Bonafide - Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Not a member yet
96 research outputs found
Sort by
Tinjauan Buku: Iman, Pengharapan dan Kasih
The Christian way of life is a life that must of course be based on faith. That faith is based on belief in Jesus Christ who died and rose and ascended to Heaven. This faith then produces hope for everyone who believes in Christ, namely that they will definitely have eternal life. In this hope, believers are strengthened to remain faithful and live to carry out God's will. They are the ones who can enjoy eternity amidst the temporary nature of this world. In the end, with the Faith and Hope they have, believers can share love with each other. This love certainly comes from the Triune God. This is what pleases and glorifies God in the life of a Christian. This book explicitly and comprehensively explains to believers that aspects of loyalty, honesty, sincerity and holiness of life in following Jesus Christ can only be achieved correctly if they hear God's Word and then examine it correctly. So Faith, Hope and Love significantly emerge in the life of the congregation as a whole.Cara hidup orang Kristen merupakan kehidupan yang tentu harus berdasarkan iman. Iman itu didasarkan pada kepercayaan kepada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dan naik ke Sorga. Iman ini lantas menghasilkan pengharapan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus yaitu pasti memiliki hidup yang kekal. Di dalam pengharapan ini, orang percaya dikuatkan untuk tetap setia dan hidup menjalankan kehendak Allah. Merekalah yang dapat menikmati kekekalan di tengah kesementaraan dunia ini. Pada akhirnya, dengan Iman dan Pengharapan yang telah dimiliki, orang-orang percaya dapat saling membagi kasih. Kasih tersebut tentunya datang dari Allah Tritunggal. Inilah yang menyenangkan dan memuliakan Allah dalam kehidupan orang Kristen. Secara tegas dan komprehensif melalui buku ini memberi elaborasi kepada orang percaya bahwa aspek kesetian, kejujuran, kesungguhan dan kesucian hidup dalam mengikut Yesus Kristus hanya bisa diraih secara benar apabila mendengar Firman Tuhan kemudian menelitinya secara benar. Maka secara signifikan muncul Iman, Pengharapan dan Kasih di dalam kehidupan jemaat secara utuh
PELAYANAN ORDO KAMILIAN TERHADAP ODGJ DI SIKKA, FLORES, MENURUT YOH 4:1-42
People with Mental Disorders (ODGJ) are a marginalized group who often receive inhumane treatment, are discriminated against, abandoned and become victims of violence. This article explores the pastoral care carried out by the Kamilian Order in Sikka, East Nusa Tenggara Province towards the ODGJ group from 2016 to 2023 and reflects on this work in the light of the Gospel of John 4:1-42. The method used is qualitative. Field data was obtained through interviews and participatory observation. The results of the research found that the Kamilian Order had implemented four superior routine programs, namely: 1) conducting professional searches and data collection on ODGJ, 2) building communication and education with patients and their families, 3) providing spiritual services, and 4) building safe houses free of shackles. Through this work, the Kamilian Order has presented a Christ who cares for and saves the small and marginalized, as is the message of the Gospel of John 4:1-42. This research concludes that the Kamilian Order has a significant concern and pastoral role in humanizing ODGJ in Sikka, NTT and realizing the gospel of liberation for marginalized people.Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) merupakan kelompok marginal yang kerap mendapat perlakukan tidak manusiawi, didikrinimasi, ditelantarkan dan menjadi korban kekerasan. Artikel ini mengeksplorasi pelayanan pastoral yang dilakukan oleh Ordo Kamilian di Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur terhadap kelompok ODGJ sejak tahun 2016 sampai 2023 dan merefleksikan karya tersebut dalam terang Injil Yoh 4:1-42. Metode yang dipakai adalah kualitatif. Data lapangan diperoleh melalui wawancara dan oberservasi partisipatif. Hasil penelitian menemukan bahwa Ordo Kamilian telah melakasanakan empat program rutin unggulan yakni: 1) melakukan pencarian dan pendataan ODGJ secara professional, 2) membangun komunikasi dan edukasi dengan pasien dan keluarganya, 3) memberikan pelayanan rohani, dan 4) membangun aman rumah bebas pasung. Melalui karya ini Ordo Kamilian telah menghadirkan Kristus yang peduli dan menyelamatkan orang kecil dan tersingkirkan sebagaimana pesan injil Yohanes 4:1-42. Riset ini menyimpulkan bahwa Ordo Kamilian memiliki kepedulian dan peran pastoral signifikan dalam memanusiawikan ODGJ di Sikka, NTT dan merealisasikan warta injil pembebasan bagi kaum marginal.
Riset ini menyimpulkan bahwa Ordo Kamilian memiliki kepedulian dan peran pastoral signifikan dalam memanusiawikan ODGJ di Sikka, NTT dan merealisasikan warta injil pembebasan bagi kaum marginal
Respons Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Kristen Generasi Unggul, Kota Kupang
Learners responsses in the learning process of Christian Religious Education need to be measured holistically. This study aims to measure the responses of 39 learners at Sekolah Dasar Kristen Generasi Unggul, Kota Kupang, Kupang City in terms of response and reaction indicators. Data were analyzed quantitatively descriptively. The results showed that the overall learner responsse touched 90.6% and included a very positive category. The confidence sub-indicator received a percentage of 94.2%, followed by the satisfaction (92.1%), interest (89.1%), and relevance (88.5%) sub-indicators. Recommendation, Christian Religious Education teachers can use Microsoft Office PowerPoint learning media because student responsses are positive, seen from their confidence, satisfaction, and interest in the material because it is relevant to everyday life.
Respons peserta didik dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen perlu diukur secara holistik. Studi ini bertujuan mengukur respons 39 peserta didik di Sekolah Dasar Kristen Generasi Unggul, Kota Kupang ditinjau dari indikator tanggapan dan reaksi. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons peserta didik secara keseluruhan menyentuh angka 90.6% dan termasuk kategori sangat positif. Sub indikator percaya diri mendapat persentase 94.2%, diikuti sub indikator kepuasan (92.1%), ketertarikan (89.1%), dan relevansi (88.5%). Rekomendasi, guru Pendidikan Agama Kristen dapat menggunakan media pembelajaran Microsoft Office PowerPoint karena Respons peserta didik positif, yang terlihat dari rasa percaya diri, merasa puas, dan tertarik dengan materi karena relevan dengan kehidupan sehari-hari
RELEVANSI KONSEP THEOS DARI ARISTOTELES DENGAN GENGGONALANGI SEBAGAI KEKUATAN SPIRITUAL MASYARAKAT NUSA UTARA
This study aims to explore the relevance of the concept of God in Western philosophy by Aristotle with the local concept of God among the people of North Nusa, known as Genggonalangi. According to Aristotle, Theos or God is the Unmoved Mover, the source of all motion in the universe. This concept aligns with the understanding of Genggonalangi as the supreme supernatural power. The study employs a qualitative descriptive method through literature review and interviews. The findings reveal parallels between Theos and Genggonalangi: (1) awareness of a mysterious sacred power rooted in thought, (2) God as a Pure Act without material form, (3) God as the Supreme Ruler, and (4) spiritual power as the foundation of human life. This study opens opportunities for further research on integrating local spiritual values with Christian teachings within the cultural context of North Nusa.Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi relevansi konsep Tuhan dalam tradisi filsafat Barat oleh Aristoteles dengan konsep Tuhan lokal masyarakat Nusa Utara, yaitu Genggonalangi. Menurut Aristoteles, Theos atau Tuhan merupakan Penggerak Pertama Tak Bergerak, sumber segala gerak di alam semesta. Konsep ini relevan dengan pemahaman masyarakat Nusa Utara tentang Genggonalangi sebagai kuasa supranatural tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan keselarasan antara Theos dan Genggonalangi: (1) kesadaran tentang kuasa sakti yang misterius dan berpangkal pada pemikiran, (2) Tuhan sebagai Aktus Murni yang tidak berwujud materi, (3) posisi Tuhan sebagai Penguasa Tertinggi, dan (4) kekuatan spiritual sebagai dasar kehidupan manusia. Studi ini membuka peluang penelitian lebih lanjut tentang integrasi nilai-nilai spiritual lokal dan Kristiani dalam konteks budaya Nusa Utara
REINTERPRETASI IMAJINASI MASKULINITAS DARI PERSPEKTIF TEOLOGI KERAPUHAN
This article aims to reinterpret the imagination of masculinity (Toxic Masculinity) with Theology of Vulnerability as the analytical tool. Focusing on the problem of suicide cases in the world which is still very worrying, including in Indonesia itself, this article argues that one of the reasons is because of this Masculinity Imagination. Quoting data from the World Health Organization (WHO) 2021 Global Health Estimates, of the 6,544 suicides across all ages in Indonesia, 5,095 cases occurred in men. The construction of men must not cry, must be strong, not weak, places them in an excessive imagination of "physical strength". The method used is a literature study using the framework of Vulnerability Theology in analyzing masculinity itself. As a result, fragility and vulnerability are a theology that must be celebrated, not shunned or discarded. Masculinity becomes a problem when it eliminates the femininity that exists in every human being. Masculinity must accept weakness, vulnerability, gentleness as a source of human communion with God.Artikel ini bertujuan menafsirkan kembali imajinasi maskulinitas (Toxic Masculinity) dengan Teologi Kerapuhan sebagai pisau analisisnya. Menempatkan pada masalah kasus bunuh diri di dunia yang masih sangat memprihatinkan termasuk di Indonesia sendiri artikel ini berpendapat bahwa salah satu penyebabnya karena Imaginasi Maskulinitas ini. Mengutip data Estimasi Kesehatan Global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2021, dari 6.544 angka bunuh diri di semua usia di Indonesia, sebanyak 5.095 kasus terjadi pada laki-laki. Konstruksi laki-laki tidak boleh menangis, harus kuat, jangan lembek, menempatkan mereka pada imajinasi berlebihan pada “physical power”. Metode yang digunakan adalah Studi literatur dengan menggunakan kerangka berpikir Teologi Kerapuhan dalam menganalisis maskulinitas itu sendiri. Hasilnya, Kerapuhan, kerentanan merupakan teologi yang harus dirayakan bukan sebaliknya dijauhi apalagi dibuang. Maskulinitas menjadi bermasalah ketika meniadakan sisi feminitas yang ada pada setiap manusia. Maskulinitas harus menerima kelemahan, kerentanan, kelemahlembutan sebagai sumber manusia bersekutu dengan Allah
PENDIDIKAN SEKSUALITAS: Upaya Pencegahan Penyimpangan Perilaku Seksual Remaja Masa Kini
Sexuality education is necessary for adolescents, especially from their parents. This is because adolescents experience rapid physical and sexual development, and they need guidance to gain a correct understanding of sexuality. Parents are the most responsible figures for providing this understanding. This study aims to emphasize that sexuality education is not a taboo subject and that parents must provide it to prevent their teenage children from engaging in sexual misconduct. The study uses a qualitative method, specifically a literature review. The findings and recommendations of this study confirm that parents are not only responsible for providing sexuality education to their adolescent children, but it is also an absolute necessity. Through proper, complete, and comprehensive sexuality education from parents, teenagers can control themselves and avoid sexual misconduct.Pendidikan seksualitas adalah hal yang perlu untuk diperdengarkan kepada remaja, khususnya melalui orang tua mereka. Karena setiap orang yang sedang dalam fase remaja sedang mengalami perkembangan tubuh dan seksualitasnya dengan pesat, sehingga mereka membutuhkan pendampingan sehingga mendapatkan pemahaman yang benar tentang seksualitas. Pribadi yang paling bertanggung jawab untuk memberi pemahaman tentang seksualitas kepada remaja adalah orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pentingnya pendidikan seksualitas orang tua kepada remaja agar remaja terhindar dari penyimpangan perilaku seksual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, khususnya melalui studi pustaka. Penelitian ini menghasilkan dan merekomendasikan sebuah penemuan yang menegaskan bahwa orang tua bukan sekadar bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan seksualitas kepada anaknya yang sudah dalam fase remaja, melainkan sudah menjadi keharusan mutlak orang tua untuk memberikan pendidikan seksualitas kepada remaja. Melalui pendidikan seksualitas orang tua secara benar, utuh dan komprehensif, maka remaja dapat mengendalikan dirinya untuk tidak terjebak dalam setiap perilaku penyimpangan seksua
MENINJAU ULANG KEJADIAN 22:1-19: BENARKAH ALLAH MENGIZINKAN KEKERASAN PADA ANAK?
The different images of God in the Old Testament and New Testaments have long been scrutinised. This has resulted in the assertion that the God of the Old Testament favours evil, genocide, murder, etc., whereas the God of the New Testament (in the form of Jesus) is a loving and forgiving God. This article aims to show that God basically does not allow violence against [creation], in this case children, despite the many texts in the Old Testament (one of which is the sacrifice of Isaac) that have this connotation. The findings of this article also vary, ranging from the finding that there is a possibility that the story of Isaac's sacrifice did not happen historically to Abraham's belief that Isaac would still be the son God promised him, so he did not hesitate to sacrifice Isaac. Some [further] findings are also presented in this article, such as the finding of God's tendency to avoid Abraham and Isaac when delivering sacrifices, the possibility that God misused his authority, to the opening of further discussion about how Abraham and Isaac's relationship after they returned home. All of this is presented to show that reading just one text and concluding that God is an evil God is a wrong approach to reading.Gambaran yang berbeda antara Allah dalam Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru telah lama diteliti. Kondisi ini mengakibatkan penekanan perbedaan, bahwa Allah Perjanjian Lama menyenangi kejahatan, genosida, pembunuhan, dan lain sebagainya, sedangkan Allah dalam Perjanjian Baru (yang dalam rupa Yesus) adalah Allah yang maha pengasih dan pengampun. Artikel ini hadir bertujuan untuk menunjukkan bahwa pada dasarnya Allah tidak mengizinkan kekerasan terhadap [ciptaan], dalam hal ini pada anak, meskipun banyak sekali teks-teks dalam Perjanjian Lama (salah satunya pengurbanan Ishak) yang berkonotasi demikian. Temuan artikel ini juga beragam, mulai dari temuan bahwa adanya kemungkinan kisah pengurbanan Ishak tidak terjadi secara historis hingga pada kepercayaan Abraham bahwa Ishak akan tetap menjadi anak yang dijanjikan Allah kepadanya, sehingga ia tidak ragu untuk mengurbankan Ishak. Beberapa temuan [lanjutan] juga dihadirkan dalam artikel ini, seperti temuan adanya tendensi Allah menghindar dari Abraham dan Ishak ketika menyerahkan korban sembelihan, adanya kemungkinan bahwa Allah salah menggunakan otoritasnya, hingga terbukanya pembahasan selanjutnya tentang bagaimana hubungan Abraham dan Ishak setelah mereka pulang. Seluruh hal ini dihadirkan untuk menunjukkan bahwa pembacaan atas satu teks saja, lalu menyimpulkan bahwa Allah adalah Allah yang jahat, merupakan pendekatan pembacaan yang keliru. Melalui artikel ini, akan dibangun sebuah konstruksi berpikir bahwa Allah memiliki makna di balik setiap tindakan dan perintah-ecara khusus kepada anak
Tinjauan Buku: Jumpa Allah Dalam Markus
This book is written simply, strictly using Mark's Gospel sources. In it there is a real invitation for readers to experience a real encounter with Jesus. The encounter with Jesus Christ has been experienced by other church leaders and has had a big impact on the church. Certainly readers of the Gospel of Mark today will have an impact on the growth and development of the Church if they experience an encounter with Jesus.
Buku ini ditulis dengan sederhana, memakai sumber Injill Markus secara ketat. Di dalamnya ada ajakan nyata untuk pembaca agar mengalami perjumpaan dengan Yesus secara nyata. Perjumpaan dengan Yesus Kristus telah dialami oleh tokoh gereja lainnya dan memberi dampak besar bagi gereja. Tentu pembaca Injil Markus masa kini akan berdampak bagi pertumbuhan dan perkebangan Gereja jika mengalami perjumpaan dengan Yesus.
 
KLAIM EKSKLUSIVITAS KRISTUS DALAM KONTEKS KEMAJEMUKAN AGAMA DI INDONESIA
The claim of Christ's exclusivity is a fundamental teaching that differentiates Christianity from other religions as well as a challenge for Christians who live amidst religious pluralism in Indonesia. This research aims to explore the meaning of the claim of Christ's exclusivity amidst religious plurality. The method used is a literature study. The results of the research show that Christian soteriology is a Christian teaching that can be proven historically. A loving God redeems and saves sinners through the great work of His death and resurrection. Jesus Christ is the only way and condition for salvation and reconciliation between His people and God.Klaim eksklutivitas Kristus merupakan pengajaran fundamental yang membedakan kekristenan dengan agama-agama lain sekaligus tantangan bagi orang-orang Kristen yang hidup di tengah kemajemukan agama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggali bagaimana makna makna klaim ekslusifitas Kristus di tengah-tengah pluralitas agama. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil dari penelitian untuk menunjukkan bahwa soteriologi Kristen adalah pengajaran Kristen yang dapat dibuktikan secara historis. Allah yang adil dan kasih menebus dan menyelamatkan orang-orang berdosa melalui karya agung kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus Kristus menjadi satu-satunya jalan serta syarat bagi keselamatan dan pendamaian antara umat-Nya dengan Allah
KAJIAN FILSAFAT KRISTEN TERHADAP PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA PADA PRAKTIK PEMBELAJARAN HYBRID
High order thinking skills are important for students. However, the high order thinking ability of students in Indonesia is decreasing, especially during the Covid-19 pandemic due to the application of online learning. Students can improve high order thinking skills through hybrid learning. The purpose of this project is to examine the importance of Christian philosophy on students' high order thinking skills in hybrid learning. The writing method used is literature review. The Christian philosophy used is Christian Anthropology which discusses humans as the image of God who fell in sin, so they need the grace of Christ's salvation to return to being a true human. Teachers must have a correct understanding of Christian Anthropology so that students' thinking skills develop. Students must be responsible for thinking abilities that are given by God. It can be concluded that it is important to use Christian philosophy to view the development of students' high order thinking skills in hybrid learning because high order thinking skills are one of the attributes of God that are found in humans, which are the image of God so that they must be improved. The advice given is to discuss all Christian philosophies to get a wider understanding.
Keywords: Christian anthropology, higher order thinking skills, hybrid learning
Keterampilan berpikir tingkat tinggi penting bagi siswa. Namun kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa di Indonesia semakin menurun, terutama di masa pandemi Covid-19 akibat penerapan pembelajaran daring. Siswa dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui pembelajaran hybrid. Tujuan dari proyek ini adalah untuk menguji pentingnya filsafat Kristen pada keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran hybrid. Metode penulisan yang digunakan adalah kajian literatur. Filsafat Kristen yang digunakan adalah Antropologi Kristen yang membahas manusia sebagai gambaran Tuhan yang jatuh dalam dosa, sehingga membutuhkan anugerah keselamatan Kristus untuk kembali menjadi manusia sejati. Guru harus memiliki pemahaman yang benar tentang Antropologi Kristen agar kemampuan berpikir siswa berkembang. Siswa harus bertanggung jawab atas kemampuan berpikir yang diberikan oleh Tuhan. Dapat disimpulkan bahwa penting menggunakan filsafat Kristen untuk melihat perkembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran hybrid karena kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu sifat Allah yang terdapat pada manusia yang merupakan gambar Tuhan sehingga harus ditingkatkan. Saran yang diberikan adalah membahas semua filosofi Kristen untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas.
Kata kunci: Antropologi Kristen, keterampilan berpikir tingkat tinggi, pembelajaran hybrid