Progres Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK TIPE CONNECTED DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN 22 CAKRANEGARA
Model pembelajaran tematik tipe connected atau keterhubungan, yaitu model pembelajaran yang mengaitkan antara satu konsep dengan konsep yang lain, satu topik dengan topik yang lain, satu keterampilan dengan keterampilan yang lain, tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan hari berikutnya, bahkan ide-ide di dalam satu disiplin ilmu. Model pembelajaan tipe connected ini diterapkan dengan tujuan agar peserta didik dapat lebih cepat memahami materi yang diajarkan oleh guru dengan memadukan beberapa keterampilan. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran terpadu tipe connected dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas 1 SD Negeri 22 Cakranegara. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik triangulasi atau gabungan dengan melaksanakan observasi partisipasi pasif, wawancara semiterstrukur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan model pembelajaran terpadu tipe connected digunakan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam pembalajaran Pendidikan Pancasila dengan mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas pada saat itu, dengan tujuan agar peserta didik selalu mengingat materi pembelajaran yang pernah dibahas sebelumnya. Namun masih terdapat kendala dalam menerapkan model pembelajaran tersebut, seperti perbedaan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa terdapat kesesuaian antara perencanaan yang dirancang oleh guru dalam modul ajar dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas, yaitu dengan menggunakan model pembelejaran terpadu tipe connected (keterhubungan)
ANALISIS KESIAPAN SD NEGERI 009 SUNGAI KUNJANG DALAM MENERAPKAN SISTEM PENDIDIKAN INKLUSI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan SD Negeri 009 Sungai Kunjang dalam menerapkan sistem pendidikan inklusi tahun pembelajaran 2024/2025. Adapun beberapa aspek yang diteliti meliputi: kurikulum, tenaga pendidik, sarana prasarana, dan lingkungan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, GPK dan juga orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah seperti pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SD Negeri 009 Sungai Kunjang pada aspek kurikulum terdapat tujuh indikator kesiapan yang telah dipenuhi oleh sekolah dalam menerapkan sistem pendidikan inklusi, yaitu sekolah telah mengikuti proses pengembangan PPI, membentuk tim pengembang PPI, melaksanakan pengembangan PPI, melakukan modifikasi kurikulum dan isi materi, mengatur waktu pemberian layanan, merencanakan waktu pelaksanaan dan kriteria evaluasi, serta memiliki model atau format PPI. Pada aspek tenaga pendidik, terdapat dua indikator kesiapan yang sudah dipenuhi oleh sekolah dalam menerapkan sistem pendidikan inklusi, yaitu kompetensi teknis dan kompetensi kolaboratif yang dimiliki oleh tenaga pendidik dalam menerapkan pendidikan inklusi yang dapat menunjang kebutuhan siswa ABK. Pada aspek sarana dan prasarana, terdapat dua indikator kesiapan yang sudah dipenuhi oleh sekolah dalam menerapkan sistem pendidikan inklusi, yaitu pengadaan sarana prasarana khusus dan pengelolaan sarana prasarana yang ada di sekolah. Pada aspek lingkungan masyarakat, terdapat enam indikator kesiapan yang sudah dipenuhi oleh sekolah dalam menerapkan sistem pendidikan inklusi, yaitu sekolah telah mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa, mengirim hasil laporan belajar siswa kepada orang tua, melakukan kunjungan ke lapangan untuk bertukar gagasan dengan masyarakat agar tercipta perubahan positif dalam menerapkan inklusi, melibatkan anggota keluarga dalam mendukung pendidikan inklusi bagi siswa ABK, mengundang ahli terkait ABK, serta melakukan kerjasama dengan lembaga relevan terkait ABK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATA PELAJARAN SENI RUPA DAN P5 DI SDN 16 MATARAM
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di SDN 16 Mataram, khususnya pada mata pelajaran Seni Rupa dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Model CTL menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa dan mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara guru, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, mendorong kreativitas, serta menumbuhkan sikap kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama. Kegiatan pembelajaran seperti membuat rumah dari stik es krim dan membuat telur asin menjadi contoh konkret penerapan CTL di kelas. Meskipun efektif, penerapan model ini juga menghadapi tantangan, seperti kebutuhan akan persiapan yang matang dan ketersediaan sumber daya. Oleh karena itu, dukungan dari sekolah dan orang tua sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pelaksanaannya. Secara keseluruhan, CTL merupakan model pembelajaran yang relevan dan efektif untuk diterapkan di jenjang sekolah dasar
APPLICATION OF MIND MAPPING LEARNING MODEL BASED ON HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) ON CRITICAL THINKING ABILITY ON HUMAN AND ENVIRONMENTAL MATERIAL OF GRADE V STUDENTS OF SDN 04 SINGKAWANG
This study aim to (1) identify students' critical thinking skills; (2) to identify differences in students' critical thinking skills; (3) to identify students' responses to the mind mapping learning model based on higher order thinking skills . Research This implemented at SDN 4 Singkawang . The data collection technique in this study used test and non- test techniques. that is in the form of a critical thinking ability test sheet for students and a student response questionnaire technique. The data analysis techniques used are Prerequisite Test, Hypothesis Test and N Gain . Based on results of hypothesis testing and two -sample t-test can known difference ability think critical students in class experiments and classes control . From the t-test shows t count > t table that is 4,322 > 2,024. Statement on can concluded that There are differences in the critical thinking abilities of students who are given the Mind Mapping learning model. based on Higher Order Thinking Skills and direct models on human and environmental material in class V of SD N 4 Singkawang. From the test data the improvement ability think critical students in class experiment with implementing learning models mind mapping experiencing improvement ability think critical students . Improvement the shown with N-gain acquisition of 0.64 with criteria in and out of class control with implementing learning models direct obtained an N-gain of 0.27 with criteria low . So by using the mind learning model mapping based on Higher Order Thinking Skills increased. Response students towards the mind learning model mapping based on Higher Order Thinking Skills of 80.93 in the very good criteria
PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KEGIATAN P5 PADA SISWA DI SD NEGERI SOKARAJA
Selain berkaitan dengan kecerdasan intelektual, pendidikan juga melibatkan pembentukan nilai-nilai Pancasila pada siswa. Mengingat pentingnya nilai Pancasila, hampir semua sekolah menerapkannya melalui kegiatan P5, termasuk di Sekolah Dasar Negeri Sokaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif. Validitas data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Dasar Negeri Sokaraja telah menanamkan nilai iman, pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, budi pekerti luhur, nilai keberagaman global, nilai gotong royong, nilai mandiri, nilai pemikiran kritis, dan nilai kreatif. Namun, untuk nilai mandiri siswa kelas rendah, mereka masih membutuhkan bimbingan dan bantuan dari guru untuk menemukan solusi sendiri dan menghadapi situasi sulit
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA
Tujuan penelitian untuk mengetahui pembelajaran berbasis project dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Penelitian dengan metode studi literatur. Hasil penelitian perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dengan PjBL terhadap bidang matematika materi pecahan terbukti meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas IV SDN Karangmalang 2. Dengan kontrol KKM dan pemerolehan hasil tes setiap siklus, pembelajaran PjBL meningkatkan keterampilan kognitif siswa kelas V SD Negeri Jiwan pada bidang materi matematika Bangun ruang. Pembelajaran PjBL efektif menciptakan lingkungan pembelajaran lebih gembira, aktif dan meningkatan hasil belajar siswa secara signifikan, meningkatan hasil belajar bidang IPAS pada materi cahaya dan sifat berdasarkan persentase ketuntasan belajar disetiap siklus serta menyajikan perkembangan kearah progresif (Berkembang), meningkatkan kemampuan berhitung siswa, kategori baik dalam menyimak penjelasan, peningkatan secara signifikan dalam sangggupan mengenal lambang bilangan 1-10 pada permainan tutup botol dan bahan bekas. PjBL dapat memenuhi kemampuan kognitif siswa pada indikator pemahaman konsep dalam 2 aspek yaitu (1) pada kemampuan dalam memandang informasi dengan sudut pandang lain mencapai ketercapaian tertinggi (2) kemampuan berpikir kreatif mencapai kriteria baik. Lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan kreativitas, berpikir kritis, dan memecahkan masalah .
PERANAN MADRASAH IBTIDAIYAH AS SHAFFAH DALAM MEMBANGUN KARAKTER ISLAMI PESERTA DIDIK
Madrasah mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter peserta didiknya dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam setiap aspek pendidikannya. Dalam prosesnya, siswa tidak hanya diajarkan ilmu akademis saja, namun juga sikap dan perilaku berbasis agama, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kasih sayang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan populasi pada penelitian di MI As Shaffah Kota Bengkulu ini berjumlah 39 orang dengan sampel sebanyak 8 orang peserta didik di kelas 2. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara, serta analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini merujuk pada pentingnya penanaman karakter Islami pada peserta didik yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, mengingat masih kurangnya implementasi pembiasaan yang efektif dalam menghafal do’a-do’a harian dan penerapan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadist. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran madrasah dalam pembentukan karakter peserta didik, strategi yang digunakan, serta hambatan dan dukungan yang ditemukan dalam proses tersebut. Hasil penelitian ini adalah upaya sadar para pendidik untuk mengembangkan karakter peserta didik dengan berusaha mendidik dan membentuk akhlak, etika dan budaya yang positif serta akhlak yang luhur. Oleh karena itu, sebagai madrasah tidak hanya menanamkan karakter Islami dalam bentuk ilmu akademik tetapi juga menerapkan karakter Islami dalam bentuk ekstrakurikuler yang mengacu pada pendidikan karakter
STEAM APPROACH USING INQUIRY LEARNING MODEL ASSISTED BY LIVEWORKSHEET TO IMPROVE LITERACY MATHEMATICS FOR FOURTH GRADES ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Education is a quite important aspect for every individual, especially in elementary school. This is due to carrying out life in the future in a global era that is full of challenges. So there needs to be awareness from everyone regarding the existence developments, thus learning patterns that are oriented towards technology-based learning needed. The aim of this research was to analyze the role of the STEAM (Science, Technology, and Mathematics) model in learning activities in elementary schools so that students can have critical thinking skills and encourage improving mathematical literacy skills IV at SD Negeri Trosemi 02 Gatak, Sukoharjo in cycle II. The research methods used to collect data are in the form of observation, and documentation. From the research carried out, it was found that: By implementing the STEAM approach with the Inquiry Learning model assisted by Liveworksheets, it can improve mathematical literacy and learning outcomes in Fourth grades students. Average percentage of students ' classical learning increased from cycle I by 83.33% to 94.4% in cycle II
PENGENALAN ECOPRINT DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN ALAM PADA SISWA KELAS V SDN 16 MATARAM
Kegiatan pengenalan ecoprint kepada siswa kelas V SDN 16 Mataram bertujuan untuk menumbuhkan keterampilan, kesadaran lingkungan, dan penguatan karakter siswa melalui pendekatan pembelajaran kontekstual dan pengalaman langsung (experiential learning). Ecoprint sebagai teknik pewarnaan kain berbasis bahan alam, seperti daun dan bunga, dipilih karena relevan dengan isu lingkungan dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis proyek dan keterampilan abad ke-21 (4C: Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity). Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil menunjukkan bahwa 81,8% siswa mampu menyusun variasi daun dan menempah dengan baik, yang mencerminkan perkembangan keterampilan motorik, kreativitas, dan kolaborasi. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi, rasa percaya diri, serta kesadaran terhadap pentingnya konservasi lingkungan. Dengan demikian, ecoprint terbukti efektif sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, dan aplikatif untuk membentuk karakter peduli lingkungan dan mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MATERI KERAGAMAN BUDAYA SISWA KELAS V SD
Proses pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD Negeri 004 Samarinda Ulu menunjukkan bahwa hasil belajar siswa di kelas VB masih tergolong rendah, di mana 69% siswa memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Rendahnya hasil belajar ini diduga disebabkan oleh metode ceramah yang monoton, minimnya keterlibatan siswa, serta kurangnya relevansi materi dengan kehidupan nyata, terutama dalam pembelajaran tentang keragaman budaya. Kurangnya interaksi antarsiswa dan penyajian materi yang tidak kontekstual turut menjadi penghambat pencapaian hasil belajar yang optimal. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran inovatif yang dapat mendorong keaktifan, pemahaman, dan keterlibatan siswa secara menyeluruh dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dangan pendekatan kuantitatif, penelitian eksperimen yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design . Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 004 Samarinda Ulu, dengan sampel berjumlah 56 siswa yang terbagi dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan meliputi tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal serta instrumen non-tes berupa lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji t sampel berpasangan , dan menggunakan uji t sampel independen . Hasil uji menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,032 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model project based learning terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila materi Keragaman Budaya siswa kelas V SD Negeri 004 Samarinda Ulu