Multi hosted jurnal Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Not a member yet
    5314 research outputs found

    PENGUATAN INTERNALISASI BAHASA INDONESIA MELALUI PENGABDIAN PEMBELAJARAN BIPA BERBASIS BUDAYA LOKAL JAWA TIMURAN

    Full text link
    Bahasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan, karena hubungan bahasa dan budaya bersifat subordinatif, yaitu bahasa berada di bawah lingkup kebudayaan. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya yang melingkupinya, khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Pengabdian kepada masyarakat melalui pembelajaran BIPA ini bertujuan untuk memperkenalkan integrasi budaya lokal Jawa Timuran dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai strategi dalam mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia. Kegiatan pengabdian pembelajaran ini diberikan kepada 4 (empat)  pemelajar BIPA dari Maejo University, Thailand dan UiTM Kedah, Malaysia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara semi struktur dan kemudian di analisa secara bertema menggunakan teknik analisa tema. Dari analisa data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pemelajar BIPA memberikan tanggapan positif terhadap pengenalan budaya Jawa Timuran yaitu mampu meningkatkan motivasi belajar bahasa Indonesia, pemahaman kontekstual bahasa Indonesia, serta meningkatkan apresiasi terhadap keberagaman Indonesia. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pemelajar BIPA bahwa Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran BIPA tidak hanya memberikan memperkaya kompetensi bahasa, namun juga bisa memperkaya pemahaman tentang budaya khususnya budaya Jawa Timur sehingga bisa lebih dikenal di kancah internasional

    STRATEGI PENGUATAN DAYA DUKUNG SANITASI BERKELANJUTAN DI KAWASAN PESISIR SUKOLILO BARU SURABAYA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting dan arahan penguatan daya dukung sanitasi berkelanjutan di wilayah pesisir Sukolilo Baru Surabaya. Metode analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan skala likert. Pengumpulan data dilakukan dengan sebar kuisioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi saluran drainase meliputi tiga aspek yakni perkerasan, keberadaan endapan serta luas saluran drainase. Seluruh saluran drainase yang tersedia memiliki perkerasan beton. Terdapat endapan pada seluruh saluran drainase yang meliputi endapan lumpur, pasir dan sampah. Luas drainase secara keseluruhan sebesar 2,45 m2 yang terdiri dari saluran primer seluas 0,39 m2 saluran sekunder seluas 0,25 m2 dan saluran tersier seluas 1,80 m2. Prasarana air limbah di wilayah pesisir Sukolilo Baru secara umum masih terbatas dan belum memiliki TPST. Pewadahan persampahan sudah dilakukan dari rumah tangga dan pewadahan komunal. Arahan penguatan daya dukung sanitasi berkelanjutan yang dapat dilakukan adalah normalisasi saluran drainase, sistem drainase tertutup, perawatan dan pembersihan drainase secara rutin, partisipasi pemerintah untuk normalisasi drainase, pengolahan air limbah yang efektif, ritasi pengangkutan sampah secara konsisten, edukasi tentang pengelolaan air limbah rumah tangga, bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah untuk sanitasi, dan memperketat pengawasan pemerintah terhadap praktik                                                               pengelolaan sanitasi lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting dan arahan penguatan daya dukung sanitasi berkelanjutan di wilayah pesisir Sukolilo Baru Surabaya. Metode analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan skala likert. Pengumpulan data dilakukan dengan sebar kuisioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi saluran drainase meliputi tiga aspek yakni perkerasan, keberadaan endapan serta luas saluran drainase. Seluruh saluran drainase yang tersedia memiliki perkerasan beton. Terdapat endapan pada seluruh saluran drainase yang meliputi endapan lumpur, pasir dan sampah. Luas drainase secara keseluruhan sebesar 2,45 m2 yang terdiri dari saluran primer seluas 0,39 m2 saluran sekunder seluas 0,25 m2 dan saluran tersier seluas 1,80 m2. Prasarana air limbah di wilayah pesisir Sukolilo Baru secara umum masih terbatas dan belum memiliki TPST. Pewadahan persampahan sudah dilakukan dari rumah tangga dan pewadahan komunal. Arahan penguatan daya dukung sanitasi berkelanjutan yang dapat dilakukan adalah normalisasi saluran drainase, sistem drainase tertutup, perawatan dan pembersihan drainase secara rutin, partisipasi pemerintah untuk normalisasi drainase, pengolahan air limbah yang efektif, ritasi pengangkutan sampah secara konsisten, edukasi tentang pengelolaan air limbah rumah tangga, bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah untuk sanitasi, dan memperketat pengawasan pemerintah terhadap praktik                                                               pengelolaan sanitasi lingkungan

    Pengaruh Abu Pembakaran Sampah Dengan Penambahan Kotoran Kijang Untuk Pupuk Tanaman Hias

    Full text link
    The increasing volume of waste in Indonesia poses environmental challenges, especially incinerator ash residues that contain heavy metals and have the potential to contaminate soil. This study aimed to evaluate the utilization of incinerator ash combined with deer dung as an alternative growing medium for ornamental betel nut (Epipremnum aureum). Four treatments of growing media composition were tested: pure soil, ash and dung mixture in different ratios, and observed for eight weeks on the parameters of plant length, leaf area, and plant weight. Results showed that the treatment without ash mixture produced the best growth, while increasing the proportion of ash decreased plant growth performance. This is thought to be due to the heavy metal content in the ash which inhibits plant metabolism and nutrient uptake. Although the plants survived in all treatments, the effectiveness of the ash and deer manure mixture as a growing medium proved to be limited, so its use should be limited and not recommended for consumption crops. The potential utilization of ash is more appropriately directed towards non-agricultural sectors that do not come into direct contact with living things.Peningkatan volume sampah di Indonesia memunculkan tantangan lingkungan, khususnya residu abu insinerator yang mengandung logam berat dan berpotensi mencemari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan abu insinerator yang dikombinasikan dengan kotoran kijang sebagai media tanam alternatif bagi tanaman hias sirih belanda (Epipremnum aureum). Empat perlakuan komposisi media tanam diuji: tanah murni, campuran abu dan kotoran dalam rasio berbeda, dan diamati selama delapan minggu terhadap parameter panjang tanaman, luas daun, dan berat tanaman. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tanpa campuran abu menghasilkan pertumbuhan terbaik, sementara peningkatan proporsi abu justru menurunkan performa pertumbuhan tanaman. Hal ini diduga disebabkan oleh kandungan logam berat dalam abu yang menghambat metabolisme dan serapan nutrisi tanaman. Meskipun tanaman tetap hidup di semua perlakuan, efektivitas campuran abu dan kotoran kijang sebagai media tanam terbukti terbatas, sehingga penggunaannya perlu dibatasi dan tidak disarankan untuk tanaman konsumsi. Potensi pemanfaatan abu lebih tepat diarahkan pada sektor non-pertanian yang tidak bersentuhan langsung dengan makhluk hidup

    Pemanfaatan Limbah Kulit Kelapa Sebagai Media Tanam Dalam Budidaya Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreotus) dan Jamur Tiram Cokelat (Pleurotus pulmonarius)

    Full text link
    One of the important biological resources in the Indonesian plantation sector is coconut. Coconut trees grow widely in several regencies in Indonesia, including Situbondo Regency. Based on data from the Situbondo Regency Statistics Agency (BPS), coconut plantation production in Situbondo Regency in 2023 reached 4.9 thousand tons. Coconut husks in Situbondo have been considered waste that is sold cheaply to prevent accumulation. Therefore, further processing or utilization is needed to provide greater productive value for coconut husks. Rarely used coconut husk waste can be an alternative to the hard-to-find sawdust media, thereby increasing productivity in mushroom cultivation, especially in the Situbondo region. This study used two types of oyster mushrooms: white oyster mushrooms and brown oyster mushrooms. Each received five treatments with three replications, resulting in a total of 15 white oyster mushroom bags and 15 brown oyster mushroom bags used. The treatment carried out was the addition of coconut fiber with different concentrations to the planting media. The planting medium that has the best influence on mycelium growth, fruit body growth time, fruit body wet weight is P1 (100% wood powder without the addition of coconut shells), while the best fruit cap diameter is obtained from the P4 treatment (75% wood powder + 25% coconut shell powder).   Keywords: Cultivation; Oyster Mushrom; Planting Media; Coconut shellOne of the important biological resources in the Indonesian plantation sector is coconut. Coconut trees grow widely in several regencies in Indonesia, including Situbondo Regency. Based on data from the Situbondo Regency Statistics Agency (BPS), coconut plantation production in Situbondo Regency in 2023 reached 4.9 thousand tons. Coconut husks in Situbondo have been considered waste that is sold cheaply to prevent accumulation. Therefore, further processing or utilization is needed to provide greater productive value for coconut husks. Rarely used coconut husk waste can be an alternative to the hard-to-find sawdust media, thereby increasing productivity in mushroom cultivation, especially in the Situbondo region. This study used two types of oyster mushrooms: white oyster mushrooms and brown oyster mushrooms. Each received five treatments with three replications, resulting in a total of 15 white oyster mushroom bags and 15 brown oyster mushroom bags used. The treatment carried out was the addition of coconut fiber with different concentrations to the planting media. The planting medium that has the best influence on mycelium growth, fruit body growth time, fruit body wet weight is P1 (100% wood powder without the addition of coconut shells), while the best fruit cap diameter is obtained from the P4 treatment (75% wood powder + 25% coconut shell powder)

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI PRODUK MIE DAUN KELOR SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BERGIZI TINGGI

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK Desa Janti, Kabupaten Sidoarjo dalam mengolah daun kelor menjadi produk pangan sehat berupa mie daun kelor. Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman lokal yang kaya zat gizi dan berpotensi sebagai bahan pangan fungsional. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Agustus–September 2025 dan diikuti oleh 20 peserta. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 56,4 pada pre-test menjadi 87,2 pada post-test, atau terjadi peningkatan sebesar 54,6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek keterampilan pembuatan mie daun kelor. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi, keterampilan pengolahan pangan, serta kesadaran akan peluang usaha berbasis bahan lokal, sehingga pelatihan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan ekonomi rumah tangga

    DIGITALISASI BANK SAMPAH MEDOKAN AYU UTARA SISTEM INFORMASI E-GREEN BERBASIS AI DAN GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENGELOLAAN SAMPAH

    Full text link
    Permasalahan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga masih menjadi tantangan serius di wilayah perkotaan, termasuk di Kelurahan Medokan Ayu, Surabaya. Bank Sampah Cinta Medokan Utara (BSCMU) menghadapi kendala dalam sistem pencatatan manual yang kurang efisien serta rendahnya partisipasi warga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan sampah melalui penerapan sistem informasi e-Green berbasis kecerdasan buatan (AI) dan gamifikasi. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, sosialisasi, pelatihan pencatatan digital, implementasi sistem, dan pendampingan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi digital peserta sebesar lebih dari 80% setelah pelatihan, serta meningkatnya akurasi data dan transparansi keuangan bank sampah. Penerapan fitur leaderboard dan poin reward pada sistem gamifikasi terbukti mampu meningkatkan motivasi warga dalam menabung sampah. Kegiatan ini berhasil mendorong kemandirian pengurus dan memperkuat kelembagaan bank sampah, sekaligus mendukung terwujudnya pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis masyarakat

    Implementasi Buana Opmold sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Produktivitas UMKM Opak Jepit

    Full text link
    Pembangunan ekonomi lokal menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, terutama melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pangan lokal berbasis padi, khususnya Opak Jepit. Namun, proses produksi yang masih manual, keterbatasan manajemen usaha, serta akses pasar yang sempit menjadi hambatan utama dalam pengembangan UMKM ini. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan berbasis teknologi tepat guna, pelatihan manajemen usaha, dan optimalisasi pemasaran digital. Inovasi utama berupa penerapan mesin Buana Opmold mampu meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi kualitas, serta mengurangi beban kerja manual. Selain itu, pendampingan dalam literasi keuangan sederhana dan strategi digital marketing membantu memperkuat daya saing produk di pasar lokal maupun online. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi, efisiensi waktu, serta perluasan jangkauan pemasaran. Lebih jauh, program ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam menciptakan model pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan adanya dukungan teknologi dan pendampingan yang terstruktur, UMKM Opak Jepit di Desa Belik berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus pelestari identitas kuliner lokal. Kata Kunci: UMKM, Opak Jepit, teknologi tepat guna, Buana Opmol

    Identifikasi Serangga Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Jagung Pulut (Zea mays ceratina) Di Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura Sidoarjo

    Full text link
    Waxy corn (Zea mays ceratina) is one of the corn varieties with high potential to be developed as an alternative food source due to its high amylopectin content, which gives it a soft and sweet texture. However, the productivity of waxy corn in Indonesia remains low due to various cultivation constraints, particularly pest and disease attacks that can cause significant yield losses. Identification of pest and disease species is essential as an initial step in developing effective and sustainable control strategies. This study aimed to identify the types of insect pests and diseases attacking waxy corn plants at the Technical Implementation Unit for the Development of Food Crop and Horticulture Agribusiness (PATPH) in Sidoarjo, East Java. The research was conducted from February to March 2024 using a simple random sampling method on four plots ranging from 15 × 20 m² to 20 × 20 m². Observations were made on symptoms of pest and disease attacks, which were then identified based on morphological characteristics and symptom similarities with reference literature. The results showed three types of pests attacking waxy corn, namely armyworms (Spodoptera litura), hairy caterpillars, and grasshoppers, with a total of 14 individuals recorded. Meanwhile, five major diseases were found—leaf blight (Helminthosporium turcicum), leaf rust (Puccinia polysora), leaf spot (Bipolaris maydis), downy mildew (Peronosclerospora maydis), and corn smut (Ustilago maydis)—infecting a total of 158 plants. The intensity of pest attacks tended to decrease during the generative phase, while leaf diseases increased with plant age due to microclimatic changes and higher humidity under the canopy. Based on these findings, leaf diseases, particularly rust and leaf spot, were identified as the main limiting factors of waxy corn productivity. Therefore, the implementation of Integrated Pest Management (IPM) and the use of disease-resistant varieties are necessary to improve yield and ensure sustainable cultivation.   Keywords: waxy corn; pests; diseases; UPT PATPHWaxy corn (Zea mays ceratina) is one of the corn varieties with high potential to be developed as an alternative food source due to its high amylopectin content, which gives it a soft and sweet texture. However, the productivity of waxy corn in Indonesia remains low due to various cultivation constraints, particularly pest and disease attacks that can cause significant yield losses. Identification of pest and disease species is essential as an initial step in developing effective and sustainable control strategies. This study aimed to identify the types of insect pests and diseases attacking waxy corn plants at the Technical Implementation Unit for the Development of Food Crop and Horticulture Agribusiness (PATPH) in Sidoarjo, East Java. The research was conducted from February to March 2024 using a simple random sampling method on four plots ranging from 15 × 20 m² to 20 × 20 m². Observations were made on symptoms of pest and disease attacks, which were then identified based on morphological characteristics and symptom similarities with reference literature. The results showed three types of pests attacking waxy corn, namely armyworms (Spodoptera litura), hairy caterpillars, and grasshoppers, with a total of 14 individuals recorded. Meanwhile, five major diseases were found—leaf blight (Helminthosporium turcicum), leaf rust (Puccinia polysora), leaf spot (Bipolaris maydis), downy mildew (Peronosclerospora maydis), and corn smut (Ustilago maydis)—infecting a total of 158 plants. The intensity of pest attacks tended to decrease during the generative phase, while leaf diseases increased with plant age due to microclimatic changes and higher humidity under the canopy. Based on these findings, leaf diseases, particularly rust and leaf spot, were identified as the main limiting factors of waxy corn productivity. Therefore, the implementation of Integrated Pest Management (IPM) and the use of disease-resistant varieties are necessary to improve yield and ensure sustainable cultivation.   Keyworda: waxy corn; pests; diseases; UPT PATP

    INOVASI PENCEGAHAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL DENGAN ROSEAN DAN TEKNIK RELAKSASI RINGAN

    Full text link
    Nyeri punggung pada ibu hamil merupakan keluhan umum yang dapat mengganggu kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Mengingat tingginya prevalensi kondisi ini, penting untuk memberikan solusi yang efektif dan aman melalui teknik relaksasi ringan dan pemberian minyak rosean, yang dapat mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan kenyamanan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pencegahan nyeri punggung dengan metode yang mudah diterapkan di rumah, sehingga dapat mendukung kehamilan yang lebih sehat dan nyaman. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini dengan cara memberikan Edukasi Kesehatan melalui penyuluhan dan mengajarkan tehnik relaksasi ringan (pernapasan dalam, stretching ringan, dan posisi duduk ergonomis) serta pemberian minyak rosean. Tahapan-tahapan kegiatan PkM ini yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap tindak lanjut. Hasil kegiatan PkM ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dari 50% menjadi 90% dan ibu hamil dapat mempraktekkan tehnik relaksasi dengan baik di rumah. Kesimpulannya adalah penerapan teknik relaksasi ringan dan rosean efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam mencegah nyeri punggung, dan disarankan untuk memperluas jangkauan program ini serta melibatkan tenaga kesehatan lokal guna memastikan keberlanjutan manfaatny

    Strategi Mengatasi Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Aritmatika Sosial Melalui Penerapan Metode Polya Pada Siswa Kelas 7 MTsN Kota Batu

    Full text link
    Kemampuan pemecahan masalah matematika khususnya pada materi aritmatika sosial masih menjadi tantangan bagi siswa, dengan mayoritas mengalami kesulitan dalam memahami soal cerita, mengidentifikasi informasi relevan, dan menerapkan konsep matematis yang tepat, namun penelitian spesifik mengenai efektivitas metode Polya dalam mengatasi kesulitan siswa pada materi aritmatika sosial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan siswa kelas 7 MTsN Kota Batu dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial, mengimplementasikan strategi pembelajaran berbasis metode Polya, dan menganalisis efektivitasnya. Penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan McTaggart dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 32 siswa kelas 7C MTsN Kota Batu, menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, tes pemecahan masalah, analisis dokumen, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial dari siklus I ke siklus II, dengan kemajuan paling nyata pada tahap memahami masalah dan memeriksa kembali. Implementasi metode Polya yang diintegrasikan dengan konteks lokal menjadikan pembelajaran lebih relevan dan bermakna, siswa mampu mengembangkan kerangka berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah matematika, dan terjadi peningkatan interaksi dan diskusi produktif antar siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran aritmatika sosial berbasis metode Polya yang disesuaikan dengan karakteristik kesulitan siswa

    4,661

    full texts

    5,314

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Multi hosted jurnal Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇