Rumah Jurnal Kampus Melayu
Not a member yet
593 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBELAJARAN OUTDOOR TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA 2 KECAMATAN BENGKALIS
This research was motivated by several problems, namely: Some children in PAUD schools, especially in Pembina 2 State Kindergarten, Bengkalis District, who are 4-5 years old, their ability to express language is not optimal, children are not yet able to answer questions given by the teacher, children are not yet able to express their feelings. and the opinions they are feeling, the child is not yet able to tell and repeat the story he has heard and the child is not yet able to speak three words in one sentence. And several of the symptoms are the research objectives, namely: To determine the implementation of outdoor learning on the language development of children aged 4-5 years and to find out whether there is a significant influence of outdoor learning on the development of expressing language in children aged 4-5 years at Kindergarten Negeri Pembina 2, Bengkalis District. This research uses a quantitative approach with an experimental type of research. The experimental design used was pre-experimental with a one group pretest-posttest research design. The subjects and objects of the research were children in group A of the State Kindergarten Trustee of 2 Bengkalis Districts with 13 children. The data collection techniques used are observation, tests and documentation. Based on the results of data analysis, there is a significant influence between outdoor learning on the development of expressing language in children aged 4-5 years in Kindergarten Negeri Pembina 2, Bengkalis District with a value of Tcount > T table, namely 16.708> 2.16 so that the hypothesis test shows that H0 is rejected and Ha is accepted, meaning Outdoor learning has a significant effect on the language development of children aged 4-5 years at the Pembina 2 State Kindergarten, Bengkalis District.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa masalah yakni: Beberapa anak di sekolah PAUD khususnya di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis yang berusia 4-5 tahun kemampuan mengungkapkan bahasa anak belum optimal, anak belum mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, anak belum mampu mengungkapkan perasaan dan pendapat yang sedang dirasakannya, anak belum mampu bercerita dan mengulang cerita yang telah di dengarkan dan anak belum mampu berbicara tiga kata dalam satu kalimat. Dan dari beberapa gejala yang menjadi tujuan penelitian yakni: Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran outdoor terhadap perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun dan untuk mengetahui adakah pengaruh signifikan pembelajaran outdoor terhadap perkembangan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-postest. Subjek dan objek penelitian adalah anak kelompok A TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis dengan jumlah anak 13 orang anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, test dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisa data ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran outdoor terhadap perkembangan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis dengan nilai Thitung > T tabel yaitu 16,708>2,16 sehingga uji hipotesis menunjukkan H0 ditolak dan Ha diterima artinya Pembelajaran outdoor berpengaruh signifikan terhadap perkembanganbahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa masalah yakni: kebanyakan anak di sekolah PAUD khususnya di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis yang berusia 4-5 tahun kemampuan mengungkapkan bahasa anak belum optimal, anak belum mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, anak belum mampu mengungkapkan perasaan dan pendapat yang sedang dirasakannya, anak belum mampu bercerita dan mengulang cerita yang telah di dengarkan dan anak belum mampu berbicara tiga kata dalam satu kalimat. Dan dari beberapa gejala yang menjadi tujuan penelitian yakni: Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran outdoor terhadap perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun dan untuk mengetahui adakah pengaruh signifikan pembelajaran outdoor terhadap perkembangan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-postest. Subjek dan objek penelitian adalah anak kelompok A TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis dengan jumlah anak 13 orang anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, test dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisa data ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran outdoor terhadap perkembangan mengungkapkan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis dengan nilai Thitung > Ttabel yaitu 16,708>2,16 sehingga uji hipotesis menunjukkan H0 ditolak dan Ha diterima artinya Pembelajaran outdoor berpegaruh signifikan terhadap perkembanganbahasa anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Jujur Pada Siswa
Character education is one of the rights that can be achieved in forming a whole human soul even though they are younger, but have faith and piety to God Almighty, have noble character, are capable, and are imaginative. The main purpose of learning PAI is the formation of personality in students which is reflected in their behavior and mindset in everyday life. This exploration is directed at SMA Negeri 14 Makassar. The technique used is quantitative methodology. The instrument used by the researcher is a survey test in this review. Class XII students of SMA Negeri 14 Makassar. Shows the ability level of the respondent in telling the truth 80.2. A positive reaction to the way they behave honestly is important for disciplining students in schools, families and the local environment. the respondent's ability to tell the truth is 80.2. A positive reaction to the way they behave honestly is important for disciplining students in schools, families and the local environment. An average score of 80.2 is obtained, this shows that the high value of trust claimed by each student. The percentage rates for each indicator will generally be rather high, despite the fact that at point 3, they really find it difficult to offer their point of view when they discover or track dishonesty and behavior
Penanaman Karakter Moderat Santri Melalui Program Pendidikan Diniyah Formal Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin
The importance of cultivating moderate character in santri as a result of efforts to prevent radicalism and terrorism in Indonesia as well as instilling moderate character in santri so that they can live in harmony in Indonesia within Indonesia's diversity. The formal diniyah education program was designed by the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia to produce a moderate cadre of ulama with the characteristics of the six moderate characteristics of the students of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia, implemented at the Nurul Jannah Islamic Boarding School in Banjarmasin and capable of producing a cadre of ulama who are broad-minded and have a moderate character. The focus of the problem in this research is the form of cultivating the moderate character of santri which includes six moderate characters of santri of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia through the formal diniyah education program at the Nurul Jannah Islamic Boarding School, Banjarmasin, as well as the factors that support and hinder its implementation. Data collection techniques for this research include using interviews, observation and documentation. cultivating moderate character for santri which includes six moderate character traits for santri. The Ministry of Religion of the Republic of Indonesia uses character cultivation methods such as example, habituation, giving advice, targhib wa tahzib, and the takzir method which is in accordance with the principles of cultivating moderate character of the Republic of Indonesia Ministry of Religion. Supporting factors include cooperation from all parties involved, intensive character cultivation, and strong determination and motivation from the students. Meanwhile, inhibiting factors are the lack of quantity and quality of teachers, excessive use of devices outside school hours, and lack of cooperation from parents.Latar belakang dalam penelitian ini adalah pentingnya penanaman karakter moderat santri sebagai akibat dari upaya penangkalan radikalisme dan terorisme di Indonesia serta menanamkan santri karakter moderat agar dapat hidup rukun di Indonesia dalam keberagaman Indonesia. Program pendidikan diniyah formal dirancang oleh Kementerian Agama RI untuk mencetak kader ulama yang moderat dengan ciri enam karakter moderat santri Kementerian Agama RI, diterapkan di Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin dan mampu mencetak kader ulama yang berwawasan luas dan berkarakter moderat.Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bentuk penanaman karakter moderat santri yang meliputi enam karakter moderat santri Kementerian Agama RI melalui program pendidikan diniyah formal di Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam pelaksanaannya.Teknik pengumpulan data penelitian ini diantaranya melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, semua data yang dikumpulkan diproses secara sistematis melalui proses editing, koleksi, dan mengklasifikasikan data. Setelah itu, semua data di analisis secara deskriptif kualitatif. Lalu, disimpulkan dengan menggunakan metode induktif.Hasil penelitian menyebutkan bentuk penanaman karakter moderat santri yang meliputi enam karakter moderat santri Kementerian Agama RI menggunakan metode-metode penanaman karakter seperti keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, targhib wa tahzib, dan metode takzir yang sesuai dengan prinsip-prinsip penanaman karakter moderat Kementerian Agama RI. Faktor yang mendukung diantaranya adalah kerjasama dari seluruh pihak yang terlibat, penanaman karakter yang intensif, serta tekad dan motivasi kuat dari santri. Sedangkan faktor yang menghambat adalah kurangnya kuantitas dan kualitas guru pengajar, penggunaan gawai yang berlebihan di luar jam sekolah, serta kurangnya kerjasama dari orang tua
Eksplorasi Identitas Budaya Dan Nilai Tradisional Melayu Melalui Kain Tenun Songket
Malay people have a culture that is quite famous, namely weaving singket cloth. Malay people have an identity related to the art of weaving songket cloth. Songket is a tradisional woven cloth originating from Indonesia and Malaysia and has cultural roots in Malay society. The process of making songket woven cloth takes quite a long time and requires special skills, which results in the selling price being expensive and high. How songket is worn depends on who is using it, but some ordinary people do not understand how tu use it and the meaning implied in Malay singket cloth, songket cloth has also been integrated into Islamic culture through its use as muslim clothing that fulfills the requirement to cover the private parts, thus creating modesty and ethical values. In its motifs, songket cloth trends to draw inspiration from nature, including flora, fauna and the sky. However, the motifs are more inspired by flora (plants), because the majority of the Malay tribe are Muslims. Fauna motifs were slightly avoided, perhaps for fear of being seen as worshiping idols. However, if there are animal motfs, they usually reflect special characterustics that are related to local community beliefs. Songket cloth motifs in Mlay culture do not only come from Riau, bul also come from outside Riau, such as Malaysia, Singapore, ang others. The method used ih this research is a library research method. This article tries to explain Malay cultural identity and tradisional values through songket woven cloth.
Masyarakat Melayu memiliki sebuah budaya yang cukup terkenal, yaitu menenun kain songket. Masyarakat Melayu memiliki identitas yang terkait dengan seni menenun kain songket. Songket adalah kain tradisional tenunan yang berasal dari Indonesia dan Malaisya serta memiliki akar budaya dalam masyarakat melayu. Proses pembuatan kain tenun songket membutuhkan waktu yang cukup panjang dan harus mempunyai keahlian khusus, yang mengakibatkan harga jualnya menjadi mahal dan tinggi. Cara pemaikaian songket ini pun tergantung dari siapa yang menggunakannnya, namun sebagian masyarakat awam kurang memahami cara pemakaian dan makna yang tersirat di dalam kain songket melayu. Kain songket juga sudah terintegrasi dalam budaya Islam melalui penggunaannya sebagai busana muslim yang memenuhi tuntunan menutup aurat, sehingga menciptakan nilai-nilai kesopanan dan etika. Dalam motifnya, kain songket cenderung menarik inspirasi dari alam, diantaranya flora, fauna, langit. Namyn, motifnya lebih banyak terinspirasi dari flora (tanaman), karena mayoritas suku melayu adalam orang Islam. Motif fauna sedikit dihindari, mungkin karena khawatir akan dianggap menyembah berhala. Namun jika terdapat motif binatang, biasanya mencerminkan sifat khusus yang memiliki kaitan dengan kepercayaan masyarakat lokal. Motif kain songket dalam budaya melayu tidak hanya berasal dari Riau saja, akan tetapii juga berasal dari luar Riau, seperti Malaysia, Singapura, dan lain-lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode penelitian kepustakaan (library research). Artikel ini mencoba menjelaskan tentang identitas budaya dan nilai tradisional Melayu melalui kain tenun songket
Kebijakan Poligami di Indonesia dan Brunei Darussalam dalam Perspektif Hukum Perdata Internasional
Artikel ini menganilis tentang kebijakan hukum terkait Perkawinan Poligami di negara Indonesia dan Brunei Darussalam dengan menggunakan perspektif Hukum Perdata Internasional. Permasalahan terkait dengan poligami memang bukan lagi menjadi sebuah topik yang baru di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi, bilamana poligami dilakukan oleh warga negara lintas negara, tentu akan menjadi sebuah persoalan yang baru. Mengingat, dalam pelaksanaannya nanti hukum negara manakah yang harus diberlakukan. Sebagai salah satu contohnya, pada saat warga negara Brunei dan Indonesia melangsungkan perkawinan campuran di bawah aturan hukum negara Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dengan melakukan analisis terhadap aturan hukum terkait perkawinan poligami di negara Indonesia dan Brunei. Di mana hasil penelitian menunjukkan, bahwa praktek perkawinan poligami di negara Indonesia dan Brunei diperbolehkan dengan syarat-syarat yang ketat. Bahkan, di negara Brunei juga diberlakukan sanksi bagi siapapun yang melakukan penyimpangan hukum. Dan secara umum dalam ketentuan Hukum Perdata Internasional terkait dengan poligami ini dikenal dengan beberapa asas, antaralain: Asas Lex Locus Celebrationis, dan Lex Fori
Aktivitas Dakwah Persaudaraan Remaja Masjid Al-Hikmah (PERAMAH) di Komplek Perumahan Gubernur Riau
Tulisan ini menjelaskan tentang aktivitas dakwah persaudaraan remaja masjid Al-Hikmah (PERAMAH) di kompek perumahan Gubernur Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program-program dakwah dan aktivitas dakwah yang dilaksanakan oleh PERAMAH serta kendala-kendala yang mereka hadapi ketika melaksankan aktivitas dakwahnya. Penelitian ini dilaksanakan di Masjid Al Hikmah yang beralamat di Jl. Diponegoro No 20, Simpang Empat, Kecamatan Pekanbaru, Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif serta informan berjumlah sebanyak 5 orang. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas dakwah yang dilakukan oleh PERAMAH Riau mengacu kepada teori aktivitas dakwah yaitu dakwah bil haal, dakwah bil lisan, dan dakwah bil qalam. Dalam pelaksanaan aktivitas dakwah bil hal, PERAMAH Riau melaksanakan program menyantuni anak yatim dan olahraga bareng, kemudian untuk aktivitas dakwah bil lisan, PERAMAH Riau melaksanakan program dakwah seperti; kajian malam Selasa, kajian malam Ahad, kajian bulanan, halaqah, dan kajian muslimah. Adapun untuk aktivitas dakwah bil qalam, PERAMAH Riau melaksanakan dakwahnya dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Youtube
Penggunaan Memory Trick Game Dalam Meningkatkan Penguasaan Simple Past Tense Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis
The use of regular and irreguler verbs in Simple Past Tense always becomes a problem for students. If they can’t master well, the mistake always apperars. The aim of the study is to find out the significance of using Memory Trick Game in improving the students’ mastery of Simple Past Tense of English Study Program at STAIN Bengkalis. The samples are 20 English Study Program students. In collecting the data, a set of test was given to the samples namely; 1)pre-test and 2)post-test. Findings showed that mean of pre-test was 3.13 while mean of post-test was 4.63 where df = 42, ttable significance 5% = 2.02; in significance 1% = 2.72. In sum, Memory Trick Game was able to improve the students’ mastery of Simple Past Tense.The use of regular and irreguler verbs in Simple Past Tense always becomes a problem for students. If they can’t master well, the mistake always apperars. The aim of the study is to find out the significance of using Memory Trick Game in improving the students’ mastery of Simple Past Tense of English Study Program at STAIN Bengkalis. The samples are 20 English Study Program students. In collecting the data, a set of test was given to the samples namely; 1)pre-test and 2)post-test. Findings showed that mean of pre-test was 3.13 while mean of post-test was 4.63 where df = 42, ttable significance 5% = 2.02; in significance 1% = 2.72. In sum, Memory Trick Game was able to improve the students’ mastery of Simple Past Tense
Implementasi Kurikulum dalam Konsepsi Kebijakan Pendidikan Islam
The education curriculum is an important part of the national education system. This has been regulated in several government regulations which are basically public policies. Educational innovation, especially the curriculum, is needed so that it is always in line with the demands of the times. Using normative juridical research methods and literature review, it is known that the Islamic education curriculum has been established and structured as part of the education policy system through various government regulations. This policy is a product and authority of government institutions in responding to the public interest in the form of a curriculum that is always in line with the times. The concept of innovation in general and educational innovation, particularly curriculum innovation, is described by experts as part of the repertoire of educational sciences. There are certain strategies that innovators have and there are various challenges and problems in the curriculum innovation process faced by innovators in their implementation
Politik Pendidikan Dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Islam Di Indonesia
Education is an effort to develop the human potentials of students, both their physical potential, their creative potential, taste and intention, so that this potential becomes real and can function in their life journey. The politics of education in question is manifested in the government's strategic policies in the field of education. The expected education politics is, of course, educational politics that side with the small or poor people. This study uses library research methods (Library Research). Which data previously collected was based on library data and did not use empirical tests. The politics and power of a country holds the key to the success of education. In the context of democratization and decentralization development in Indonesia, the role of executive and legislative politics to advance education is enormous. The realm of politics and power must be able to realize an education system that educates and enlightens the civilization of this nation. A nation with bad educational politics will have poor educational performance. On the other hand, a country with good educational politics will also have good educational performance. Since independence until the reform era, the political journey of national education has undergone three changes, namely in the Old Order era, in 1954, in the New Order era, and currently in the reform era.
Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Politik pendidikan yang dimaksud termanifestasikan dalam kebijakan- kebijakan strategis pemerintah dalam bidang pendidikan. Politik pendidikan yang diharapkan tentunya politik pendidikan yang berpihak pada rakyat kecil atau miskin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research). Yang mana data-data yang dikumpulkan sebelumnya berdasarkan data kepustakaan dan tidak menggunakan uji empirik. Politik dan kekuasaan suatu negara memegang kunci keberhasilan pendidikan.Dalam konteks pembangunan demokratisasi dan desentralisasi di Indonesia, peran politik eksekutif dan legislatif untuk memajukan pendidikan begitu besar. Ranah politik dan kekuasaan harus mampu mewujudkan sistem pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan peradaban bangsa ini.Bangsa yang politik pendidikannya buruk, maka kinerja pendidikannya pun pasti buruk. Sebaliknya, negara yang politik pendidikannya bagus, kinerja pendidikannya pun juga akan bagus. Semenjak kemerdekaan sampai dengan era reformasi perjalanan politik pendidikan nasional telah mengalami tiga kali perubahan, yaitu di era orde lama, pada tahun 1954, di era orde baru, dan saat ini di era reformasi.
Results and Comparison of Volatility Between Prices Between IHSG And ISSI: A Case Study of The Turmoil Period 2020-2021
Knowing the results and comparing the effect of the period of turmoil between the volatility of the Composite Stock Price Index(IHSG) and the Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) is the purpose of this study.Then to compare the effect of the volatility of the IHSG and ISSI and find out the results of macroeconomic variables that show a period of turmoil in 2020 to 2021.The Covid-19 pandemic, the trade war between the United States and China, demonstrations against the Draft Law. Job Creation with Gross Domestic Product (GDP), interest rates, world oil prices, inflation, rupiah-dollar exchange rates, interest rates, world oil prices, Shanghai Stock Exchange (SSE) Composite Index, and New York. The Stock Exchange (NYSE) is a time of turmoil inthis research.Five working days data from 2020 to 2021 which is used as a variable. Quantitative analysis usesTGARCH Model and VECM in this analysis method.Against the times of turmoil, Based on the results of TGARCHshows that ISSI volatility has a significant effectsmaller.Compared to volatility IHSG, According to the results of VECM analysisshows that the period of turmoil from 2020 to 2021 has more of an impact on ISSI's volatility