E-Jurnal Politeknik Dharma Patria
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pengembangan Bisnis Berbasis Aplikasi Cloud Pada Mahasiswa dan UMKM
Transformasi digital adalah tantangan sekaligus peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing. Program pengabdian masyarakat Pelatihan Pengembangan Aplikasi Bisnis Berbasis Cloud dirancang untuk mendukung transformasi digital UMKM melalui teknologi low-code/no-code yang memungkinkan pengembangan aplikasi tanpa keahlian pemrograman. Program ini, bekerja sama dengan Zoho Corporation, melibatkan mahasiswa dan UMKM dalam pelatihan teknis menggunakan platform Zoho Creator. Metode pelaksanaan meliputi workshop, kompetisi pengembangan aplikasi (Zoho Appathon), dan pendampingan mentor industri. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menciptakan aplikasi inovatif yang mengotomasi proses bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas jangkauan pasar. Selain manfaat ekonomi, program ini berkontribusi pada inklusi digital UMKM yang sebelumnya terbatas akses teknologi. Program ini menjadi model efektif dalam mendorong transformasi digital UMKM sekaligus memperkuat ekosistem bisnis berbasis teknologi di Indonesia
Pendampingan Mahasiswa Wirausaha dalam Mengintegrasikan AI dalam Membuat Iklan
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) menawarkan peluang baru dalam pengembangan promosi usaha, termasuk bagi mahasiswa wirausaha. Namun, pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan AI masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada lima tenant wirausaha mahasiswa Universitas Negeri Semarang dalam mengintegrasikan AI untuk pembuatan iklan yang menarik. Peserta dikenalkan dengan ChatGPT untuk pembuatan caption serta Canva AI untuk desain visual. Kegiatan ini juga membahas etika penggunaan AI dalam promosi digital. Tenant yang terlibat berasal dari berbagai bidang jasa seperti perbaikan kendaraan, cuci kendaraan, penyedia trofi, dan jasa pindahan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menggunakan teknologi AI secara kreatif dan bertanggung jawab. Kegiatan ini memberikan dampak positif dan relevan untuk mendukung pengembangan wirausaha muda berbasis teknologi di era digital
Peningkatan Daya Saing Ekonomi Desa dalam Mewujudkan Desa Unggul dan Inovatif
Pengembangan ekonomi desa adalah upaya meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal. Upaya peningkatan daya saing ekonomi desa dalam mewujudkan desa yang unggul dan inovatif dengan sumber daya serta potensi yang dimiliki desa bandungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan sasaran kelompok masyarakat ekonomi dan bisnis di wilayah desa bandungan. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan melalukan edukasi dan sosialisasi secara langsung kepada peserta melalui ceramah. Kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan pengetahuan, pendampingan serta ide gagasan dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi desa dala kehidupan masyarakat bandungan. Hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada para peserta mampu memberikan inovasi program dan ide gagasan bagi pemerintahan desa bandungan dan masyarakat bandungan untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi secara optimal sehingga mampu mewujudkan desa yang inovatif dan unggul secara berkelanjutan di masa akan datang
Pengembangan Produk Wirausaha Berbasis Kesehatan dan Wisata untuk Mencetak Wirausaha Muda Berbasis Potensi Lokal
This community service aims to develop local potential through the integration of health-based products and tourism, in order to create young entrepreneurs in partner villages. The focus of community service is directed at processing herbal products that have added value as part of ecotourism and health tourism. The implementation method uses the Participatory Action Research (PAR) approach by actively involving local communities in every stage of the activity, starting from identifying potential, training, production to marketing. This activity has succeeded in empowering 20 participants who are members of the local young entrepreneur group. The results of the community service show an increase in production capacity, understanding of the concept of herbal product branding, and skills in tourism-based digital marketing. This program has an impact on the formation of the identity of local superior products and strengthening the potential of herbal-based tourist villages.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi lokal melalui integrasi produk berbasis kesehatan dan wisata, dalam rangka mencetak wirausaha muda di desa mitra. Fokus pengabdian diarahkan pada pengolahan produk herbal yang memiliki nilai tambah sebagai bagian dari ekowisata dan wisata kesehatan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan komunitas lokal secara aktif dalam setiap tahap kegiatan mulai dari identifikasi potensi, pelatihan, produksi hingga pemasaran. Kegiatan ini berhasil memberdayakan 20 partisipan yang tergabung dalam kelompok wirausaha muda lokal. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi, pemahaman konsep branding produk herbal, serta keterampilan dalam pemasaran digital berbasis wisata. Program ini berdampak pada terbentuknya identitas produk unggulan lokal dan penguatan potensi desa wisata berbasis herbal
“Sekolah untuk Masa Depan”, Membangun Pendidikan Karakter Anak Usia Sekolah yang Mandiri, Sehat dan Kreatif di Kota Pangkalpinang, Bangka
"School for the Future: Independent, Healthy, and Creative Integrative Character Education" is a community service activity that employs an interdisciplinary approach to integrate a variety of educational concepts that we believe are crucial for the education of school-age children. This Community Service activity is conducted through a variety of activities, such as the fun learning through a bilingual approach with elementary school materials, the play of snakes and ladders, and Fish Eating Campaign (Gemarikan) to elementary school students, and the evaluation of materials. Many parties are involved in this activity, and there is still room for development in order to facilitate the implementation of similar activities. However, the community service team feels the need to consider carrying out similar activities with a continuation scheme in the following year to facilitate measuring the effectiveness and impact of this activity on students. Nevertheless, in order to increase students' enthusiasm for the activity, it is necessary to develop more innovative and inventive game designs.“Sekolah untuk Masa depan: Pendidikan Karakter Integratif yang mandiri, sehat, dan kreatif” merupakan kegiatan pengabdian yang menerapkan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan berbagai konsep pendidikan yang kami pandang paling utama untuk diperkenalkan kepada anak usia sekolah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa bentuk kegiatan, diantaranya: sosialisasi materi sekolah dasar dengan metode bilingual, permainan ular tangga, gemar makan ikan, dan evaluasi materi. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak dan masih memerlukan banyak perbaikan untuk penyelenggaraan kegiatan yang serupa. Oleh karena itu, tim pengabdian merasa perlu menimbang untuk melakukan kegiatan yang serupa dengan skema lanjutan pada tahun berikutnya untuk memudahkan pengukuran efektivitas dan dampak dari kegiatan ini pada para siswa. Namun, diperlukan desain permainan yang lebih kreatif dan inovatif untuk membuat para siswa semakin antusias untuk mengikuti kegiatan
Pendampingan Digitalisasi UMKM Berbasis E-Commerce di Desa Sukahayu sebagai Bentuk Pengabdian kepada Masyarakat
Tujuan dari pengabdian kepada masyarakaty ini adalah untuk membuat Desa Sukahayu menjadi desa yang berkelanjutan dengan memperkuat prinsip moderasi beragama dan memasukkan kearifan lokal ke dalam program pemberdayaan masyarakat. Salah satu bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis pengabdian kepada masyarakat adalah program ini. Setiap langkah dalam proses kegiatan melibatkan tokoh agama, pemuda, dan masyarakat desa, yang menunjukkan pendekatan partisipatif yang digunakan. Pelatihan keterampilan berbasis budaya, pelestarian tradisi lokal, dan sosialisasi prinsip toleransi antarumat adalah beberapa upaya yang dibuat. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersama dalam keberagaman. Selain itu, semangat untuk mempertahankan identitas budaya desa muncul kembali. Terbukti bahwa membangun pondasi sosial untuk pembangunan desa yang berkelanjutan dan mandiri dapat dicapai dengan menggabungkan nilai agama yang inklusif dengan kekayaan budaya lokal
Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak untuk Meningkatkan Kesadaran Kognitif Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini: Studi Intervensi di Posyandu Desa Pamekaran
Active parental involvement in monitoring child growth and development is an important foundation in efforts to improve the quality of human resources from an early age. This study aims to analyze the effectiveness of SDIDTK (Early Child Growth and Development Stimulation, Detection, and Intervention)-based counseling in improving parental understanding of early childhood development, especially cognitive aspects. The activity was conducted at Posyandu Merpati 5, Pamekaran Village, Sumedang, as part of a community service program by KKN students through a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test design on 10 respondents, mothers of toddlers. The analysis results showed a significant increase in understanding scores, from an average pre-test of 71 to 86 in the post-test (p = 0.009). This counseling also introduced the use of the KPSP application from the Ministry of Health and a family-based structured stimulation activity model that encourages parental participation in directly supporting child development. The results of this study emphasize the importance of community-based educational strategies in improving early childhood care literacy.Keterlibatan aktif orang tua dalam pemantauan tumbuh kembang anak menjadi fondasi penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyuluhan berbasis SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak) dalam meningkatkan pemahaman orang tua terhadap perkembangan anak usia dini, terutama aspek kognitif. Kegiatan dilakukan di Posyandu Merpati 5 Desa Pamekaran Sumedang, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa KKN melalui pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test terhadap 10 responden ibu balita. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pemahaman, dari rerata pre-test 71 menjadi 86 pada post-test (p = 0,009). Penyuluhan ini juga memperkenalkan penggunaan aplikasi KPSP dari Kementerian Kesehatan serta model aktivitas stimulasi terstruktur berbasis keluarga yang mendorong partisipasi orang tua dalam mendukung perkembangan anak secara langsung. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menegaskan pentingnya strategi edukatif berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi pengasuhan anak usia dini
Pendampingan Literasi Digital pada UMKM melalui Pendekatan Coaching Clinic di Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have a vital role in the national economy, but face increasingly complex competition in the digital era. Many MSMEs face challenges in adopting technology, requiring increased digital literacy to survive and compete. This study aims to apply a digital literacy strengthening model to MSMEs in Sukasirnarasa Village through a coaching clinic approach. Using a descriptive qualitative method, data was collected through observation and in-depth interviews involving MSMEs to explore their understanding and needs related to the use of technology. The results of the study indicate that the coaching clinic approach is effectively implemented to improve digital literacy. This model is successful because it emphasizes active participant participation, communication, and collaboration, and includes the development of individual competencies such as technical skills, critical understanding, and communication skills in a digital context. This study contributes in the form of a practical coaching model that can be adopted to improve the capacity and competitiveness of MSMEs in facing the challenges of the digital era.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran vital dalam perekonomian nasional, namun menghadapi persaingan yang semakin kompleks di era digital. Banyak pelaku UMKM menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi sehingga memerlukan peningkatan literasi digital untuk dapat bertahan dan bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model penguatan literasi digital kepada pelaku UMKM di Desa Sukasirnarasa melalui pendekatan coaching clinic. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam yang melibatkan pelaku UMKM untuk menggali pemahaman dan kebutuhan mereka terkait pemanfaatan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan coaching clinic efektif diimplementasikan untuk meningkatkan literasi digital. Model ini berhasil karena menekankan pada partisipasi aktif peserta, komunikasi, dan kolaborasi, serta mencakup pengembangan kompetensi individu seperti keterampilan teknis, pemahaman kritis, dan kemampuan berkomunikasi dalam konteks digital. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model pembinaan praktis yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM dalam menghadapi tantangan era digital
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PROPORSI DAN RASIO KEUANGAN PT WAHANA INTERFOOD NUSANTARA TBK (COCO) TERHADAP RATA-RATA INDUSTRI FOOD AND BEVERAGE TAHUN 2022-2023
Industri makanan dan minuman di Indonesia mengalami perkembangan yang pesar, didorong oleh perubahan gaya hidup dan peningkatan pendapatan masyarakat. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (Coco), sebagai salah satu perusahaan terkemuka dalam industri ini, terus berupaya mempertahankan posisinya di pasar melalui inovasi produk dan strategi bisnis yang adaptif. Untuk menilai sejauh mana perusahan ini berhasil dalam upayanya, analisis terhadap laporan keuangan menjadi sangat penting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis rasio keuangan dan analisis proporsi, dengan fokus khusus pada analisis trend. Analisis rasio keuangan akan membantu mengevaluasi likuiditas, profitabilitas, aktivitas, dan solvabilitas perusahaan melalui berbagai rasio seperti Quick Ratio, Cash Ratio, Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, dan lain-lain.Perputaran piutang di PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (Coco) sangatlah lama, yang artinya ini sangat buruk dan akan sangat berpengaruh pada keuangan industri. Berbeda halnya dengan PT Palma serasih yang mempunyai perputaran tercepat di tahun 2023.PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (Coco) sangat tergantung pada hutang untuk membiayai operasinya dibandingkan dengan Campina Ice Cream Industri, dimana separuh dari operasionalnya dibiayai oleh modalnya sendiri. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (Coco) mengalami kerugian sebesar 31 % di tahun 2023 berbeda halnya dengan PT Garuda Food Putri Jaya Tbk yang mempunyai profit margin sebanyak 2348% meskipun turun dari tahun sebelumnya
Pelatihan Teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk Meningkatkan Kreatifitas dan Produktivitas Guru-Guru SMP N 21 Kota Bandung
Artificial Intelligence (AI) kini semakin berkembang dan hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu contohnya adalah ChatGPT, chatbot berbasis AI dari OpenAI yang mampu merespons dengan luwes. Namun, sebagian besar guru di SMP Negeri 21 Bandung masih terbiasa dengan metode konvensional dan belum mengenal teknologi AI. Hal ini menjadi tantangan karena keterbatasan anggaran untuk pelatihan. Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, dilakukan pelatihan AI bagi 38 guru SMPN 21 Bandung untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas mereka. Pelatihan ini bertujuan menjadikan guru lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Diharapkan para guru yang sebelumnya terkesan tradisional dapat berubah menjadi pengajar yang melek teknologi dan mampu memanfaatkannya secara positif dalam proses belajar mengajar. Hal ini akan membantu mencetak lulusan yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan