IPMAFA Journals (Institut Pesantren Mathali'ul Falah)
Not a member yet
599 research outputs found
Sort by
Analisis Peraturan Pencegahan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi dalam Tinjauan Al-Qur’an dan Hadis
Regulation of the Minister of Education, Culture, Research, and Technology Number 30 of 2021 concerning the prevention of sexual violence in Higher Education arises because there are many cases of sexual harassment that occur in the Higher Education environment and there is no specific law to handle it. On the other hand, the majority of the population of Indonesia is Muslim, with the main teachings being the Koran and Hadith which also prohibit adultery and sexual violence. On this basis, this study aims to analyze Permendikbudristek Number 30 of 2021 in terms of the perspective of Islam. The method used in this study is a qualitative method with analytical techniques using content analysis. The primary source of research data refers to Permendikbudristek Number 30 of 2021 while secondary data is obtained through scientific journals, books, national news, and phenomena circulating in the community. The results of this study indicate that Permendikbudristek Number 30 of 2021 is not in accordance with Islamic teachings so that a review is needed so that Permendikbudristek is in line with and does not conflict with Islamic teachings contained in the Koran and Hadith
Implementation of the Concept of Moral Education in the Book of Alala Tanalul Ilma in the Era of Society 5.0
The development of technology and science in the era of society 5.0 has a positive impact on the development of human civilization and also leaves some homework that needs to be a common concern, including those related to morals. The development of technology provides a free and spacious space for anyone to communicate and behave in cyberspace. This if not guided by morals and good behavior patterns will lead to a decrease in morals in attitude and communication. Imam Azzarnuji in the book of alala tanalil ilma provides a very relevant moral education guide to be used as a guide for behavior in the era of society 5.0. This research is a descriptive qualitative research that examines the book of alala tanalul ilma by Imam Azzarnuji. This study concludes that in the Nadhom Kitab alala tanalul ilma the concept of moral education is implied which can be implemented in the era of society 5.0. The results of the study show that there are 5 (five) classifications of moral education in the Alala Tanalul Ilma book, namely morals in making friends, communication morals, morals in studying, morals of knowledgeable people, and morals to teachers and parents. The development of science and technology contained in the era of society 5.0 must be balanced with strengthening the morals of Muslims. So that the development of technology and science is able to realize the benefit of life and prevent humans from being harmed. The results of this study are expected to be able to become one of the ummah's reference centers for references in upholding good morals in their lives for the achievement of the benefit of life
Pola Komunikasi Orang Tua dalam Pengelolaan Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam mengkomunikasikan pengelolaan siswa berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan adalah dengan metode kualitatif, dengan rencana penelitian studi kasus. Tempat penelitian ini di SLB Negeri Cendono Kudus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi sekolah dalam mengkomunikasikan pengelolaan siswa berkebutuhan khusus adalah melalui kelas orang tua berkomunikasi dengan guru bayangan, dan wali kelas berkomunikasi langsung dengan siswa orang tua. Strategi menggunakan pemanfaatan media elektronik seperti media sosial, buku penghubung serta pertemuan langsung dengan orang tua siswa, pemberdayaan guru bayangan dan perantara antara sekolah dengan orang tua, dan penggunaan beberapa media sebagai penghubung orang tua dengan sekolah
Implementasi Sekolah Ramah Anak dalam Mewujudkan Nilai-Nilai Karakter Anak Usia Dini di RA Hidayah Tayu Kabupaten Pati
Schools are expected to be able to provide a sense of security, comfort and fun for children, so that the learning process and results are maximized. But the facts on the ground show that students often get pressure and feel uncomfortable when going to school. Inappropriate school conditions and an uncomfortable environment cause children to be vulnerable to violence, both verbal and psychological. The aims of this study are (1) to determine the concept of realizing a child-friendly school based on early childhood character values in RA Hidayah Tayu, Pati Regency, (2) to examine the implementation of child-friendly schools in RA Hidayah Tayu, Pati Regency in realizing the character values of early childhood. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. The data collection used are observation, interview and documentation techniques. Data analysis in this study used data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions (verification). The results of the study show that RA Hidayah has implemented 4 child-friendly school concepts. The concept of a child-friendly school is carried out with the stages of preparation, planning, implementation and outcome (characterized students). While the implementation towards child-friendly schools is realized by the presence of 4 components, namely protection, care, education and health
Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Majemuk pada Pendidikan Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk pada Pendidikan Anak Usia Dini atau yang lebih dikenal dengan istilah PAUD. Metode Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk merupakan salah satu alternatif solusi dalam memberikan penyelenggaraan layanan pendidikan yang berkualitas baik kepada anak usia dini. Dalam praktiknya, pendidik pada PAUD harus peka terhadap peserta didik yang diampunya. Hal ini dikarenakan setiap peserta didik membutuhkan stimulus untuk membangkitkan kecerdasan yang dikaruniakan Tuhan kepada dirinya. Kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap. Kecerdasan merupakan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan suatu masalah; kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan; kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat. Tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan. Melalui pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk, pendidik mempelajari kekuatan/kelemahan peserta didik dan memberikan peluang untuk belajar melalui kelebihan-kelebihannya. Sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi dunia, bekerja dengan keterampilan sendiri dan dapat mengembangkan kemampuannya sendiri
Kegagalan Pembelajaran Tematik pada Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah
Pembelajaran tematik merupakan metode dalam pembelajaran yang menghubungkan dan mengintegrasikan materi pendidikan dari satu bidang atau lintas disiplin ilmu dengan tuntutan dan harapan lingkungan sosial keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi permasalahan kesenjangan antara realita dengan idealita dalam pembelajaran tematik pada Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dimana data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, artikel, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kegagalan pada pembelajaran tematik di jenjang sekolah dasar terjadi karena faktor guru dan siswa. Faktor guru karena adanya ketidaksiapan guru dalam menerima kurikulum baru (pembelajaran tematik), kurangnya perencanaan, serta alat dan bahan yang kurang mendukung. Sementara dari faktor siswa yakni kesulitan belajar karena materi terlalu banyak, siswa merasa bingung, dan pasif saat menjawab pertanyaan guru. Beberapa hal yang menghambat siswa untuk mempelajari topik tertentu, antara lain sikap, pemahaman, kepentingan, kapasitas intelektual, dan perhatian orang tua terhadap siswa
Analisis Persepsi Nasabah terhadap Merger Bank Syariah Indonesia
The announcement of the merger of Bank Syariah Indonesia caused customers to ask questions about various problems that overshadowed it, including problems with the future of the bank, products, services and other facilities. This study was conducted to reveal how the customer's perception of the merger of Indonesian Sharia Banks in Pati Regency with the aim of knowing the customer's perception of the merger of Indonesian Sharia Banks in Pati Regency. This research is a descriptive qualitative research with data taken from questionnaires and interviews. The analysis model uses the Miles and Huberman model with the results that the customer's positive perception of this merger is to support Islamic economic growth in the banking sector, because it is sharia / interest free, there are no service difficulties, states that they remain a customer of Bank Syariah Indonesia and the negative perception of this merger is all offices are located far away and have difficulty in service
Pelatihan Aplikasi Scratch Untuk Meningkatkan Kemampuan Computational Thinking Pada Guru
Keterampilan yang dibutuhkan pada abad 21 diantaranya adalah computational thiking (CT). Kecakapan CT ini harus dikuasai oleh sisiwa agar ia mampu menghadapi tantangan dalam era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. CT adalah metode berpikir untuk merumuskan persoalan dan solusinya, di mana solusinya secara efektif dapat dieksekusi oleh agen pemroses informasi baik berupa komputer, atau manusia. Pembelajaran CT dapat dilakukan dengan berbagai metode, baik terintegrasi dalam mata pelajaran tertentu atau menjadi mata pelajaran pemograman. Di antara cara mengenalkan dan membiasakan berpikir komputasional adalah dengan menggunakan aplikasi Scratch. Aplikasi ini membantu siswa dalam belajar pemograman tanpa harus tahu skrip bahasa pemograman. Dengan hanya ”drag dan drop” siswa dapat membuat sebuah game yang menarik. Kemampuan CT ini tentu harus dimulai dari kemampuan guru dalam mengajarkan CT. Pengabdian masyarakat ini bermaksud membekali guru agar dapat mengajarkan CT denganaplikasi Scratch. Sasaran pelatihan adalah para guru di MI Tamrinusibyan Sumbersari Kayen Pati Jawa Tengah.Metode pengabdian ini menggunakan ABCD (Asset Based Community Development) dengan tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang didapatkan dari pelatihan ini adalah para guru 67 % mampu memahami sctrath dengan baik dan 33% masih cukup baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa guru mampu mengenal tentang computional thinking dan metode pengajarannya dengan menggunakan aplikasi Scratch setelah mengikuti pelatihan
Penguatan Dakwah Islam Aswaja pada Generasi Muda di Era Digital
Belum optimalnya keterlibatan generasi muda Nahdlatul Ulama dalam melakukan syiar Ahlussunnah wal jama’ah di media sosial. Kecenderungan mereka masih sebagai penikmat, pendengar dan penonton dari kajian keislaman yang tersaji di youtube, Instagram dan beberapa aplikasi media sosial lainnya, dan belum sampai pada upaya untuk menghasilkan sebuah kontek dakwah. Meski memiliki kemampuan cukup, namun perlunya dorongan dan pembinaan bagi mereka untuk lebih berani dalam menghasilkan konten positif. Program pengabdian ini bertujuan untuk melatih peserta dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilan dalam menghasilkan produk atau konten dakwah Islam sebagai ikhtiar dalam melakukan syiar Islam ruang digital. Di sisi lain, upaya ini juga memberikan ruang dan memberdayakan generasi muda dalam mengaktualisasikan kemampuan dalam berdakwah, baik secara lisan maupun tulisan. Desain kegiatan berupa pelatihan yang ditujukan bagi 20 dan peserta merupakan mahasiswa Universitas Wahid Hasyim yang tergabung dalam komunitas Pegiat Muda Aswaja (PMA). Kegiatan dilaksanakan bulan Juni – November 2022 yang bertempat di laboratorium Aswaja Universitas Wahid Hasyim. Program melibatkan dosen dan praktisi yang memiliki keahlian di bidangnya. Materi yang diisajikan berupa keislaman, konten kreatif, pemanfaatan media sosial dan beberapa materi relevan lain. Diskusi, mentoring, penugasan menjadi bagian metode yang dilakukan dalam pelaksanaan program. Hasil dari pengadian antara lain, 1) konten penulisan; 2) Konten pemberitaan; dan 3) Konten video keislaman.
 
Konsep Pola Makan menurut Al-Qur'an dalam Kajian Tafsir Tematik
Diet is one of the determining factors in human health, but in fact the Muslim community in Indonesia still does not understand the concept of eating patterns in the Qur'an. Many people still eat excessively, it is proven that Indonesia is the 2nd largest producer of food waste in the world. There are also those who consume forbidden foods or drinks such as liquor and drugs and like to consume less nutritious foods. Al-Qur'an and Hadith as the main sources of Islamic teachings have taught a good diet for physical and spiritual health. This research is a qualitative research with library research method that examines how the concept of eating patterns in the Qur'an. The data collected were analyzed using an interpretive approach with the maudhui interpretation method. The results of the study indicate that a quality healthy life can be obtained, among others, by protecting a diet that is not excessive, eating nutritious food, according to what the body needs, and eating halal thoyyiban which has been prescribed by Islam