Andragogi (E-Journal)
Not a member yet
148 research outputs found
Sort by
Peningkatan Pemahaman Guru Terhadap Materi Kurikulum 2013: Penelitian Diklat Guru IPA SMP/MTs Pada UPTD PPMG Wilayah VI Dinas Pendidikan Aceh
Berubahnya kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013 membutuhkan penyesuaian pola pikir para pemangku kepentingan (stakeholder). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta diklat terhadap materi kurikulum 2013 dan peningkatan kompetensi pedagogik pada pendidikan dan pelatihan Kurikulum 2013 Bagi Guru IPA SMP/MTs di Lingkungan UPTD PPMG Wilayah VI Dinas Pendidikan Aceh. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan menggunakan instrumen observasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta pendidikan dan pelatihan terhadap materi kurikulum 2013 dan kompetensi pedagogik yang dianalisis secara deskriptif. Hasil observasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan menunjukkan pemahaman sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan menunjukkan ketidaktahuan, kurang tahu atau ragu-ragu terhadap materi konsep kurikulum 2013, pendekatan saintifik, penilaian autentik, rancangan pembelajaran, dan model pembelajaran pada semua peserta diklat. Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan maka pemahaman peserta pendidikan dan pelatihan tentang materi kurikulum 2013 menunjukkan peningkatan yang siginifikan
Penerapan Cerita dalam Pembelajaran Diklat Guru IPS MTs
Pembelajaran dengan cerita yang kontekstual pada pendidikan dan latihan (diklat) substantif guru IPS MTs akan lebih memberi makna bagi peserta diklat. Oleh karena itu pembelajaran bagi guru IPS harus menerapkan berbagai metode pembelajaran yang berkaitan dengan fenomena sosial, tidak sebatas teori. Masalah dalam penelitian ini adalah, apakah cerita yang kontekstual dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta diklat guru IPS MTs?. Tujuan penelitian untuk mengetahui pentingnya cerita yang kontekstual dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta diklat guru IPS MTs. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan teknik analisis model Miles dan Huberman. Kesimpulan hasil penelitian ini membuktikan penerapan metode cerita yang kontekstual dikaitkan dengan materi yang dibahas serta cara penyampaian yang menggunakan bahasa maupun intonasi yang sesuai dengan alur cerita, dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta diklat guru IPS MTs. Peserta menunjukkan tingkat perhatian yang tinggi dalam mendengarkan, memperhatikan isi dan makna cerita, dan terjadi partisipasi aktif guru dalam bertanya, menjawab, menanggapi, penyelesaian tugas, serta durasi perhatian lebih lama dibanding dengan metode ceramah tanpa adanya cerita
Evaluasi Pasca Diklat Guru Muda Madrasah Aspek Kompetensi
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pasca diklat Diklat Teknis Fungsional Guru Muda Madrasah yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Teknis Kementerian Agama. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi dan survey.Penelitian ini dilakukan di 58 Madrasah dengan 172 responden yang merupakan alumni peserta pelatihan.Teknik pengambilan data dengan cara angket dan wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan teknik kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa alumni pelatihan mampu mengembangkan kurikulum, mengembangkan materi pembelajaran, memanfaatkan ICT untuk pengembangan diri. Hasil lain, alumni mampu menyusun perangkat dan melaksanakan proses serta penilaian pembelajaran, menjamin kualitas perencanaan, menyelesaikan pekerjaan rutin, memecahkan masalah, meningkatkan hubungan kerja dan kerjasama, mengimplementasi hasil diklat, menerima dan memberi saran, meningkatkan kedisiplinan dan loyalitas.Namun alumni tidak menguasai karakteristik siswa, teori belajar, tidak memanfaatkan ICT dalam pembelajaran, tidak melakukan tindakan reflektif, tidak mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan dalam bekerja
Pengaruh Kinerja Guru Bahasa Arab dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas VIII MTs di Kota Tangerang Selatan
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Bahasa Arab siswa dengan membahas Pengaruh Kinerja Guru dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan metode survai kausal. Populasi penelitiannya adalah Siswa kelas VIII yang tersebar di 9 Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan. Sedangkan sampelnya adalah sebanyak 4 madrasah. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur variabel Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa, Kinerja Guru dan Minat Belajar Siswa. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, terdapat pengaruh langsung dan signifikan yang tinggi Kinerja Guru terhadap hasil belajar bahasa Arab Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan, ditunjukkan oleh nilai þ31= 0,42 > 0, dengan persamaan regresi X3 =-8,179 +0,268 X1, koefisien korelasi r13 = 0,773, dan koefisien determinasi r13 = 0,598, atau 59,80%. Kedua, terdapat pengaruh positif dan signifikan Kinerja Guru terhadap minat belajar Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan, dibuktikan dengan diperolehnya nilai þ21= 0,76 > 0, dengan persamaan regresi X2 =25,137 +0,785 X1, koefisien korelasi r12 = 0,763, dan koefisien determinasi r12 = 0,582, atau 58,22%. Ketiga, dengan diperolehnya nilai þ32= 0,46 > 0, dengan persamaan regresi X3 =-6,866 +0,264X2, koefisien korelasi r23 = 0,785, dan koefisien determinasi r23 = 0,617, atau 61,70% menunjukkan terdapat pengaruh langsung dan sangat signifikan minat belajar siswa terhadap hasil belajar bahasa Arab Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan
Nilai Karakter pada Kearifan Lokal dalam Karya Sastra: Apresiasi Sastra dalam Kumpulan Cerpen Bertanya Kerbau pada Pedati
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakter pada kearifan lokal dalam karya sastra yang terdapat dalam kumpulan cerpen Bertanya Kerbau Pada Pedati, Karya A.A. Navis. Permasalahan utama adalah apa saja nilai karakter pada kearifan lokal yang terdapat dalam kumpulan cerpen karya AA Navis, dan bagaimana apresiasi pengajaran sastra untuk menguatkan nilai karakter tersebut kepada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data primer adalah cerpen-cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Bertanya Kerbau pada Pedati. Analisa data menggunakan deskriptif analitif yang berawal dari pengumpulan data, validasi data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku kumpulan cerpen Bertanya Kerbau pada Pedati memiliki pesan nilai karakter yang sangat kuat. Nilai karakter tersebut digali dari kearifan lokal masyarakat Minangkabau sebagai setting sosial dari cerita dalam cerpen. Hasil nilai karakter yang ditemukan dalam buku tersebut adalah karakter religiousitas, nasionalisme dan integritas. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa pengajaran sastra bisa menjadi medium yang tepat dalam penguatan penanaman nilai karakter kepada siswa dalam pendidikan di sekolah
Model dan Strategi Pembelajaran Diklat: Kajian Alternatif yang Efektif
Pembelajaran di program pelatihan atau sekolah membutuhkan variasi proses untuk mengatasi suasana yang monoton. Model dan strategi pembelajaran efektif diperlukan agar potensi pembelajar untuk berpikir dan memberi respon terhadap pengetahuan yang diberikan dapat lebih dilibatkan. Dengan menggunakan metode kajian pustaka dari beberapa buku yang berkaitan dengan model dan strategi pembelajaran efektif dapat diperoleh hal - hal sebagai berikut: (1) Model dan strategi pembelajaran yang mampu menciptakan situasi yang sarat dengan stimulus dalam pikiran peserta didik. (2) Ciri model dan strategi pembelajaran efektif: a) Rasional teoritik logis yang harus disusun oleh perancangnya, b) Tujuan pembelajaran yang akan dicapai, c) Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil, d) Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. (3) Perbedaan model dengan strategi pembelajaran
Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Tangerang Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelaksanaan penguatan pendidikan karakter di MIN 2 Tangerang Selatan . Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan beberapa teknik, yaitu observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian Penguatan Pendidikan Karakter terdapat empat poin, yaitu: (1) Kurikulum yang digunakan MIN 2 Tangerang Selatan adalah Kurikulum 2013 dan Kurikulum khusus MIN 2 Tangerang Selatan, yaitu Tahfizh, kelas 1-3 juz ke-30 (juz Amma) dan Kelas 4 – 6 Surat Al Baqoroh; (2) Hidden Curriculum MIN 2 Tangerang Selatan meliputi upacara dan tausyiah, metode pemahaman Quran Tamyiz, Inspiration Day, hafalan surat-surat pilihan, serta senam santri dan Jumat bersih; (3) Ada muatan pendidikan karakter dalam bahan ajar, media pembelajaran, dan Rencana Program Pembelajaran (RPP); (4) Keteladanan dan pembiasaan mulai dari kedatangan sampai kelas berakhir, berjalan baik untuk pendidik (guru) maupun anak-anak (peserta didik). Program-program pembentukan penguatan pendidikan karakter di MIN 2 Tangerang Selatan berjalan dengan baik karena adanya komitmen yang kuat dan pemantauan oleh Kepala Madrasah dan diikuti seluruh warga madrasah
Analisis Kualitas Instrumen Tes Hasil Belajar
Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan kualitas instumen tes hasil belajar buatan guru yang sudah disertifikasi sebagai bahan untuk evaluasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan (diklat) metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan teknik survei. Penelitian dilakukan terhadap guru-guru Madrasah Aliyah (MA) yang sudah bersertifikasi di wilayah kota Serang yang mengembangkan tes hasil belajar. Waktu penelitian dimulai bulan Febuari dan selesai pada bulan Juni 2017. Responden dalam penelitian ini adalah berjumlah 27 orang guru IPS Madrasah Aliyah yang sudah bersertifikasi berasal dari sembilan Madrasah Aliyah di wilayah kota Serang, yaitu Kecamatan Serang, Kasemen, dan Curug. Data yang dikaji dalam penelitian ini adalah soal: (1) Ulangan Tengah Semester (UTS); (2) Ulangan Akhir Semester (UAS); (3) Ulangan Kenaikan Kelas (UKK); dan (4) Ulangan Semester (US) hasil buatan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskripsi terhadap analisis soal berdasarkan aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh secara umum rata-rata pemenuhan soal terhadap kaidah soal : (1) UTS adalah 96%; (2) UAS adalah 96%; (3) UKK adalah 98%; (4) US adalah 95%