JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
Not a member yet
115 research outputs found
Sort by
BIOSKOP DI KOTA PRABUMULIH 1950 – 2000
Bioskop merupakan sarana hiburan rakyat yang populer dan dinikmati oleh masyarakat dari berbagai lapisan dan kelas ekonomi. Hal ini yang menyebabkan bioskop tumbuh dan berkembang ke berbagai daerah di Indonesia. Kota Prabumulih yang memiliki luas 421,6 Km2 dalam sejarahnya pernah memiliki 5 gedung bioskop. Hal ini jelas menggambarkan bioskop memiliki kenangan tersendiri dalam kehidupan masyarakat di Prabumulih. Tulisan ini mencoba mengungkapkan tentang bioskop di Prabumulih dan kenangan masyarakat ketika menonton di gedung bioskop. Untuk menjawab tujuan penulisan diatas digunakan motede sejarah yang terdiri dari terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Untuk heuristik diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dengan mengunakan teknis analisis data model interaktif, setelah itu dilanjutkan kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bioskop telah lama hadir di Prabumulih dan setiap gedung bioskop memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang berbeda antara gedung bioskop. Perbedaan ini meninggalkan kenangan tersendiri bagai masyarakat di Prabumuli
IRIGASI TRADISIONAL SUBAK DI DESA SUMBER AGUNG KECAMATAN ARMA JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA PROPINSI BENGKULU
Tulisan ini memfokuskan tentang irigasi subak di Desa Sumber Agung Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara Propinsi Bengkulu. Persoalan subak menjadi menarik untuk dikaji jika ternyata dapattetap tumbuh di daerah yang jauh dari tempat asalnya, yakni Pulau Bali. Keberadaan subak di daerah tersebut tidak terlepas dari bermigrasinya orang Bali melalui program transmigrasi, tepatnya tanggal 17 Oktober 1963. Penelitian ini mengunakan metode penelitian sejarah. Dalam metode penelitian sejarah akan melalui empat tahapan penting yakni pertama heuristic, mencari dan menemukan sumber-sumber sejarah atau pengumpulan sumber, Kedua, kritik menilai otentik atau tidaknya sesuatu sumber dan seberapa jauh kredibilitas sumber. Ketiga, sintesis dari fakta yang diperoleh melalui kritik sumber atau disebut juga kredibilitas sumber, dan keempat, penyajian hasilnya dalam bentuk tertulis. Hasil penelitianyakni tahun 1983 kelompok subak ini dibina oleh Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Bengkulu Utara, sehingga nama kelompok ini dirubah menjadi KP2A (Kelompok Petani Pemakai Air), peran strategis pengaturan air dipegang oleh Ketua KP2A dan pengurusnya, sedangkan pembagian air masih dilakukan oleh Ulu-ulu. Meskipun tujuan subak di Desa Arma Agung lebih menekankan bidang ekonomi, yaitu meningkatkan produksi pertanian beserta pemasarannya, namun bukan berarti aspek-aspek yanglain seperti sosial dan agama lepas dari ruang lingkupnya. Sesungguhnya aspek agamalah yang menjiwai dan sekaligus penggerak subak itu sendiri. Hal ini karena konsep Tri Hita Karana yang menjadi dasar dari subak yang bersangkutan bersumber dari agama yang mereka anut yaitu Hindu Dharma
SYEKH ABDULLAH RAQI: ORANG MINAGKABAU PENYEBAR ISLAM DI PALU PADA ABAD XVII
Abstrak Studi ini merupakan kajian sejarah lokal Lembah Kaili Sulawesi Tengah yang menceritakan kedatangan tokoh unik Melayu ke Sulawesi Tengah sekitar tahun 1650. Perahu yang di tumpanginya berlayar tepatnya di “Karampe” (bahas Kaili terdampar) yang terletak dimuara Teluk Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah melalui empat langkah pokok metode sejarah, yakni: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) Interpretasi, dan (4) historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Abdullah Raqi adalah salah satu dari sekian banyak penyiar agama Islam yang nyaris dilupakan, padahal keberadaan Abdullah Raqi sebagai penyiar Islam di Palu Sulawesi Tengah diperkuat oleh beberapa peninggalan sejarah sebagai bukti bahwa beliau penyebar Islam pertama. Islamisasi di Sulawesi Tengah terjadi dalam tiga tahapan utama sejak masuk dan berkembangnya, yakni mitologis, ideologis, dan ilmu pengetahuan. AbstractThis study is a study of the local history of the Central Sulawesi Kaili Valley which tells of the arrival of a unique Malay figure to Central Sulawesi around 1650. The boat in which he sailed sails precisely in “Karampe” (discussing Kaili stranded) which is located in the Gulf Bay of Central Sulawesi Province. This research uses historical methodology through four main steps of historical method, namely: (1) heuristics, (2) source criticism, (3) interpretation, and (4) historiography. The results of this study indicate that Abdullah Raqi is one of the many publishers of Islam that is almost forgotten, even though the existence of Abdullah Raqi as an Islamic broadcaster in Palu, Central Sulawesi is reinforced by some historical relics as proof that he was the first propagator of Islam. Islamization in Central Sulawesi took place in three main stages since its entry and development, namely mythological, ideological, and scientific.
MANAJEMEN KONFLIK DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI MIMIKA PAPUA
Kegiatan pembangunan nasional suatu bangsa, secara teoritis merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan internasional akan menumbuhkan apa yang lazim disebut dengan global governance.Oleh karena itu, persoalan-persoalan ekonomi dan politik semakin sukar dipecahkan dalam bingkai atau pola pikir negara-bangsa (nation-state). Persoalan-persoalan ekonomi dan politik yang dihadapi oleh suatu negara bukan hanya menjadi milik atau menjadi beban tanggungan negara itu sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari persoalan-persoalan ekonomi dan politik negara-negara lain. Persoalanpersoalan tersebut menjadi bersifat internasional atau berskala global, kendati tumbuh dan berkembangdi tingkat lokal. PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Mimika Papua merupakan salah satu proyek pembangunan yang tidak disetujui oleh masyarakat. Ketidaksetujuan masyarakat ini antara lain dipicu oleh dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh proyek penambangan ini dan manfaat ekonomi yang tidak terlalu dirasakan oleh penduduk asli karena proyek ini lebih menggunakan tenaga kerja dari penduduk pendatang sehingga menimbulkan rasa tidak puas di kalangan penduduk asli yangkemudian memicu terjadinya konflik antara penduduk asli dengan penduduk pendatang
SEKOLAH ISLAM TERPADU DALAM SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Kehadiran Sekolah Islam Terpadu dengan kurikulum integrasinya merupakan fenomena baru bentuk sistem pendidikan islam di Indonesia. Sampai akhir tahun 70-an sistem pendidikan Indonesia masihmemiliki corak dikotomik. Seiring bergulirnya Reformasi di tahun 80- an ada upaya dari sebagai kalangan mencoba keluar dari sistem yang ada dengan gagasan Sekolah Islam Terpadu. Penelitian ini di fokuskandalam rangka mengungkap bagaimana kehadiran Sekolah Islam Terpadu dalam sejarah pendidikan islam di Indonesia. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Hasil dari penelitian inidiharapkan bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mengetahui kehadiran Sekolah Islam Terpadu dalam sejarah pendidikan islam di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa kehadiran Sekolah Islam Terpadu,dengan segala macam ragamnya, dalam sejarah pendidikan islam di Indonesia ini diprakarsai para aktifis pergerakan islam yang gelisah akan hasil lulusan sekolah di Indonesia. Dimana hasil lulusannya tidakmemiliki daya tahan yang kokoh terhadap arus dan virus globalisasi, disebabkan sistem pendidikan sekolah di Indonesia bersifat dikotomik, mengusai ilmu-ilmu duniawi tapi tidak memiliki semangat keagamaan yang kuat, rentan dengan pengaruh virus globalisasi, jauh dari nilai-nilai Islami. Kondisi ini dirasakan kurang baik bagi masa depan generasi muslim Indonesia. Maka, alternatif dan solusinya perlu melakukan rekonstruksi ulang sistem pendidikan yang ada dengan menggunakan sistem pendidikan Islam terpadu. Meskipun demikian, konsep terpadu ini sudah ada sebelumnya. Jauh sebelum gagasan sekolah islam dengan slogan terpadu ini muncul sudah ada Adabiyah school, Diniyah school, DiniyahPutri dan Normal Islam di Sumatra Barat, dan pembaharuan pendidikan Islam Muhammadiyah di Yogyakarta, dll. Sekolah-Sekolah ini menerapakan konsep terpadu dalam aktifitas pendidikannya, seperti halnya Sekolah Islam Terpadu yang menjadi “trend baru” saat ini di Indonesia, khususnya diwilayah perkotaan dimana sekolah-sekolah ini didirikan, keberadaanya saat ini telah tersebar diseluruh Indonesia
UPACARA ‘NGABEN’ DI DESA RAMA AGUNG – BENGKULU UTARA
Orang Bali yang berada di Desa Rama Agung - Argamakmur Bengkulu Utara mata pencaharian pokoknya adalah sebagai petani dengan lahan yang terbatas. Meskipun penghasilan dari bertani tidak tetap tetapi ada juga diantara mereka yang sanggup melaksanakan upacara ngabenperorangan. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan ngaben mencapai puluhan juta. Menariknya ngaben perorangan karena jenazah dikremasi (dibakar). Sesungguhnya bagaimana tatacara pelaksanaan upacara ngaben perorangan itu, sehingga menghabiskan dana yang cukupbanyak. Penelitian ini untuk mendeskripsikan tatacara pelaksanaan upacara ngaben perorangan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat Bali yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ngaben. Hasil penelitian menunjukan bahwa upacara ngaben melibatkan berbagai unsur. Tatacara pelaksanaan hampir sama dengan yang biasa dilakukan di daerah asal yakni Bali. Setiap tahapan upacara menyertakan aneka macam sesajen untuk persembahan, di samping peralatan lain untuk jenazah. Adapun tahapan upacara itu adalah penyelenggaraan jenazah (memandikan, mendandani/mengapani),kremasi, nyekah, ngaben, ngaroras dan pembersihan
BAUNDI DALAM ATURAN ADAT SALINGKA NAGARI PANDAI SIKEK
Tulisan ini menjelaskan tentang baundi dalam aturan adat salingka Nagari di Pandai Sikek. Seorang perempuan yang belum menikah untuk mendapatkan seorang suami yang syah dan bertanggungjawab melalui sebuah proses perjodohan. Laki laki yang Permasalahannya perjodohan yang dilakukan di Nagari Pandai Sikek berbeda dengan perjodohan di Nagari Minangkabau lainnya yang disebut dengan Baundi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah laki laki yang akan dijodohkan dengan perempuan tersebut lebih dari satu orang, bagaimana kalau yang bersangkutan tidak memilih satupun dari laki laki yang ditawarkan tersebut. Atau yang bersakutan punya teman dekat. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan analisa terhadap narasumber di Nagari Pandai Sikek. Hasil dari penelitian ini adalah Peran seorang mamak dan kerabat keluarga lainnya sangat dominan. Perempuan mempunyai hak untuk memilih seorang laki laki yang terbaik sebagai pendamping hidupnya. Teman dekat dari perempuan tersebut dibolehkan mengikuti undian. Belum pernah terjadi seorang perempuan tidakmemilih satu orang dari sekian laki laki yang ditawarkan
ANGKAN-ANGKANAN, TRADISI ANGKAT PERSAUDARAAN PADA MASYARAKAT PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR (PALI) SEBAGAI STRATEGI EKONOMI DAN STRATEGI POLITIK
Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengenal istilah angkan-angkanan, sebuah tradisi mengangkat persaudaraan diantara warga. Pemicu angkat persaudaraan ini bisa karena perselisihan, kecelakaan atau karena nama yang sama. Persaudaraan ini diikat oleh sumpah atau janji yang sama-sama dijaga oleh kedua belah pihak. Tradisi ini telah ada sejak masa kesultanan yang dikenal dengan ‘angkat saudara’. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan wawancara dan studi kepustakaan, penelitian ini menggali latar belakang kemunculan angkan-angkanan yang melembaga menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat PALI. Selain itu, penelitian ini juga menggali efektifitas angkan-angkanan dalam pengelolaan kekuasaan. Penelitian ini menemukan bahwa tradisi ini merupakan bentuk konsensus antara penguasa dan masyarakat dengan mempertimbangkan sisi ekonomi dan politik. Melalui hubungan angkan-angkanan, tujuan memperluas kekuasaan serta pengamanan wilayah menjadi tercapai. Pada masa kini, angkan-angkanan menjadi tradisi yang dimodifikasi dalam bentuk yang lebih populis
MITOS BATU BATULIS DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DAYAK HALONG
Salah satu cara untuk mengkomunikasikan larangan-larangan dalam masyarakat adalah dengan menciptakan mitos. Mitos tersebut tidak akan efektif kalau tidak diikuti dengan sanksi atau akibat dari pelanggaran yang dilakukan. Mitos Batu batulis merupakan salah satu mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat Dayak Halong untuk menjaga lingkungan sekitar lokasi Mitos tersebut. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan di sekitar Batu Batulis ini dipercaya akan mengakibatkan bencana bagi yang melanggar bahkan bisa juga berakibat pada masyarakat di kampung tersebut
SENI ARSITEKTUR ISLAM MINANGKABAU DARI MASA KE MASA
Semenjak masuknya Islam ke Minangkabau mulai dari zaman klasik yang bersifat tradisional hingga sekarang corak seni arsitektur Islam Minangkabau berupa surau dan masjid terus berkembang dengan daya tarik tersendiri sehingga menarik untuk dikaji dan diteliti. Penelitian ini mengkaji secara spesifik bentuk atau tipologi atap surau dan masjid di Minangkabau sebagai ciri khas yang paling menonjol pada arsitektur bangunan umat Islam. Penelitian ini bersifat deskriptif-komparatif dengan menggunakan sumber data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Populasi sampel sebagai objek studi dipilih berdasarkan kelompok corak tertentu yang dapat mewakili coraknya. Hasil yang dicapai dari penelitian ini telah menemukan corak arsitektur surau dan masjid di Minangkabau dari zaman klasik sampai sekarang terbagi ke dalam dua tipologi yaitu tipologi atap tumpang dan tipologi atap kubah. Masing-masing dari kedua tipologi itu memiliki sejumlah varian tertentu yang dipengaruhi oleh faktor peradaban Hindu, China, Islam dan adat Minangkabau yang bersifat estetisfilosofis