Bonafide - Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Not a member yet
    96 research outputs found

    Tinjauan Buku: Alkitab dalam Hati, Latihan Devosi Untuk Penghafalan Firman Allah

    No full text
    Buku ini penting untuk dibaca bagi Gembala Jemaat dan Pemimpin Komunitas Kristen terutama yang mendorong jemaat untuk mencintai Alkitab dalam hidupnya. Dalam hal ini diharapkan adanya pertumbuhan iman dalam diri orang yang melakukan kebenaran Firman yang dibaca, kemudian didoakan kepada Allah. Membaca, berdoa dan menghafalkan Firman Tuhan pada hakekatnya adalah satu rangkaian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan orang Kristen demi mengenal Allah.&nbsp

    TANTANGAN PEMURIDAN ANAK DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI SD INPRES 1 TIRTAKENCANA

    No full text
    This study discusses the challenges faced by Christian education teachers in carrying out discipleship tasks for Christian students in the era of the industrial revolution 4.0 at SD Inpres 1 Tirtakencana, Banggai district, Central Sulawesi. There were nine informants involved, consisting of two teachers of Christian religious education and seven parents of students. The method used is qualitative with interviews as a data collection technique. The study results show that PAK teachers have tried to use digital media in discipleship. Still, the Christian teacher discipleship efforts have not had much impact on students' character development, which can be seen from the differences in student behavior when at home, which shows poor behavior.Penelitian ini membahas tentang tantangan yang dihadapi guru pendidikan agama Kristen dalam melakukan tugas pemuridan kepada peserta didik yang beragama Kristen di era revolusi industri 4.0 di SD Inpres 1 Tirtakencana, kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Informan yang dilibatkan berjumlah sembilan orang, yang terdiri atas dua orang guru pendidikan agama Kristen dan tujuh orang tua peserta didik. Metode yang digunakana adalah kualitatif dengan wawancara sebagagi teknik pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) guru PAK sudah berusaha menggunakan media digital dalam pemuridan, 2) upaya pemuridan guru PAK belum terlalu membawa dampak pada pengembangan karakter peserta didik yang tampak dari adanya perbedaan perilaku peserta didik ketika di rumah yang menunjukan perilaku kurang baik

    SUKSESI KEPEMIMPINAN MUSA KEPADA YOSUA SEBAGAI MODEL REGENERASI KEPEMIMPINAN KRISTEN MASA KINI

    No full text
    This research is about the succession model of Moses' leadership to Joshua. The method used is a literature study. The study results indicate that the succession of Moses' leadership to Joshua includes two dimensions, namely the divine dimension and the human dimension. Succession in the divine dimension emphasizes that Moses' relationship and commitment as a senior leader with God were so clear that he was able to know the Vision and Mission of leadership and to know to whom the vision and mission of leadership were continued. In Musa's leadership, the pattern of preparing the younger generation can be seen from two dimensions, namely: preparation in the divine dimension and preparation in the human/human dimension. Preparation in the divine dimension means, in looking for prospective leaders to be prepared, a senior leader should have the ability and sensitivity to understand confirmation from Allah. In addition to preparing a leader in the divine dimension, the Bible also testifies that God with His sovereignty prepares a leader by using humans as a tool to disciple, guide, and train someone to continue God's vision and mission for an institution or church. The process of preparing a prospective leader like this is called preparation in the human/human dimension. Leadership regeneration steps in the human/human dimension include; discipleship, mentoring, and delegation.Penelitian ini diarahkan kepada model suksesi kepemimpinan Musa kepada Yosua. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suksesi kepemimpinan Musa kepada Yosus mencakup dua dimensi yakni dimensi ilahi dan dimensi insani. Suksesi dalam dimensi ilahi menekankan bahwa relasi dan komitmen Musa sebagai pemimpin senior dengan Allah begitu jelas sehingga mampu mengetahui Visi dan Misi kepemimpinan serta menggenal kepada siapa visi dan misi kepemimpinan tersebut dilanjutkan. Dalam kepemimpinan Musa, pola mempersiapkan generasi muda dapat dilihat dari dua dimensi, yakni: persiapan dalam dimensi ilahi dan persiapan dalam dimensi insani/manusiawi. Persiapan dalam dimensi ilahi artinya, dalam mencari calon pemimpin untuk dipersiapkan, maka seorang pemimpin senior seharusnya memiliki kemampuan dan kepekaan dalam memahami konfirmasi dari Allah. Selain persiapan seorang pemimpin dalam dimensi ilahi, Alkitab juga menyaksikan bahwa Allah dengan kedaulatan-Nya mempersiapkan seorang pemimpin dengan menggunakan manusia sebagai alat untuk memuridkan, membimbing, dan melatih seseorang untuk melanjutkan visi dan misi Allah bagi suatu lembaga atau gereja tersebut. Proses mempersiapkan seorang calon pemimpin seperti ini disebut, persiapan dalam dimensi insani/manusiawi. Langkah-langkah regenerasi kepemimpinan dalam dimensi insani/manusiawi mencakup; pemuridan, mentoring, dan pendelegasian

    PANDANGAN IMAN KRISTEN TERHADAP ILMU PENGETAHUAN DAN APLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

    No full text
    The struggle between the Christian faith and science throughout the history of life raises many pros and cons. But is it true that the Christian faith is against science and vice versa science is against the Christian faith? This paper aims to answer this question to provide a uniform view of Christian faith and science in the world of Christian education. The approach to writing this article is comparative book research and descriptive approach between Christian faith and science, hoping that the pros and cons between the two views, both Christian faith and science, can be accepted by these two groups. Christian Education, as a means of building students' character as believers, must provide a view based on Christian faith towards science that continues to develop. The Christian faith and the educated generation of the Church today are faced with technological advances that influence the thinking and faith that represent the current era. Christian Education must answer this through faith and science, where everything starts from faith and is developed in science. Today's current technology comes from the product of the Christian faith that believes that God created the universe and humans are equipped with intelligence. The universe provides materials that humans can develop through the mind provided by God.Pergumulan antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan sepanjang sejarah kehidupan banyak menimbulkan pro dan kontra. Tetapi apakah benar iman Kristen menentang ilmu pengetahuan dan juga sebaliknya ilmu pengetahuan menentang iman Kristen? Tujuan penulisan ini mau menjawab pertanyaan tersebut, memberi keseragaman pandangan antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan dalam dunia Pendidikan Kristen. Pendekatan penulisan artikel ini pendekatan penelitian buku dan deskriptif komparatif antara iman Kristen dan ilmu pengetahuan, dengan harapan pro dan kontra antara dua pandangan, baik iman Kristen dan ilmu pengetahuan dapat di terima oleh dua kelompok ini. Pendidikan Agama Kristen sebagai sarana pembentukan karakter nara didik sebagai pribadi yang beriman, harus memberikan pandangan yang berdasarkan iman Kristen terhadap ilmu pengetahuan yang terus berkembang. iman Kristen dan generasi gereja yang berpendidikan dewasa ini diperhadapkan dengan kemajuan tekhnologi (era digitalisasi) yang sedikit banyak mempengaruhi pemikiran dan keimanan yang mewakili pada era saat ini. Pendidikan Agama Kristen harus mampu menjawab hal ini melalui pendekatan iman dan science, di mana segala sesuatu bermula dari iman dan di kembangkan dalam science. Tekhnologi kekinian zaman sekarang hadir dari produk iman Kristen yang percaya kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta dan manusia yang di perlengkapi oleh akal budi. Alam semesta menyediakan materi-materi yang bisa di kembangkan oleh manusia melalui akal budi yang di sediakan oleh Tuhan. Keywords: Christian faith, science, Christian Religious Educatio

    PERANAN KELOMPOK SEL TERHADAP PERTUMBUHAN GEREJA HOME COMMUNITY CHURCH (HCC) DI JEMAAT PALU

    No full text
    The church wants the congregation's spirituality to experience growth. The number of membership is decreasing. At Home Community Church (HCC) Palu, a small group performs the process of renewal, leading to the likeness of Christ and training men to become fishers of men. Through small groups (Komsel), it is hoped that the congregation's growth will increasingly have a positive effect on the communion and church growth. The respondents were 144 Komsel members from a total population of 212 members. The method used in this study is a quantitative method with a Likert scale questionnaire as a research instrument. In this study, the role of Komsel significantly affects the number of HCC church congregations and provides benefits in service, evangelizing, teaching, and communion programs.Gereja menginginkan kerohanian jemaat mengalami pertumbuhan namun kenyataanya jumlah keanggotaan semakin berkurang. Di Home Community Church (HCC) Palu, kelompok kecil melakukan proses  pemuridan dengan menuntun pada keserupaan akan Kristus dan melatih orang untuk menjadi penjala manusia. Melalui kelompok sel (Komsel) diharapkan pertumbuhan jemaat semakin berdampak positif terhadap persekutuan dan pertumbuhan gereja. Subyek yang diteliti berjumlah 144 anggota Komsel dari jumlah populasi 212 anggota.  Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan kuesioner berskala likert sebagai instrument penelitian. Dalam penelitian ini peranan Kelompok Sel sangatlah berpengaruh pada jumlah jemaat HCC Palu dan memberikan manfaat dalam program pelayanan gereja baik itu dalam pelayanan, penginjilan, pengajaran maupun persekutuan

    PERGESERAN MAKNA ALKITAB SEBAGAI KITAB SUCI PADA KAUM MUDA PENGGUNA ALKITAB DIGITAL DI LUWUK

    No full text
    This paper aims to find out the shift in the meaning of the sacredness of the Bible from the book version of the Bible to the digital version of the Bible among young people who use digital Bibles. The research method is a comparative study of quantitative methods. The control variables used are the Bible content and the Bible media. The research subjects are young digital Bible users aged 18-35 years in Luwuk, Banggai, Central Sulawesi. The data was taken by survey technique involving 26 respondents. The results showed a significant shift in the meaning of the scriptures in the media variable, while there was no significant shift in the content variable. Thus, the research result can conclude that the book version of the Bible is more sacred for respondents both in content and media, but the digital version of the Bible is sacred in its contents only.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pergeseran makna kesucian Alkitab dari Alkitab versi buku kepada Alkitab versi digital di kalangan anak muda pengguna Alkitab digital. Penelitian dilakukan dengan studi komparatif pada metode kuantatif. Variabel kontrol yang digunakan adalah variabel isi Alkitab dan variabel Alkitab. Subyek penelitian adalah kaum muda pengguna Alkitab digital berusia 18-35 tahun di kota Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah. Data diambil dengan teknik survey dengan melibatkan 26 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran makna kitab suci secara signifikan terjadi pada variabel media, sedangkan pada variabel isi tidak terjadi pergeseran signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bagi responden Alkitab versi buku lebih suci baik pada isi maupun media, namun Alkitab versi digital yang suci hanyalah isinya

    KONSEP MANUSIA BARU MENURUT KOLOSE 3:1-4

    No full text
    Many think being a new human being is sufficient to be baptized by Jesus and saved, even though many believe they are. For this reason, this study aims to explain the new human concept according to Colossians 3:1-4. The method used is the text analysis approach method, focusing on the text itself and being compared with other textbooks. The research results are based on Colossians 3:1-4, new humans Are humans who have been resurrected with Christ through baptism so that they no longer judge worldly things, but heavenly things that have Christ in them. It is those who act in this way which, as new humans, are continuously called in Christ until they experience Theosis or become like ChristBanyak yang beranggapan menjadi manusia baru cukup dibaptis terima Yesus dan diselamatkan, bahkan orang percaya sekalipun masih banyak yang beranggapan seperti itu. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memberi penjelasan tentang konsep manusia baru menurut Kolose 3:1-4. Metode yang yang digunakan yaitu metode pendekatan analisis teks yaitu fokus pada teks itu sendiri dan dikomparasikan   dengan teks kitab lainnya. Hasil penelitian menyatakan bahwa berdasarkan Kolose 3:1- 4, manusia baru adalah manusia yang telah dibangkitkan bersama Kristus melalui baptisan sehingga tidak lagi memikirkan hal duniawi melainkan memikirkan hal surgawi yang ada Kristus di dalamnya. Mereka yang berlaku demikianlah yang disebut sebagai manusia baru yang terus menerus akan diperbaharui di dalam Kristus sampai mengalami Theosis atau menjadi seperti Kristus

    BISNIS SEBAGAI PENOPANG KEGIATAN MISI

    No full text
    Many Christians think that business and mission are opposites. The mission is related to spiritual life, while business is worldly life, even considered dirty. The facts show that in various communities, the mission is supported by business people. Therefore, this research wants to know whether a business can be a tool or a mission strategy? The research method used is a literature study. The results show that business as a mission tool or strategy has a solid theological basis in the Bible. In Old Testament times and the Ministry of Jesus and the apostles, it appears that business has always supported ministry activities. Therefore, a business can be a mission strategy.  Banyak orang Kristen beranggapan bahwa bisnis dan misi bertentangan. Misi berkaitan dengan kehidupan rohani, sedangkan bisnis merupakan kehidupan duniawi, bahkan dianggap kotor. Padahal fakta menunjukkan bahwa di berbagai komunitas, misi ditopang oleh para pebisnis. Sebab itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah bisnis dapat menjadi alat atau strategi misi? Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis sebagai alat atau strategi misi memiliki dasar teologis dalam Alkitab yang sangat kuat. Pada zaman Perjanjian Lama maupun dalam Pelayanan Yesus dan para rasul, tampak bahwa bisnis selalu menopang kegiatan pelayanan. Sebab itu, bisnis dapat menjadi strategi misi. Penting juga memahami bisnis sebagai alat misi dari keberadaan etika bisnis Kristen. Pertanyaannya apakah bisnis itu salah ? dikatakan bisnis menjadi suatu yang salah bukan disebabkan oleh bisnis itu sendiri melainkan pelaku bisnis. Kesalahan tersebut dikarenakan manusia yang berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (bdk. Kej. 3). Maka perlu dipahami dari pendekatan etika bisnis Kristen, bisnis serta pelaku bisnis haruslah berdasarkan pada dasar kebenaran firman Tuhan, diwujudkan dengan pertobatan kepada Yesus, cara hidup yang takut Tuhan yang berdampak pada iman kepada Yesus kristus dan diwujudnyatakan dalam tindakan kasih Allah, ketaatan pada kehendak Allah. Sehingga tujuan dari pada pendekatan bisnis sebagai alat misi injil diberitakan nama Tuhan dipermuliakan

    ANALISIS KRITIS TERHADAP KRISTOLOGI DALAM ISLAM

    No full text
    This study examines Islamic Christology. The aim is to reveal what Islam teaches about Jesus Christ because, in Islam, Jesus is also known as the prophet Isa. Using a qualitative method that focuses on literature review, it is hoped that it can reveal the nature of Christology in Islam to see its weaknesses and mistakes. The result is, Islamic Christology is a false and wrong Christology.  They claim that Jesus is not God / Allah, Jesus is only a prophet, Jesus never dies, Jesus as the Son of God is heretical, even the teachings of the Trinity are also rejected. That is why through this research, it is concluded that Islamic Christology is a heretical Christology so that it cannot be used as a reference for learning and talking about Christ.Penelitian ini meneliti tentang Kristologi Islam. Tujuannya untuk mengungkap seperti apa sebenarnya Islam mengajarkan tentang Yesus Kristus. Hal ini dimungkinkan karena memang dalam Islam juga mengenal Yesus sebagai nabi Isa. Dengan menggunakan metode kualitatif yang memusatkan pada kajian literatur, maka diharapkan dapat mengungkapkan natur kristologi dalam Islam guna melihat kelemahan dan kekeliruannya. Setelah diteliti, ternyata memang Kristologi Islam adalah kristologi yang sesat dan keliru karena di dalamnya mereka mengklaim Yesus bukan Tuhan / Allah, Yesus hanyalah nabi, Yesus tidak pernah mati, Yesus sebagai Anak Allah adalah sesat, bahkan ajaran tentang Trinitas juga ditolak. Itulah sebabnya, melalui penelitian ini disimpulkan bahwa kristologi Islam merupakan kristologi yang sesat sehingga tidak dapat dijadikan referensi untuk belajar dan berbicara tentang Kristus. Abstrak: Penelitian ini meneliti tentang Kristologi Islam. Tujuannya untuk mengungkap seperti apa sebenarnya Islam mengajarkan tentang Yesus Kristus. Hal ini dimungkinkan karena memang dalam Islam juga mengenal Yesus sebagai nabi Isa. Dengan menggunakan metode kualitatif yang memusatkan pada kajian literatur, maka diharapkan dapat mengungkapkan natur kristologi dalam Islam guna melihat kelemahan dan kekeliruannya. Setelah diteliti, ternyata memang Kristologi Islam adalah kristologi yang sesat dan keliru karena di dalamnya mereka mengklaim Yesus bukan Tuhan / Allah, Yesus hanyalah nabi, Yesus tidak pernah mati, Yesus sebagai Anak Allah adalah sesat, bahkan ajaran tentang Trinitas juga ditolak. Itulah sebabnya, melalui penelitian ini disimpulkan bahwa kristologi Islam merupakan kristologi yang sesat sehingga tidak dapat dijadikan referensi untuk belajar dan berbicara tentang Kristus

    MAKNA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM ALKITAB

    No full text
    This paper aims to describe the meaning of Christian Religious Education in the Bible. The method used is text analysis following the principles of exegesis. The results are: First, the knowledge gained is that believers always rely on God in their lives and are blameless so that they receive God's Revelation. God's revelation affects everyone, both believers and non-believers. The words of Revelation have so much weight and power. Second, those who know Jesus have life in God because Jesus said this is eternal life. Christian religious education seeks to unite humans with God. All education is religious; there is nothing from everything that exists in the field of human life that is not controlled and controlled by religion. That education begins in each household and is explained in public services and the teaching of Jesus Christ. Third, because God so loved the world, that He gave His only begotten Son so that everyone who believes in Him should not perish but have eternal life. Receiving the promise is receiving eternal life.Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan makna Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab. Metode yang digunakan adalah analisis teks sesuai dengan prinsip-prinsip eksegesis. Hasilnya adalah: Pertama, pengetahuan yang didapat adalah orang percaya yang selalu mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya dan tidak bercacat sehingga mereka menerima Wahyu Allah. Wahyu Allah mempengaruhi setiap orang, baik orang percaya maupun bukan orang percaya. Kata-kata dalam Wahyu begitu berbobot dan mempunyai kuasa. Kedua, orang yang mengenal Yesus berarti memiliki hidup didalam Tuhan, sebab Yesus berkata inilah hidup yang kekal. Pendidikan Agama Kristen berusaha mempertemukan manusia dengan Allah. Seluruh pendidikan itu bersifat agama; tak ada sebagian apapun dari segala lapangan hidup manusia yang tidak dipengaruhi dan dikuasai oleh agama. Pendidikan itu dimulai dalam masing-masing rumah tangga, dan diteruskan dalam kebaktian-kebaktian umum dan di dalam pengajaran tentang Yesus Kristus. Ketiga, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Menerima janji yaitu menerima kehidupan kekal

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bonafide - Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇