JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
Not a member yet
    115 research outputs found

    SAFARI “S.S. HOPE”: MISI KEMANUSIAAN AMERIKA SERIKAT DI INDONESIA (1960-1961)

    Full text link
    Perang Dingin antara Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet membuat dunia terpolarisasi. Untuk mempertahankan eksistensinya, baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet saling berebut pengaruh. Berbagai cara dilakukan oleh keduanya termasuk diantaranya adalah melalui misi-misi kemanusiaan. Amerika Serikat misalnya terbukti pernah mengirimkan misi kemanusiaan dengan media Kapal S.S. Hope yang tujuan utamanya adalah memberikan bantuan medis di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kajian ini membahas bagaimana safari Kapal S.S. Hope sebagai sebuah misi kemanusiaan dilakukan di Indonesia. Kajian ini dimulai dengan terlebih dahulu melihat historis interkoneksi Indonesia dengan Amerika Serikat. Kajian ini disusun menggunakan metode sejarah dengan majalah dan surat kabar sebagai sumber primernya. Hasil dari kajian ini adalah bahwa selama berlayar di perairan Indonesia, Kapal S.S. Hope singgah di beberapa titik dan memberikan bantuan medis.  Misi yang awalnya ditujukan sebagai misi kemanusiaan ini juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat, yang bahkan dalam beberapa hal dimanfaatkan untuk menarik dukungan rakyat dan Pemerintah Indonesia dalam kontestasi Perang Dingin. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa misi kemanusiaan ini memberikan dampak yang cukup signifikan khususnya dalam bidang kemanusiaan dan kesehatan di Indonesia

    MEMBANGUN KEMBALI PARIWISATA YOGYAKARTA: STRATEGI DAN UPAYA PEMERINTAH MELALUI BADAN TOURISME (BATOUR) 1954-1959

    Full text link
    Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata terkemuka di Indonesia. Hal ini karena dukungan dari pelbagai faktor seperti sejarah dan kebudayaannya. Pembangunan pariwisata di Yogyakarta sekarang tentu tidak lepas dari upaya-upaya awal pemerintah dalam mengembangkannya pasca kemerdekaan. Pembangunan pariwisata seiring dengan upaya pemerintah memulihkan perekonomian daerah yang rusak pasca perang. Artikel ini berfokus pada strategi dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam membangun kembali pariwisata di Yogyakarta. Sumber yang digunakan meliputi arsip pemerintah, koran, dan majalah sezaman. Dengan menggunakan metode sejarah, hasil dari kajian ini menunjukan keterlibatan aktif dari pemerintah telah berhasil membangkitkan kembali pariwisata yang ada di Yogyakarta dengan adanya kebijakan, koordinasi, subsidi dan pendirian sebuah badan yang mengelola

    UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI INDONESIA (2004-2019)

    Full text link
    Artikel ini bertujuan mengkaji upaya pencegahan dan pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia pada awal abad ke-21 (2004-2019) beserta dampaknya. Hal ini menjadi penting sebab DBD dinilai sebagai salah satu ancaman ketika Indonesia sedang melawan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain itu, DBD menjadi salah satu penyakit yang telah berada dalam sejarah panjang Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah kesehatan masyarakat. Sumber-sumber yang digunakan adalah sumber primer berupa surat kabar dan publikasi resmi pemerintah serta sumber sekunder berupa literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status DBD yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 2004 menyebabkan perhatian pemerintah atas DBD makin besar. Pemerintah menetapkan kebijakan kesehatan yang meliputi upaya pencegahan dan pengendalian dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Meskipun demikian, dampak atas upaya ini adalah jumlah kasus DBD bergerak secara fluktuatif selama lima belas tahun, bahkan meningkat tajam pada 2019

    KOLONIALISME MENCENGKRAM TELLU LIMPOE: PERUBAHAN POLITIK DAN TATANAN BIROKRASI PEMERINTAHAN DI SINJAI, SULAWESI SELATAN, 1861-1942

    Full text link
    Penelitian ini akan membahas tentang Perubahan politik di wilayah Ooster Districten pada masa kekuasaan kolonial. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah, yang menjelaskan persoalan penelitian berdasarkan perspektif sejarah. Prosedurnya meliputi empat tahapan, yaitu pencarian dan pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber (seleksi data), interpretasi (penafsiran), dan penyajian atau penulisan sejarah (historiografi). Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kolonialisme telah merubah wajah Tellu Limpoe. Sistem kerajaan serta wilayahnya diubah menjadi lebih modern ala Belanda yang kemudian diikuti dengan hilangnya kedudukan kaum pribumi. Keadaan ini berlangsung hingga berakhirnya kekuasaan Belanda di Sinjai

    MENELUSURI WARISAN BANDUNG: DELEGASI PEREMPUAN DAN SEMANGAT DEKOLONISASI DALAM KONFERENSI WARTAWAN ASIA AFRIKA 1963

    Full text link
    Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 meninggalkan banyak warisan yang terwujud dalam solidaritas Asia Afrika. Salah satu bentuk dari solidaritas tersebut ialah pelaksanaan Konferensi Wartawan Asia Afrika (KWAA) pada 1963 yang menunjukkan solidaritas jurnalis dalam dua kawasan untuk memperkuat semangat dekolonisasi demi melawan kolonialisme dan imperialisme. Penyelenggaraan KWAA meninggalkan banyak kesan yang menarik, salah satunya adalah keterlibatan delegasi perempuan. Sayangnya, kehadiran delegasi perempuan dalam KWAA belum banyak mendapat perhatian dari para akademisi. Oleh karena itu, kajian ini membahas delegasi perempuan dalam KWAA dan suara mereka mengenai gagasan semangat dekolonisasi. Kajian ini bertujuan untuk menghadirkan peran perempuan dalam penulisan sejarah diplomasi pascakolonial di Asia Afrika, sehingga penulisan sejarah diplomasi menjadi lebih androgynous. Kajian ini dilakukan dengan metode sejarah, yang hasilnya menunjukkan bahwa beberapa delegasi perempuan yang hadir dalam KWAA adalah “buronan” negara-negara kolonial. Melalui KWAA, mereka menyuarakan pentingnya peran jurnalis dalam mendukung dekolonisasi untuk menghapuskan kolonialisme dan imperialisme di Asia dan Afrika

    JEJAK WALI LIMBUNG DAN TRADISI JUM’AT PAHING DI KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH

    Full text link
    Wali limbung merupakan tokoh agama yang populer di Jawa Tengah, khususnya di daerah Temanggung. Meskipun beliau lahir beberapa abad yang silam, jejaknya masih terasa bahkan di era digital sekarang. Tulisan ini memaparkan historisitas jejak langkah wali limbung dan tradisi Jum’at pahing. Kajian ini menerapkan teori fungsionalisme Bronislow Malinowski. Teori ini menyatakan bahwa setiap unsur kebudayaan memiliki fungsi bagi masyarakat setempat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini berisi paparan tentang sejarah Wali Limbung, latar belakang dan tujuan tradisi Jum’at pahing. Latar belakang sejarahnya adalah peresmian penggunaan Masjid Jami’ yang didirikan oleh Wali Limbung bertepatan dengan hari Jum’at pahing. Tujuan tradisi Jum’at pahing adalah memperoleh barokah dan keteguhan hidup

    DIPLOMATIC RELATIONS BETWEEN ACEH AND TURKEY DURING THE REIGN OF SULTAN ALAUDDIN MANSUR SHAH (1577-1585 / 1586)

    Full text link
    Aceh is regarded as the strongest ally of the Ottomans in the east, in the 16th century and 17th century AD. At that time, the two governments exchanged gifts with each other, and benefited together; whether in the form of trade, or in the form of technology and the military. The historical record notes that Aceh started making official relations with the Ottomans during the reign of Sultan Salahuddin, which is the 2nd in the Sultanate of Aceh. Yet to be studied in this paper is that the establishment of diplomatic relations between Aceh and Turkey during the reign of Sultan Alauddin Mansur Shah. Remarkably, Sultan Alauddin Mansur Shah hailed from Perak, but was crowned the 8th Ruler of Aceh. This qualitative study uses the library approach entirely to highlight the role and contribution of Sultan Alauddin Mansur Shah in efforts to strengthen cooperation between Aceh and Turkey. With the help of the Ottomans, he launched an attack on the Portuguese in Melaka. Aceh’s strength even feared by the Portuguese authorities in Goa, India, forcing them to seek assistance from Lisbon. In conclusion, Sultan Alaudin Mansur Shah not only gained recognition from the Ottoman government but also succeeded in upholding the greatness of Islam; when reviving the trade routes of Muslims and looking after the welfare of Muslims in the archipelago

    FILOSOFI DAN NILAI-NILAI ISLAM DALAM GAYA BANGUNAN RUMAH ADAT KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA: SEBUAH ANALISIS TERHADAP RUMAH ADAT DENGAN PENDEKATAN STUDI ISLAM

    Full text link
    Rumah adat merupakan peninggalan kebudayaan masyarakat tradisional yang harus dijaga keberadaannya sebagai cagar budaya oleh masyarakat yang hidup saat ini. Di Indonesia, terdapat banyak terdapat rumah yang ada hingga saat ini. Salah satunya adalah rumah adat yang berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat yang dikenal Kampung Naga. Gaya arsitektur rumah adat di Kampung Naga tersebut adalah berupa rumah panggung seperti layaknya rumah tradisional masyarakat Sunda. Karena itu, gayanya yang unik, di sisi rumah adat di Kampung Naga ini juga memiliki filosofi dan nilai-nilai Islam di dalamnya. Tulisan ini bertujuan mengungkap filosofi dan nilai-nilai Islam dalam gaya bangunan rumah adat di Kampung Naga Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan lapangan, wawancara, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan filosofi bangunan rumah adat Kampung Naga dengan bahan alami mencerminkan hubungan baik antara masyarakat adat Kampung Naga dengan alam. Tidak hanya itu, bangunan panggung yang mencerminkan kesederhanaan menunjukan kehidupan masyarakat Kampung Naga. Nilai-nilai Islam dalam bangunan rumah adat Kampung Naga dilihat dari struktur bangunan dan bentuk (model) rumah yang mengandung nilai-nilai hubungan yang harmonis antara manusia, alam dan Tuhan. Dalam Islam disebut dengan istilah habluminallah, habluminanas dan habluminalalam

    CITRA IBU KOTA PALEMBANG DALAM HISTORIOGRAFI BARAT PADA ABAD XIX

    Full text link
    Artikel ini bertujuan membahas citra ibu kota Palembang dalam historiografi Barat pada abad ke-19. Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, seperti kejayaan Sriwijaya di masa lampau serta kehidupan masyarakatnya di tepi Sungai Musi yang menjadi daya tarik orang Barat sejak meningkatnya hegemoni Barat di Nusantara pada abad ke-17 dan abad ke-18. Artikel ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan menganalisis berbagai historiografi oleh para penulis dan pengelana Barat sebagai sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penaklukan Kesultanan Palembang, ibu kota Palembang mengalami proses konstruksi citra simbolik yang tidak terlepas dari romantisme Barat. Semboyan “Venesia dari Timur” pun menjadi representasi atas kompleksitas kehidupan masyarakat dan bentang alam ibu kota Palembang sekaligus identitas sosial-budaya ala Barat yang melekat atas ibu kota Palembang pada periode selanjutnya, yang tidak terlepas dari periode krusial pada abad ke-19

    SURAN DI TENGAH PAGEBLUG: DAMPAK COVID-19 TERHADAP TRADISI JAWA PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pageblug Covid-19 terhadap tradisi Suran pada masa Adaptasi kebiasaan baru. Suran berasal dari kata Sura, yaitu bulan pertama dalam sistem penanggalan yang dibuat oleh Sultan Agung. Suran adalah tradisi perayaan pergantian tahun Jawa. Namun, perayaan ini terganggu dengan datangnya pageblug Covid-19. Ada beberapa permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Pertama, penelitian membahas mengenai asal usul Sura dalam sistem penanggalan Jawa yang dikeramatkan oleh orang Jawa. Kedua, penelitian membahas bentuk tradisi Suran di lingkungan pusat kekuasaan Jawa dan beberapa daerah pedalaman. Ketiga, penelitian membahas tentang dampak Covid-19 terhadap perubahan tradisi Suran di Jawa khususnya pusat kebudayaan Jawa, yaitu istana. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif. Studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data tentang pelaksanaan Suran pada masa adaptasi kebiasaan baru. Tradisi Suran di pusat kebudayaan Jawa mengalami perubahan karena harus mematuhi kebijakan pemerintah dan protokol kesehatan. Tradisi Suran di beberapa daerah juga dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Namun demikian, makna tradisi Suran tidak mengalami perubahan, yaitu laku prihatin dan mawas diri demi memperoleh keselamatan

    110

    full texts

    115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇