Al-Isyraq - Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
TIPOLOGI PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI BKI FAKULTAS DAKWAH IAIN JEMBER ANGKATAN 2016
Kampus dengan segala dinamikanya, menuntut mahasiswa untuk mematuhi semua aturan dan kewajiban kampus, salah satunya adalah belajar dan mengikuti kegiatan akademik dan non akademik di kampus. Selama menuntut ilmu di kampus. Mahasiswa harus mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh Dosen sesuai dengan format penugasan dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Semua tugas yang telah dosen berikan kepada mahasiswa harus dikerjakan dan diselesaikan dengan tepat waktu. Jika mahasiswa mengalami kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai batas waktu yang telah ditentukan, sering mengalami keterlambatan, mempersiapkan sesuatu sangat berlebihan maka dapat dikatakan sebagai individu yang melakukan prokrastinasi akademik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan perspektif emik dengan rancangan studi kasus. Dari hasil penelitian perilaku prokrastinasi akademik Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah IAIN Jember Angkatan 2016 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: ada empat perilaku prokrastinasi akademik Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah IAIN Jember Angkatan 2016 (1) menunggu hasil pekerjaan teman (2) keterlambatan dalam mengumpulkan tugas, (3) irrational believe merupakan keyakinan bisa mengerjakannya nanti atau lemah dalam regulasi waktu dan, (4) tidak cocok dengan dosen. Kata kunci: Tipologi, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa dan Bimbingan dan Konseling Isla
BIMBINGAN AGAMA ISLAM MELALUI LIVING VALUES EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui program yang ada di Majelis Taklim Konversi Diniyah al-Ikhlas Panyileukan Kota Bandung; (2) untuk mengetahui proses bimbingan agama Islam melalui living values education programme; dan (3) untuk mengetahui hasil dari pelaksanaan bimbingan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: (1) tahap pembuka; (2) hening atau relaksasi; (3) kegiatan berbasis nilai; (4) diskusi; dan (5) penutup. Berdasarkan hasil pengisian angket diketahui bahwa sikap toleransi jama’ah MTKD al-Ikhlas Panyileukan memiliki persentasi antara 90%-100% dan berada pada kategori “Baik”.Kata Kunci : Bimbingan Islam, living values education, toleransi
LAYANAN BIMBINGAN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA MELALUI PENDEKATAN BEHAVIORAL
Anak tunagrahita yang memiliki IQ dibawah rata-rata orang normal, maka anak berkebutuhan khusus tunagrahita akan sulit berkembang dan lemah dalam segi intelektual. Jangankan dari segi intelektual, untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari saja mereka sangat bergantung kepada orang lain. Dilihat dari segi lainnya yaitu anak tunagrahita bisa di bimbing dan sedikit-demi sedikit di ubah tingkah lakunya menjadi lebih mandiri. Untuk itu di butuhkannya peran pendamping melalui layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral. Untuk mengetahui hambatan apa saja yang terjadi dalam pelaksanaannya. Kemudian untuk mengetahui hasil yang di capai setelah dilakukannya proses layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan kepada pembimbing dan juga orang tua siswa di SLB Mulya Bakti Bandung Barat.Layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral ini adalah suatu proses pemberian bantuan kepada anak berkebutuhan khusus tunagrahita dengan menggunakan teknik-teknik yang terdapat dalam pendekatan behavioral. Layanan kemandirian ini sebagai upaya meningkatkan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita agar tidak terlalu bergantung pada orang lain dalam melakukan aktifitas sehari-hari.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa layanan bimbingan kemandirian anak berkebutuhan khusus tunagrahita melalui pendekatan behavioral di SLB Mulya Bakti ini terlihat perubahan yang signifikan. Proses layanan ini dilaksanakan dengan terstruktur dan terarah melalui proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Dalam proses tersebut menggunakan metode percontohan, pengkondisian operan, perkuatan positif, pembentukan respons dan penghapusan. Materi yang diberikan merujuk kepada indikator kemandirian sosial emosi, fisik dan fungsi tubuh,dan kemandirian intelektual. Hambatan yang terjadi dalam proses layanan bimbingan ini muncul dari faktor eksternal seperti kelengkapan fasilitas sekolah, juga faktor internal yaitu perbedaan klasifikasi dan karakter anak. Perubahan yang signifikan terjadi pada anak dengan tunagrahita ringan dan sedang, sedang anak dengan tunagrahita berat tidak terlalu signifikan perubahannya. Dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kemandirian menggunakan pendekatan behavioral ini dapat menjadikan anak tunagrahita menjadi lebih mandiriKata kunci : Layanan Bimbingan Kemandirian, Pendekatan Behavioral, Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita
PENGARUH BIMBINGAN KARIER PADA KEMATANGAN KARIER DAN EFIKASI DIRI
Penelitian ini untuk menjawab format perlakuan bimbingan karier yang sesuai pada perguruan tinggi agama Islam. Penerapan layanan bimbingan karier dapat mengalisis pengaruh bimbingan karier terhadap efikasi diri dan kematangan karier dengan penajaman pada aspek gender dan latar belakang studi. Bentuk Penelitian berupa metode kombinasi antara metode kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan. Penelitian kualitatif untuk mengetahui aspek-aspek kebutuhan bimbingan karier, sedangkan penelitian kuantitatif untuk mengetahui derajat dan hubungan antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan (1) pelayanan bimbingan karier Islam dapat memberikan hasil yang baik, berkualitas, dan bermanfaat, (2) terdapat respons antusias dari mahasiswa (konseli) atas pelaksanaan bimbingan karier Islam, (3) pengaruh bimbingan karier pada kematangan karier 0,66 (p 0,01), bimbingan karier Islam pada kematangan karier melalui efikasi diri 0,50 (p 0,01), bimbingan karier Islam terhadap keseluruhan aspek karier sebesar 0,72 (sangat kuat). Analisis pengaruh pada aspek gender wanita 0,55 (p 0,01), lelaki 0,14 (p 022). Analisis latar belakang pendidikan, mahasiswa dengan latar belakang pendidikan agama mempunyai pengaruh 0,52 (p 0,01), latar belakang pendidikan umum 0,39 (p 0,01). Program bimbingan karier Islam menunjukkan optimisme pada kematangan karier dan efikasi diri, terlebih pada mahasiswa wanita dan mahasiswa yang berlatar belakang sekolah agama
PENINGKATAN TANGGUNG JAWAB STUDI MELALUI BIMBINGAN KONSELING ISLAM PENDEKATAN TEKNIK SELF MANAGEMENT
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil akhir Bimbingan Konseling Islam melalui Tekhnik Self Management untuk meningkatkan tanggung jawab studi. Manfaat Penelitian secara teoritis, sebagai pengkajian terhadap Bimbingan Konseling Islam melalui Tekhnik Self Management untuk meningkatkan tanggung jawab studi pada Mahasiswa UIN Bandung diharapkan dapat berguna dan dapat menambah wawasan dalam bidang Konseling Islam dan Komunikasi pada umumnya serta Jurusan Bimbingan Konseling Islam Khususnya. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam pengembangan ilmu dakwah, khususnya melalui pendekatan Bimbingan Konseling Islam dan juga informasi tersebut diharapkan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dalam rangka konseling islam. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, yang mana pendekatan kualitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistic dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan konseli merasa lebih merasakan hidup sehat, konseli merasa mempunyai waktu yang cukup. Waktu yang cukup itu dipergunakan konseli untuk belajar. Akan tetapi konseli tidak meninggalakan organisasinya, hanya saja konseli meminimalisir kegiatan di teaternya. Dengan meminimalisir kegiatan tersebut, konseli mempunyai waktu yang cukup untuk istirahat dan belajar. Konseli merasakan sudah tidak terbengkalai dalam mengerjakan tugas
EFEKTIVITAS TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari teknik sosiodrama untuk meningkatkan perencanaan karir siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen kuasi dan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IXMTsN 4 Indramayu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan sampel dalam penelitian ini merupakan siswa kelas IX GMTsN 4 Indramayu yang berjumlah 35 siswa. Analisis data yang digunakan adalah Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan t hitung 4,478 t tabel 1,667 maka kemampuan perencanaan karir siswa kelompok eksperimen setelah diberikan intervensi teknik sosiodrama lebih tinggi dari pada siswa kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi dengan teknik sosiodrama. Penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mengambil keputusan untuk merencanakan karirnya. Kata Kunci: perencanaan karir, teknik sosiodrama.
TERAPI BERKALA KOMBINASI BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN RATIONAL EMOTIF BEHAVIOR THERAPHY (REBT) PADA PENANGANAN PERILAKU AGRESIF ANAK DI SD AL-FALAH ASSALAM TROPODO SIDOARJO
Abstract: In this study, researchers will examine psychological therapy methods in handling the aggressive attitude of a 4th grade elementary school student at SD Al-Falah Assalam Tropodo Sidoarjo through the RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPHY (REBT) approach. REBT is a therapeutic method that was initiated by an American psychologist, Albert Ellis in the 1950s. This REBT therapy method focuses on improving attitudes or behaviors, where the individual's behavior is caused by 2 main factors; Internal factors related to genes and external factors related to the environment the individual lived. For this research method, researchers used a qualitative descriptive approach, in which the research subjects were elementary school students grade 4 who were identified as having an aggressive attitude. This research is intended to find information, about the students' aggressive attitudes and then look for information related to what factors influence the aggressive behavior. Furthermore, applying the REBT method in dealing with the aggressive attitude, as well as to determine the effectiveness of the REBT method in handling the child's aggressive attitude. Researchers hope this research can be used as a reference in dealing with the aggressive behavior of other students.Keywords: Aggressive Behavior, REBT, A-B-C Theor
MODEL BIMBINGAN KONSELING ISLAM BAGI SISWA TUNANETRA
Blind people as individuals who have limited vision have a risk or tendency to experience psychological problems as a result of their limitations. Thinking and treating as a weak person will actually worsen his condition. In fact there are many of them who reject it or not accept it, against the weakening of people who are physically normal, because they feel discriminated against in their lives. Likewise in education, they have the same desire as other normal individuals, want to get a decent education, and not be distinguished. The reality in inclusive schools has not yet led to ideal expectations. Therefore, there needs to be an intensive effort so that inclusive education for them can be as expected. One of them is through this kind of research. The purpose to be achieved in this study is to identify and describe the model of Islamic counseling that is appropriate for blind students. The study was conducted with a qualitative approach in the MAN Maguwo inclusion school in Yogyakarta, involving two subjects of the BK teacher, and three subjects were blind students. The data collection techniques use interviews, observation and documentation.The result is that the Islamic guidance and counseling model used for blind students is to use the Nafsiah Islamic counseling model (internalization of religion in every attitude and behavior), Fardiyah (planting religious behavior) and Fi'ah (done in individual, group and classical), and contemporary, where there are five types, namely; constellation of services, development guidance, scientific guidance on activities aimed at, social reconstruction guidance, personal development guidance
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI KONSELING KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KABUPATEN CIREBON
Pada penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif lapangan (field research) dengan jenis deskriptif agar lebih dapat menggali informasi secara lebih luas dan detail dalam penjelasannya, dimana data yang dikumpulkan berupa pendapat, tanggapan, informasi, konsep-konsep dan keterangan yang berbentuk uraian dalam mengungkapkan masalah, gejala, maupun fenomena di masyarakat secara cermat, faktual, dan sewajarnya. Teknik pengumpulan datanya yakni dengan menggunakan observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria dan pertimbangan (purposive sampling) yakni warga masyarakat di Desa Kepuh Kecamatan Palimanan, Desa Kedungdawa Kecamatan Kedawung dan Desa Bojong Gebang Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yakni bahwa kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Cirebon semakin hari, semakin meningkat. Bahkan dalam kebanyakan kasus, pelaku yang menjadi penyebab kekerasan dalam rumah tangga dilakukan oleh pasangannya. Hanya saja, tidak sedikit pasangan yang sebenarnya menjadi korban KDRT akan tetapi masih enggan untuk melaporkannya kepada pihak yang berwajib dengan alasan masih mencintai pasangannya. Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam keluarga tersebut, salah satunya dilakukan melalui konseling keluarga.Konseling keluarga bertujuanuntuk membantu anggota keluarga belajar menghargai secara emosional bahwa dinamika keluarga adalah kait-mengait diantara anggota keluarga yang lainnya. Konseling keluarga Juga bertujuan untuk membantu anggota keluarga agar menyadari tentang fakta, jika satu anggota keluarga bermasalah, maka akan mempengaruhi kepada persepsi, ekspektasi dan interaksi anggota-anggota lain.Kesimpulan dari penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pelaksanaan konseling keluarga yang dilakukan oleh seorang konselor terhadap klien memiliki peranan yang sangat penting dalam pencegahan sekaligus tindakan kuratif dalam penyelesaian KDRT di masyarakat. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Konseling Keluarga, Pencegahan, KDR
MANAGEMENT PROFILE OF GUIDANCE AND COUNSELING IMPLEMENTATION IN VOCATIONAL SECONDARY SCHOOL
This article is intended to describe the management of the implementation of counseling and guidance in vocational secondary schools. All data are revealed by using the techniques of observation and interview against informants that have data sources that are widely associated with the management of the implementation of counseling and guidance In vocational secondary schools, namely the school counselor and some teachers that helps the implementation of counseling and guidance at SMK Negeri I Ponorogo. The results of the descriptive analysis against the management of the implementation of counseling and guidance at SMK Negeri I Ponorogo can be classified in three parts; First, program planning counseling and guidance. Counseling and guidance programs that have been developed at SMK Negeri I Ponorogo has standard and done professionally, because it has been through the planning mechanism, feasibility study, consulting programs and socialization of execution the program. Second, the implementation of a program management counseling and guidance. Implementation of management counseling and guidance at SMK Negeri I Badegan has been done correctly, because it already includes the target learners and stakeholders with system administration and reporting are complete, ranging from program daily, weekly, on a monthly, semiannual and annual, though the supporting facilities and infrastructure facilities is still very minimal. Third, organizational and human resources personnel of counseling and guidance. The conditions of organization and personnel still to be developed, since technically the amount one person concurrently coordinator of counseling and guidance staff assisted with one person taken from teachers of subjects, so haven't been able to provide services maximum, because the comparative number were one teacher with 1200 students