Progres Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
DESAIN AKTIVITAS BERBELANJA BERBANTUAN LKPD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ARITMATIKA SOSIAL SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh aktivitas berbelanja berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terhadap kemampuan numerasi siswa, khususnya dalam konteks aritmatika sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah Teacher Action Research (TAR) dengan partisipan sebanyak 37 siswa SDN 43 Cakranegara. Data dikumpulkan melalui tes asesmen diagnostik dan tes numerasi, serta dianalisis menggunakan analisis kualitatif Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan numerasi siswa setelah intervensi dilakukan. Sebanyak 67.6% siswa berhasil menyelesaikan keseluruhan 5 soal tes numerasi, sementara 32.4% siswa hanya menyelesaikan kurang dari 5 soal tersebut. Implikasi penelitian ini adalah bahwa aktivitas berbelanja berbantuan LKPD efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan konsep matematika siswa, serta memperbaiki motivasi dan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi tugas-tugas matematika. Oleh karena itu, disarankan agar guru mempertimbangkan penggunaan metode ini sebagai strategi pembelajaran yang inovatif dan relevan dalam mengajar matematika di kelas
PENGGUNAAN MEDIA BLOK DIENES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media blok dienes dalam meningkatkan kemampuan penjumlahan dan pengurangan siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Teacher Action Research (TAR), yang melibatkan 18 siswa kelas 3 SDN Sombron. Data dikumpulkan melalui tes penjumlahan dan pengurangan serta observasi terhadap partisipasi siswa selama intervensi menggunakan media blok dienes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82% siswa mencapai nilai ketuntasan minimal setelah intervensi. Observasi juga mengindikasikan partisipasi siswa yang lebih aktif dalam pembelajaran. Diskusi tentang perbedaan gender menunjukkan variasi dalam cara siswa laki-laki dan perempuan merespons media blok dienes, tetapi tetap menekankan efektivitas penggunaan media tersebut tanpa memandang gender. Namun, penelitian ini memiliki batasan, termasuk ukuran sampel yang terbatas. Implikasi praktisnya adalah pentingnya guru untuk mengintegrasikan media blok dienes dalam pembelajaran matematika, dengan memperhatikan gaya belajar individual siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dukungan untuk penggunaan media blok dienes sebagai alat bantu yang efektif dalam meningkatkan pemahaman matematika siswa sekolah dasa
ANALISIS STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGATASI DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi orang tua dalam mengatasi dampak penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar anak sekolah dasar. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di wilayah pemukiman asrama dan rusun mahasiswa Universitas Sriwijaya atau tepatnya di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah narasumber lima orang tua. Hasil penelitian yang dilakukan adalah terdapat lima strategi orang tua dalam mengatasi dapak penggunaan gadget terhadap konsentrasi belajar anak sekolah dasar yaitu membatasi waktu penggunaan gadget, menyediakan tempat khusus belajar, melakukan komunikasi terbuka, pengawasan aktif dan memberikan nasihat dan contoh positif
ANALISIS PENGGUNAAN BUKU CERITA ANAK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN BACA SISWA KELAS 3 SDN 4 BAJUR
Pemahaman membaca merupakan landasan penting untuk mengembangkan keterampilan membaca pada tahap awal pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana penggunaan buku cerita anak dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 3 SDN 4 Bajur. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan penggunaan buku cerita bergambar sebagai sumber informasi dalam kelas bahasa Indonesia. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas 3. Sedangkan yang yang menjadi obyek penelitian ini adalah siswa kelas 3 di SDN 4 Bajur. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku bacaan anak-anak secara signifikan meningkatkan pemahaman baca siswa kelas 3 SDN 4 Bajur
IMPROVING THE ABILITY TO UNDERSTAND THE CONCEPT OF MULTIPLICATION THROUGH THE RME APPROACH WITH THE HELP OF THE CONGKLAK GAME FOR CLASS III ELEMENTARY SCHOOL
This research was carried out because it saw a lack of optimal understanding of the concept of multiplication calculations. Objective from study This namely knowing how to increase the ability to understand the concept of calculating multiplication using (Realistic Mathematic Education) RME through the innovation of the congklak game in mathematics learning. To obtain the results of this research, the research method used was Classroom Action Research (PTK). The subjects of this research were 23 grade III students at SD 2 Klaling for the 2022/2023 academic year, consisting of 7 male students and 16 female students. The data sources for this research are students and teachers. Data collection techniques include interviews, observation, tests and documentation. Data analysis techniques are quantitative and qualitative. This research was carried out through two cycles that include four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The research results showed that in cycle I the average score was 83.63 and 88.94 with a completion percentage of 84% and 94%, while in cycle II the average score was 95.78 with a completion percentage of 100%. In this way, it can be shown that the indicators of success have been achieved in accordance with what was expected, namely that at least 70% of students obtained a score ≥ 70
INTEGRATION OF AUGMENTED REALITY TECHNOLOGY FOR LEARNING: AN QUALITATIVE META-ANALYSIS STUDY
Augmented Reality (AR) is one of the most popular technologies used in the field of education. AR technology is widely used as a learning medium or to develop engaging, innovative textbooks for students. However, there is still much debate regarding the use of AR at various levels of education, starting from elementary school to the higher education level. This qualitative meta-analysis research explores the urgency of implementing AR technology in schools and the readiness of the main subjects of learning (teachers and students) to use AR in the classroom. The synthesis method used is the narrative review model. This synthesis model is used to analyze 100 research results in non-numeric data by identifying the research results documents found. The study results show that teachers at the elementary to high school level and lecturers at the higher education level feel that AR technology is crucial to implement in the learning process. However, from all levels, teachers' and lecturers' readiness to make AR-based learning tools still needs to be improved. In addition, another finding in this study is that the percentage of teachers in elementary school (52%) readiness to use AR technology is higher than that of lecturers in higher education (21%)
IMPLEMENTASI MODEL FRAGMENTED DALAM KURIKULUM MERDEKA DI KELAS 2 DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SD NEGERI 41 CAKRANEGARA
Model pembelajaran terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Banyak model pembelajaran terpadu yang biasanya digunakan oleh pendidik, salah satunya adalah model fragmented. Model fragmented (terpisah) merupakan model pembelajaran yang dimana kurikulum bahan pelajaran disajikan dalam bentuk subjek atau mata pelajaran yang utuh tanpa ada keterkaitan dengan mata pelajaran lain. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melengkapi penelitia-penelitian sebelumnya mengenai “Implementasi Model pembelajaran Fragmented” dan mendapatkan informasi mengenai bagaimana pengimplementasian model pembelajaran fragmented di kelas 2 pada mata pelajaran matematika. Metedologi penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pada penelitian yang dilakukan di SD Negeri 41 Cakranegara model pembelajaran fragmented ini sangat cocok digunakan dengan kurikulum merdeka terutama pada kelas 2 dalam mata pelajaran Matematika Sekolah Dasar, namun juga terdapat beberapa hambatan baik dalam proses perencanaan maupun dalam proses pelaksanaan pembelajaran
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN IMMERSED KELAS V DI SEKOLAH DASAR NEGERI 6 AMPENAN
Pendekatan pembelajaran terpadu memiliki beberapa jenis atau model, salah satu dari model tersebut adalah model immersed. Model pembelajaran immersed merupakan salah satu model yang berupaya untuk memadukan konsep pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari peserta didik untuk membuat pembelajaran menjadi lebih relevan bagi peserta didik dan meminimalisir keterlibatan guru dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran immersed pada kelas V di SD Negeri 6 Ampenan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi untuk mengidentifikasi fenomena yang dideskripsikan oleh partisipan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik triangulasi dengan menggabungkan observasi partisipatif pasif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi dengan sumber data adalah wali kelas V. Teknik analisis data mempergunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran immersed di SD Negeri 6 Ampenan telah berjalan cukup baik, namun masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi
IMPLEMENTATION OF KAMPUS MENGAJAR 4 PROGRAM TO EQUALIZE THE QUALITY OF BASIC EDUCATION AT FIRST SEKUNYIT PUBLIC ELEMENTARY SCHOOL
The fourth teaching campus program is one of the MBKM programs from the Indonesian Ministry of Education and Culture. It was carried out by students in groups at placement schools, one at First Sekunyit Public Elementary School. The method used in this research is descriptive qualitative research, carried out by students planning and going directly to placement schools and carrying out activity programs. This program aims to help schools learn literacy and numeracy, adopt technology, and assist school administration. The result of implementing the KM4 program is that students help teach literacy and numeracy through various activity programs in the form of helping teach in class, carrying out class AKM (minimum competition assessment), numeracy literacy corner, talent interest development, and natural school. Judging from helping adapt technology, KM4 students carry out learning activities that are integrated with the use of innovative learning media. As for assisting administration, the implementation is in the form of data collection on students who receive BIP (competent Indonesian assistance) funds and orderly and organized library services. Apart from that, additional programs like group prayer activities, morning exercises, and Indonesian speeches exist
DEVELOPING AND PRACTICING INCLUSIVE LEADERSHIP IN SCHOOLS
This study aimed to investigate the concept of inclusive leadership, especially in the context of educational institutions that are becoming more diverse, and to explore how it can be developed and put into practice. The research methodology used was a literature review. The findings suggest that inclusive leadership is crucial in addressing issues related to equity, social justice, and diversity. It is also vital to create inclusive schools that welcome and celebrate diversity. The research concludes that by practicing inclusive leadership and highlighting the importance of culturally responsive leadership, educational leaders can help schools become places where all students are recognized, valued, and included in the educational process. Ultimately, this can lead to social justice through inclusion