Al-Isyraq - Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
PERAN DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE CABANG PAMULANG [THE ROLE OF WORK DISCIPLINE AND WORK ENVIRONMENT IN ENHANCING EMPLOYEE PERFORMANCE: A CASE STUDY OF PT FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE, PAMULANG BRANCH]
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Federal International Finance Cabang Pamulang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan pengolahan data menggunakan SPSS versi 2.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi Y = 4,586 + 0,665X1, nilai koefisien korelasi (R) = 0,781, serta nilai thitung 4,946 ttabel 1,982 dengan signifikansi 0,000 0,05. Lingkungan kerja juga berpengaruh signifikan, dengan persamaan regresi Y = 7,998 + 0,782X2, nilai koefisien korelasi (R) = 0,804, serta nilai thitung 6,176 ttabel 1,982 dengan signifikansi 0,000 0,05. Uji simultan menunjukkan disiplin kerja dan lingkungan kerja bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan persamaan regresi Y = 3,056 + 0,339X1 + 0,484X2, nilai koefisien korelasi (R) = 0,843, dan nilai koefisien determinasi (R²) = 0,711, yang berarti 71,1% variasi kinerja dijelaskan oleh kedua variabel, sedangkan sisanya 28,9% dipengaruhi faktor lain. Hasil uji F (134,000 3,930; p 0,05) memperkuat signifikansi bersama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan di PT Federal International Finance
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU PELAKU BULLYING DI SMPN 18 TANGERANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab perilaku bullying pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian empat pelaku bullying yang diwawancarai secara mendalam untuk menggali faktor-faktor penyebab bullying . Temuan menunjukkan bahwa perilaku bullying dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tekanan kelompok sebaya, dinamika keluarga yang disfungsional, keinginan untuk menunjukkan dominasi sosial, serta rendahnya kesadaran akan berdampak negatif pada perilaku tersebut. Perundungan terjadi secara berulang dan disengaja, dengan sasaran utama korban yang dianggap lemah atau tidak mampu melawan. Penelitian ini mengacu pada kerangka teori Don Olweus yang menekankan ketimpangan kekuasaan dan penguatan lingkungan sebagai pemicu terbentuknya perilaku bullying. Hasil penelitian merekomendasikan perlunya intervensi yang komprehensif dan sistemik dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat luas untuk mencegah dan menanggulangi bullying secara efektif di lingkungan pendidikan.Kata Kunci: Bullying, Perilaku, Sekolah Menengah Pertama, Sisw
Analisis Bibliometrik Tren Penelitian Konseling Kognitif Pendidikan Berkualitas Tahun 2015 - 2024
Penelitian ini memiliki tujuan untuk memetakan informasi tentang tren penelitian Konseling Kognitif yang sudah terpublish sejak tahun 2015 hingga tahun 2024 melalui database Dimensions AI. Metode Preferred Reporting Items for Systematics Reviews and Meta-Analysis atau biasa disebut metode PRISMA. Hasil penelitian menyajikan data bahwa kata kunci konseling kognitif pada tahun 2015 tercatat sejumlah 11 artikel ilmiah kemudian di tahun 2024 tercatat 73 artikel ilmiah. Data ini menunjukkan bahwa perkembangan penelitian tentang konseling kognitif terus meningkat. Proses pemilihan artikel dilakukan dengan Dimensions AI, pada awal pencarian kata kunci ‘Cognitive Counseling’ dari tahun 2015 hingga 2024 ditemukan sejumlah 6.267 karya ilmiah yang kemudian hanya tersisa 314 karya ilmiah saja dikarenakan sejumlah 5.903 karya ilmiah tidak termasuk kategori Quality Education dan sejumlah 50 karya ilmiah tidak berbentuk artikel ilmiah. Jurnal Pendidikan Usia Dini JPUD, Indonesia merupakan jurnal yang paling banyak mempublish karya ilmiah dengan kata kunci cognitive counseling sejumlah 7 publikasi dan 18 sitasi. Charles Edmund Degeneffe dari San Diego State University, USA merupakan peneliti yang paling banyak berkontribusi pada penelitian dengan kata kunci cognitive counseling dengan 4 publikasi dan 14 sitasi. Hasil yang ditemukan dapat menjadi dasar bagi para peneliti yang hendak mendalami atau mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan cognitive counseling
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN DUKUNGAN SOSIAL REKAN KERJA DENGAN PRESENTEEISM PADA PERAWAT
This study aims to examine the relationship between workload and coworker social support with presenteeism among nurses. A correlational quantitative approach was used with 115 nurse participants working in hospitals, clinics, community health centers, and home care services in Kudus, Pati, and Demak. The sampling technique applied was purposive sampling with a minimum one-year work experience requirement. The instruments consisted of three psychological scales: presenteeism, workload, and coworker social support all of which passed validity and reliability testing. Data were analyzed using Pearson product-moment correlation and multiple linear regression. The results showed a significant positive correlation between workload and presenteeism(r = 0.471, p less than 0.01) and a significant negative correlation between coworker social support and presenteeism (r = –0.385, p less than 0.01). Furthermore, regression analysis indicated that workload and coworker social support jointly contributed significantly to presenteeism (R squared = 0.294, F = 23.335, p less than 0.01). These findings emphasize the importance of managing workload and strengthening coworker support to reduce presenteeism among nurses
QUARTER LIFE CRISIS PADA DEWASA AWAL DI KARAWANG: PERAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS
Quarter life crisis (QLC) merupakan fase transisi dari remaja ke dewasa awal yang menimbulkan tantangan identitas dan emosional, ditandai oleh perasaan cemas, kebingungan, ketidakpastian, dan ketidakstabilan menghadapi masa depan. Mengidentifikasi pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis pada dewasa awal yang mengalami QLC di Karawang, merupakan tujuan penelitian ini. Metode kuantitatif dipakai pada studi ini dengan desain asosiatif. Sebanyak 127 individu berusia 18–40 tahun menjadi sampel pada studi ini dengan melalui purposive sampling. Instrumen pengukuran yang dipergunakan meliputi Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk dukungan sosial dan Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (RPWB) untuk kesejahteraan psikologis. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (uji Kolmogorov-Smirnov, p = 0.200) dan hubungan antara variabel bersifat linear (p = 0.896). Dengan nilai F dan p masing-masing 17.750 dan 0.001, uji hipotesis ini menunjukkan pengaruh dukungan sosial yang signifikan pada kesejahteraan psikologis. Koefisien determinasi (R²) dengan nilai 0.124 memperlihatkan bahwa kontribusi dukungan sosial sebesar 12.4% terhadap variabel kesejahteraan psikologis, selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain, khususnya kondisi sosial ekonomi seperti pengangguran, yang dapat memperkuat tekanan psikologis dalam fase QLC.
THE ROLE OF JOB SATISFACTION INFLUENCING GENERATION Z TURNOVER INTENTION WITH ORGANIZATIONAL SUPPORT AND WORK LIFE BALANCE AS SUPPORTING FACTORS
This study aims to explore the effect of organizational support and work-life balance on job satisfaction and turnover intention, considering the role of gender as a moderating variable, among alumni of Budi Luhur University who have worked experience of at least one year. This study uses quantitative research and Cochrane formula sampling obtained by at least 96 people, but the author collected 120 respondents, where data were collected from alumni by distributing questionnaires online through a digital survey platform (Google Forms). Furthermore, the data obtained were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that organizational support and work-life balance both had a significant effect on job satisfaction in alumni of Budi Luhur University, indicating that organizational support and balance between work and personal life can increase their job satisfaction. However, organizational support and work-life balance did not have a significant effect on turnover intention. In addition, job satisfaction was shown to have a significant effect on turnover intention, meaning that alumni who were satisfied with their jobs tended to have a lower intention to change jobs. Finally, gender was not shown to moderate the effect between job satisfaction and turnover intention
PENGARUH INTERVENSI KETAHANAN KELUARGA ANTI NARKOBA TERHADAP PENINGKATAN KONDISI MENTAL EMOSIONAL PADA REMAJA
The role of the family is very important in the development of children, children and adolescents need loving attention and support from parents. The subjects in this intervention activity amounted to 10 students. Subjects were obtained using purposive sampling technique. The purpose of this study is to see the effectiveness of the intervention given to adolescents, who experience mental emotional problems in the poor category, as well as being able to develop adolescents' mental emotional conditions to be even better and know how to get out in bad conditions. This research is a quantitative experiment using the one group pre test post test design approach method by giving an initial measurement (pre-test) to the subject then given treatment and then carrying out the final measurement (post-test). Data collection uses a psychological scale with the Indonesian version of the Strength and Difficulties Quesstionnaire (SDQ) scale which has 25 items. The reliability test used Cronbach's Alpha technique with a result of 0, 773. Using the paired sample t - test, with the results of p = 0.034 (0.05). Based on the results of the study, the provision of family resilience interventions is considered effective and significant to overcome mental emotional problems in adolescents
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN REGULASI EMOSI DENGAN STRESS AKADEMIK PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
Stres akademik merupakan tantangan utama bagi mahasiswa tingkat akhir, terutama dalam menyelesaikan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri, regulasi emosi, dan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 263 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dan stres akademik (r = -0.751) serta antara regulasi emosi dan stres akademik (r = -0.778). Mahasiswa dengan efikasi diri yang tinggi dan keterampilan regulasi emosi yang baik cenderung mengalami tingkat stres akademik yang lebih rendah. Hal ini menyoroti peran penting kedua variabel tersebut dalam mengelola tekanan akademik. Sebagai rekomendasi, universitas didorong untuk mengembangkan program dukungan psikologis yang berfokus pada peningkatan efikasi diri dan regulasi emosi mahasiswa. Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan sampel dan mempertimbangkan faktor lain, seperti dukungan sosial dan lingkungan belajar, guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai stres akademik pada mahasisw
PENGARUH PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN LONELINESS TERHADAP CELEBRITY WORSHIP PADA FANS K-POP
This study analyzes the influence of psychological well-being and loneliness on celebrity worship among K-pop fans aged 18–25, categorized into three levels: entertainment-social, intense-personal, and borderline-pathological. Using a quantitative approach with a regression design and simple random sampling technique, data were collected through an online questionnaire utilizing the Celebrity Worship Scale (CWS), UCLA Loneliness Scale, and Psychological Well-Being Scale (PWBS). The results of multiple regression analysis indicate that both variables significantly influence celebrity worship, both simultaneously and partially, with a contribution of 58.7%, while the remaining 41.3% is assumed to be influenced by other factors not examined in this study, such as self-esteem, social support, or affiliation needs
MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DENGAN PERSPEKTIF LINGKUNGAN: SOLUSI UNTUK TANTANGAN GLOBAL
Sustainable development has become a pressing global issue in recent decades, with a primary focus on balancing economic growth, social well-being, and environmental sustainability. The environment plays a crucial role in achieving sustainable development, as finite natural resources must be managed wisely to ensure the well-being of future generations. This paper discusses the importance of integrating sustainability principles into development, emphasizing the interlinked ecological, social, and economic dimensions. The study also explores various policies and approaches that can be implemented to address the challenges of sustainable development, along with the importance of environmental education and awareness in society. In conclusion, achieving sustainable development requires collaboration between the government, private sector, and society to preserve the environment while supporting inclusive economic growth