JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
Not a member yet
    115 research outputs found

    NILAI SEJARAH KEMARITIMAN KEDATUAN SRIWIJAYA BAGI INDONESIA

    No full text
    Indonesia sudah seharusnya tidak hanya berjaya di darat tetapi juga berjaya dan berdaulat di laut dan di darat dapat terlaksana dengan baik. Menarik lagi bagi pemerintah terkait nilai-nilai sejarah kemaritiman Sriwijaya untuk dimaknai bukan hanya sebagai bacaan sejarah saja tetapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya belum dipahami dengan mendalam, padahal membawa dampak positif bagi pembangunan dunia maritim di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai sejarah kemaritiman Sriwijaya bagi Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sejarah dengan langkah-langkahnya adalah, heuristik (pengumpulan data), verifikasi data (kritik sumber), interpretasi sejarah (penafsiran sejarah) dan historiografi (penulisan sejarah). Kesimpulan penelitian ini adalah sejarah kemaritiman Sriwijaya memiliki nilai-nilai sejarah dan budaya yang luar biasah yaitu nilai politik maritim, ekonomi maritim, sosial-budaya maritim sehingga dari nilai-nilai tersebut dapat dijadikan sebagai bentuk dasar nilai yang pernah hidup dan pernah ada di Indonesia dalam ikut serta membangun kemajuan maritim di Indonesia

    STRATEGI EKONOMI PEDAGANG ANTAR PULAU DI PESISIR PANTAI TIMUR SULAWESI

    Full text link
    Pekerjaan menjadi pedagang antar pulau sulit dilakukan oleh banyak orang, selain menggunakan modal yang besar, memiliki pula resiko yang besar. Berbeda halnya dengan pedagang tuju-tuju yang terletak di wilayah Pantai Timur Sulawesi, menjadikan pekerjaan ini menjadi tradisi dari sanak keluarga mereka. Demi mempertahankan penetrasi ekonomi maka diperlukan strategi dalam menjalin hubungan dengan para pedagang yang tidak pernah bertemu secara langsung, adapun strateginya yaitu, lempu (jujur), getteng (nilai keteguhan dan keyakinan) dan materru’ (berani). Inilah yang dipegang teguh para pedagang Tuju-tuju saat bertransaksi dengan pedagang dari Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya. Artikel ini bertujuan mengungkap strategi ekonomi pedagang dari tradisi keluarga yang dimiliki, dengan metode kualitatif dengan tipe deskriptif.Teknik pengumpulan data diperoleh dengan penelitian lapangan yang mencakup observasi, dokumentasi dan wawancara.Bahwa strategi ekonomi yang berasal dari tradisi keluarga berupa jujur, keyakinan, dan keberanian, mampu membuat masyarakat yang bekerja sebagai pedagang menjadi sukses. Hal tersebut dapat diukur dari akumulasi modal, kepemilikan barang dan jasa, dan investasi kerja yang terus menaik

    NILAI DAN NORMA PADA PRASASTI-PRASASTI KAWALI DAN KEBERLANJUTANNYA DI NASKAH SANGHYANG SIKSA KANDA NG KARESIAN

    Full text link
    Kajian ini secara umum membandingkan nilai dan norma pada prasasti-prasasti Kawali dengan naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian. Masalah utama dalam penelitian ini adalah meninjau pertautan nilai dan norma antara prasasti-prasasti Kawali dengan naskah Siksa Kanda Ng Karesian. Tujuan dari dilakukannya kajian ini adalah untuk mengetahui adanya indikasi keberlanjutan norma dan nilai pada dua sumber tertulis. Penelitian dilakukan dengan menerapkan tiga tahapan yang di antaranya pengumpulan data, analisis dan penafsiran. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa nilai dan norma yang dilanjutkan dari masa dikeluarkannya prasasti-prasasti Kawali hingga masa ditulisnya naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian. Nilai dan norma yang dilanjutkan di antaranya, anjuran untuk mengabdi pada raja, menjaga alam, berperilaku adil dan tidak berjudi

    MULO KOETARADJA DAN KONSTRIBUSINYA BAGI PERGERAKAN NASIONAL DI ACEH ABAD XX

    Full text link
    Pemerintah Hindia Belanda mengalami kewalahan dalam menguasai Aceh dengan cara kekerasan. Oleh karena itu, mereka mengubah strategi dalam menguasai Aceh, di antaranya melalui sistem pendidikan. Untuk itu, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan berbagai lembaga pendidikan di Aceh, salah satunya adalah MULO Koetaradja dengan harapan dapat melemahkan perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menjelaskan sistem pendidikan MULO Koetaradja (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs) dan konstribusinya bagi pergerakan nasional di Aceh. Dalam penelitian ini digunakan metode sejarah kritis supaya mendapatkan data yang akurat dan pemahaman yang menyeluruh tentang MULO Koetaradja dan konstribusinya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca sejumlah arsip dan buku di perpustakaan, kemudian mencatat bagian-bagian yang sesuai dengan pokok bahasan. Selanjutnya, melakukan verifikasi dan interpretasi terhadap data serta menyimpulkannya. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa pendidikan MULO Koetaradja dimaksudkan untuk mendidik orang-orang yang dapat bekerja menjadi pegawai pada administrasi Pemerintah Hindia Belanda. MULO Koetaradja menerapkan sistem diskriminasi pendidikan berdasarkan status sosial. Kurikulum yang diterapkan lebih banyak mata pelajaran bahasa Belanda dan tenaga pengajarnya berasal dari orang Belanda. Orang Aceh lulusan sekolah tersebut menjadi pelopor munculnya tatanan baru mengenai sistem pendidikan, tradisi yang tidak sesuai, serta keinginan membangun organisasi sosial-politik guna melakukan berbagai perbaikan dalam kehidupan masyarakat. Berdasar pada apa yang mereka lihat dan rasakan selama menempuh pendidikan, muncul kesadaran untuk berjuang secara diplomasi melalui organisasi pergerakan

    SUKU OSING, BENTUK PERLAWANAN BUDAYA MASYARAKAT BLAMBANGAN TERHADAP MATARAM ISLAM

    Full text link
    Budaya merupakan hasil cipta, karya, dan karsa dari masyarakat yang menunjukkan identitas dari masyarakat yang membawanya. Budaya menjadi nilai tawar suatu kelompok, seperti suku Osing. Suku Osing menjadi objek perebutan dan taklukan yang digunakan untuk kepentingan kerajaan disekelilingnya seperti perluasan wilayah, mobilisasi kekuatan, ekonomi, bahkan pengaruh kultural. Salah satu kerajaan yang berupaya untuk menguasainya adalah Kesultanan Mataram. Kesultanan Mataram berupaya menanamkan budaya Jawa dan Islamisasi terhadap masyarakat Blambangan. Sehingga masyarakat Blambangan mengembangkan kebudayaan Osing untuk bertahan dan melawan pengaruh budaya Mataram. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perlawanan masyarakat Blambangan dan bagaimana mempertahankan diri dari dominasi budaya Mataram hingga tetap bertahan hingga saat ini. Penulisan artikel ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode studi pustaka. Metode studi pustaka merupakan metode dengan menghimpun sumber kepustakaan. Melalui pencarian referensi mengenai permasalahan yang ditemukan berupa textbook, jurnal, artikel ilmiah, yang sesuai. Lalu di gunakan langkah-langkah penelitian sejarah meliputi, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sehingga dapat diketahui perlawanan budaya rakyat Blambangan melalui komunitas Osing berhasil dilakukan dalam menghadapi pengaruh Mataram dan pada akhirnya masyarakat Osing bertahan hingga saat ini sekalipun Islamisasi terjadi tetapi tetap memegang ajaran nenek moyang

    MALAY OR ACEHNESE SOVEREIGNTY DURING THE REIGN OF SULTAN ALAUDDIN MANSUR SHAH (1577 - 1585): WESTERN IMPERIALIST BASTION IN THE EAST

    Full text link
    The 16th century had shown that Western powers so vigorously expanded their influence in the East. Their main goal is to spread the mission of Christianization and reap wealth within the Malay world. Aceh is considered the main rival in the East because of its power as the strongest country in the Malay world and its position as a major center of trade routes. The reign of the 8th Sultan of Aceh, Sultan Alauddin Mansur Shah is regarded as a critical period for the Muslims in the East because at that time the Portuguese and the Spanish conspired to conquer the Muslim countries. The situation is causing Sultan Alauddin Mansur Shah to take steps to defend Islam and the sovereignty of the states in the Malay world. This study uses the qualitative method. The archival approach was chosen to examine the documents relevant to the scope discussed. In order for the study to be more structured, the aspect of historiography based on the sequence of events becomes a consideration. To ensure the accuracy of events within the reign of Sultan Alauddin Mansur Shah, the cross-reference technique of information is done. This technique is very important and relevant given that no thorough research has ever been conducted for the reign of Sultan Alauddin Mansur Shah with respect to the scope of the study. The result of the study indicates that Sultan Alauddin Mansur Shah emphasized the understanding of monotheism-Sufism among the community to develop the spirit of jihad against Western colonialists. Apart from that, he also implemented the constitution based on Islamic law. In order for the sovereignty of states in the Malay reserved, he has built good relations with other states of Pahang and Brunei in particular that each has a great influence within Malaya and Borneo

    KONSEP FILOSOFIS BUDAYA PELER MANGGARAI DALAM TERANG FILSAFAT DIALOGIS MARTIN BUBER

    Full text link
    Penelitian ini berfokus pada penggalian nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam budaya pele rsuku Kasong Manggarai-Flores-Nusa Tenggara Timur. Budaya peler adalah ritus yang berisi penghormatan dan rekonsiliasi terhadap alam ciptaan. Karena itu, menggali kekayaan filosofis yang terkandung dalam budaya peler merupakan bentuk penghormatan terhadap kekayaan kearifan lokal. Kearifan lokal ialah filsafat yang hidup di dalam hati masyarakat berupa kebijaksanaan hidup yang melukiskan kedalaman batin manusia dan keluasan relasionalitas manusia dengan sesama, serta menegaskan keluhuran rasionalitas hidupnya. Maka menggali kekayaan filosofis budaya peler merupakan bentuk penghargaan terhadap kebijaksanaan hidup masyarakat Manggarai. Filsafat relasional Martin Buber menjadi kerangka filosofis untuk menggali dan memahami kekayaan filosofis yang terkandung dalam budaya peler. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Studi ini menemukan bahwa budaya peler suku Kasong Manggarai merupakan sebuah model relasi I and Thou dalam terang pemikiran Martin Buber. Peler sebagai sebuah model relasi I and Thou mengandung didalamnya penghormatan dan penghargaan terhadap alam. Nilai-nilai yang mengalir dari budaya ini ialah keharmonisan, tanggung jawab dan penghargaan terhadap alam semesta. Sumbangan penelitian ini terletak pada penggalian butir-butir kebijaksanaan orang Manggarai dalam merawat dan melestarikan alam

    STIKER WHATSAPP GAYA MINANGKABAU: ANALISIS SEMIOTIKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna visual dan verbal yang terdapat pada stiker WhatsApp gaya Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data ialah observasi dan dokumentasi, teknik analisis data menggunakan analisis semiotika menggunakan teori  Ferdinand de Saussure. Hasil dari penelitian ini makna visual, dari ilustrasi yang digambarkan mampu mencerminkan sebuah ekspresi, gestur dan emosi dalam stiker serta mampu membawa citra kebudayaan Minangkabau yang begitu melekat pada karakter stiker. Dari warna yang digunakan dominan warna merah, kuning, hitam dan putih yang dalam setiap warna memiliki falsafah mengenai bagaimana orang Minangkabau berprilaku. Dari tipografi yang digunakan Sans-Serif jenis font Arial dan Blogger sans ini mencerminkan kesederhanaan dalam teks yang disampaikan dan memberi kesan kedekatan dan bersahabat. Makna verbal dalam stiker WhatsApp gaya Minangkabau. Dilihat dari kurenah bakato dalam budaya Minangkabau, yakni cimeeh, kucindan dan garah, dapat dilihat bahwa orang Minangkabau sangat kritis dalam berkomunikasi dan dibutuhkan kreatifitas yang tinggi dalam pemilihan diksi saat menyampaikan sebuah pesan yang agaknya akan menimbulkan pergesekan. Sikap ramah tamah dan humoris menjadi sebuah daya tarik dari masyrakat Minangkabau sendiri

    EKSISTENSI MUSEUM VIRTUAL MASA PANDEMI COVID- 19

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanmuseum virtual yang saatini berkembang di Indonesia, baik berupa ruang perlombaan, ruang diskusi, ruangpertunjukan maupun wisata museum virtual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan eksplorasi. Pengumpulan data menggunakan studi literatur dengan menelusuri berbagai laporan, publikasi jurnal, dan situs web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pandemi covid telah mengakibatkan  sebagian besar museum diseluruh dunia ditutup untuk sementara bahkan secara permanen. Penutupan museum tersebut berakibat pada penurunan jumlah pengunjung dan penutupan museum, kendala pada pemeliharaan museum, dan peningkatan layanan digital museum.Dampak lain adalah kerugian finansial secara besar-besaran pada periode covid 19.Agar tetap bertahan, maka hampir seluruh museum mempromosikan museum virtual.Museum virtual dalam segala bentuknya, telah membuka pintu bagi pengunjung yang dapat mengunjungi museum tanpa mengenal batas ruang dan waktu

    UPAYA PELESTARIAN RUMAH SEJARAH DALEM NOTONEGORO SEBAGAI CAGAR BUDAYA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG

    Full text link
    Dalem Notonegoro merupakan bekas Rumah Bupati Notonegoro salah satu Bupati Pemalang yang saat ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dengan dibuktikan adanya SK penetapan Cagar Budaya nomor 432/1493/Tahun 2018 oleh Bupati Pemalang. Rumah Bupati Notonegoro atau dikenal dengan sebutan Dalem Kenaren diperkirakan dibangun pada tahun 1825 beralamat di Jalan Kyai Makmur, perkiraan tahun tersebut dibuktikan adanya inskripsi yang tertulis pada kayu di bagian molo (struktur bagian atap bangunan). Sebagai salah satu Bangunan Cagar Budaya, pemerintah Kabupaten Pemalang berupaya untuk melaksanakan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 dengan melakukan serangkaian kegiatan konservasi bangunan cagar budaya dengan merevitalisasi bangunan tersebut. Sebagai bangunan cagar budaya yang sudah berusia lebih 50 tahun, maka pelestarian rumah sejarah Dalem Notonegoro perlu dilakukan sesuai dengan undang-undang cagar budaya. Pada penulisan ini hendak mendeskripsikan bagaimana peranan Pemerintah Daerah Kabuten Pemalang dalam upaya pelestarian cagar budaya, selain itu sejarah keberadaan Rumah Bupati Notonegoro atau Dalem Kenaren akan dideskripsikan pada penulisan ini. Penulisan ini berupa penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi kepustakaan, dokumentasi dan wawancara. Adapun data yang digunakan berasal dari data primer dan data sekunder, sedangkan sumber data berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun Hasil dan analisis meliputi deskripsi terkait asal usul Rumah Sejarah Dalem Notonegoro yang semula merupakan kediaman Bupati Pemalang yang bernama R.A.A Notonegoro yang tidak lain adalah Bupati Pemalang kemudian sepeninggalnya, Dalem Kenaren ditempati oleh anak kedua Bupati Notonegoro yang Bernama Raden Ayu Dipokusumo. Selanjutnya, Dalem Kenaren diwariskan kepada anak bungsunya Bupati Notonegoro yang Bernama Raden Ngabehi Surjowinoto. Hingga ditahun 2000-an, Dalem Kenaren ditempati oleh Eyang Titi yang merupakan ahli waris Dalem Kenaren pada waktu itu sebelum dibeli oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang. Dalam pelestarian Dalem Notonegoro atau Dalem Kenaren yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang berupa pembelian rumah Bupati Notonegoro kepada ahli waris pada waktu itu yakni Eyang Titi selanjutnya dilakukan  konservasi Rumah Bupati Notonegoro atau Dalem Kenaren yang mencakup dari tahun 2018 hingga tahun 2021 berupa memperbaiki bangunan agar seperti sediakala. Kegiatan konservasi tersebut dilakukan secara LPSE dengan menjaring pihak kontraktor yang memiliki kredibelitas dalam ranah cagar budaya. Dengan adanya penelitian terhadap salah satu Bangunan Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Pemalang dapat menjadi referensi masyarakat dalam penelitian sejenis

    110

    full texts

    115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇