Rumah Jurnal Kampus Melayu
Not a member yet
    593 research outputs found

    Analisis Proses Intregrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Bahasa Arab Pada Masa Covid 19

    No full text
      Teaching and learning activities take place online due to the covid 19 pandemic. This also cause character education to be less than optimal. Therefore, the purpose of this discussion is to find out to what extent character education is applied In learning during covid 19 pandemic. This research uses literature review or library research and descriptive approach and the method used is the data collection method or by qualitative data analysis in the form of data reduction, data presentation and drawing conclusions from several journal and articles. The results of the research show the values applied by the teacher in the from of sosial spiritual values , knowledge value, skill value however   Kegiatan belajar mengajar  berlangsung secara  daring di karenakan pandemi covid 19. Hal ini juga menyebabkan pendidikan karakter menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pendidikan karakter itu di terapkan dalam pembelajaran pada masa pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka atau library research dan pendekatan deskriptif serta metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data  atau dengan  analisis data kualitatif berupa reduksi data , penyajian data  dan penarikan kesimpulan  yang bersumber dari beberapa jurnal dan artikel. Hasil penelitian menunjukkan nilai nilai yang di terapkan para pengajar berupa nilai sosial, nilai spiritual, nilai pengetahuan, nilai keterampilan

    Sistem Ideologi Manajemen Pendidikan Kader Muhammadiyah

    Get PDF
    Masa depan Persyarikatan Muhammadiyah tidak akan terlepas dari upaya untuk meneruskan cita-cita dan keyakinan hidupnya terutama bagi para angkatan muda untuk nantinya berperan sebagai pelopor dalam penyempurnaan amal usaha yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar tentunya membutuhkan kader penerus untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Pengkaderan merupakan jantungnya organisasi, dimana keberlangsungan suatu organisasi, sangat tergantung dari seberapa komitmen para pengurus organisasi tersebut melaksanakan pengkaderan. Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana sistem ideologi manajemen pendidikan kader dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka proses studi literatur yang dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya adalah pencarian sumber data berdasarkan topik garis besar, pengelompokkan sumber data serta perbandingan data yang saling berhubungan. Hasil penelitian yang diperoleh menegaskan bahwa proses pengkaderan yang dikembangkan berdasarkan sistem ideologi Muhammadiyah, diharapkan dapat menghasilkan perubahan perilaku dan tindakan. Sistem Perkaderan Muhammadiyah dapat dilakukan melalui jalur keluarga, AUM, Ortom, dan jalur khusus MPK. Bentuk kaderisasi di Muhammadiyah ada yang bersifat formal dan non formal. Sistem kaderisasi formal sendiri terbagi menjadi pengkaderan utama dan pengkaderan fungsional. Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM) harus berorientasi pada manajemen pendidikan kader yang efektif dan efisien yang kemudian menjadi dasar dari pelaksanaan kegiatan perkaderan.Masa depan Persyarikatan Muhammadiyah tidak akan terlepas dari upaya untuk meneruskan cita-cita dan keyakinan hidupnya terutama bagi para angkatan muda untuk nantinya berperan sebagai pelopor dalam penyempurnaan amal usaha yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar tentunya membutuhkan kader penerus untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Pengkaderan merupakan jantungnya organisasi, dimana keberlangsungan suatu organisasi, sangat tergantung dari seberapa komitmen para pengurus organisasi tersebut melaksanakan pengkaderan.. Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana sistem ideologi manajemen pendidikan kader dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka roses studi literatur yang dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya adalah pencarian sumber data berdasarkan topik garis besar, pengelompokkan sumber data serta perbandingan data yang saling berhubungan. Hasil penelitian yang diperoleh menegaskan bahwa proses pengkaderan yang dikembangkan berdasarkan sistem ideologi Muhammadiyah, diharapkan dapat menghasilkan perubahan perilaku dan tindakan. Sistem Perkaderan Muhammadiyah dapat dilakukan melalui jalur keluarga, AUM, Ortom, dan jalur khusus MPK. Bentuk kaderisasi di Muhammadiyah ada yang bersifat formal dan non formal. Sistem kaderisasi formal sendiri terbagi menjadi pengkaderan utama dan pengkaderan fungsional. Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM) harus berorientasi pada manajemen pendidikan kader yang efektif dan efisien yang kemudian menjadi dasar dari pelaksanaan kegiatan perkaderan

    PELAKSANAAN PROSES PERADILAN ANAK DALAM PANDANGAN HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA (Studi Kasus Perkara Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Bls)

    Get PDF
    Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) mendefinisikan anak dibawah umur sebagai anak yang telah berumur 12 tahun tetapi belum berumur 18 tahun dan membedakan anak yang terlibat dalam suatu tindakan pidana dalam tiga kategori: Anak yang menjadi pelaku tindak pidana (pasal 1 angka 3 UU Sistem Peradilan Pidana Anak), Anak yang menjadi korban tindak pidana (Anak korban) pasal 1 angka 4 UU Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Anak yang menjadi saksi tindak pidana (saksi anak) pasal 1 angka 5 UU Sistem Peradilan Pidana Anak. Persoalan Anak yang banyak terjadi salah satunya pada perkara Nomor 10/Pid-Sus-Anak/2022/Pn. Bls yang dimana Anak dan Korban dikategorikan sebagai Anak dibawah umur. Hasil penelitian ini bahwa Kemaslahatan terhadap Anak yang melakukan Tindak Pidana lebih diutamakan sesuai pada Putusan Pengadilan Negeri dan hal-hal yang meringankan Anak, hal ini sejalan antara Hukum Positif dan Hukum Islam di Indonesia

    Implementasi Model Pembelajaran Picture and Picture dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VII di MTs YPPI Bengkalis

    No full text
    Penelitian ini mengangkat judul implementasi model pembelajaran Picture and Picture dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII di MTs YPPI Bengkalis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inovasi terhadap pelaksanaan pembelajaran. Adapun alasan peneliti memilih judul ini dikarenakan masih ditemui beberapa tenaga pendidik yang belum secara konsisten menggunakan model pembelajaran inovatif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yaitu dengan pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan uji t-test untuk melihat perbandingan nilai pretest dan posttest siswa. Hasil analisis dengan menggunakan uji t-test menunjukkan bahwa signifikansi < cronbach’s alpha yaitu 0,00 < 0,05 yang artinya telah ada perubahan yang signifikan. Sementara itu hasil uji t-test juga menunjukkan perbedaan rata-rata nilai pretest dan posttest siswa yaitu pretest sebesar 53,06 dan posttest sebesar 68,61 atau telah terjadi peningkatan sebesar 15,55. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII di MTs YPPI Bengkalis

    Using the "Nahwu Wadhih Book" for learning Arabic language rules in the third grade at the Nurul Hidayah Boarding School in Pasiran Bantan

    No full text
    It is a science that looks at how sentences are formed sentences according to the rules of the Arabic language, related to the location of the word in the sentence or looking for the last their lines. Grammar comprehension has a lot to do with reading skill. Students can't be good at reading unless they with a good grasp of grammar. Nurul Hidayah students' ability to read Arabic texts is deficient. They cannot read Arabic texts correctly without line. Research goals to find out the method used in learning the clear grammar book in Nurul hidayah Institute and to find out the factors that hinder the teaching of Arabic grammar with the clear grammar book. The type of research conducted in this research is qualitative research. The data collection techniques in this study are as follows: Observation, Interview, Documentation. The conclusion is the method used to learn grammar in the clear grammar book means an inductive method. Students don't ask students to make sentences too much and don't feel, and don't link grammar lessons to composition lessons

    Pandemi Covid-19 dan Praktik Keagamaan

    Get PDF
    Religious activities during the Covid-19 pandemic seem to have to come to terms with the current situation where religious messages are conveyed very quickly and easily, so that anyone who wants to find out religious propositions will not find it difficult to find them because everything is instantaneous. The research method used in this study used a library research method with a qualitative approach to obtain descriptive data. The collection of data taken in this study by conducting library research, the source of research data comes from sources that have been collected from the library. Research results During the Covid-19 pandemic, religious activities such as religious learning, religious practices were applied through platforms such as zoom applications, google meet, which usually face-to-face but do not reduce the interest of the public or educated people to participate in religious activities, religious learning is instantaneous by society and scholars today. Religion has responded to the covid-19 pandemic as a form. The MUI fatwa has issued a fatwa on religious guidelines on worship and others vertically as a guide for the Muslim community.

    EFEKTIVITAS TELEGRAM SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN DARING

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang terkait dengan penggunaan telegram sebagai media pembelajaran dan cara pemanfaatan telegram sebagai media pembelajaran online dalam mata pelajaran menjadi tempat penelitian. Penelitian ini mengambil pendekatan fenomenologi dengan penelitian kualitatif. menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Berdasarkan temuan penelitian ini, aplikasi telegram dimanfaatkan sebagai media penyebaran materi pelajaran, penyampaian informasi, dan evaluasi kegiatan siswa. Guru dan siswa menghadapi sejumlah tantangan saat menggunakan telegram, termasuk kurangnya sumber daya, kondisi ekonomi, kemampuan komunikasi, penguasaan teknologi pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, dan minat belajar. Upaya mengatasi kendala tersebut antara lain: (a) membatasi pembelajaran tatap muka; b) mengatur pelatihan guru; c) membuat lembar kerja mandiri; d) meningkatkan tingkat komunikasi seseorang; dan (e) mendorong orang tua untuk berpartisipasi aktif dalam pendidikan online di rumah anak-anak mereka.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang terkait dengan penggunaan telegram sebagai media pembelajaran dan cara pemanfaatan telegram sebagai media pembelajaran online dalam mata pelajaran menjadi tempat penelitian. Penelitian ini mengambil pendekatan fenomenologi dengan penelitian kualitatif. menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Berdasarkan temuan penelitian ini, aplikasi telegram dimanfaatkan sebagai media penyebaran materi pelajaran, penyampaian informasi, dan evaluasi kegiatan siswa. Guru dan siswa menghadapi sejumlah tantangan saat menggunakan telegram, termasuk kurangnya sumber daya, kondisi ekonomi, kemampuan komunikasi, penguasaan teknologi pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, dan minat belajar. Upaya mengatasi kendala tersebut antara lain: (a) membatasi pembelajaran tatap muka; b) mengatur pelatihan guru; c) membuat lembar kerja mandiri; d) meningkatkan tingkat komunikasi seseorang; dan (e) mendorong orang tua untuk berpartisipasi aktif dalam pendidikan online di rumah anak-anak mereka

    The Development of Special Service Programs for Middle School Level In Bengkalis District, Bengkalis Regency, Riau

    No full text
    Manajemen layanan khusus pada suatu sekolah merupakan bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien. Sekolah ialah salah satu wahana yang bisa digunakan untuk menaikkan kualitas dari penduduk bangsa Indonesia. Sekolah tak hanya mempunyai tanggung jawab serta tugas buat mlaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu penegetahuan serta teknologi saja, melainkan harus menjaga serta meningkatkan kesehatan baik jasmani maupun rohani siswa. Hal ini sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2005 perihal standar Nasional Pendidikan Bab II Pasal 4 yang memuat tentang adanya tujuan pendidikan nasional. untuk memenuhi tugas serta tanggung jawab tersebut maka sekolah memerlukan suatu manajemen layanan khusus yang dapat mengatur segala kebutuhan peserta didiknya sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai. Manajemen layanan khusus di sekolah pada dasarnya ditetapkan serta di organisasikan untuk mempermudah atau memperlancar pembelajaran, dan dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Pelayanan khusus diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar aplikasi pedagogi dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Pendidikan di sekolah diantaranya juga berusaha agar siswa senanatiasa berada dalam keadaan baik. Baik disini menyangkut aspek jasmani juga rohaninya. dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen layanan spesifik merupakan suatu proses aktivitas menyampaikan pelayanan kebutuhan pada siswa untuk menunjang aktivitas pembelajaran supaya tujuan pendidikan mampu tercapai secara efektif serta efisienManajemen layanan khusus pada suatu sekolah merupakan bagian penting dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang efektif dan efisien. Sekolah ialah salah satu wahana yang bisa digunakan untuk menaikkan kualitas dari penduduk bangsa Indonesia. Sekolah tak hanya mempunyai tanggung jawab serta tugas buat mlaksanakan proses pembelajaran dalam mengembangkan ilmu penegetahuan serta teknologi saja, melainkan harus menjaga serta meningkatkan kesehatan baik jasmani maupun rohani siswa. Hal ini sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2005 perihal standar Nasional Pendidikan Bab II Pasal 4 yang memuat tentang adanya tujuan pendidikan nasional. untuk memenuhi tugas serta tanggung jawab tersebut maka sekolah memerlukan suatu manajemen layanan khusus yang dapat mengatur segala kebutuhan peserta didiknya sehingga tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai. Manajemen layanan khusus di sekolah pada dasarnya ditetapkan serta di organisasikan untuk mempermudah atau memperlancar pembelajaran, dan dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Pelayanan khusus diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar aplikasi pedagogi dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Pendidikan di sekolah diantaranya juga berusaha agar siswa senanatiasa berada dalam keadaan baik, Baik disini menyangkut aspek jasmani juga rohaninya. dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen layanan spesifik merupakan suatu proses aktivitas menyampaikan pelayanan kebutuhan pada siswa untuk menunjang aktivitas pembelajaran supaya tujuan pendidikan mampu tercapai secara efektif serta efisien. Kata kunci: Layanan Khusus, Sekolah Menengah Pertam

    Problematika dan solusi integrasi Pendidikan Agama Islam dengan Sains di Madrasah

    Get PDF
    The integration of Islamic religious education with science is an important topic in the current Islamic education system. The main focus of writing this article is about the obstacles and problems faced in implementing the integration of Islamic Religious Education with science in madrasas and the offer of integration solutions in these institutions. This article uses a type of library research. Literature review is a study of reading material that is specifically related to the object being discussed. This writing uses the literature review method. The existing literature will then be sorted and analyzed in depth and measurably. Meanwhile, the data analysis technique uses content analysis. This paper finds that the obstacles to implementing the integration of Islamic Religious Education with science in madrasas include: First, learning science and modern science is focused on the transformation of knowledge alone, Second, the teacher's educational background, Third, the curriculum is not yet integrated, Fourth, the lack of facilities and infrastructure and reading sources for religious material, especially those related to science. Fifth, the systems, approaches, strategies and methods applied in the Islamic religious education and learning process still do not fully integrate science and technology. The formulation offer for the integration of Islamic Religious Education is going well in madrasas, namely by reconstructing the curriculum, developing the creative potential of students' imagination and building a holistic and not partial conception of students' thinking.The integration of Islamic religious education with science is an important topic in the current Islamic education system. The main focus of writing this article is about the obstacles and problems faced in implementing the integration of Islamic Religious Education with science in madrasas and the offer of integration solutions in these institutions. This article uses a type of library research. Literature review is a study of reading material that is specifically related to the object being discussed. This writing uses the literature review method. The existing literature will then be sorted and analyzed in depth and measurably. Meanwhile, the data analysis technique uses content analysis. This paper finds that the obstacles to implementing the integration of Islamic Religious Education with science in madrasas include: First, learning science and modern science is focused on the transformation of knowledge alone, Second, the teacher's educational background, Third, the curriculum is not yet integrated, Fourth, the lack of facilities and infrastructure and reading sources for religious material, especially those related to science. Fifth, the systems, approaches, strategies and methods applied in the Islamic religious education and learning process still do not fully integrate science and technology. The formulation offer for the integration of Islamic Religious Education is going well in madrasas, namely by reconstructing the curriculum, developing the creative potential of students' imagination and building a holistic and not partial conception of students' thinking

    Generasi Z Dalam Memanfaatkan Media Sosial

    Get PDF
    : The development of technology has experienced rapid progress, one of which is the existence of social media. Technology began to develop in the era of generation z, where generation z is the one who gets the impact of technological developments. Social media never escapes daily use. Apart from being a liaison for social media communication, it also received a good response in education, which made it easier for teachers to make teaching materials more effective and made it easier for teenagers to access something. Besides the benefits of technological advances, there are also negativ impacts that have emerged. In this case, it will be explained some of the benefits and problems that arise in technological advances in the era of generation z . Based on qualitative data collected from literacy results in several journals that will strengthen this discussio

    471

    full texts

    593

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Kampus Melayu
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇