasis budaya dan agama dapat dipahami sebagai upaya untuk melindungi budaya dan identitas mereka sebagai Muslim. Upaya mereka untuk mendirikan madrasah di negeri ini, meskipun dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara, namun pada tataran praktis seringkali sulit diwujudkan. Reaksi dari luar komunitas Muslim dalam masyarakat Belanda seringkali negatif terhadap pendidikan Islam. Pendapat yang saling bertentangan itu kritis dan menganggap pendidikan Islam di Belanda tidak diinginkan karena dapat memperlambat proses integrasi ke dalam masyarakat Belanda. Tulisan ini mengeksplorasi pendidikan Islam di Belanda dari perspektif sejarah, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan realisasinya oleh imigran Muslim di negara ini, dan membahas peran pendidikan Islam dalam masyarakat Belanda.Manusia dilahirkan dalam keadaan suci (fithrh), dan sekaligus membawa potensi kebaikan yang dapat dikembangkan melalui metode-metode pembelajaran yang ada. sehingga pada akhirnya terbentuklah Insan Kamil yang telah terpaterikan dan menyandang prediket sebagai makhluq terbaik ciptaan Allah Taala. Namun demikian, sepanjang proses perkembangan kehidupannya makhluq Tuhan yang bernama manusia ini belum tentu mereka menjadi manusia baik, hal ini dikarenakan dalam kehidupannya senantiasa mengalami perubahan-perubahan dan sangat memungkinkan predikat (sebaik-baik ciptaan) bisa saja berubah menjadi makhluq Tuhan yang paling rendah derajadnya. (Asfala Safiliin) Informasi ini hadir sebagai sarana nyata yang dapat membantu para pendidik untuk menjadikan Anak Usia dini (AUD) sebagai insan yang memiliki karakter ke-agamaan yang baik dan kedepan diharapkan mereka mampu menghadapi (hidup di dalam dan menghadapi dunianya dengan berbekal nilai-nilai ke-agamaan).. Karenanya pendidikan dan juga pembelajaran nilai-nilai keagamaan ini merupakan proses fasilitasi yang dilakukan oleh pendidik kepada terdidik (AUD) dalam kerangka proses internalisasi nilai-nilai kebaikan pada diri seseorang khususunya Anak Usia Dini
Peranan Pendidikan Islam dalam Merekontruksi Indentitas Muslim di Belanda
Keinginan para imigran Muslim di Belanda untuk mengenyam pendidikan berbasis budaya dan agama dapat dipahami sebagai upaya untuk melindungi budaya dan identitas mereka sebagai Muslim. Upaya mereka untuk mendirikan madrasah di negeri ini, meskipun dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara, namun pada tataran praktis seringkali sulit diwujudkan. Reaksi dari luar komunitas Muslim dalam masyarakat Belanda seringkali negatif terhadap pendidikan Islam. Pendapat yang saling bertentangan itu kritis dan menganggap pendidikan Islam di Belanda tidak diinginkan karena dapat memperlambat proses integrasi ke dalam masyarakat Belanda. Tulisan ini mengeksplorasi pendidikan Islam di Belanda dari perspektif sejarah, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan realisasinya oleh imigran Muslim di negara ini, dan membahas peran pendidikan Islam dalam masyarakat Belanda.Keinginan para imigran Muslim di Belanda untuk mengenyam pendidikan berbasis budaya dan agama dapat dipahami sebagai upaya untuk melindungi budaya dan identitas mereka sebagai Muslim. Upaya mereka untuk mendirikan madrasah di negeri ini, meskipun dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara, namun pada tataran praktis seringkali sulit diwujudkan. Reaksi dari luar komunitas Muslim dalam masyarakat Belanda seringkali negatif terhadap pendidikan Islam. Pendapat yang saling bertentangan itu kritis dan menganggap pendidikan Islam di Belanda tidak diinginkan karena dapat memperlambat proses integrasi ke dalam masyarakat Belanda. Tulisan ini mengeksplorasi pendidikan Islam di Belanda dari perspektif sejarah, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan realisasinya oleh imigran Muslim di negara ini, dan membahas peran pendidikan Islam dalam masyarakat Belanda
Implementasi Evaluasi Pendidikan (الفتنة, البلاء, العدد, الاحصاء, المسؤل) di SMP Hang Nadim Malay School Batam
Al-Qur’an telah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap masalah evaluasi pendidikan dengan berbagai istilah seperti: al-ma’sul, al-ihsha’, al-‘adad, al-bala’, al-fitnah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi evaluasi pendidikan pada jenjang pendidikan sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dengan wawancara dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan evaluasi pendidika di SMP Hang Nadim Malay School secara konsep telah relevan, namun dalam prakteknya belum sistematis. Sementara fasilitas sekolah sangat mendukung evaluasi pendidikan, sehingga dalam hal evaluasi masih diperlukan pelatihan yang lebih holistik dan komprehensif.Al-Qur’an telah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap masalah evaluasi pendidikan dengan berbagai istilah seperti: al-ma’sul, al-ihsha’, al-‘adad, al-bala’, al-fitnah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi evaluasi pendidikan pada jenjang pendidikan sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dengan wawancara dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan evaluasi pendidika di SMP Hang Nadim Malay School secara konsep telah relevan, namun dalam prakteknya belum sistematis. Sementara fasilitas sekolah sangat mendukung evaluasi pendidikan, sehingga dalam hal evaluasi masih diperlukan pelatihan yang lebih holistik dan komprehensif
Zikir dalam Perspektif Buddha dan Islam
Zikir is one of the methods used by sufi scholars to be able to revive the heart from death because a heart that does not remember the majesty of Allah is considered dead by the sufis. However, the perspective of zikir in Buddhism is still little known by the public. This lack of understanding shows that the term zikir in Buddhism is still a bit foreign so that many people, especially Buddhists, do not understand the perspective of zikir itself. The purpose of writing this article is to find out about zikir from a Buddhist and Islam perspective. This study used a descriptive qualitative method. Based on the data analysis carried out, it was concluded that zikir is reciting the name of Allah and praying with concentration or ritual verbal worship, which is not tied to time, place or circumstances, and if humans are busy doing it, zikir produces knowledge and vision in themselves, because zikir in its basic context is included in the verbal category. The perspective of zikir in Buddhism (Theravada) is similar to that of sufi meditation in Islamic religion. The difference is only in the form activity and the naming of the training terms. The difference between the two lies in the prescribed meditation subject.Zikir is one of the methods used by sufi scholars to be able to revive the heart from death because a heart that does not remember the majesty of Allah is considered dead by the sufis. However, the perspective of zikir in Buddhism is still little known by the public. This lack of understanding shows that the term zikir in Buddhism is still a bit foreign so that many people, especially Buddhists, do not understand the perspective of zikir itself. The purpose of writing this article is to find out about zikir from a Buddhist and Islam perspective. This study used a descriptive qualitative method. Based on the data analysis carried out, it was concluded that zikir is reciting the name of Allah and praying with concentration or ritual verbal worship, which is not tied to time, place or circumstances, and if humans are busy doing it, zikir produces knowledge and vision in themselves, because zikir in its basic context is included in the verbal category. The perspective of zikir in Buddhism (Theravada) is similar to that of sufi meditation in Islamic religion. The difference is only in the form activity and the naming of the training terms. The difference between the two lies in the prescribed meditation subject