Progres Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN MEDIA SEMPOA.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDIT As-salafiyh Kalianyar Krangkeng Indramayu melalui penerapan Model Pembelajaran Matematika Realistik berbantuan Media Sempoa pada tahun pelajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa 21 Orang (15 Laki-laki) dan (6 Perempuan). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus, dalam satu siklus terdiri dari satu pertemuan dengan pemberian tes berupa soal yang diberikan pad setiap akhir siklus, pengambilan data dilaksanakan dengan menggunakan tes soal kemampuan hasil belajar matematika dan lembar observasi aktivitas guru dalam penerapan Model Pembelajaran Matematika Realistik berbantuan Media Sempoa.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : Hasil aktivitas guru dalam penerapan Model Pembelajaran Matematika Realistik berbantuan Media Sempoa pada siklus I diperoleh hasil sebesar 70 % dan termasuk dalam kategori Baik, pada siklus II mengalami peningkatan dengan hasil sebesar 93,7 % dan termasuk dalam kategori Sangat Baik. Peningkatan hasil observasi aktivitas guru sisebabkan oleh adanya refleksi dari aktivitas guru tersebut pada penerapan model Pembelajaran Matematika Realistik berbantuan Media Sempoa, yaitu pada bagian langkah pembelajaran menyelesaikan masalah kontekstual dan membandingkan dan mendiskusikan jawaban. Pada siklus I hasil belajar siswa diperoleh hasil sebesar 68,09 %, pada siklus II mengalami peningkatan dengan hasil yang didapatkan sebesar 90,48 %. dengan demikian, Penelitian Tindakan Kelas ini dikatakan berhasil meningkatkan hasil belajar matematika dengan diterapkannya Model Pembelajaran Matematika Realistik berbantuan Media Sempoa pada siswa kelas II SDIT As-salafiyah Kalianyar Krangkeng Indramayu
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SD KELAS V SDN 2 TERONG TAWAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas V SDN 2 Terong Tawah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain penelitian Quasi Eksperimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian ini berjumlah 37 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen sebanyak 23 siswa, dan kelas kontrol 24 siswa di SDN 2 Terong Tawah. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Tekhnik pengumpulan data daam penelitian ini menggunakan tes essay (pre-test dan post-test). Efektifitas model PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dilihat berdasarkan hasil uji T. Berdasarkan hasil perhitungan uji t Independent samples t-test diperoleh nilai signifikansi nilai Sig. (2-tailed) 0.000 ≤ 0,05 pada taraf signifikansi 5% dengan df 45 maka Ha di terima dan Ho di tolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa model Problem Based Learning efektivitas terhadap kemampuan penyelesaian masalah matematika siswa kelas V SDN 2 Terong Tawah tahun ajaran 2023/202
THE PROS AND CONS OF INTEGRATING COLLABORATIVE LEARNING INTO LESSON PLAN DESIGN
Collaborative learning is a learner-centered approach that facilitates students to involve in a team work in order to achieve a certain goal in learning activities. This descriptive qualitative study investigated the pros and cons of integrating collaborative learning into lesson plan design from the perspectives of thirty students of primary school teacher education study program. Questionnaire and interview were used to figure out the students’ perspectives dealing with the issues. The data were collected, classified, analyzed, and interpreted. The results revealed that providing support system, developing communication skills, promoting autonomous learning, enhancing interaction, motivation, confidence, and critical thinking, and enriching knowledge, insight, and experience are among the pros of collaborative learning. Meanwhile, the cons of collaborative learning include imbalance task distribution, personal conflict, and distraction causes. Therefore, guiding, monitoring, and evaluating from the lecturer are highly required to maximize the pros and minimize the cons. It is expected that this research provides new perspectives of the utilization of collaborative learning in EFL learning activities especially lesson plan design
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN LITERASI SESUAI LEVEL KEMAMPUAN SISWA DI SDN SETILING TAHUN AJARAN 2022/2023
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa dari pelatihan 30 orang guru di sekolah uji coba program Semua Anak Cerdas (SAC) tentang pembelajaran literasi numerasi sesuai level, didapatkan sebanyak 90% belum memahami konsep literasi dasar dalam pembelajaran literasi sesuai level kemampuan siswa. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesulitan dan faktor penyebab munculnya kesulitan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran literasi sesuai level kemampuan siswa, dilihat dari tahapan pembelajaran SAC yaitu tahapan penilaian, pengelompokan, dan pembelajaran literasi sesuai level. Jenis penelitian ini adalah kualitatitf deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang guru kelas yang menjadi peserta dalam program SAC. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan mencakup tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga tahap verifikasi/penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data penelitian dilakukan dengan melakukan triangulasi metode, sumber data dan teori. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa pada tahapan penilaian Subyek 1 mengalami kesulitan disebabkan kondisi siswa tidak stabil. Pada tahapan pengelompokan Subyek 1 dan Subyek 2 mengalami kesulitan disebabkan kurang proposionalnya jumlah guru yang mengajar dengan jumlah siswa dalam kelompok literasi (1 guru mengajar 42 siswa). Pada tahapan pembelajaran literasi Subyek 1, Subyek 2, Subyek 3, dan Subyek 4 mengalami kesulitan disebabkan masih kurangnya profesionalitas guru dan pengalaman dalam membacakan cerita yang menarik bagi siswa
THE EFFECT OF THE QUANTUM TEACHING LEARNING MODEL SUPPORTED WITH FLIP CHART MEDIA ON THE ABILITY TO DESCRIBE THE APPEARANCE OF THE EARTH SURFACE IN THE SURROUNDING ENVIRONMENT IN THIRD GRADE STUDENTS OF SDN TANARU
The background of this research is direct interviews with Third-grades teachers at SDN Tenaru who have not used various models and learning media in teaching science subjects, especially regarding the basic competence of describing the appearance of the earth's surface in the surrounding environment. In teaching, they still use the old paradigm where the teacher gives knowledge to students passively with lecture and question and answer methods, so that classical learning completeness also cannot reach the minimum completeness criteria. The problems in this study are (1) is there any influence of the Quantum Teaching model supported by Flip Chart media on students' ability to describe the appearance of the earth's surface in the surrounding environment (2) is there any effect of the Quantum Teaching model without the support of Flip Chart media on the ability to describe the appearance of the earth's surface in the surrounding environment (3) is there a significant influence between the use of the Quantum Teaching model supported by Flip Chart media and the use of the Quantum Teaching model without Flip Chart media on the ability to describe the appearance of the earth's surface in the surrounding environment. Based on data analysis performed using descriptive quantitative data analysis techniques. Based on the results of the posttest in this study it can be concluded that (1) There is an influence of the Quantum Teaching model supported by Flip Chart media on the ability to describe the appearance of the earth's surface in the surrounding environment (2) There is an influence of the Quantum Teaching model without the support of Flip Chart media on the ability to describe the appearance of the earth's surface in surrounding environment (3) the results of the ability to describe the appearance of the earth's surface in the surrounding environment using the Quantum Teaching model supported by Flip Chart media without Flip Chart media is proven by t-count 3.916t-table 2.024 sig level (5%) so t-count > t- table with df 38 and sign (2-tailed) 0.000 <0.05 which means it is significant and the highest final score for the control class is 71.00 which is less than the final score for the experimental class 87.0
THE EFFECT OF EXPERIMENTAL METHODS SUPPORTED AS REAL OBJECT MEDIA ON THE ABILITY OF IDENTIFYING GREEN PLANT MAKES FOOD STUDENTS OF FIFTH-GRADES SDN GUNUNG BOROK
This research is based on the observations and experiences of researchers, that science learning in elementary schools still dominates the role of the teacher who provides learning using the lecture method in each lesson and there is no learning media. These conditions make the learning atmosphere tend to be monotonous and boring, resulting in low student interest in learning. The aims of this study were (1) to find out the ability to identify how green plants make food taught by the experimental method without the help of real object media in fifth-grades students at SDN Gunung Borok (2) to find out the ability to identify green plants to make food taught by the experimental method assisted by real object media in fifth-grades students at SDN Gunung Borok (3) To determine the effect of the experimental method assisted by real object media on the ability to identify how green plants make food in fifth-grades SDN Gunung Borok. This study used a quantitative research approach with the research technique Quasi Experimental Design type Nonequivalent Control Group Design. The research subjects were 45 students of fifth-grades SDN Gunung Borok consisting of 23 students from fifth-grades-A as the experimental class who were treated using experimental methods supported by real object media and fifth-grades-B as many as 22 students as the control class only used the experimental method without the support of real object media. The conclusions from the results of this study were (1) The ability to identify how to make green plant food taught by experimental methods without the support of real object media obtained an average score of ≥ KKM, namely 77, this value can be seen from the posttest value data obtained by fifth grade students of SDN Gunung Borok (2) The ability to identify how green plants make food which is taught using experimental methods supported by real object media obtains a score above the KKM, namely 82, this value can be seen from the value of the posttest data obtained by fifth-grades students at SDN Gunung Borok (3) There is an influence An experimental method supported by real object media on the ability to identify how green plants make food in fifth-grades SDN Gunung Borok with a Sig. (2-tailed) 0.000 <0.005 thus Ho is rejected and Ha is accepte
THE INFLUENCE OF CREATIVE PROBLEM SOLVING LEARNING MODEL SUPPORTED WITH REAL OBJECT MEDIA ON THE ABILITY TO SOLVE PROBLEMS RELATED TO SIMPLE SOLVINGS IN THIRD GRADE STUDENTS AT MIN 1 ACEH TENGAH
This research is motivated by the results of observations, that mathematics learning activities in elementary schools still tend to be dominated by teachers with lecturing activities. This is what causes students to become passive and do not understand the material so that it affects low student learning outcomes. This study used a quantitative approach with a pretest-posttest control group design and research subjects of class III MIN 1 Aceh Tengah. The research was conducted using two classes, namely experimental and control. The instruments used are learning tools and test sheets in the form of description questions. To analyze the data, researchers used SPSS 16.0 for windows software. The results showed that (1) the ability of students to solve simple fraction problems using creative problem solving learning models supported by real object media increased with an average value of 84.00 or > 75% achieving KKM. (2) The ability to solve simple fraction problems using conventional learning models without the support of real object media tends to be low with an average score of 69.18 or <75% which achieves KKM. (3) There is a significant effect on the ability to solve simple fraction problems using the Creative Problem Solving learning model supported by real object media with Asymp. Sig. (2- tailed) 0.000 < 0.05, tcount > ttable, 7.744 > 2.032
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI DI SDN 15 CAKRANEGARA TAHUN AJARAN 2022/2023
Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian korelasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan motivasi belajar siswa kelas tinggi di SDN 15 Cakranegara tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai sampel penelitian yakni 159 siswa. Metode pengumpulan data berupa angket untuk mengukur interaksi sosial dengan motivasi belajar siswa. Untuk uji hipotesis pada penelitian menggunakan rumus product moment. Berdasarkan hasil peneliian interaksi sosial diperoleh nilai ratarata 55,73, sedangkan hasil penelitian motivasi belajar diperoleh nilai rata-rata 73,89. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 159 siswa yang diteliti pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai sig 0,000 dengan rtabel sebesar 0,155 dengan N= 159 dan rhitung yaitu 0,594, maka rhitung > rtabel yaitu 0,594 > 0,155, sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang diajukan ialah Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya ada hubungan yang positif anatara interaksi sosial dengan motivasi belajar siswa kelas tinggi di SDN 15 Cakranegara tahun ajaran 2022/2023. Oleh karena itu, guru harus tetap membangun interaksi sosial yang baik pada tiap siswa melalui kegiatan kelompok belajar sebagai motivasi belajar siswa agar dapat menjadi lebih optimal
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA UJAN RINTIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran menggunakan media lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Nurul Iman Ujan Rintis Sebanyak 22 Siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data dari Miles at. al yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi dari peserta didik setelah dilakukannya tindakan pembelajaran berbasis lingkungan pada pembelajaran IPA. Peningkatan tersebut tentunya memiliki kendala, salah satu contoh kendala yang dihadapi peneliti yaitu kendala saat melakukan tindakan pembelajaran pada fokus peserta didik. Kendala tersebut tentunya memiliki solusi dengan salah satu cara yang dilakukan peneliti yaitu meminta peserta didik mencatat penjelasan dari peneliti. Hal unik ditemukan dalam pembelajaran berbasis lingkungan berupa anak yang pendiam dan kurang aktif dalam pembelajaran didalam kelas, namun ketika dilakukannya pembelajaran di luar kelas menjadi sangat aktif
IDENTIFIKASI PENYEBAB ANAK MENGALAMI DISLEKSIA
Penting bagi orangtua untuk mengetahui penyebab anak mengalami disleksia, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab anak mengalami disleksia. Dengan demikian, dapat mengidentifikasi anak-anak yang mengalami disleksia sejak dini menjadi penting untuk menjalankan penanganan dan intervensi yang sesuai berdasarkan penyebabnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian yang dijadikan informan penelitian adalah seorang anak yang mengalami disleksia beserta orangtuanya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor perkembangan awal yang melibatkan keterlambatan berbicara karena penggunaan banyak bahasa yang tidak konsisten, serta faktor neurologis yang melibatkan kesulitan pemrosesan visual-motorik dan pemahaman urutan huruf atau kata, dapat berkontribusi pada anak mengalami disleksia