Andragogi (E-Journal)
Not a member yet
    148 research outputs found

    Faktor-faktor Keberhasilan Program Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bagi Penghulu dan Penyuluh Melalui Massive Open Online Course (MOOC) PINTAR

    Full text link
    The face-to-face training organized by Pusdiklat has yet to accommodate the maximum number of education and training participants in one period. Therefore, through an online learning platform called MOOC PINTAR, Pusdiklat presents a solution to provide opportunities for training or competency development with a broader reach. This research analyzes the factors influencing the success of training participants in Scientific Writing training for Headmasters and Extension Officers through the PINTAR MOOC. The resource person in this training is an alumni of the Indonesian Education and Religious Education and Religious Technical Personnel Training Center training participants. Data collection was carried out by distributing questionnaires and followed by interviews. The data was then analyzed using qualitative data analysis, namely the three flow models by Miles and Huberman. The research results show several factors that influence the success of training, including the training materials, learning methods, resource persons, and MOOC PINTAR platform, are suitable and have a positive and significant influence on the success of the training program, especially on indicators of participant enthusiasm in utilizing independent learning methods in MOOC PINTAR. These findings show that the Scientific Writing Training for penghulu (marriage guardian) and counselors through MOOC PINTAR at the Education and Training Center for Educational and Religious Technical Personnel of the Republic of Indonesia succeeded in developing the competence of Penghulu and Counselors in compiling Scientific Writing with a score of up to 70%. Based on the research results, the Education and Training Center is recommended to continue scientific writing training for Penghulu and Extension Officers through MOOC PINTAR.(Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusdiklat secara tatap muka belum mampu untuk menampung jumlah peserta pendidikan dan pelatihan secara maksimal dalam satu kurun waktu. Oleh karena itu, melalui platform online learning bernama MOOC PINTAR, Pusdiklat menghadirkan solusi guna memberikan kesempatan mengikuti pelatihan atau pengembangan kompetensi dengan jangkauan yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan peserta pelatihan pada pelatihan Karya Tulis Ilmiah bagi Penghulu dan Penyuluh melalu MOOC PINTAR. Narasumber dalam pelatihan ini adalah alumni peserta pelatihan Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan RI. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner dan dilanjutkan dengan wawancara. Data kemudian dianalisis menggunakan data analisis kualitatif, yakni three flow models oleh Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelatihan, diantaranya; materi pelatihan, metode pembelajaran, narasumber, dan platform MOOC PINTAR yang baik, dan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keberhasilan program pelatihan, terutama pada indikator antusiasme peserta dalam memanfaatkan metode pembelajaran mandiri di MOOC PINTAR. Dari temuan tersebut, menunjukkan bahwa Pelatihan Karya Tulis Ilmiah bagi Penghulu dan Penyuluh melalui MOOC PINTAR pada Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Republik Indonesia berhasil mengembangkan kompetensi Penghulu dan Penyuluh dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah dengan skor hingga 70%. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Pusdiklat tetap memprogramkan pelatihan KTI bagi Penghulu dan Penyuluh melalui MOOC PINTAR.

    Pengukuran Terhadap Pelatihan Klasikal dan Jarak Jauh di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)

    Full text link
    Distance and classical training are two different types of training based on the space and media used. Both have become popular choices in education and training in this digital era. Administrative Technical Training utilizes distance and classical training to enhance participants’ administration skills. This research aims to evaluate distance and classical training in Administrative Technical Training from the participants’ perspective. The evaluation method employed includes data collection through questionnaires and interviews. The evaluation is categorized into two types: distance training evaluation and classical training evaluation. The review of classical training is further divided into academic and administrative indicators. The evaluation results indicate that distance and classical training in the Administrative Technical Training program fall into the “Good” category in terms of participants rated as “Good” with a satisfaction level of 83.51. Meanwhile, classical training, as assessed in the academic and administrative fields, places in the “Good” category with a satisfaction level of 85.98. The average satisfaction level of distance and classical training participants is 84.75, which also falls within the “Good” category.(Pelatihan jarak jauh dan klasikal adalah dua jenis pelatihan yang berbeda berdasarkan ruang dan media yang digunakan. Keduanya telah menjadi pilihan yang popular dalam pendidikan dan pelatihan di era digital ini. Pelatihan Teknis Administrasi menggunakan pelatihan jarak jauh dan klasikal untuk memberikan peningkatan keterampilan administrasi kepada peserta. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pelatihan jarak jauh dan klasikal dalam Pelatihan Teknis Administrasi dari perspektif peserta. Metode evaluasi yang digunakan mencakup pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Evaluasi yang dilakukan terbagi menjadi dua jenis yaitu evaluasi pelatihan jarak jauh dan evaluasi pelatihan klasikal. Evaluasi pelatihan klasikal terbagi menjadi dua indikator, yaitu bidang akademik dan administrasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan jarak jauh dan klasikal dalam Pelatihan Teknis Administrasi masuk ke dalam kategori Baik dari segi kepuasan peserta. Tingkat kepuasan peserta pelatihan jarak jauh berada pada Kategori “Baik” dengan tingkat kepuasan 83,51. Sedangkan pelatihan klasikal dilihat dari bidang akademik dan administrasi mendapat nilai persepsi sebesar 85,98 yang termasuk kategori Baik. Rata-rata tingkat kepuasan peserta pelatihan jarak jauh dan klasikal adalah 84,75 yang termasuk pada Kategori “Baik”.

    Evaluasi Pelaksanaan Program System Coaching Clinic (SCOCI) di Balai Diklat Keagamaan Denpasar

    Full text link
    Innovation in the training field is developed to accommodate employee rights in the work area. One form of competency development that can be implemented to achieve flexible targets with maximum product output is the System Coaching Clinic (SCOCI). This research aims to measure the extent to which SCOCI helps resolve service performance problems at the Denpasar Religious Education and Training Center and analyze gaps in implementation with existing guidelines and regulations. The research method used in this study is the evaluation method with the discrepancy model. This study evaluates how SCOCI helps solve service performance problems at Denpasar Religious Education and Training Center and determines implementation gaps with existing guidelines and regulations. The SCOCI program is beneficial in increasing competence because of the intense mentoring and the small number of participants; the SCOCI Program brings harmony to work culture management and builds work networks and collaborations. SCOCI program helps improve organizational performance related to increasing the professionalism of ASNs by fulfilling 20 JP training services a year, which cannot be accommodated in PDWK, PJJ, or regular training. SCOCI as a training development activity can be implemented more flexibly by prioritizing service to participants so that participants will feel comfortable being motivated while producing useful and quality training products. The SCOCI program can be continued as a priority program for the Denpasar Religious Training Center, but a simplified registration and selection process needs to be done.(Inovasi dalam bidang pelatihan merupakan sesuatu yang dikembangkan untuk mengakomodir hak pegawai di wilayah kerja. Salah satu bentuk pengembangan kompetensi yang dapat dilaksanakan untuk mencapai target, bersifat fleksibel dengan hasil output produk yang maksimal adalah System Coaching Clinic (SCOCI). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana SCOCI bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan kinerja layanan Balai Diklat Keagamaan denpasar dan menganalisis kesenjangan implementasi dengan panduan dan regulasi yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode evaluasi dengan model discrepancy. Penelitian ini mengevaluasi sejauhmana SCOCI bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan kinerja layanan Balai Diklat Keagamaan denpasar dan mengetahui kesenjangan implementasi dengan panduan dan regulasi yang ada. Program SCOCI sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi karena pembimbingan intens dan jumlah peserta dengan skala kecil, Program SCOCI membawa pengelolaan budaya kerja yang harmoni serta Membangun Jejaring Kerja dan Kolaborasi. program SCOCI membantu peningkatan kinerja organisasi terkait peningkatan profesionalisme terhadap ASN dengan terpenuhinya pelayanan pelatihan 20 JP setahun yang tidak dapat terakomodir dalam pelatihan PDWK, PJJ, maupun pelatihan reguler. SCOCI sebagai kegiatan pengembangan pelatihan dapat dilaksanakan lebih fleksible dengan mengutamakan pelayanan kepada peserta sehingga peserta akan merasa nyaman termotivasi sekaligus menghasilkan hasil produk pelatihan yang useful dan berkualitas. Program SCOCI dapat dilanjutkan sebagai program prioritas Balai Diklat Keagamaan Denpasar namun perlu ada proses registrasi dan seleksi yang lebih simple dan sederhana.

    Implementasi Metode Scorona dalam Pembelajaran IPA di MTs Muhammadiyah Jayapura

    Full text link
    This study aims to determine: (1) Procedures for implementing the SCORONA method in learning science. (2) The benefits of implementing the SCORONA method can increase the activity and learning outcomes of MTs Muhammadiyah Jayapura students. The method in this study is a mixed methods research model embedded. The results of the data analysis obtained were n-Gain analysis, the average learning outcomes of the experimental class were 0.81 in the high concept mastery category, and the control class was 0.66 in the medium concept mastery category. The results of the final analysis for the difference test show that the sig F count for Equal Variance assumed is 0.914; because the sig F count > 0.05, then Ho is accepted, meaning that there is a difference in concept mastery between the experimental class taught using the SCORONA method and the control class which not conducted using the SCORONA method. The average result of the descriptive analysis value for the SCORONA method from the 1st – 3rd lesson plans has a score of 3 in the excellent category and 4 in the outstanding variety, so the SCORONA method is effectively used in learning.(Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Prosedur implementasi metode SCORONA dalam pembelajaran IPA. (2) Manfaat implementasi metode SCORONA dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa MTs Muhammadiyah Jayapura. Metode dalam penelitian ini adalah mixed methods research model embedded. Hasil analisis data yang diperoleh adalah analisis n-Gain rata-rata hasil belajar kelas eksperimenn 0,81 kategori penguasaan konsep tinggi dan kelas kontrol 0,66 kategori penguasaan konsep sedang. Hasil analisis akhir untuk uji perbedaan, terlihat bahwa siq F hitung untuk Equal Variance assumed adalah 0.914, oleh karena siq F hitung > 0,05, maka Ho diterima, artinya ada perbedaan penguasaan konsep antara kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode SCORONA dengan kelas kontrol yang tidak diajar menggunakan metode SCORONA. Hasil rata-rata nilai analisis deskriptif untuk metode SCORONA dari RPP ke-1 – RPP ke-3 memiliki nilai 3 dengan kategori baik dan nilai 4 dengan kategori sangat baik, sehingga metode SCORONA efektif digunakan dalam pembelajaran)

    Studi Literatur: Integrasi Andragogi dan Pendidikan Islam

    Full text link
    The purpose of this research is to obtain information about the integration of Andragogy and Islamic Education. This study is qualitative research in the category of literature review with content analysis. The research findings reveal that the concept of Andragogy in Education is both an art and a science of teaching adults to learn, assisting adult learners according to their needs, and motivating them to learn by utilizing their experiences to achieve new learning experiences. There are four key assumptions in Andragogy, which include the concept of learners, the function of experience, readiness to learn, and learning orientation. The conclusion drawn is that in Islamic Education, the concept of Andragogy is a relevant learning method that is supported by the learning environment for adults found in the Qur'an and Hadith, such as the methods of awareness, practice, and learning mentioned in the teachings of the Prophet Muhammad (Peace be Upon Him). (Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang Integrasi Andragogi dan Pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis isi yang bersifat kualitatif. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa Pendidikan Andragogi merupakan kombinasi antara seni dan ilmu mengajar orang dewasa agar mereka dapat belajar dengan efektif. Pendekatan ini melibatkan bantuan dalam belajar yang sesuai dengan kebutuhan individu, serta usaha untuk memotivasi orang dewasa dengan memanfaatkan pengalaman mereka guna mencapai pembelajaran yang baru. Terdapat empat asumsi pokok dalam pendidikan andragogi, yaitu peserta didik, fungsi pengalaman, kesiapan belajar, dan orientasi belajar. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa konsep Andragogi dalam Pendidikan Islam merupakan metode pembelajaran yang relevan dengan suasana pembelajaran orang dewasa yang terdapat dalam al-Qur'an dan hadis. Metode-metode ini mencakup penyadaran, praktik, dan pembelajaran yang terdapat dalam Hadits Nabi SAW)

    Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Teaching at The Right Level Dalam Pembelajaran IPA di Kabupaten Keerom

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi pembelajaran IPA dengan pendekatan Teaching at The Right Level dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VII.A MTs Nurul Huda Arso III Kabupaten Keerom. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, obsevasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VII.A MTs Nurul Huda Arso III Kabupaten Keerom berjumlah 32 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar dari kategori sangat baik dari 0 % menjadi 56,25 %, kategori baik dari 28,13 % menjadi 40,63 %. Sedangan pada kategori cukup disiklus I 43,75 % pada siklus II berkurang menjadi 3, 13 % dan kategori kurang pada siklus I 37,5 % pada siklus II menjadi 0 %. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembuatan modul ajar, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dengan pendekatan Teaching at The Right Level dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik

    Pengembangan Kemampuan Penyusunan Best Practice Guru PAI Melalui Final Product Based Learning Techniques

    Full text link
    The professional competence of teachers in compiling Best Practice scientific papers still needs to improve, so efforts are required to enhance it, including through the implementation of E-Short Course Best Practice. The purpose of this writing is to describe the success of implementing the E-Short Course Best Practice in improving the ability to write Best Practice papers using Final Product Learning Techniques for teachers and supervisors of Islamic Religious Education at the Office of the Ministry of Religion, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta organized by Semarang Religious Education and Training Center in 2022. The method used in this study is an evaluation research method. The research results showed that the ability of all substances and their respective aspects was increasing. The final product revision stage revealed enhancement in all senses and elements between 7 people (17.5%) and 12 (30%). As for the development of the final product assessment with excellent criteria, the highest was in inspirational substance, in the D8 aspect (the topic of discussion giving inspiration to other teachers), a total of 12 people (30%). In contrast, the result of the final product assessment was perfect, with the lowest achievement in innovation substance in aspect B3 (Results achieved related to improving the quality of learning) and inspirational meaning in aspect D9 (Topics of discussion inspire policy makers) a total of 6 people (15%). The conclusion shows an enhancement in the ability to write best practice papers for teachers and supervisors of Islamic religious education after participating in the best practice e-short course using final Product-based Learning techniques.(Kompetensi profesional guru dalam menyusun karya tulis ilmiah Best Practice masih rendah, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkannya, diantaranya melalui pelaksanaan E-Short Course Best Practice. Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk mendeskripsikan keberhasilan pelaksanaan E-Short Course Best Practice dalam meningkatkan kemampuan menyusun karya tulis Best Practice dengan menggunakan Final Product Based Learning Techniques bagi guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian evaluasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pada semua substansi dan aspek masing-masing. Capaian hasil pada tahap revisi produk akhir diketahui terjadi peningkatan pada semua substansi dan aspek masing-masing antara 7 orang (17.5%) hingga 12 orang (30%). Adapun capaian hasil penilaian produk akhir dengan kriteria amat baik paling tinggi pada substansi inspiratif, pada aspek D8 (Topik bahasan memberikan inspirasi kepada guru lain) sejumlah 12 orang (30%). Sedangkan capaian hasil penilaian produk akhir dengan kriteria amat baik dengan capaian paling rendah ada pada substansi inovasi pada aspek B3 (Hasil yang dicapai berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran) dan substansi inspiratif pada aspek D9 (Topik bahasan memberikan inspirasi terhadap pembuat kebijakan) sejumlah 6 orang (15%). Kesimpulan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menyusun karya tulis Best Practice pada guru dan Pengawas Pendidikan Agama Islam setelah mengikuti E-Short Course Best Practice dengan menggunakan Final Product Based Learning Techniques.

    Mosque Management as a Reinforcement of Community Religious Moderation

    Full text link
    Based on the mosque management strategy, which aims to increase religious activities, we can show the world that we are not allergic to culture and country. The formation of such a mindset can be carried out broadly through good mosque management. This study aims to determine a good direction in increasing religious activities in mosques. This study used a qualitative descriptive method and data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used Creswell's qualitative analysis. In mosque management, which aims to increase religious activities in mosques, several things are found: a) There are values still held by the community from traditions and religious activities in the Baitul Muttaqin mosque. These values include religious values and tolerance values; b) The community views the imam of the mosque as waliyul ilmi forming a moderate and tolerant character in society, while the community views the imam of the mosque from the perspective of da'wah in the form of community empowerment as a form of economic development for the environment, c ) Enculturation carried out by the community around the Baitul Muttaqin mosque in various ways, including through the field of TPQ education, trading in the form of stalls around the mosque, as well as maintaining oral speech which until now has been used in behavior and attitudes determines the good or bad of an Reaction.oral speech which until now has been used in behavior and attitudes determines the good or bad of an action.(Berpijak dari strategi manajemen masjid yang bertujuan untuk meningkatkan kegiatan keagamaan, kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Islam tidak alergi terhadap budaya dan negara. Pembentukan pola pikir tersebut dapat dilakukan secara luas melalui pengelolaan masjid yang baik. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen yang baik dalam meningkatkan kegiatan keagamaan di masjid. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif Creswell. Pada manajemen masjid yang bertujuan untuk meningkatkan kegiatan keagamaan di masjid secara umum dalam pendidikan Islam ditemukan beberapa hal: a) Adanya nilai-nilai yang hingga kini masih dipegang oleh masyarakat dari tradisi dan kegiatan keagamaan di masjid Baitul Muttaqin. Nilai-nilai tersebut diantaranya nilai religi, serta nilai toleransi, b) Perspektif masyarakat terhadap imam masjid dari segi dakwah berupa pemberdayaan masyarakat sebagai wujud pengembangan ekonomi kepada lingkungan, sedangkan perspektif masyarakat terhadap imam masjid sebagai waliyul ilmi membentuk karakter moderat dan toleran di masyarakat, c) Enkulturasi yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar masjid Baitul Muttaqin  dengan melalui berbagai cara, di antaranya melalui bidang pendidikan TPQ, perdagangan berupa warung di sekitar masjid, serta menjaga ucapan lisan yang hingga kini dijadikan dalam berperilaku dan bersikap menentukan baik buruknya suatu tindakan.

    Analisis Hasil Uji Kompetensi pada Peserta Pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Kloter Embarkasi BTH di Bapelkes Batam

    Full text link
    Hajj Health Workers have a critical role in assisting pilgrims. To carry out their duties according to their roles and functions, they are trained through training. In 2023, Bapelkes Batam held preparation for Hajj Health Workers of Batam Embarkation. As an essential part of training, the evaluation of learning outcomes is an important instrument for measuring the effectiveness of training programs and achieving competence according to training objectives. The objectives of this study were to analyze and describe participants’ competence profile of a) Achievement of skills competence, b) Achievement of soft skill competence, and c)To test whether there is a difference in the competency of a group of participants with medical and nursing backgrounds. The study was designed with a quantitative descriptive approach to 20 participants using descriptive statistical analysis techniques. The findings showed: (1) participants have skill and soft skill competencies above the minimum score of 80, (2) there is a difference in competency achievement based on the participant’s profession as doctor and nurse on skill competencies, but no significant difference of soft skill competencies.(Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan pendampingan pada jemaah haji. Agar petugas TKH Kloter dapat menjalankan tugas sesai peran dan fungsinya, mereka dilatih melalui Pelatihan TKH Kloter. Pada tahun 2023, Bapelkes Batam melaksanakan Pelatihan TKH Kloter Embarkasi Batam (BTH). Sebagai bagian penting dari pelatihan, evaluasi hasil belajar merupakan instrumen penting untuk mengukur efektivitas program pelatihan dan pencapaian kompetensi sesuai tujuan pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hasil uji kompetensi dan mendeskripsikan profil kompetensi peserta Pelatihan TKH Kloter Embarkasi Batam tahun 2023 mencakup kompetensi keterampilan, kompetensi soft skill dan menguji apakah ada perbedaan kompetensi pada kelompok peserta dengan profesi dokter dan perawat. Metode penelitian dirancang dengan pendekatan deskriptif kuantitafif terhadap 20 orang peserta dengan teknik analisis statistic deskriptif dan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan: (1) peserta memiliki kompetensi keterampilan dan soft skill dengan kriteria baik dan di atas nilai minimal yang ditetapkan yaitu 80, (2) terdapat perbedaan pencapaian kompetensi berdasarkan kelompok peserta profesi dokter dan perawat pada kompetensi keterampilan, tetapi tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada kompetensi soft skill.

    Integrasi Karakter Moral dan Karakter Kinerja dalam Pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri Gorontalo

    Full text link
    This research aims to identify and examine the integration of moral and performance characters within the MAN Insan Cendikia Gorontalo (ICG) learning process. It focuses on intracurricular, co-curricular, extracurricular, and hidden curriculum methodologies. Data was collected through observations, interviews, and documentation studies using a descriptive-analytical approach. It was complemented by referencing secondary resources like articles and expert publications. The findings indicate that MAN ICG adopted the "immerse" model, blending moral and performance characters throughout the educational spectrum. The institution's commitment to fusing character education is transparently evident in its vision, mission, goals, and programs. Their curriculum, rooted in the national framework, emphasizes the school's distinctive values.(Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji integrasi karakter moral dan kinerja dalam proses pembelajaran MAN Insan Cendikia Gorontalo (ICG). Ini berfokus pada metodologi kurikulum intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan tersembunyi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Laporan ini dilengkapi dengan referensi sumber sekunder seperti artikel dan publikasi pakar. Temuan menunjukkan bahwa MAN ICG mengadopsi model “immerse”, memadukan karakter moral dan kinerja di seluruh spektrum pendidikan. Komitmen lembaga dalam memadukan pendidikan karakter terlihat jelas dalam visi, misi, tujuan, dan programnya. Kurikulum mereka, yang berakar pada kerangka nasional, menekankan nilai-nilai khas sekolah.

    134

    full texts

    148

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Andragogi (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇