Jurnal Universitas Flores
Not a member yet
1051 research outputs found
Sort by
MAKNA RITUAL ADAT “TUNO MANUK” DI DESA DEMONDEI KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pelaksanaan ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur dan 2) Apa makna ritual adat Tuno Manuk bagi kehidupan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur? Tujuan dalam Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur.Dan untuk mengetahui makna yang terdapat dalam ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur. Teori yang digunakan adalah Teori Religi oleh Preusz, beliau mengatakan bahwa: pusat dari setiap sistem religi dan kepercayaan didunia ini adalah ritus dan upacara. Metode yang digunakan yakni: penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para informan, baik informan kunci maupun informan pendukung yang berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yakni: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) verifikasi atau penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pelaksanaan ritus Tuno Manuk merupakan momen untuk menjalin kembali solidaritas, rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara sesama, khususnya diantara anggota keluarga dalam kelima suku asli masyarakat di Desa Demondei yakni: Suku Bubun, Suku Narek, Suku Lagadoni, Suku Kayan, dan Suku Ariana. Sedangkan makna dari ritual Tuno Manuk ini adalah: pertemuan antara orang-orang yang masih hidup dengan roh para leluhur dan wujud tertinggi, sekaligus menjadi simbol kehadiran dan tempat untuk berkomunikasi dengan wujud tertinggi melalui perantaraan dengan nenek moyang.
Kesimpulannya bahwa: Tuno Manuk juga sebagai sebuah penghormtan kepada Rera Wulan Tanah Ekan dapat dimengerti sebagai suatu upacara untuk mempersembahkan hasil panen selama setahun, suka duka, kebahagiaan dan kehidupan yang telah berlalu, dan memohon pernyertaan serta perlindungan untuk hari hidup selanjutnya kepada Wujud Tertinggi dan Para Leluhur
RITUAL ADAT KENDA KE’O SEBAGAI LAMBANG PENGHORMATAN ADIK TERHADAP KAKAK DI DESA TENDAREA KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE
Tujuan ritual adat Kenda Ke’o: (1) Untuk mengetahui sejarah ritual adat Kenda Ke’o di Desa Tendarea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende, (2) Untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual adat Kenda Ke’o di Desa Tendarea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende, dan (3) Untuk mengetahui nilai yang terkandung dalam ritual adat Kenda Ke’o di Desa Tendarea Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Teknik pengumpulan digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui tahapan sebagai berikut : pengumpulan data, reduksi data, display atau penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual adat Kenda Ke’o merupakan ritual adat yang diwariskan oleh para leluhur sangat bermakna dan bernilai tinggi. Dalam ritual adat Kenda Ke’o ini adik harus membayar (baik berupa uang atau emas) kepada kakaknya karena sudah melangkahi dalam hal menikah atau bersuami terlebih dahulu. Ritual ini dilaksanakan pada saat belis diantar oleh keluarga laki-laki dan keluarga perempuan duduk bersama yang disebut weti bako. Pada saat weti bako ini, keluarga lelaki berbicara tentang maksud kedatangannya, di antaranya adalah memberikan belis yang dibawanya sebagai membayar denda kepada kakak tersebut. Dengan dilakukannya ritual adat Kenda Ke’o ini menunjukkan rasa hormat dan juga sebagai pertanda permintaan maaf adik kepada kakaknya karena sudah melangkahi kakaknya dalam menika
MAKNA TRADISI PARU UDU DALAM RITUAL JOKA JU DI DESA MBULIWARALAU KECAMATAN WOLOWARU KABUPATEN ENDE
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1.Bagaimana Proses Tradisi Paru Udu dalam ritual Joka Ju di Desa Mbuliwaralau Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende ? 2.Apa Makna Tradisi Paru Udu dalam Tradisi Paru Udu di Desa Mbuliwaralau Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende? Penelitian Bertujuan untuk untuk mengetahui Proses Tradisi Paru Udu dalam ritual Joka Ju di Desa Mbuliwaralau Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende dan untuk mengetahui Makna Tradisi Paru Udu dalam ritual Joka Ju di desa Mbuliwaralau Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende. Untuk membahas masalah dan mencapai tujuan tersebut Peneliti gunakan teori kebudayan oleh Cliffort Geertz ( dikutip oleh Pujileksono, 2015:25 ) Kebudayaan adalah sesuatu kita memahami dari makna pada hidup kita dan mengacu pada suatu pola makna-makna yang diwujudkan dalam simbol- simbol yang dialihkan secara historis, suatu sistem gagasan- gagasan yang diwarisi yang diungkapkan dalam bentuk-bentuk simbolik yang dengannya manusia menyampaikan, melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan mereka mengenai sikap dan pendirian mereka terhadap kehidupan.
Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Untuk pengumpulan data Peneliti gunakan teknik, Wawancara, Dokumentasi, dan Observasi. Teknis analisis data digunakan model interaktif melalui tahapan Reduksi data, Pemaparan Data, dan Penarikan Kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa Proses Tradisi Paru Udu dalam ritual Joka Ju yaitu terdapat beberapa tahap yaitu Pai Nelu ( Pengumuman Hari Pelaksanaan), Pana Manu, (menganbil ayam, beras dan prlengkapan lainnya), Po’o Are (Menanak Nasi), Kuwi Roe (Proses Ritual, dan Paru Udu (lari ke arah bagian timur perbatasan perkampungan yang diikuti oleh seluruh masyarakat Desa Mbuliwaralau). Di samping itu, Tradisi Paru Udu dalam Ritual Joka Ju terdapaat beberapa makna yakni: Makna Sosial, selalu berhubungan dengan orang lain dalam masyarakat, Makna Rohani, sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas penolakan bala terhadap roh jahat yang datang besama angin, Makna budaya sebagai hasil karya manusia yang disadari akan menjadi adat istiadat, dan Makna Ekonomi, akan mendapatkan hasil Panen untuk memperjualbelikan oleh masyarakat Mbuliwarala
CUT NYAK DIEN : RATU PERANG ACEH DALAM MELAWAN PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA TAHUN 1878-1908
Perang Aceh merupakan Perang Sabil yang dilakukan oleh rakyat Aceh untuk membelah tanah air tercinta karena kolonial Belanda dianggap kafir dan harus diperangi. Peang Aceh merupakan perang terlama dalam sejarah Indonesia yang bersifat kedaerahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis empat permasalahan yaitu (1) bagaimana Biografi Cut Nyak Dien (2) bagaimana latar belakang Perang Aceh, (3) bagaimana proses perjuangan Cut Nyak Dien dalam Perang Aceh, (4) bagaimana dampak perjuangan Cut Nyak Dien dalam Perang Aceh. dalam penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui biografi Cut Nyak Dien, (2) mengetahui latar belakang Perang Aceh, (2) mengetahui biografi Cut Nyak Dien, (3) mengetahui proses perjuangan Cut Nyak Dien dalam Perang Aceh dan (4) dampak dari perjuangan Cut Nyak Dien dalam Perang Aceh. Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap penelitian yaitu pengumpulan data (heuristik), kritik sumber (verifikasi), interpretasi, dan penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian ini menunjukan Perang Aceh merupakan perang terlama dalam sejarah Indonesia yang terjadi sekitar tahun 1873-1904. Perang ini terjadi karena Belanda melanggar perjanjian Traktak Sumatera dan Sultan Aceh diminta mengakui kedaulatan Belanda. Hal ini merupakan penghinaan terhadap sultan Aceh. Terjadilah perang antara rakyat Aceh dengan Pasukan Belanda. Perang Aceh ini melibatkan semua golongan baik bangsawan, kaum ulama maupun rakyat biasa. Perang Aceh dipimpin oleh seorang perempuan, yaitu Cut Nyak Dien. Cut Nyak Dien merupakan anak seorang uleebalang yang memiliki jiwa kesatria dan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsanya. Taktik perang yang dilakukan oleh Cut Nyak Dien adalah berperang di dalam hutan dengan berpindah-pindah tempat untuk membingungkan pasukan Belanda. Taktik dan strategi ini berhasil dan membuat Belanda kewalahan dan sulit menemukan keberadaan Cut Nyak Dien beserta pasukannya. Akhir perang ini berujung pada penghianatan dari laskar anggota perang yang berujung pada penangkapan Cut Nyak Dien. Cut Nyak Dien ditangkap oleh Belanda kemudian diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat pada tahun 1907 dan meninggal pada tahun 1908. Identitas Cut Nyak Dien selama berada dipengasingan disembunyikan oleh Belanda agar tidak ada pergolakan yang terjadi. Perjuangan Cut Nyak Dien dalam Perang Aceh memberikan pengaruh atau dampak yang begitu besar baik dalam bidang agama, sosial budaya maupun bidang politik. Cut Nyak Dien kemudian dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional atas perjuangannya dalam mempertahankan tanah airnya dari cengkaraman penjajah.
 
Evaluasi Prosedur Pemberian Kredit Cepat Aman (KCA) dan Kredit Angsuran Sistem Fidusia (KREASI) pada PT. Pegadaian (PERSERO) Cabang Ende
This study aims to determine the procedure for granting credit Fast and Amana (KCA) and Fiduciary System Installment Credit (KREASI) at PT. Pegadaian (Persero) Ende Branch. This type of research used in this research is descriptive research. The method used in this study is a qualitative descriptive method that seeks to describe a phenomenon, event, event that occurred. Descriptive research focuses on the actual problem as it was when the research took place. Sources of data used in this study are primary data and secondary data, while data collection techniques are done by observation, interviews, and documentation. The results of research conducted at PT. Pegadaian (Persero) Ende Branch regarding Evaluation of KCA and KREASI credit granting procedures, shows that the procedure for granting credit to PT. The Ende Branch Pawnshop has been implemented well in accordance with existing theories, but there is a need for improvement in several related functions and improvements such as the appraisal function is separated from the storage section and the cashier function is separated from the administrative function so that the credit granting process can run well
ETNOMATEMATIKA PADA GERAK TARIAN DOLO-DOLO MASYARAKAT LAMAHOLOT KABUPATEN FLORES TIMUR
This study aims to find out mathematical concepts in the dolo-dolo dance movements of the Lamaholot community, East Flores Regency. This mathematical concept is used to determine the existence of mathematics in culture, especially in the culture of the East Flores area, namely in Klanelo Village. The type of research used was qualitative research and the subjects in this study were traditional elders and dolo-dolo dancers in Kawatelo Village, Demon Pagong District, East Flores Regency. In obtaining data, researchers use observation, interview, and documentation techniques. The data analysis technique uses data analysis techniques from Miles and Huberman which are divided into four stages including data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. Based on the data from the research and discussion, it can be concluded that the dolo-dolo dance movement has mathematical concepts, namely: 1) Points, 2) Lines among others: Vertical Lines and Horizontal Lines, 3) Angles including: Taper Angle, Right Angle and Obtuse Angle, 4) Circle
Peningkatan Kompetensi Guru Menyusun RPP Melalui Lesson Study di SDK Gaibhabha
This study aims to improve the ability of SDK Ghaibhabha teachers in preparing lesson plans. This research is a school action research where the research subjects consist of 6 teachers. The data were obtained by using observation, interview and documentation techniques. The data analysis used was a qualitative descriptive analysis technique where to see the teacher's competence from cycle I to cycle II, the average percentage was used according to the teacher's RPP assessment reference guide. The results showed that there was an increase in the ability to prepare lesson plans for the Gaibhabha SDK teachers after applying lesson study for two cycles
POLITIK DAN NASIONALISME PEMIKIRAN TAN MALAKA TAHUN 1919-1949
ABSTRAK :Peran tokoh Tan Malaka untuk Indonesia dalam bentuk pemikiran serta sikap nasionalisme yang ditunjukannya menjadi penting untuk diteliti secara mendalam. Masalah yang diteliti di dalam penelitian ini, yaitu: 1) bagaimana biografi Tan Malaka dan karyanya? 2) bagaimana perjuangan politik Tan Malaka di Indonesia? 3) bagaimana nasionalisme pemikiran Tan Malaka di Indonesia?. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui biografi Tan Malaka dan karyanya 2) untuk mengetahui perjuangan politik Tan Malaka di Indonesia 3) untuk mengetahui nasionalisme pemikiran Tan Malaka di Indonesia. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah (Historical Methods). Langkah-langkah dalam penelitian metode sejarah meliputi: heuristik, verifikasi (kritik sumber), interpretasidan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tan Malaka terlahir dan berasal dari ranah Minang yang subur dan asri.Sejak belia, Tan Malaka menunjukan tipikal pribadi yang berkemauan keras dan agamis.Tan Malaka di didik di dalam lingkungan keluarga yang taat pada agama.Berbekal pengetahuan yang diperoleh selama mengeyam pendidikan di Belanda, telah memungkinkan untuk mendobrak sistem pengetahuan politiknya.Ketika kembali ke Indonesia, Tan Malaka memiliki semangat perjuangan yang tinggi untuk menentang kolonialisme serta imperialisme Belanda yang menduduki Indonesia.Gagasan-gagasan tertulis tokoh nasional ini memperlihatkan bahwa Tan Malaka adalah seorang nasionalis sejati.
Analisis Pengendalian Intern Piutang Usaha Pada PT. ANI Unit Percetakan Arnoldus Ende
This research is to analyze the Accounts Receivable Internal Control at PT. ANI Arnoldus Ende Printing Unit. The research method used is descriptive qualitative research methods. Sources of data in this study are using primary and secondary data. The results achieved in this study are to show that the company's internal control for trade receivables actually exists, but it does not function properly which can be seen in the inefficient internal control procedures for providing accounts receivable. During the initial process, the internal control procedure for giving accounts receivable, which checks customer credit data, should have been carried out by the sales department. At the stage of delivery of ordered goods or finished goods it should be done by the shipping department, but at PT. ANI Arnoldus Printing unit is carried out by the Production Department. Approval of accounts receivable is carried out by company managers, but in the organizational structure there is an internal control team (budget), where in this study the main tasks and functions of the internal supervisory team (budget) are not visible
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII PADA MATA PELAJARAN IPA SMP NEGERI 1 ENDE SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran IPA materi sistem pencernaan untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Ende Selatan Kabupaten Ende. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran IPA peserta didik peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Ende Selatan Kabupaten Ende? Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Ende Selatan yang berjumlah 20 orang terdiri dari 7 laki-laki dan 13 perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran pada kegiatan pra siklus prestasi belajar peserta didik mencapai ketuntasan sebesar 20% dengan kategori cukup. Sementara kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah adalah 75. Setelah dilakukan tindakan perbaikan dengan menerapkan metode demonstrasi pada siklus pertama ketuntasan preastasi belajar peserta didik mencapai 40% dengan kategori cukup, pada siklus kedua prestasi belajar peserta didik mengalami peningkatan mencapai 100%. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menerapkan metode demonstrasi terjadi peningkatan prestasi belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Ende Selatan