Progres Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
SUPERVISION OF THE HEAD OF MADRASAH IN IMPROVING THE PROFESSIONALISM OF TEACHERS AT THE THAWALIB TANJUNG LIMAU ISLAMIC BOARDING SCHOOL
The purpose of this study is to describe how the principal ofThis study is to describe how the principal of the school as a supervisor in improving and balancing the professionalism of teachers at the Thawalib Tanjung Limau Islamic Boarding School. as a supervisor in improving and balancing the professionalism of teachers at the Thawalib Tanjung Limau Islamic Boarding School. The methods used in conducting this study are qualitative descriptive methods based on observations of the principal and researchers. used to carry out this research is a qualitative descriptive method based on observations of the principal and researchers. research findings show that the role of the supervisor as a supervisor is actually carried out legally by carrying out various tasks, such as organizing academic supervisors, implementing academic supervision, and evaluating academic supervisors. the role of the supervisor as a supervisor is actually carried out legally such as by carrying out various tasks such as organizing academic advisors, implementing academic advisors, and evaluating academic advisors supervisors. Improving the supervisor's ability to supervise the ability by providing guidance to teachers in using learning media, providing opportunities for students to practice reading and writing, and so on. supervising students by providing guidance to teachers in using learning, allowing students to practice reading and reading and writing, and so on
ANALISIS MODEL NESTED PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI LAMBANG DAN NAMA BILANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran terpadu tipe nested dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi lambang dan nama bilangan di Sekolah Dasar. Model nested merupakan pendekatan yang mengintegrasikan berbagai keterampilan belajar seperti keterampilan berpikir, sosial, dan mengorganisir dalam satu unit pembelajaran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi langsung di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model nested dalam pembelajaran matematika materi lambang dan nama bilangan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bilangan. Siswa mampu menghubungkan simbol dan nama bilangan dengan lebih baik, serta menerapkannya dalam situasi nyata, seperti kegiatan berbelanja atau membaca waktu pada jam dinding. Namun, keberhasilan model ini sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan penggunaan media pembelajaran yang interaktif. Guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif. Dengan demikian, model nested dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, khususnya untuk materi lambang dan nama bilangan
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scrambel Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa UPT SPF SDN Mannuruki
Abstract: This study was motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students at UPT SPF SDN Mannuruki. The study aimed to examine the implementation process of the cooperative learning model of the Scramble type in addressing the diversity of individual characteristics among fourth-grade students. A qualitative approach was employed in this research, focusing on the processes and learning outcomes related to understanding individual characteristic diversity through the Scramble cooperative learning model. Data collection techniques included observation, tests, and documentation. The study was conducted in two cycles. In the first cycle, the observation of teacher activities was classified as good (B), while the observation of student activities was classified as sufficient (C), and the learning test results were classified as poor (K). In the second cycle, the observation of teacher activities and the learning test results both improved to a good classification (B). The conclusion of this study is that the application of the Scramble cooperative learning model can enhance both the learning process and outcomes related to the diversity of individual characteristics among fourth-grade students at UPT SPF SDN Mannuruki.
Keywords: Cooperative Learning Model, Scramble
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV UPT SPF SDN Mannuruki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Scramble tentang keberagaman karakteristik individu siswa kelas IV dengan Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Scramble. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada proses dan hasil belajar siswa tentang keberagaman karakteristik individu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Scramble. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Pada siklus I hasil penelitian proses pembelajaran observasi aktivitas guru berada pada kualifikasi baik (B) sedangkan observasi aktivitas siswa berada pada kualifikasi cukup (C) dan hasil tes belajar berada pada kualifikasi kurang (K). Sedangkan siklus II hasil penelitian proses pembelajaran observasi aktifitas guru berada pada kualifikasi baik (B) dan hasil tes belajar berada pada kualifikasi baik (B). Kesimpulan pada penelitian ini adalah Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Scramble dapat meningkatkan proses dan hasil belajar tentang keberagaman karakteristik individu siswa kelas IV UPT SPF SDN Mannuruki.
Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Scrambl
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya pengaruh penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari gaya belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain factorial experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pekanbaru tahun ajaran 2024/2025. Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan cluster random sampling, terpilih kelas VII.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII.1 sebagai kelas kontrol. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, angket, observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis, website tes gaya belajar Aku Pintar, lembar observasi dan foto pelaksanaan kegiatan penelitian. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah uji anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) Terdapat pengaruh kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. 2) Terdapat pengaruh kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. 3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dengan demikian, secara umum dapat disimpulkan bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari gaya belajar siswa SMP Negeri 2 Pekanbaru
KONTEKSTUALISASI PENDIDIKAN DINASTI ABBASIYAH PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ABAD KE-21
Penelitian ini mengkaji sistem pendidikan Dinasti Abbasiyah dalam konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) abad ke-21. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa pada masa Abbasiyah, pendidikan Islam berkembang pesat, tidak hanya dalam aspek keagamaan (naqliyah), tetapi juga ilmu pengetahuan rasional (aqliyah), seperti matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. Sistem pendidikan yang komprehensif dan inklusif tersebut mendukung pengembangan intelektual dan spiritual, yang memungkinkan ilmuwan seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Farabi untuk memberikan kontribusi besar dalam bidang sains dan keagamaan sehingga masih sangat perlu untuk dikontekstualisasikan pada pembelajaran PAI abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk dalam penelitian kepustakaan (library resreach). Sumber data yang digunakan berasal dari artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Abbasiyah, seperti keterbukaan terhadap ilmu luar, toleransi, rasionalitas, moderasi, serta integrasi ilmu agama dan sains, sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Islam abad ke-21. Pendekatan ini dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, moderasi beragama, dan akhlak mulia dalam kalangan siswa. Oleh karena itu, kontekstualisasi pendidikan Abbasiyah menjadi langkah strategis untuk merancang kurikulum dan metode pembelajaran PAI yang lebih adaptif dan solutif terhadap kebutuhan zaman dan tantangan global
THE EFFECT OF CROSSWORD PUZZLE LEARNING MEDIA ON STUDENTS' SCIENCE LEARNING OUTCOMES IN FIFTH-GRADE SDN 28 SINGKAWANG
The purpose of this study was to describe whether there is a difference in learning outcomes between students who are taught using crossword puzzle media and those who do not use crossword puzzle media in the science subject of grade V students of SDN 28 Singkawang and to describe how much influence the crossword puzzle learning media has on students' learning outcomes in the science subject of grade V SDN 28 Singkawang . The data in this study are the learning outcomes of the control class and the learning outcomes of the experimental class. The data source is grade V students of SDN 28 Singkawang. The sampling technique used in this study is non-probability . The data collection technique used is an essay test technique . Based on the results of the study, 26 students from class A were obtained as the control class and 26 students from class B as the experimental class. The control class obtained the highest score in the pre-test, which was 90, and the post -test class was 95. The lowest score in the pre-test was 43 and the post-test was 43. The experimental class obtained the highest score in the pre-test, which was 90, and the post-test was 95. The lowest score in the pre-test was 43 and the post-test was 60. The results of this study can be assumed in the 2013 curriculum in learning Natural Sciences
A COMPARISON OF YOUTUBE SHORTS FEATURES WITH REGULAR YOUTUBE VIDEOS IN ARABIC VOCABULARY LEARNING
This study aims to compare the effectiveness of the Youtube Shorts feature with regular Youtube videos in teaching Arabic vocabulary. The research design employed is a literature review, where data were collected from various scholarly articles, research reports, and other relevant sources related to the utilization of both Youtube features in the learning context. Data analysis was conducted descriptively to evaluate the advantages and disadvantages of each feature based on aspects such as display design, time flexibility, and material accessibility. The results show that Youtube Shorts excels in capturing attention through interactive short videos but has limitations in delivering complex materials. Conversely, regular Youtube videos provide flexibility for more in-depth content delivery but require longer viewing times. This study recommends the synergistic use of both features, tailored to learning objectives and audience preferences, to enhance the effectiveness of Arabic vocabulary learning. Future studies are expected to conduct direct experiments with specific subjects to empirically evaluate learning outcomes
AN ANALYSIS OF THE ROLE OF SANCTIONS IN DEVELOPING POLITENESS CHARACTER IN GRADE IV STUDENTS AT SD NEGERI WATES 2
Education plays a vital role in human life, continuing throughout an individual's lifetime, with character education serving as a critical focus in the learning process. This study investigates the role of teachers and schools in cultivating politeness among Grade IV students at SD Negeri Wates 2. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through questionnaires, interviews, and document analysis. The findings reveal that teachers act as role models, instill politeness values, provide guidance, and enforce firm consequences when necessary. Meanwhile, schools support these efforts by educating parents, implementing character development programs, and fostering close collaboration among stakeholders. The study highlights the comprehensive approach required to develop politeness, combining the efforts of teachers, schools, and parents. This collaboration ensures a consistent and supportive environment for character building. The results emphasize the importance of integrating values-based education into daily school activities, aiming to shape students into individuals with strong, positive character traits. The impact of this research underscores the need for schools to prioritize character education as part of their holistic approach to student development. This study contributes to the discourse on character education by offering practical insights into strategies that effectively foster politeness among elementary school students
KURIKULUM MERDEKA: KATALISATOR KREATIVITAS MELALUI PERAN VITAL GURU
Artikel ini membahas peran penting guru dalam proses pengembangan Kurikulum Merdeka, yang bertujuan untuk menciptakan generasi yang mandiri dan kreatif. Dalam konteks pendidikan yang terus berkembang, guru berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran dengan tanggung jawab yang besar dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum yang mendorong kemandirian siswa. Melalui pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan potensi unik setiap siswa, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan keterampilan, pengetahuan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi pemimpin masa depan. Penelitian ini menyoroti pentingnya peran guru dalam mengadaptasi metode pengajaran yang inovatif dan responsif terhadap dinamika kelas, sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dan kreatif dalam proses belajar. Dengan demikian, guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana peran guru dapat dioptimalkan dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan global
ANALISIS PENERAPAN MODEL FRAGMENTED PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SDN 29 CAKRANEGARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan model pembelajaran fragmented dalam mata pelajaran matematika di kelas III SDN 29 Cakranegara. Model fragmented merupakan pendekatan yang memecah materi menjadi segmen-segmen kecil yang disajikan secara bertahap, dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika yang abstrak. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Subjek penelitian meliputi guru yang mengajar matematika di kelas III dan siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model fragmented efektif dalam membantu siswa memahami konsep dasar matematika, terutama pada topik yang kompleks seperti operasi hitung perkalian. Guru juga merasakan bahwa model ini mampu mengurangi beban kognitif siswa dan meningkatkan partisipasi mereka dalam proses pembelajaran. Namun, perlu perencanaan yang lebih mendalam dan alokasi waktu yang lebih lama untuk setiap sesi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model fragmented merupakan pilihan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman matematika di tingkat sekolah dasar, asalkan didukung oleh perencanaan yang cermat dan penggunaan media pembelajaran yang memadai