Progres Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
PENGARUH JARIMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN KELAS IV SD NEGERI WETON-WETAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Jarimatika Terhadap Kemampuan Berhitung Perkalian dan Pembagian Kelas IV SD Negeri Weton-wetan. Jenis penelitian yang akan diambil oleh penulis yaitu penelitian kuantitatif exsperimen. Menurut Sugiyono (2015 : 107) penelitian kuantitatif exsperimen merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh jarimatika terhadap kemampuan berhitung peserta didik setelah diberikan perlakuan serta peserta didik yang tidak diberikan perlakuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN weton-wetan yang berjumlah 30 anak, terdiri dari 16 anak perempuan dan 14 anak laki-laki. Penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, serta tes tertulis. Instrumen dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data ini yaitu 1) soal pre-test dan post-test, 2) lembar wawancara guru, 3) lembar observasi, 4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil tersebut menyatakan bahwa nilai post-test kelas exsperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol 88,33 > 77,47, selanjutnya hasil pengujian hipotesisi yang menggunakan uji independes sampel t test diperoleh t hitung sebesar 5,375 lebih besar dati t tabel diperoleh sebesar 3,806 (5,375 > 3,806) dan nilai signifikan sebesar 0,o35 lebih kecil dari 0,05 (0,035 < 0,05) pada taraf signifikannya 5% maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Jarimatika yang sangat sangat signifikan terhadap kemampuan berhitung kelas IV SD Negeri Weton-wetan.
Kata kunci : Metode Jarimatika, Kemampuan berhitun
PENGGUNAAN METODE QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR
Berhasil atau tidaknya proses pembelajaran dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa. Berdasarkan pengamatan terhadap siswa kelas II/A di SDN Sigerongan, motivasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia masih rendah. Implikasinya adalah prestasi belajar siswa juga rendah. Rendahnya motivasi belajar siswa perlu ditingkatkan, karena berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan metode pembelajaran Quantum Learning. Untuk keperluan pemberian pembelajaran Quantum Learning perlu dipilih strategi dan langkah-langkah yang tepat setelah terlebih dahulu diadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Oleh karena itu perlu adanya penelitian tindakan kelas untuk mengetahui seberapa besar peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan metode Quantum Learning. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran Quantum Learning. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Pengumpulan data melalui observasi, angket dan wawancara. Dari hasil tindakan yang dilakukan motivasi belajar siswa telah mencapai standar ideal. Pada siklus I motivasi belajar siswa sebesar 60,53 % dari standar yang ditetapkan. Pada siklus 2 motivasinya sebesar 70,18 % dan siklus 3 mencapai 89,03 %. Data tersebut menunjukkan bahwa secara klasikal siswa telah memiliki motivasi belajar yang tinggi. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pembelajaran Quantum Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Kelas 2/A dengan ketuntasan mencapai 89,03 %, dengan demikian penerapan pembelajaran Quantum Learning efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pelajaran bahasa Indonesia di SDN 2 Sigerongan
THE RELATIONSHIP OF LEARNING HABITS WITH STUDENTS' COGNITIVE AREA LEARNING OUTCOMES IN CLASS IV PPKN SDN 03 SINGKAWANG
This study aims to: 1) describe the study habits of fourth grade students at SDN 03 Singkawang; 2) Describe the cognitive domain learning outcomes of fourth grade students at SDN 03 Singkawang; 3) determine the relationship between study habits and learning outcomes of fourth grade students at SDN 03 Singkawang. The research method is correlational or relationship with a quantitative approach. The sample of this study was students of class IV A and IV B at SDN 03 Singkawang with 24 students for class IV A. The technique used was the purposive sampling technique. The 5% (0.05) significant level data used was the normality test using the Chi square formula. The results showed; 1) study habits in the medium category as many as 24 students with a percentage of 69%; 2) Learning outcomes in the cognitive domain with a good category were 11 students with a percentage of 70%; 3) There is a relationship between study habits and learning outcomes in the cognitive domain with the criteria for the strength of the relationship in the fairly strong category with a correlation coefficient of 0.40. Learning habits provide a determinant coefficient of 16% of learning outcomes in the cognitive domain and the difference of 84% is influenced by other factors. Thus, it can be concluded that if students' learning habits are high, the higher the cognitive domain learning outcomes. On the other hand, the lower the student's study habits, the lower the student's cognitive domain learning outcomes
THE INFLUENCE OF PROBLEM BASED LEARNING ON THE ABILITY TO COMPLETE STORY QUESTIONS IN GRADE V MADRASAH IBTIDAIYAH MIMA AL HUDA
This study aims to determine the effect of the problem-based learning model on the ability to solve math story problems in the fifth grade of Madrasah Ibtidaiyah Mima Al Huda in the 2020/2021 school year. This study uses research, the type of Quasi Experimental Design type one group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were all fifth-grade students of Madrasah Ibtidaiyah Mima Al Huda. The data collection technique used was a written math test in the form of a description of 5 items that had met the validity. The hypothesis test in this study used a paired sample t-test. Before testing the hypothesis, the data obtained were tested for normality and homogeneity of the data. Based on the calculation of hypothesis testing with t test, it is obtained that tcount is -12,162 while ttable is 2,060 at a significance level of 5% with df 25. So that tcount -12,162 > 2,060 it can be stated that Ha is accepted and H0 is rejected, which means there are differences in the ability to solve math story problems between before and after receiving the problem-based learning model treatment. Based on the results of this study, it can be concluded that the problem-based learning model has an effect on the ability to solve math story problems for the fifth-grade elementary school students at Madrasah Ibtidaiyah Mima Al Huda
Upaya Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Pelajaran Matematika Materi Bangun Datar Melalui Model Blended Learning Tema 9 Di Kelass IV SD Muhammadiyah Purwokerto
Penelitian ini menggunnakan model Blended Learning yang menggabungkan dua pelajaran tatap muka dan daring/online. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas IV untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pelajaran matematika materi bangun datar melalui model Blended Learning dibantu dengan media alat praga dan video. Dalam penelitian ini, jumlah siswa keseluruhan kelas IV yaitu 22 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian Tindakan Kelas yang akan dilaksanakan yaitu melalui 2 siklus yaitu terdiri dari siklus I dan siklus II, dimana masing-masing siklusnya terdiri dari 2 pertemuan. Pelaksanaan dari setiap siklusnya meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dari lembar evaluasi siswa dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Peningkatan pemahaman ini dibuktikan dengan perolehan skor rata-rata pada siklus I yaitu 69,63 dengan kriteria cukup dan perolehan skor rata- rata pada siklus II yaitu 80,31 dengan kriteria sangat baik. Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan di kelas IV, dapat disimpulkan bahwa pemahaman peserta didik pelajaran matematika materi bangun datar dapat meningkat melalui pembelajaran Blended Learning
STRATEGI MENUMBUHKAN BUDAYA MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR
Abstrak.
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan upaya yang bisa ditempuh guru untuk meningkatkan budaya membaca siswa. Hal ini perlu dilakukan agar sejak dini siswa terbiasa membaca. Dalam menumbuhkan budaya membaca siswa sekolah harus mempunyai berbagai strategi agar tujuan yang ingin dicapai berhasil. Yang dimaksud dengan budaya membaca adalah suatu kebiasaan yang didalamnya terjadi proses berfikir yang kompleks, yang terdiri dari sejumlah kegiatan seperti keterampilan menangkap atau memahami kata-kata atau kalimat yang tertulis, menginterpreatsikan, dan merefleksikan. Dalam kegiatan membaca juga perlu memiliki kondisi fisik yang baik sehingga konsentrasi tercurahkan sepenuhnya kepada teks atau tulisan yang dibaca. Artikel ini merupakan kajian beberapa pustaka yang sudah dipublikasikan sebelumnya.
Abstrak.
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan upaya yang bisa ditempuh guru untuk meningkatkan budaya membaca siswa. Hal ini perlu dilakukan agar sejak dini siswa terbiasa membaca. Dalam menumbuhkan budaya membaca siswa sekolah harus mempunyai berbagai strategi agar tujuan yang ingin dicapai berhasil. Yang dimaksud dengan budaya membaca adalah suatu kebiasaan yang didalamnya terjadi proses berfikir yang kompleks, yang terdiri dari sejumlah kegiatan seperti keterampilan menangkap atau memahami kata-kata atau kalimat yang tertulis, menginterpreatsikan, dan merefleksikan. Dalam kegiatan membaca juga perlu memiliki kondisi fisik yang baik sehingga konsentrasi tercurahkan sepenuhnya kepada teks atau tulisan yang dibaca. Artikel ini merupakan kajian beberapa pustaka yang sudah dipublikasikan sebelumnya.
Kata Kunci : budaya membaca, sisw
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KONDISI MENTAL ANAK
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kondisi mental anak. Data disajikan secara deskriptif kualitatif terkait pengaruh pola asuh terhadap mental anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan saat ini di negara Indonesia. Derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehataan bangsa, sebab anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Sehingga masalah kesehatan anak diprioritaskan dalam perencanaan atau penataan pembangunan bangsa. Baik itu kesehatan mental maupun kesehatan fisik. Salah satu penyebab anak mengalami kondisi mental yang buruk adalah pola asuh orang tua yang tidak sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Misalnya, orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter pada anak usia 4-6 tahun yang dimana anak-anak pada masa-masa seperti itu harus dilatih untuk bisa mengekspresikan dirinya dengan baik agar mudah bersisoalisasi dengan orang lain
Kata kunci : pengaruh, pola asuh orang tua, mental ana
PENGARUH METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS) TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SDN 15 Cakranegara tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian quasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II di SDN 15 Cakranegara. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik sampling total, dimana seluruh jumlah populasi dijadikan sampel. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan independen sample t-test. Hasil analisis data menggunakan program SPSS versi 23.0 menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 6,816 dan ttabel sebesar 2,011, dimana nilai thitung>ttabel atau dengan melihat nilai sig. (2 tailed) dalam taraf signifikansi 5% memperoleh sebesar 0,000<0,05. Hal ini menunjukkan hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak, yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara metode SAS terhadap keterampilan membaca permulaan siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 15 Cakranegara tahun ajaran 2021/2022
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PQ4R DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD NEGERI UNGGULAN BONTOMANAI KABUPATEN GOWA
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan atas dasar permasalahan yang ditemukan di lingkup SD yakni rendahnya keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri Unggulan Bontomanai Kabupaten Gowa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran PQ4R dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri Unggulan Bontomanai Kabupaten Gowa. Fokus dari penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran PQ4R dan keterampilan membaca pemhaman. Subjek dari penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas IV SD Negeri Unggulan Bontomanai Kabupaten Gowa yang berjumlah 29 siswa pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, tes evaluasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I hasil observasi aktivitas mengajar guru berada pada kategori cukup, hasil observasi aktivitas belajar siswa berada pada kategori kurang dan tes hasil keterampilan membaca pemhaman siswa berada pada kategori belum tuntas. Pada siklus II hasil observasi aktivitas mengajar guru berada pada kategori baik, hasil observasi aktivitas belajar siswa berada pada kategori baik dan tes hasil keterampilan membaca pemahaman siswa berada pada kategori tuntas. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model preview, question, read, reflect, recite dan review (PQ4R) dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Unggulan Bontomanai Kabupaten Gowa
APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL JIGSAW IN INCREASING STUDENTS LEARNING ACHIEVEMENT OF SOCIAL SCIENCE SUBJECT
This Classroom Action Research (CAR) aims to determine the improvement in social studies learning achievement of the fifth grade students of SDN 15 Cakranegara in the 2018-2019 school year, totaling 23 people, consisting of 14 boys and 9 girls. The research method used is: Cooperative Learning Model Jigsaw technique, with data collection techniques in the form of observation and evaluation tests, then analyzed qualitatively by comparing the success rates between cycles. The results of this study indicate an increase in the number of students who complete learning or get a score of 63, namely 15 students in the first cycle to 18 students in the second cycle. An increase also occurred in the average value of the evaluation test given after the learning process was over, namely: 70.21 in the first cycle, to 72.39 in the second cycle. While the percentage of student learning completeness in each cycle, which is 66.67% in the first cycle, increased to 80.00% in the second cycle. In addition, the application of this method can also increase the activities of teachers and students which increase from cycle I to cycle II. This is evidenced by the percentage of teacher activity which increased from 69.10% in the first cycle with a fairly good category, to 87.85% in the second cycle with a good category. The increased student activity was marked by 68.74% in the first cycle with a fairly good category, to 82.71% in the second cycle with a good category. The Jigsaw Cooperative Learning Model has been able to improve the social studies learning achievement of fifth graders at SDN 15 Cakranegara for the 2018-2019 school year