Andragogi (E-Journal)
Not a member yet
148 research outputs found
Sort by
Penerapan Pembelajaran Latsar CPNS Materi Agenda 2 dan Agenda 3 Secara Full E-Learning Terhadap Penguatan Pemahaman dan Pengalaman Belajar Peserta CPNS LIPI Tahun 2021
Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS merupakan pelatihan yang wajib diikuti oleh calon pegawai negeri sipil. Tahun 2021 Pusbindiklat LIPI mengemban tugas untuk menyelenggarakan Latsar CPNS bagi 103 CPNS. Pelaksanaan awalnya direncanakan secara blended learning tetapi karena kondisi darurat (penyebaran covid 19) maka pelaksanaan Latsar CPNS diselenggarakan secara full e-learning. Pelaksanaan Latsar CPNS secara full e-learning adalah yang pertama kali dilakukan Pusbindiklat LIPI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pembelajaran materi Agenda 2 dan Agenda 3 yang dilakukan secara full e-learning, kombinasi pembelajaran secara mandiri (MOOC) dan e-learning (synchronous dan asynchronous) menguatkan pemahaman peserta, apakah objek belajar yang disediakan memenuhi (mendukung) pembelajaran, apakah pembelajaran secara full e-learning yang dilaksanakan memberikan pengalaman belajar optimal bagi para peserta. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualititaf deskriptif, metode ini dipilih untuk mendapatkan gambaran opini dan persepsi peserta Latsar CPNS tentang penerapan model pembelajaran secara full e-learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran materi Agenda 2 dan Agenda 3 secara full e-learning menjadi lebih menarik dan atraktif karena materi yang diajarkan menjadi lebih mudah dipahami dengan penerapan berbagai metode pembelajaran didalamnya. Pembelajaran Latsar CPNS secara full e-learning dinilai mampu berperan dalam menguatkan pemahaman peserta dan memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi peserta. Penyederhanaan beberapa objek belajar, penambahan durasi waktu dan penambahan studi kasus, kuis serta games merupakan beberapa saran yang perlu ditindaklanjuti pada pelaksanaan Latsar CPNS secara full e-learning di masa mendatang
Konsep Hereditas dan Lingkungan Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an
Tujuan artikel ini adalah mengkaji konsep hereditas dan lingkungan pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an dan menulusuri bagaimana pengaruh dan implementasinya dalam pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian riset pustaka (library research), yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Melalui analisis deskriptif-interpretatif, hasil kajian menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh hereditas dan lingkungan. Hereditas dan lingkungan mempunyai hubungan yang erat. Keduanya saling melengkapi. Di era modern diperlukan adanya implementasi dari teori hereditas dan lingkungan untuk dapat membentuk karakter yang baik pada anak. Di antara yang bisa dilakukan yaitu melalui pendidikan pra-konsepsi, pendidikan pre-natal, revitalisasi peran orang tua di lingkungan keluarga, penguatan pendidikan karakter di sekolah, dan membangun lingkungan berkarakter.
Kata Kunci: Hereditas, Lingkungan, Pendidikan Islam
Abstract
[The Concept of Heredity and the Educational Environment in the Perspective of the Qur'an]. The purpose of this article is to examine the concept of heredity and the educational environment in the perspective of the Qur'an and explore how it influences and implements it in Islamic education. This research is a type of library research, which is a series of activities related to the methods of collecting library data, reading, and taking notes and processing research materials. Through descriptive-interpretative analysis, the results of the study show that the growth and development of children is influenced by heredity and the environment. Heredity and environment have a close relationship. The two complement each other. In the modern era, it is necessary to implement the theory of heredity and the environment to be able to form good character in children. Among the things that can be done are through pre-conception education, pre-natal education, revitalizing the role of parents in the family environment, strengthening character education in schools, and building a character environment.
Keywords: Heredity, Environment, Islamic Educatio
Strategi Humas dan Marketing Pendidikan Dasar Pasca Pandemi Covid-19 di Indonesia
Covid-19 membawa perubahan mendasar di dunia pendidiikan, termasuk di bidang kehumasan dan marketing pendidikan. Penelitian ini mengkaji strategi humas dan marketing pendidikan dasar, menengah, dan tinggi pasca pandemi Covid-19, antara peluang dan tantangannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Teori yang dipakai untuk menganalisa data adalah teori strategi public relation (PR) dan marketing pendidikan. Temuan penelitian ini: pertama, strategi Humas dan Marketing Pendidikan. Pendidikan Tingkat Dasar mengupayakan beberapa strategi, antara lain: penguatan kerjasama internal dan eksternal, serta mencari dukungan kebijakan kepala sekolah terhadap program kehumasan dan marketing. Kedua, tantangan Humas dan Marketing Pendidikan. Di tingkat pendidikan dasar tantangan utamanya adalah ketidaksiapan SDM, infrastruktur, dan finansial, yang dapat digunakan untuk mengubah krisis yang merugikan akibat Covid-19 menjadi peluang yang menguntungkan. Ketiga, solusi bagi permasalahan humas dan marketing pendidikan. Di tingkat pendidikan dasar, ada dua macam solusi: holistik dan kontekstual. Solusi yang bersifat holistik adalah penguatan SDM, finansial, dan infrastruktur. Solusi yang bersifat kontekstual pada tingkat pendidikan dasar, lembaga membutuhkan tim khusus yang menangani marketing. Tim Khusus ini ditugaskan untuk melakukan persiapan yang dibutuhkan untuk mengatasi krisis maupun berjaga-jaga di kemudian hari
Analisis Alur Belajar Matematika Siswa Inklusi Jenis Kebutuhan Autisme
This study aims to describe the Mathematics Learning Flow of Students' with Inclusion types of Autism Needs in the Material of Addition and Subtraction of Numbers up to Two Numbers. This type of research is qualitative research. The instrument in this study is the researcher himself. Other instruments that support obtaining data are problem-solving tasks and interview guidelines to reveal the flow of students' mathematics learning inclusion types of autism needs. The subjects in this study were two students who included autism needs type, respectively male and female. Based on the results of the analysis that has been carried out by providing problem-solving problems in the form of mathematical problems and being strengthened by conducting interviews, it was found that the type of autism needed with the category of High Functioning Autism followed every step of Polya’s problem solving and in the student's thinking process occurred assimilated. Meanwhile, children with autism needs with the category of Low Functioning Autism do not follow every step of Polya’s problem-solving, and in the process of thinking, this student is likely to accommodate a scheme about simple data that is clearly stated in the problem.(Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Alur Belajar Matematika Siswa Inklusi Jenis Kebutuhan Autisme Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Sampai Dua Angka. Jenis penelitian menggunankan metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen utama pada penelitian ini adalah peneliti sendiri. Instrument lainnya yang mendukung dalam mendapatkan data adalah tugas pemecahan masalah dan pedoman wawancara untuk mengungkapkan alur belajar matematika siswa inklusi jenis kebutuhan autisme. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang siswa inklusi jenis kebutuhan autisme masing-masing laki-laki dan perempuan. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan dengan memberikan soal pemecahan masalah berupa soal matematika dan diberi penguatan dengan melakukan wawancara didapatkan bahwa anak dengan kebutuhan autism kategori high functioning autism mengikuti setiap langkah pemecahan masalah menurut Polya dan proses berfikir siswa tersebut terjadi secara asimilasi. Sedangkan anak dengan kebutuhan autism kategori Low Functioning Autism tidak mengikuti setiap langkah pemecahan masalah Polya dan proses berfikir siswa ini cendrung mengakomodasi skema tentang data sederhana yang secara jelas dinyatakan dalam soal)
Kemampuan Guru PAI Sekolah Dasar Mendesain Pembelajaran Berbasis Kecakapan Abad 21 Melalui Teknik Tediprasi
Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk membuktikan secara empirik tentang peningkatan kemampuan mendesain pembelajaran berbasis kecakapan abad 21 setelah mengikuti pelatihan dengan menggunakan teknik Tediprasi pada peserta Pelatihan Jarak Jauh guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar Angkatan I Tahun 2021 pada Balai Diklat Keagamaan Semarang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pada aspek critical thinking sebesar 74,36%, aspek communication sebesar 71,79%, aspek creativity sebesar 73,74% dan aspek collaboration sebesar 82,08%. Kesimpulan menunjukkan terjadi peningkatan kompetensi dalam mendesain pembelajaran berbasis kecakapan abad 21 pada guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar setelah mengikuti Pelatihan Jarak Jauh dengan menggunakan teknik Tediprasi
Pemahaman Mahasiswa Terhadap Literasi Lingkungan (Ekoliterasi): Potensi dan Tantangan Menuju Kampus Ramah Lingkungan
Realizing an environmentally friendly campus should be the responsibility of all campus residents, including students as the most significant residents. This research looks at the extent to which IAIN Madura students understand eco-literacy to analyze the potential and challenges that the IAIN Madura have in realizing an environmentally friendly campus. The study results showed that the majority (70%) of IAIN Madura students claimed to have known the meaning of eco-literacy. However, only 46.4% were able to define eco-literacy correctly, while 53.6% incorrectly defined eco-literacy. The potential and challenges for realizing an environmentally friendly campus at IAIN Madura can be conducted by 1) utilizing vacant land as green openings. 2) managing water waste to irrigate green opening areas at IAIN Madura. 3) providing more waste disposal facilities that can sort the waste by its type so it is easier to use and processed more efficiently. 4) implementing the BULKY Store system in the IAIN Madura canteen. 5) implementing policies requiring less paper and less plastic for all campus residents and providing more effective and efficient parking lots. The research results become material for consideration in making strategic policies to create an environmentally friendly campus.(Mewujudkan kampus yang ramah lingkungan seharusnya menjadi tanggung jawab seluruh warga kampus, termasuk mahasiswa sebagai warga kampus dengan kuantitas terbesar. Penelitian ini nantinya akan melihat sejauh mana pemahaman mahasiswa IAIN Madura terhadap literasi lingkungan sehingga nanti dapat peneliti Analisa potensi dan tantangan yang dimiliki kampus IAIN Madura dalam meujudkan dirinya sebagai Kampus yang Ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar (70%) dari mahasiswa IAIN Madura mengaku telah mengetahui apa yang dimaksud dengan ekoliterasi. Namun hanya 46,4% yang mampu mendefinisikan ekoliterasi dengan benar, sedangkan (53,6%) salah mendefinisikan ekoliterasi. Potensi dan tantangan untuk mewujudkan kampus IAIN Madura yang ramah lingkungan adalah 1) memanfaatkan lahan yang kosong sebagai lahan bukaan hijau. 2) mengelola Limbah air agar dapat mengairi daerah bukaan hijau di IAIN Madura. 3) menyediakan lebih banyak fasilitas pembuangan sampah yang dipilah-pilah berdasarkan jenisnya sehingga lebih mudah dimanfaatkan dan diolah dengan lebih efisien. 4) menerapkan system BULKY Store di kantin IAIN Madura. 5) menerapkan kebijakan mewajibkan Less Paper dan Less Plastic bagi seluruh warga kampus, menyediakan lahan parkir yang lebih efektif dan efisien. hasil penelitian ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan strategis untuk mewujudkan kampus ramah lingkungan)
Evaluasi Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama di Jawa Timur
Pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan Surabaya pada 2022. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama dan sikap moderasi beragama peserta pelatihan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif penyelenggaraan pelatihan dan sikap moderasi beragama penggerak moderasi beragama. Responden penelitian berjumlah 135 orang terdiri dari guru, kepala madrasah, penyuluh, dan penghulu. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Instrumen penelitian berupa angket skala sikap moderasi beragama yang dikirim lewat unggahan google formulir kepada responden. Pengolahan data dilakukan secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelatihan penguatan penggerak moderasi beragama cukup memuaskan. Sikap moderasi beragama peserta termasuk kategori tinggi
Rekognisi Gaya Kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk dalam Kitab Kakawin Nagarakretagama: Kajian dari Perspektif Agama Buddha
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengenali gaya kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk yang tersurat dalam kitab Nagarakretagama kemudian mendeskripsikan dari perspektif agama Buddha. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research). Metode pendekatan adalah analisis teks dan hermeneutika yang mengandung unsur-unsur mengungkapkan, menjelaskan dan menerjemahkan. Tempat penelitian di Perpustakaan Nasional, Perpusatakaan DPAY Yogyakarta (Grhatama Pustaka), dan Perpustakaan STABN Sriwijaya. Penelitian dilakukan bulan Juli-Desember 2021. Hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa hasil identifikasi gaya kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk dari sudut pandang agama Buddha berdasarkan Cakkavati Sihanada Sutta hanya ditemukan ada 9 (Sembilan) karakter atau gaya kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk dari sepuluh syarat pemimpin yang baik, yaitu kedermawanan (dana); moralitas (sila); pengorbanan diri (paricagga); integritas (Ajjava); baik hati dan bertanggung jawab (maddava); sederhana (tapa); tiada kemarahan/membenci (akkodha); kesabaran (khanti); dan tidak bertentangan dengan kebenaran/tidak mencari musuh (avirodha) . Dalam identisikasi ini, peneliti tidak menemukan karakter tanpa kekerasan (Avihimsa) di dalam kitab Kakawin Nagarakretagama. Peneliti justru menemukan Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Prabu Hayam Wuruk pada saat berburu ke hutan bersama pasukannya, yang tersurat di dalam pupuh 50 sampai 54; 5) Kejayaan Majapahit tidak lepas dari peran besar Patih Gadjah Mada, selepas Patih Gajadmada wafat, Sang Prabu bekerja lebih keras tersurat pada pupuh 73.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Hayam Wuruk, Nagarakretagama, Buddha
Abstract
This reaserch aims to identify and recognize Prabu Hayam Wuruk's leadership style which is written in the Nagarakretagama book and then describes it from a Buddhist perspective. This type of research is literature (library research). The approach method is text analysis and hermeneutics which contains elements of expressing, explaining and translating. The research sites are the National Library, Yogyakarta DPAY Library (Grhatama Pustaka), and Sriwijaya STABN Library. The research was conducted in July-December 2021). The results of the research and the opening that found the results of Prabu Hayam Wuruk's leadership style from the Buddhist point of view based on the Cakkavati Sihanada Sutta there were only 9 (nine) or Prabu Hayam Wuruk's leadership style of the ten requirements of a good leader, namely generosity (dana); morality (sila); self-sacrifice (paricagga); integrity (Ajjava); kind and responsible (maddava); simple (tapa); note/hating (akkodha); patience (khanti); and does not contradict the truth / finds no enemy (avirodha) . In this identification, the researcher did not find a non-violent character (Avihimsa) in the book Kakawin Nagarakretagama. Researchers found acts of violence committed by Prabu Hayam Wuruk while hunting in the forest with his troops, which are written in pupuh 50 to 54; 5) The glory of Majapahit cannot be separated from the great role of Patih Gadjah Mada, after Patih Gajadmada died, the Prabu worked harder as stated in Pupuh 73.
Keywords: Leadership, Hayam Wuruk, Nagarakretagama, Buddha
 
Analisis Penyusunan dan Publikasi Karya Tulis Ilmiah Sebagai Tolok Ukur Kompetensi Widyaiswara
[ANALYSIS OF THE PREPARATION AND PUBLICATION OF SCIENTIFIC PAPERS AS A BENCHMARK OF WIDYAISWARA’s COMPETENCE] This study aimed to describe the competence of widyaiswara, explain the inhibiting factors, and know the effort to increase the competence and professionalism of widyaiswara at Semarang Religious Training Center in composing and publishing the scientific paper. The method used in this study was an inductive qualitative method. The sampling technique by purposive sampling, data collection techniques are document review and interview. Data analysis techniques are using the Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study showed that widyaiswara at Semarang Religious Training Center have understood and are competent in composing and publish of scientific paper. The inhibiting factors for widyaiswara in composing and publishing the scientific paper, are difficulty fulfilling the writing style and journal form, time, and lack of information on how to publish. Efforts to increase the competence and professionalism of widyaiswara in composing and publishing the scientific paper have been done by the management is organize scientific writing training, send widyaiswara to follow the training of trainer the scientific paper, middle and high tier training and academic writing activities
Pengaruh Gaya Belajar dan Metode Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Peserta Pelatihan Fungsional Peneliti
[THE INFLUENCE OF LEARNING STYLES AND LEARNING METHODS ON LEARNING OUTCOMES OF RESEARCHER FUNCTIONAL TRAINING PARTICIPANTS] The influence of visual, auditory, and kinesthetic learning styles, and aspects of the diversity of trainees in an effort to find appropriate learning methods, on the subject of analysis and interpretation of research data. The purpose of this study was to obtain an overview of aspects related to improving the learning outcomes of trainees and the achievement of learning objectives in the analysis and interpretation of research data. The instrument in this study used a questionnaire that was distributed online through the google form application, one day before learning, to all participants of the Pelatihan Pembentukan Jabatan Fungsional Peneliti (PPJFP), and resulted in a questionnaire that was received back as many as 139 questionnaires. Based on the results of the study, data were obtained which were then analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics with Two Way ANOVA. The results of the study show that: first, learning styles determine which learning methods are more attractive to participants; second, learning outcomes are influenced by differences in whether or not participants have received the previous material and third, there is no effect of different participants' learning styles on learning outcomes