JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
Not a member yet
115 research outputs found
Sort by
MODAL SOSIAL MASYARAKAT NAGARI SIJUNJUNG DALAM BATOBO KONSI
Modal social dimiliki dalam setiap kelompok masyarakat. Modal social terbentuk dari adanya nilainilai dan norma-norma yang dianut dan dipatuhi dalam suatu kelompok masyarakat yang memiliki tujan hidup yang lebih baik yang menjadi acuan dalam bersikap, bertindak dan bertingkahlaku dengandasar kepercayaan.Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimanat obokons isebagai salah satu organisas itradisional yang memiliki modal social bersifat gotong royong dalam masyarakat Nagari Sijunjung yang utamanya bergerak di bidang pertanian, akan tetapi berkembang tidak hanya bidang ekonomi,melainkan social dan budaya. Penelitian ini menggunakakan metode observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tobo kons isangat efektif dan membantu dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan semakin eksisnya tobo konsi dengan semakin banyaknya anggota dalam setiap tobo yang ada di Nagari Sijunjung
TARI TOGA DAN PEWARISANNYA DI NAGARI SIGUNTUR KABUPATEN DHARMASRAYA
Tari Toga adalah sebuah tari yang hanya terdapat di Nagari Siguntur Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, yang telah ada semenjak zaman Kerajaan Siguntur dahulunya. Tari ini merupakan tari kerajaan dan menjadi salah satu kesenian tradisional di Minangkabau. Tetap eksisnya tari Toga hingga sekarang tidak bisa dilepaskan dari adanya pewarisan di kalangan masyarakat pengembannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang pewarisan tari Toga pada masyarakat Siguntur dan faktorfaktor yang melatarbelakanginya. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode kualitatif melalui studi kepustakaan, wawancara dan obeservasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Toga tetap eksis karena adanya pewarisan, mulai dari zaman Kerajaan Siguntur, penjajahan Belanda, dan masa kemerdekaan yang ditandai dengan adanya upaya revitalisasi tari tari toga oleh pihak keturunan kerajaan, masyarakat dan pemerintah Dharmasraya. Sekarang, tari Toga selalu ditampilkan dalamberbagai kesempatan seperti hari ulang tahun kabupaten, penyambutan tamu, dan lainnya, dan menjadi salah satu icon budaya di Kabupaten Dharmasraya
FUNGSI DAN PELESTARIAN ALAT MUSIK SUNAI DI KABUPATEN MUKOMUKO PROPINSI BENGKULU
Sunai merupakan alat musik utama pengiring tari gandai. Dalam mitologi suku bangsa Pekal mengenal tokoh Malin Deman yang menciptakan sunai untuk mengiringi tari gandai yang ditarikan oleh dayang-dayang. Walaupun berasal dari suku bangsa Pekal, masyarakat Kabupaten Mukomuko yang multi etnis menjadikan alat musik sunai sebagai bagian dari kesenian mereka. Pertanyaannya adalah bagaimana fungsi sunai bagi masyarakat dan upaya pelestariannya hingga tetap eksis. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan wawancara, pengamatan, dan studi pustaka sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menggambarkan bahwa sunai menjadi pemersatu masyarakat yang beraneka ragam budaya dan menjadi milik bersama masyarakat Kabupaten Mukomuko. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya pemain sunai dan tampil mengiringi tari gandai. Pemerintah Kabupaten Mukomuko juga melakukan berbagai kegiatan agar sunai semakin dikenal oleh masyarakat
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL SAMBA LAKON
Samba lakon adalah permainan tradisional anak-anak minangkabau yang persebarannya dikenal hampir di seluruh Propinsi Sumatera Barat. Walaupun saat ini sudah jarang dimainkan namun permainan ini memiliki nilai-nilai dalam pembentukan karakter. Tulisan ini menggambarkan nilai-nilai permainan samba lakon dan eksistensinya pada saat ini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan permainan ini sudah jarang dimainkan dan tidak banyak anak-anak yang mengetahuinya. Sedangkan nilai-nilai pada permainan ini yaitu nilai rekreatif dan pendidikan (disiplin, sportifitas, dan kejujuran)
MIGRASI DAN INTERAKSI ANTARETNIS DI KABUPATEN PASAMAN BARAT PROVINSI SUMATERA BARAT
Tulisan ini menjelaskan tentang migrasi dan interaksi antaretnisyakni Minangkabau, Mandailing, dan Jawa di daerah Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat. Interaksi ketiga etnis tersebut tidak terlepas dari proses migrasi. Di rantaunyaMinangkabau tersebut etnik Minangkabau sebagai penduduk asli (urang asa) menganggap dua etnis yakni Mandailing dan Jawa sebagai penduduk pendatang (urang datang). Penelitian ini mengunakan metode penelitian sejarah. Dalam metode penelitian sejarah ada empat tahapan penting yakni pertama heuristic,mencari dan menemukan sumber-sumber sejarah atau pengumpulan sumber, Kedua, kritik menilai otentik atau tidaknya suatu sumber dan seberapajauh kredibilitas sumber. Ketiga, sintesis dari fakta yang diperoleh melalui kritik sumber atau disebut juga kredibilitas sumber, dan keempat, penyajian hasilnya dalam bentuk tertulis. Hasil penelitian yakni di daerah Pasaman Barat telah terjadi interaksi ketiga etnis tersebut. Interaksi tidak terlepas dari proses migrasi. Dari proses migrasi dan interaksi elah terjadi perkawinan campuran. Salah satu daerah yang paling menarik yakni Nagari Jambak. Sebuah daerah yang berada di Pasaman Barat dan ditempatioleh tiga etnis tersebut. Perkawinan campuran antar etnis telah terjadi di daerah tersebut, perkawinan campuran yang berbeda tentu membawa perubahan dari masing-masing etnik terutama menyangkut keyakinan dan nilai budaya yang dianut oleh masyarakat dan juga memperluas jaringan kekerabatan. Perkawinan campuran dalam masyarakat yang multienik membentuk keyakinan penduduk bahwa tidak ada lagi perbedaan antar etnik, berguna untuk menghilangkan streotype etnik yang tidak baikterhadap etnik lainnya
PEMANFAATAN PERIKANAN DI NAGARI AIR BANGIS DALAM KAITANNYA DENGAN PASAL 23 AYAT 2 HURUF F UNDANG UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014
ini terletak di tepi pantai, bagian barat nagari ini dihiasi oleh 9 pulau pulau kecil yakni Pulau Panjang, Pulau Telur, Pulau Pangkal, Pulau Tamiang, Pulau Harimau, Pulau Pigago, Pulau Unggeh, Pulau Terbakar, dan Pulau Ikan. Sumber daya alam yang dimiliki oleh Kenagarian Air Bangis sangat besardalam hubungannya dengan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 terutama dengan pasal 23 ayat 2 huruf f. Sumber daya hayati meliputi ikan, terumbu karang, padang lamun, mangrove dan biota laut lain; sumber daya nonhayati meliputi pasir, air laut, mineral dasar laut. Sumber daya buatan meliputiinfrastruktur laut yang terkait dengan kelautan dan perikanan, dan jasa-jasa lingkungan berupa keindahan alam. Sumber daya tersebut sebagian telah dimanfaatkan oleh masyarakat Air Bangis dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya Pesisir dan Pulau pulau kecil yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Kenagarian Air Bangis adalah sumber daya hayati yang ada kaitannya dengan ikan
KATONG SAMUA ORANG BASUDARA DALAM KARAKTER MASYARAKAT MULTI ETNIK DI KOTA AMBON
sosial budaya, yang menekan keutuhan perilaku, kontrol sosial dan trauma atas tragedi kemanusiaan. Konsekwensi tersebut perlu di tangani secara bijak untuk kestabilan kehidupan sosial generasi selanjutnya. Untuk itu diperlukan konstruksi budaya lokal sebagai perangkat perekat yang mengacu pada sistem kontrol sosial. Masyarakat multikultur di kota Ambon mengenal istilah lokal “Katong Samua Orang Basudara” yang mengakses konsep pemikiran kehidupan kebersamaan. Inilah kalimat melayu Ambon yang artinya kita semua orang bersaudara. Konsep ini adalah sebuah cakrawala kearifan mengenai kebhinekatunggalikaan dengan kedalaman pemikiran yang tidak dapat dijangkau hanya dengan mengandalkan rasio yang terbatas, tetapi dengan hati yang luas dan lapang serta sejuta rasa yang mendalam, dalam kehidupan masyarakat majemuk. Studi Sejarah Budaya sangat penting dalam mengungkapkan peristiwa sosial budaya masyarakat kota Ambon dan Maluku pada umumnya, dimana ukiran peristiwa konflik dari abad ke abad memberikan trauma sosial tersendiri. Namun dari akhir peristiwa-peristiwa tersebut ditemukan akar penyelesaian yang tercipta dari hati nurani rakyat dengan berucap “katong samua orang basudara”. Semua suku lokal dan etnis lainnya di Indonesia dirangkul lewat ungkapan ini. Inilah temuan perangkat kehidupan yang berbasis budaya lokal di satu sisi dan perangkat ingatan kebhinekatunggalikaan serta karakter nasionalisme ke Indonesiaan yang jujur, setia,berani dan kekar sebagai pemersatu karakter bangsa
SEJARAH DAN KEBUDAYAAN KERAJAAN ALAM SURAMBI SUNGAI PAGU, SOLOK SELATAN
Menyangkut pemekaran wilayah di Indonesia pasca bergulirnya Otonomi Daerah, pada mulanya menjadi isu yang menggiurkan. Dengan pemekaran wilayah, kesejahteraan termasuk pelayanan publik, maupun kedaulatan rakyat dicita-citakan makin mudah dicapai. Akan tetapi, setelah sejumlah daerah dimekarkan, mulai bermunculan asumsi yang menyatakan keprihatinan terhadap masalah-masalah yang menyertai pemekaran tersebut. Bahkan pemekaran “nagari Minang” wilayah basis terendah dalam hirarkhi pemerintahan Minang ternyata lebih meresahkan, karena besar kemungkinan “meninggalkan bom waktu bagi anak cucu”. Oleh karenanya pemekaran juga menginginkan penggalian kembali khazanah lokal yang hilang (mambangkik batang tarandam). Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah dankebudayaan Alam Surambi Sungai Pagu dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dari studi ini, banyak butir dan norm serta filosofi sejarah dan kebudayaan masyarakat Alam Surambi Sungai Pagu ini yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai dasar dan potensi dasar sekaligus menjadi motivator dasar bagi pembangunan daerah ini
KESEPAKATAN GUNUNG MEDAN : Wahana Adaptasi dan Pembauran di Pulau Punjung dan Koto Baru
Pulau Punjung dan Koto Baru merupakan nama kecamatan di Sumatera Barat yang telah berkembang dari 2 (dua) kecamatan menjadi 11 (sebelas) kecamatan. Saat ini kawasan ini telah menjadi nama sebuah kabupaten yaitu Kabupaten Dharmasraya. Perkembangan ini bisa diwujudkan karena proses adaptasi dan pembauran antara masyarakat di kawasan ini berlangsung dengan baik. Untuk menjelaskan fenomena tersebut dilakukan pendekatan kualitatif dengan wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat Pulau Punjung dan Koto Baru baik dari unsur transmigran dan penduduk lokal kenapa adaptasi bisa berlangsung dengan baik. Pemerintah sebagai pelaksana program transmigrasi telah melakukan berbagai cara, salah satu cara yang mereka lakukan adalah melakukan pendekatan musyawarah antara pemerintah dan tokoh masyarakat. Musyawarah menghasilkan kesepakatan,kesepakatan ini merupakan sebuah wahana yang mempermudah terjadi adaptasi dan pembauran di kawasan ini. Kesepakatan ini dilaksanakan oleh pemerintah terutama dalam aspek kesamaan agama,sehingga perbedaan yang mereka miliki bisa teratasi
PENGARUH SASTRA ISLAM ARAB TERHADAP KARYA TSAMARATUL IHSÃN FI WILÃDATI SAYYIDIL INSÃN KARYA SYEKH SULAIMAN AR-RASULI
Secara historis karya sastra Islam Melayu tidak terlepas dari pengaruh karya sastra Islam Arab, karena islamisasi di Nusantara membawa pengaruh terhadap berbagai aspek. Namun, apakah pengaruh yang diberikan oleh sastra Islam Arab membuat sastra Islam Melayu dipandang sebagai terjemahan dari karya sastra Islam Arab. Seperti sebuah karya yang berjudul Tsmaratul Ihsan yang berisikan tentang riwayat hidup Nabi, di mana jauh sebelum karya ini muncul telah banyak karya-karya Arab berbicara tentang tema yang sama, di antaranya kitab Barzanji yang digunakan oleh mayoritas masyarakat Nusantara sebelum abad ke 20. Tulisan ini merupakan suatu upaya untuk mebuktikan bahwa karya sastra melayu Islam yang lahir di Nusantara dalam bentuk syair atau nazam bukanlah saduran dan terjemahan utuh dari sastra Arab karena karya sastra melayu Islam memiliki karakteristik yang khas dan bersifat lokal dan juga diwarnai oleh kreatifitas penulisnya. Untuk melihat keotentikan karya ini akan digunakan teori interteks