Progres Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA BERKEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUMBAWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karater yang terdapat dalam cerita ‘Batu Nganga’ dan ‘Petung Mampes’. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi literatur. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi kualitatif (qualitative content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukannya beberapa nilai karakter dalam dua cerita tersebut. Pada cerita ‘Batu Nganga’ ditemukan 12 nilai pendidikan karakter, yakni karakter cinta damai, religius, kerja keras, disiplin, mandiri, tanggung jawab, toleransi, rasa ingin tahu, peduli sosial, peduli lingkungan, bersahabat/berkomunikatif, dan jujur. Pada cerita ‘Petung Mampes’ ditemukan 11 nilai pendidikan karakter, yakni karakter bersahabat/berkomunikatif, peduli sosial, peduli lingkungan, cinta damai, jujur, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, kreatif, toleransi, gemar membaca, dan religius. Kesimpulannya adalah pada cerita ‘Batu Nganga’ nilai pendidikan karakter yang paling dominan yaitu pendidikan karakter religius. Pesan cerita ini tentang pentingnya beragama bagi para pembacanya. Prosentase tertinggi nilai pendidikan pendidikan karakter dalam cerita ‘Batu Nganga’ adalah karakter religius yaitu 33,3%. Kemudian pada cerita ‘Petung Mampes’ nilai pendidikan karakter yang paling dominan yaitu pendidikan karakter bersahabat/berkomunikatif. Pesan cerita ini adalah tentang caranya berkomunikasi atau bergaul dengan orang lain dengan tutur kata yang sopan dan santun. Prosentase tertinggi nilai pendidikan karakter dalam cerita ‘Petung Mampes’ adalah karakter bersahabat/berkomunikatif yaitu 47,3%. Kedua cerita ini sangat bagus untuk mengembangkan nilai karakter anak, sehingga sangat cocok dibaca oleh anak-anak sekolah dasar pada khususnya kelas tinggi
PERBEDAAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN GROUP INVESTIGATION (GI) DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar, sikap ilmiah, serta interaksi model inkuiri dan GI peserta didik kelas V pada mata pelajaran IPA SDN 37 Cakranegara tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen, jenis Quasi Eksperimental Design tipe Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 37 Cakranegara sebanyak 47 siswa yang terbagi menjadi dua kelas yakni kelas A dan B. Tehnik sampling yang digunakan adalah tehnik sampling jenuh yaitu tehnik penentuan sampel yang dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dan non tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS untuk mengetahui adakah perbedaan model inkuiri dan GI terhadap hasil belajar IPA. Berdasarkan hasil post-test diperoleh nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa pada kelas inkuiri (51,78) dan kelas GI (62,81). Hasil perhitungan SPSS diperoleh nilai sig. 0,001 < 0,005 untuk hasil belajar yang dapat dikatakan signifikan, selanjutnya sig. 0,199 > 0,005 pada sikap ilmiah yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah terhadap hasil belajar, dan sig. 0,687 > 0,05 untuk interaksi yang dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan sikap ilmiah terhadap hasil belajar peserta didik kelas V mata pelajaran IPA SDN 37 Cakranegara Tahun pelajaran 2019/202
INDIVIDUAL DIFFERENCES IN STUDENTS IN THE ELEMENTARY SCHOOL ENVIRONMENT
Every human being was created by the Creator with all the uniqueness and characteristics of each. This arises as individual differences (individual differences). Individual differences are differences in abilities and characteristics (cognitive, personality, physical skills, and so on) between students at a certain age level and in each particular group. Through educational practices and activities, we can accommodate the individual differences of students. Likewise, the learning styles of each other are also different. There are visual, auditory, and kinesthetic learning styles. It is important to recognize the learning styles of students so that teachers can vary their teaching styles, learning methods that are suitable to be applied in the learning process. As a technique, we must be able to choose various ways that can accommodate these differences personally and optimize the improvement and interpersonal skills of each student in the long term, especially when viewed from the learning style so that it can be carried out optimally. Individual differences that need to be considered in the implementation of classroom teaching are factors related to the readiness of children to receive teaching because these differences will determine the education system as a whole. Factors that influence individual differences are self-concept (self-concept), locus of control, student anxiety, learning motivation
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PERKALIAN PADA SISWA KELAS III SD IT SAMAWA CENDEKIA
Abstract: Mathematics is one of the compulsory subjects in elementary school. Students are required to have four basic math competencies, one of them is multiplication. This research aims to identify the conceptual understanding of students in understanding the multiplication arithmetic operations and the difficulties experienced by students in completing it as well as the factors that influence the difficulty. The type of this research is qualitative research using descriptive methods. The research was conducted at SD IT Samawa Cendekia in October 2020 and the subjects are 30 students from the third grade of Ad-Dhailami. The instruments are test, interview and documentation. The data analysis technique used is the interactive data analysis model Miles and Huberman which consists of data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that there were 20 students who did not understand the concept of multiplication and 10 students understood. The difficulties experienced by students in completing multiplication arithmetic operations include: Not being able to distinguish between the multiplier and the numbers being multiplied; Difficulty understanding sentences in story problems; Difficulty to solve math problems related to everyday problems; forget the basic multiplication ; can not change the form of multiplication to the form of repeated addition; Cannot determine the sentence that is known and the sentence asked in the story problem; Cannot solve multiplication calculation operation problems independently. Factors that influence that the difficulties experienced happened by students are not understanding the concept of multiplication, using the rote method in learning multiplication arithmetic operations
HUBUNGAN PEMBERIAN PENGUATAN DENGAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS 3 SDN GUGUS I KECAMATAN KEDIRI
Penelitian ini membahas tentang hubungan antara pemberian penguatan (Reinforcement) dengan tingkat kedisiplinan siswa kelas 3 SDN di gugus I Kecamatan Kediri. Pemberian penguatan (Reinforcement) memiliki peran penting dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Dengan memberikan penguatan, siswa merasa usahanya di hargai dengan baik sehingga termotivasi dan mempertahankan tingkah laku baiknya serta lebih disiplin dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian penguatan (Reinforcement) dengan tingkat kedisiplinan siswa kelas 3 SDN di gugus I Kecamatan Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh siswa kelas 3 di SDN Gugus I Kecamatan Kediri sebanyak 101 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan cara pengambilan sampel yaitu simple random sampling, sehingga didapatkan sampelnya 50 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis product moment dari person dengan berbantuan SPSS Versi 18, hasil analisis data menunjukkan bahwa diperoleh nilai r sebesar 0,478 artinya korelasi positif. Dan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang positif antara pemberian penguatan (Reinforcement) dengan tingkat kedisiplinan siswa kelas 3 SDN di gugus I Kecamatan Kediri
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menggambarkan persentase kesulitan guru dalam menerapkan Kurikulum 2013 di SDN Tamekan. penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif metode naratif inquiry. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Analisi data yang digunakan yaitu Interaktif Analysis Model dari Milis dan Huberman. Hasil penelitian ini menujukan bahwa persentase kesulitan guru dalam penerapan Kurikulum 2013 di SDN Tamekan sebesar 14,44%, dalam penelitian ini terdapat 3 Aspek kesulitan yang dialami oleh guru yaitu kesulitan dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan melakukan evaluasi atau penilaian pembelajaran. Hasil penelitian dari masing-masing dimensi menujukan bahwa kesulitan dalam perencanaan pembelajaran sesuai Kurikulum 2013 dengan persentase kesulitan guru sebesar 14,53% dengan letak kesulitan guru ialah dalam memahami kompenen dalam RPP, kesulitan dalam merumuskan indikator pembelajaran, kesulitan dalam mengintegrasikan tujuan pembelajaran dari beberapa mata pelajaran, kesulitan dalam meperoleh media pembelajaran, kesulitan dalam meperoleh sumber belajar dan kesulitan dalam menetukan bentuk penilain sesuai dengan Kurikulum 2013. Lalu hasil penelitian kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013 dengan persesentase sebesar 10,56% dengan letak kesulitan ialah dalam menggunakan model dan metode yang bervariasi yang telah ditetapkan di RPP ,menggunakan langkah-langkah yang sudah di tetapkan di RPP, menggunakan sumber belajar yang diperoleh, mengintegrasikan antar materi pembelajaran dan menerapkan pendekatan saintifik pada pelaksanaan pembelajaran. Terakhir dengan pesentase kesulitan paling tinggi yaitu dalam mengevalusi pembelajaran dengan persentase kesulitan mencapai 19,84% dengan letak kesulitan dalam mengevaluasi pembelajaran yaitu kesulitan dalam penilaian sikap dengan mengevalusi proses pembelajaran pada aspek afektif, penilaian pengetahuan dengan melakukan penilaian hasil pembelajaran dan penilaian keterampilan dengan mengevalusi proses pembelajaran pada aspek psikomotorik serta pengelolaan penilaian hasil belajar memuat 3 aspek dalam rapot. Hasil penelitian juga menunjukan kurangnya pemahaman guru tentang K13 dan faktor penyebab kesulitan yaitu kurangnya pemahaman, kurangnya pelatihan, dan minimnya fasilitas yang mendukung penerapan K13
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE TERHADAP HASIL BELAJAR PPKN SD KELAS V
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Everyone Is A Teacher Here (ETH) terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas V di SDN Gugus 09 Kecamatan Praya, Kab. Lombok Tengah Tahun 2020/2021. Desain penelitian ini menggunakan Nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Gugus 09 Kecamatan Praya, Kab. Lombok Tengah, sedangkan sampelnya adalah kelas V SDN Batubangka sebagai kelas eksperimen dan kelas V SDN Kekere sebagai kelas kontrol, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, dan tes tulis. Data hasil belajar siswa berupa pretest dan posstest kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas dengan uji kolmogrov smirnov, kemudian di uji homogenitas dengan levene’s test. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Data kemudian di analisis menggunakan uji hipotesis sehingga diperoleh thitung sebesar 4,575 dan ttabel sebesar 2,014 pada taraf kepercayaan 5%. Bahwa data tersebut menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel sehingga dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Everyone Is A Teacher Here (ETH) terhadap hasil belajar PPKn siswa.
 
ANALISIS PENGGUNAAN KAIDAH KEBAHASAAN DALAM TEKS NARASI SISWA KELAS V
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kaidah kebahasaan dalam teks narasi siswa kelas V SDN 44 Ampenan tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V yang berjumlah 14 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Data dalam penelitian ini berupa teks narasi karya-karya siswa kelas V.Teknik analisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata siswa sudah menerapkan penggunaan kaidah kebahasaan, tanda baca dan ejaan dalam menulis teks narasi. Pada aspek penggunaan kaidah kebahasaan, sebagian besar siswa sudah mampu menerapkan penggunaanya dengan baik, sehingga memperoleh persentase sebesar 61%, pada aspek penggunaan tanda baca, sebagian besar siswa sudah mampu menerapkan penggunaannya dengan baik, sehingga memperoleh persentase sebesar 68%, dan pada aspek penggunaan ejaan, sebagian besar siswa sudah sangat baik menerapkan penggunaanya, sehingga memperoleh persentase sebesar 94,5%
HUBUNGAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SDN GUGUS 04 MASBAGIK TAHUN 2020/2021
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat Hubungan Gaya Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Muatan IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Gugus 04 Masbagik Tahun 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup untuk variabel gaya belajar dan dokumentasi untuk mengumpulkan data hasil belajar. Subjek penelitian sebanyak 40 responden yaitu siswa kelas IV SDN 06 Danger yang diperoleh dengan teknik purposive sampel. Data dianalisis menggunakan statistic deskriptif dan analisis statistic inferensial yaitu uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukan gaya belajar siswa kelas IV SDN 06 Danger cenderung memiliki gaya belajar visual dengan jumlah 23 siswa, presentase sebesar 57,5%, gaya belajar auditori dengan jumlah 10 siswa, presentase sebesar 25%, dan gaya belajar kinestetik dengan jumlah 7 orang, presentase sebesar 17,5%. Hasil belajar IPS siswa yang dilihat dari nilai ulangan akhir semester (UAS) menunjukan bahwa siswa yang memiliki gaya belajar visual memperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 80,35, gaya belajar auditori sebesar 78,70, dan gaya belajar kinestetik 79,71. Berdasarkan analisis data One Way Anova dengan taraf signifikansi 5% diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,530 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima. Hal ini berarti tidak terdapat Hubungan Gaya Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Muatan IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Gugus 04 Masbagik Tahun 2020/2021
PEMBELAJARAN DARING BAGI SISWA LAMBAN BELAJAR (SLOW LEARNER) DI SEKOLAH DASAR
Pelaksanaan pembelajaran daring salah satunya berpengaruh terhadap proses pengajaran siswa lamban belajar yang mengalami kesulitan dalam memahami materi secara daring, sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran daring bagi siswa lamban belajar, kendala guru dan strategi guru dalam mengatasi kendala pembelajaran daring bagi siswa lamban belajar di kelas V SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dan subjek penelitian terdiri dari guru kelas V, waka level V, siswa lamban belajar dan orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring bagi siswa lamban belajar 1) menggunakan platform whatsapp, google (classroom, meet, form), zoom, Mobile Al Irsyad School (MAS) dan youtube, 2) pendekatan secara individual, 3) penerapan metode ceramah, tanya jawab, penugasan dan pengulangan, 4) penggunaan media video pembelajaran dan power point, 5) memberikan fasilitas home visit, perhatian lebih dan hadir terbatas ke sekolah. Adapun kendala pembelajaran daring yang dihadapi oleh guru yaitu kendala layanan, jaringan, keterlambatan pengumpulan tugas dan perhatian orang tua kurang. Strategi guru dalam mengatasi kendala tersebut yaitu memaksimalkan google meet kewalasan, datang terbatas ke sekolah, meningkatkan kordinasi dengan orang tua dan siswa lamban belajar.