Progres Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
    463 research outputs found

    Pengembangan Kegiatan Bermain Pasir Kinetik untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 6 Mataram Tahun Ajaran 2019

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini adalah kemampuan motorik halus anak yang belum berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan bermain pasir kinetik yan tepat untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 6 Mataram tahun 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan tiga tahap pengembangan, terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan analisis pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun khususnya pada kelompok B yang berjumlah 11 orang diantaranya 3 laki-laki dan 8 perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak dengan langkah-langkah dalam proses kegiatan bermain pasir kinetik yaitu: memasukan pasir kinetik kedalam cetakan, kemudian menjumput, meremas dan memijit pasir kinetik kedalam cetakan, meratakan pasir menggunakan tangan dan stik es krim, melepaskan pasir kinetik dari cetakan dengan membalikan cetakan dan diangkat perlahan, dan terakhir pada bagian-bagian pasir yang kurang sempurna setelah di cetak maka direstorasi kembali menggunakan jari-jari tangan. Perolehan hasil tahap pengembangan I dengan persentase sebesar 39% kategori “Mulai Berkembang (MB)”, tahap pengembangan II sebesar 64% kategori “Berkembang Sesuai Harapan (BSH)”, dan tahap pengembangan III sebesar 82% kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB)”. Berdasarkan hasil persentase pada tiga tahap pengembangan terjadi peningkatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengembangan kegiatan bermain pasir kinetik dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 6 Mataram Tahun Ajaran 2019/202

    HUBUNGAN KOMUNIKASI DALAM KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SDN GUGUS 02 KECAMATAN ALAS TAHUN PELAJARAN 2019/2020

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui adanya hubungan antara komunikasi dalam keluarga terhadap motivasi belajar peserta didik, dan (2) mengetahui seberapa besar hubungan antara komunikasi dalam keluarga terhadap motivasi belajar peserta didik kelas IV SDN Gugus 02 Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 138 peserta didik yang terdiri dari SDN 2 Alas, SDN 4 Alas, SDN 6 Alas, SDN 8 Alas, dan SDN 9 Alas. Sampel pda penelitian ini diambil menggunakan rumus Slovin dengan error sampling 5%, yakni 103 peserta didik. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket). Instrumen penelitian sudah teruji kevalidan dan reliabilitasnya. Validitas instrumen menggunakan expert judgement, sedangkan uji reliabilitasnya menggunakan Alpha Cronbach. Hasil reliabilitas menunjukkan 0,633 untuk angket komunikasi dalam keluarga dan 0,695 untuk angket motivasi belajar. Teknik analisis yang digunkan adalah korelasi product moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi dalam keluarga terhadap motivasi belajar peserta didik SDN Gugus 02 Kecamatan Alas. Besarnya sumbangsi komunikasi dalam keluarga terhadap motivasi belajar adalah sebesar 8,4% dan sisanya 91,6% ditentukan oleh variabel yang tidak diteliti. Hasil perhitungan diperoleh dari hasil uji hipotesis sebesar 0,290 yang menunjukkan  bahwa hubungan kedua variabel bersifat positif, kemudian dibandingkan dengan rtabel yaitu 0,193, maka terbukti hasil rhitung lebih besar dari rtabel (0,290 > 0,193) yang berarti signifikan

    Peningkatan Hasil Belajar Agama Bagi Siswa Berkemampuan Rendah Melalui Penerapan Model Cooperative Team Games Tournament

    Get PDF
    Rendahnya kemampuan siswa pada pelajaran agama harus dicarikan solusinya. Salah satunya yang terjadi di SDN 4 Bajur, Keacamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Sebagian besar siswa di sini memiliki kemampuan rendah dalam pelajaran agama. Maka dari itu perlu dilakukan upaya tindakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami pelajaran agama. Tindakan yang dilakukan adalah menerapkan Model Cooperative Team Games Tournament (TGT) pada pembelajaran. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model Cooperative Team Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 4 Bajur? Dalam penelitian ini menggunakan tiga siklus. Pada masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini aalah siswa kelas V dengan jumlah siswa 26. Indikator keberhasilan tindakan dalam penelitian ini antara lain: 1.  Jika minimal 75% dari keseluruhan siswa yang menjadi subjek penelitian telah mencapai ketuntasan. Ketuntasan individual ditetapkan 75%, sedangkan ketuntasan klasikal ditetapkan sebesar 85%. 2. Jika terdapat perubahan atau peningkatan prestasi belajar bagi siswa berkemanpuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan tiga siklus terdapat peningkatan kemampuan klasikal. Pada siklus pertama ketuntasan klasikal 26%, siklus kedua 62% dan siklus ketiga 96%. Prestasi belajar siswa berkemampuan rendah juga telah mengalami peningkatan. Selama tiga kali siklus hanya satu siswa yang dinyatakan tidak tuntas. Berdasarkan dua indikator tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model TGT berhasil meningkatkan hasil belajar siswa

    Pendekatan Agama bagi Anak Berkebutuhan Khusus di MI NW Tanak Beak

    Get PDF
    MI NW Tanak Beak merupakan salah satu madrasah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi, dengan jumlah anak berkebutuhan khusus sebanyak 47 siswa. Tidak ada perbedaan kelas antara siswa normal dengan anak berkebutuhan khusus, semua siswa digabung belajar bersama. Dalam kenyataanya pembelajaran anak berkebutuhan khusus tidak bisa disamakan dengan anak normal pada umumnya. Secara empiris, peserta didik yang normal akan lebih mudah memahami materi pelajaran, namun secara umum pendidikan agama terhadap anak intinya sama yaitu menjadikan anak sebagai manusia yang beriman, bertaqwa dan berahlak mulia. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya yang dilakukan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan agama dan dampaknya bagi siswa berkebutuhan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tindakan dan proses pendekatan agama yang dilakukan guru kepada anak berkebutuhan khusus dan dampaknya bagi anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian mengunakan metode deskriptif kulitatif. Hasil penelitian: Pendekatan agama yang dilakukan untuk untuk anak berkebutuhan khusus (1) Mengji hafaln ayat-ayat pendek; (2) mengajarkan tata cara solat; (3) mengajarkan tata cara wudhu ;(4) solat sunah; (5) solat zuhur berjamaah; (6) menulis kaligrafi; (7) hafalan doa sehari-hari, dan yang paling utama; (8) Pegenalan akan Tuhan serta penanaman akhlak

    BUKTI YANG MEMBUKTIKAN DAN BUKTI YANG MENJELASKAN DALAM KURIKULUM MATEMATIKA SEKOLAH

    Get PDF
    Bukti adalah suatu argumen logis yang diberikan sesuai dengan aturan sistem deduktif, dan digunakan sebagai pembenaran kebenaran pernyataan suatu teorema, serta bagian fundamental dari proses berpikir matematis. Sebuah bukti mungkin kurang meyakinkan ketika hanya terbukti valid berdasarkan bentuknya saja, tanpa memperhatikan isinya. Seringkali sebuah ide baru matematika diterima, lebih penting dari apa yang dibuktikan, bukan kebenaran dari bukti yang lebih berbobot. Bukti dinilai penting untuk memunculkan hubungan matematika daripada hanya untuk menunjukkan kebenaran hasil. Dan akan bermanfaat untuk memperkenalkan suatu perbedaan eksplisit antara “bukti yang membuktikan” dan “bukti yang menjelaskan.” Keduanya adalah bukti yang sah, dan terdiri dari pernyataan yang merupakan aksioma sendiri atau mengikuti pernyataan sebelumnya sebagai hasil dari penerapan aturan inferensi yang benar. Untuk menggambarkan perbedaan antara keduanya dalam makalah akan menggunakan konsep barisan bilangan segitiga. Hasil kajian yang diperoleh adalah pentingnya menguraikan konsep bukti yang menjelaskan, dan kemudian mempertimbangkan implikasinya untuk penanganan pembuktian dalam kurikulum, serta menyarankan bahwa bila memungkinkan perlunya menyajikan kepada mahasiswa tidak hanya “bukti yang membuktikan”, melainkan juga “bukti yang menjelaskan.” Sehingga nantinya mahasiswa menjadi sadar akan kompleksitas masalah dan perlunya menghasilkan argumen yang valid

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VISUAL, AUDITORY, KINESTETHIC (VAK) TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN LARI JARAK PENDEK SISIWA KELAS IV SDN 3 PANCOR

    Get PDF
    Pendidikan jasmani adalah suatu proses melalui aktivitas jasmani, yang dirancang dan disusun secara sistematik, untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan kemampuan dan keterampilan jasmani, kecerdasan dan pembentukan watak, serta nilai dan sikap yang positif bagi setiap warga negara dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Atletik memegang peranan penting dalam pengembangan kondisi fisik, dan sering menjadi dasar pokok untuk pengembangan maupun peningkatan prestasi yang optimal bagi cabang olahraga yang lain. Proses penyampaian materi atletik yang disajikan dengan menggunakan berbagai metode merupakan pendekatan yang mungkin akan lebih efektif, dapat membuat pembelajaran lebih menarik sehingga siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran.  Model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestethic (VAK) memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat belajar langsung dengan bebas mengunakan modalitas yang dimilikinya untuk mencapai pemahaman dan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestethic (VAK) terhadap keterampilan lari jarak pendek siswa kelas IV SDN 3 Pancor. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah bentuk One Grup Pretest and Postest Desain, yaitu eksperimen yang dilakukan pada satu kelompok saja tanpa adanya kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain tersebut dikarenakan agar penelitian terfokuskan pada satu kelas saja. Hasil hasil uji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji t, dapat dilihat bahwa t hitung sebesar 13.551 > 2.042 (t-tabel) dan  besar  nilai  signifikansi  probability  0,000  <  0,05,  maka  Ho  ditolak  dan  Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, disimpulkan bahwa “Ada Pengaruh Model Pembelajaran Visual, Auditory, Kinestethic (VAK) Terhadap Keterampilan Berlari Jarak Pendek Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Pancor Tahun Ajaran 2018/2019”

    IDENTIFIKASI TANTANGAN YANG DIHADAPI GURU DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 GEMEL DAN SEKOLAH DASAR NEGERI BATUTULIS

    Get PDF
    This research aims to describe the challenges faced by teachers in implementing the learning assessments in inclusive class at SDN I Gemel and SDN Batutulis. This research used a qualitative approach with Narrative Inquiry as a type of research. The data collection techniques were collected from interviews, observation guidelines, and documentation. This research used Milles and Huberman’s theory in analyzing the data. The results showed that the challenges faced by teachers included challenges that related to students, challenges related to teachers, and challenges related to the instrument and learning assessment techniques. Some of these challenges were influenced by several factors, such as 1. Initial identification factors. 2. Teacher competency factors. 3. Curriculum factors. 4. Facility and infrastructure factors. 5. Parents factors. 6. Internal factors or personality of students with special needs. It can be concluded that teachers at SDN I Gemel and SDN Batutulis faced some challenges in implementing learning assessments in inclusive class due to several factors. The teachers had some strategies in facing these challenges, such as 1. Involving regular students as volunteers for helping special needs students. 2. Modifying the instrument and evaluation techniques 3. Study groups. 4. Identifying special needs students regularly. 5. Flexibility of time. 6. Upgrading the teacher’s ability in implementing the assessments of special needs students in the inclusive class

    PENGARUH METODE GROUP INVESTIGATION TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR MUATAN IPS SISWA KELAS IV SDN 3 SAMBELIA TAHUN PELAJARAN 2020/2021

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of the group investigation method on the social studies content of fourth grade students of SD Negeri 3 Sambelia in the academic year 2020/2021. The type of research used is quantitative research with the ex post facto method. The population in the study were all fourth grade students of SD Negeri 3 Sambelia. Determination of the sample used in this study using saturated sampling technique, in order to obtain a sample of 41 students. The data collection method used in this study was a questionnaire method. Data analysis was calculated using SPSS 16.0 for windows. The data analysis begins with a normality test using the Kolmogorov Smirnov one sample formula, the results of the normality test show that the group investigation method data is 0.169 and the students' social studies content learning activity is 0.898, both values ​​are greater than 0.05 which means that the two variables are normally distributed. The data linearity test with the acquisition of a significance value in the Deviation from Linearity column of 0.061> 0.05, which indicates that there is a linear relationship between the group investigation method on student social studies content learning activities. Testing the hypothesis using the t test, the results of the analysis show that the value of tcount 2.340> ttable 2.022, it can be interpreted that there is an influence between the group investigation method on the social studies content learning activities of fourth grade students of SD Negeri 3 Sambelia. Then test the determinant coefficient by obtaining data on the Adjusted R Square column of 0.101 or 10.1%, which means that the group investigation method has a low effect on the learning activities of social studies content for fourth grade students of SD Negeri 3 Sambelia

    PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN MEDIA BENDA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS V

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of the 5E learning cycle model assisted by concrete media objects on the learning outcomes of natural science students in class V SDN Gugus IV Praya in the academic year of 2019/2020. This research is quasi-experimental design research with a nonequivalent control group design. The sampling technique used was purposive sampling. The population in this study were students of class V SDN Gugus IV Praya. While the samples in this study were students in class V SDN Gerintuk as an experimental class and SDN 2 Wakul as a control class. The mean value of the experimental class was 74.92 and the control class was 69.66. The learning outcomes data (posttest) were normality tested using the help of SPSS 21.0 for windows program using the Kolmogorov-Smirnov’s one sample formula, then tested for homogeneity using the Levene’s test formula. The test shows that the data is normally distributed and has a homogeneous variant. Furthermore, the data were analyzed using the independent sample t-test formula, the tcount value of 2.335 obtained at a significance level of 5%, the results obtained were ttable of 2.014 so tcount> ttable = 2.335> 2.014 so it can be concluded that Ha was accepted and H0 was rejected. This shows that there is an effect of the 5E learning cycle model assisted by concrete media objects on the learning outcomes of Class V of Science Major students of SDN Gugus IV Praya in the academic year of 2019/2020

    PENINGKATAN KEMAMPUAN KONSEP BILANGAN BERBANTUAN MEDIA PAPAN FLANNEL DI SD NEGERI 1 DOPANG

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa kemampuan mengenal konsep bilangan kelompok di SDN 1 Dopang masih rendah. Hal tersebut disebabkan penggunaan media belajar yang hanya terbatas pada buku majalah, sehingga kurang menarik minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah siswa kelas 6 SDN 1 Dopang dengan jumlah 32 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, menggunakan instrumen berupa RPPM, RPPH, Lembar Observasi, Kegiatan Pembelajaran dan Lembar Penilaian Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terjadi peningkatan hasil belajar dari setiap siklus. Persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I adalah 54,9%. Pada siklus II meningkat menjadi 64,6% dan pada siklus III mencapai 80,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media papan flanel dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada siswa. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, direkomendasikan: (1) Bagi guru SD hendaknya dalam pembelajaran menggunakan media/alat yang menarik dan mudah diingat; (2) Bagi orang tua hendaknya di rumah menyediakan fasilitas dan senantiasa membimbing, mengarahkan, dan mendampingi aktivitas siswa dengan baik; (3) Bagi lembaga hendaknya menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai untuk meningkatkan prestasi hasil belajar siswa

    439

    full texts

    463

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Progres Pendidikan (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇