Rumah Jurnal FAI Universitat Islam Makassar
Not a member yet
216 research outputs found
Sort by
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMINIMALISASI PELANGGARAN PESERTA DIDIK DI UPT SMKN 4 KABUPATEN PANGKEP
Tesis ini membahas tentang Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meminimalisasi Pelanggaran Peserta Didik Di Upt Smkn 4 Kabupaten Pangkep Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Menggambarkan realitas Pelanggaran peserta didik di SMKN 4 Pangkep, 2) Mendeskripsikan Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meminimalisasi pelanggaran peserta didik, dan 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat serta solusi guru Pendidikan Agama Islam dalam meminimalisasi pelanggaran peserta didik di SMKN 4 Pangkep. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di UPT SMKN 4 Kabupaten Pangkep, dengan pendekatan teologis, pedagogis, dan psikologis. Data bersumber dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, Guru PKN dan peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran realitas pelanggaran peserta didik SMKN 4 Pangkep adalah kategori ringan; kelengkapan seragam tidak sesuai aturan disiplin sekolah, berambut panjang bagi Laki-Laki, berhias berlebihan bagi Perempuan, terlambat masuk sekolah, membolos (pulang lebih awal), dan berada di kantin pada waktu jam pelajaran. Kategori sedang; merokok di lingkungan Sekolah, tutur bahasa yang kurang sopan dan membawa HP serta aksesoris. Kategori berat yaitu; berkelahi, memalak, dan berjudi. Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi Pelanggarang adalah: Pertama, dengan tindakan preventif (pencegahan), dengan cara mewajibkan peserta didik melaksanakan salat duhur dan tadarrus, melaksanakan zikir dan kultum, pengajian rutin, mengadakan peringatan hari-hari besar Islam, melakukan pendekatan untuk mengatasi masalah yang dihadapi peserta didik, dan menjalin kerjasama dengan orang tua peserta didik. Kedua, tindakan represif, dengan cara, bimbingan dan nasehat, menegakkan disiplin sekolah, penerapan sanksi dan pemanggilan orang tua. Ketiga, tindakan kuratif, dengan cara, skorsing dan pengembalian peserta didik kepada orang tua. Adapun faktor pendukung dan penghambat serta solusi, yang pertama, faktor pendukung yaitu adanya dukungan dari kepala sekolah, kualifikasi akademik guru Pendidikan Agama Islam, kerjasama guru Pendidikan Agama Islam dengan para guru bidang studi umum, dan adanya fasilitas sarana prasarana di sekolah. Kedua, faktor penghambat yaitu kurangnya pembinaan orang tua dan pengaruh perkembangan IPTEK serta yang ketiga adalah solusi faktor penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi Pelanggaran yaitu kerjasama orang tua peserta didik dengan guru di sekolah dan pembinaan peserta didik terhadap penggunaan sarana informasi.
Kata kunci: starategi, meminimalisasi, peserta didik, gur
Peran Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Al-Istiqamah dalam Pengembangan Usaha Mikro di Kabupaten Enrekang: The Role of Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Al-Istiqamah in the Development of Micro Enterprises in Enrekang Regency
This study examines the strategic role of Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Al-Istiqamah in efforts to improve the micro-economy in Enrekang Regency and the supporting and inhibiting factors encountered in this effort. This type of research is qualitative, with managerial and Islamic economic approaches. Primary data sources are informants consisting of founders, administrators, members, and customers of BMT Al-Istiqamah, as well as the government of Enrekang Regency. Documents related to research as secondary data. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that BMT Al-Istiqamah contributed to improving microeconomics in Enrekang. The roles played by BMT Al-Istiqamah are the empowerment of human resources and entrepreneurial spirit; improving microeconomic welfare; and preventing the public from practicing usury. Various factors supporting the success of BMT Al-Istiqamah are: strategic locations; the commitment of the founders, administrators, and members; high member savings participation; the high demand for microbusiness actors for BMT Al-Istiqamah; ease of obtaining capital assistance; and government support. The obstacles are the lack of human resources at BMT Al-Istiqamah, the lack of financial capital, the lack of technology utilization, and the number of customers who neglect to make deposit payments
Metode Dakwah Jamaah Tabligh Pada Masjid Jami’ Kerung-Kerung Kota MakassarDi Masa Pandemi Covid-19
Abstract: Jama’ah Tabligh (deliverer group), in Arab: ةةيلبتلا ةةعامج, also called Tabligh. It is the Islamic da'wah movementasking Muslims to return in kaffah Islamic guidance. Da’wah is one of the Muslim needs. Da'wah activityneeds strategy especially in a pandemic situation. In this situation, da'wah activity should not be stopped. Thisactivity did not stop the cause of the Covid-19 pandemic. This study aimed to know the way of da’wah and theobstacle of da'i of Jama'ah Tabligh in Jami' Mosque in Kerung-Kerung Makassar City during the COVID-19pandemic. This research was qualitative data. The data source was an informant from mosque management,Jjamaah Tabligh, and the society around Jami’ mosque of Kerung-Kerung Makassar City. The data interviewshowed that Jamaah Tabligh did the khuruj before and after covid-19 pandemic. Jamaah Tabligh follows thehealth protocol covid-19 pandemic as the government's role and focus on green zones. Jami' Mosque ofKerung-Kerung Makassar City did not khuruj when PSBB and khuruj did after the government gave access.While da’wah was still the same, health protocol was still obeyed. Keywords: Jama'ah Tabligh, Da’wah, Covid-19 PandemicAbstrak Jama’ah Tabligh.("Kelompok Penyampai") (Bahasa Arab: ةةيلبتلا ةةعامج , juga disebut Tabligh) adalahgerakan dakwah Islam dengan tujuan kembali ke ajaran Islam yang kaffah. Dakwah pada dasarnya adalah suatukebutuhan bagi umat Islam. Sejak pandemi ini, kegiatan dakwah membutuhkan strategi. Gerakan dakwah tidakseharusnya terhalang oleh pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara dakwahdan hambatan da'i Jama'ah Tabligh di Masjid Jami' Kerung-kerung Kota Makassar selama pandemi Covid-19.Penelitian ini menggunakan data kualitatif. Jenis penelitian ini merupakan data yang bersifat kualitatif. Dalampenelitian ini, yang menjadi sumber data sebagai informan adalah para pengurus masjid, jamaah tabligh, danmasyakarat sekitar pada Masjid Jami’ Kerung-kerung Kota Makassar. Hasil wawancara menunjukkan bahwakegiatan jamaah tabligh sebelum dan selama pandemi Covid-19 tetap sama melakukan khuruj. Namun, selamapandemi, dakwah tabligh mengikuti protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah dan hanya berfokus padazona hijau. Kesimpulan : Masjid Jami' Kerung-kerung Kota Makassar tidak melakukan khuruj pada saat PSBB.Khuruj dimulai setelah adanya pelonggaran pemerintah, dan metode dakwah tetap sama, tetapi protokolkesehatan harus tetap dipatuhi.Kata kunci : Jama'ah Tabligh, Dakwah, Covid-19
Penerapan Metode Bercerita Pada Mata Pelajaran PendidikanAgama Islam Dalam Pembentukan Akhlak Peserta Didik Kelas V Upt Spf Sdn Patompo II Kota Makassar
Abstact: This research aims to analyze: (1) Application of the Storytelling Method in Islamic ReligiousEducation Subjects at UPT SPF SD Negeri Patompo II Makassar City; (2) Formation of Morals in Class V UPTSPF Students at Patompo II State Elementary School, Makassar City; (3) Supporting factors and inhibitingfactors for implementing the Storytelling Method in Islamic Religious Education Subjects in the MoralFormation of Class V Students at UPT SPF at Patompo II State Elementary School, Makassar City.This research uses qualitative methods with a pedagogical approach. Primary data sources consist of informantsfrom school principals, Islamic religious education teachers, class teachers and students. Secondary data sourcesare taken from various books, journals and other scientific works as a theoretical basis. Data was collected usingobservation techniques, interviews and drawing conclusions. Test the validity of the data using triangulationtechniques.The results of research on the application of the storytelling method in Islamic religious education subjects in theformation of morals of students in Class V UPT SPF SD Negeri Patompo II, Makassar City, show that theapplication of the storytelling method can improve the morals of students as evidenced by the behavior ofstudents who can adopt noble morals and imitate the content of the story being studied. For example, theexemplary stories of Prophet Daud a.s., Prophet Sulaiman a.s., Prophet Ilyas a.s., Prophet Ilyasa a.s. and theProphet Muhammad saw... As for applying the storytelling method, educators must first choose a story that isappropriate to the material being taught so that the story attracts students and also motivates them in the learningprocess. The supporting factor in implementing the storytelling method is the availability of learning facilities inschools in the form of textbooks that tell the stories of the prophets and apostles, apart from that there is a libraryin the school that students can use, so they are expected to read the stories of the prophets and apostles. andschools also prepare LCD/LED TVs that can be used during learning.The implications of the research are that schools provide adequate classrooms, teachers are skilled in usingmethods during learning and teachers often take part in training, especially training for Islamic religiouseducation teachers.Keywords: Application of the Storytelling Method, Formation of Morals.
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Penerapan Metode Bercerita pada mata PelajaranPendidikan Agama Islam UPT SPF SD Negeri Patompo II Kota Makassar; (2) Pembentukan Akhlak PesertaDidik kelas V UPT SPF SD Negeri Patompo II Kota Makassar; (3) Faktor pendukung dan faktor penghambatPenerapan Metode Bercerita pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Akhlak PesertaDidik Kelas V UPT SPF SD Negeri Patompo II Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan pedagogi. Sumber data primer terdiri atas informan dari kepala sekolah, guru pendidikanagama islam, guru kelas dan peserta didik. Sumber data sekunder diambil dari berbagai buku, jurnal dan karyailmiah lainnya sebagai landasan teori. Data dikumpul menggunakan teknik observasi, wawancara dan penarikankesimpulan. Uji keabsahan data menggunkan teknik triangulasi.Hasil penelitian Penerapan Metode Bercerita Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam DalamPembentukan Akhlak Peserta Didik Kelas V UPT SPF SD Negeri Patompo II Kota Makassar, menunjukkanbahwa dari penerapan metode bercerita dapat meningkatkan akhlak peserta didik yang dibuktikan denganperilaku peserta didik yang dapat mengambil akhlak mulia dan meneladani isi dari kisah yang dipelajari.Contohnya kisah teladan Nabi Daud a.s., Nabi Sulaiman a.s., Nabi Ilyas a.s., Nabi Ilyasa a.s. dan NabiMuhammad saw.. Adapun dalam penerapan metode bercerita pendidik harus terlebih dahulu memilih kisah yangsesuai dengan materi yang diajarkan sehingga cerita itu menarik peserta didik, juga termotivasi dalam prosespembelajaran. Adapun yang menjadi faktor pendukung dalam penerapan metode bercerita yaitu tersedianyafasilitas pembelajaran di sekolah dalam bentuk buku teks yang bercerita tentang kisah para nabi dan rasul, selainitu tersedianya perpustakaan di sekolah yang bisa dipergunakan peserta didik, untuk itu diharapkan membacakisah-kisah nabi dan rasul dan di sekolah juga menyiapkan LCD/TV LED yang dapat digunakan pada saatpembelajaran. Implikasi penelitian yaitu sekolah menyediakan ruangan kelas yang memadai, guru terampil dalammenggunakan metode pada saat pembelajaran dan guru sering mengikuti pelatihan-pelatihan khususnyapelatihan guru pendidikan agama islam.Kata Kunci : Penerapan Metode Bercerita, Pembentukan Akhlak.
 
Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling Di Sekolah Dasar Islam Nurul Islam
Abstract: Research conducted at SDI Nurul Islam focused on the implementation of counseling guidance services at nurul islam Islamic elementary school. This research aims to objectively understandthe situation of guidance and counseling in the school. The results of the interview with the Principal, revealedthat guidance and counseling services involve various types, such as orientation, information, individualcounseling, groups, and mediation. Class teachers also have a significant role in providing guidance andcounseling. This research is a qualitative study that uses observation,interview, and documentation methods.Overall, this study provides an overview of the implementation of guidance and counseling services at SDINurul Islam. It was found that the role of teachers, especially class teachers, is very influential in helpingstudents overcome problems. However, the study also highlighted the need for improvement in thethoroughness of guidance and counseling services, with a plan to develop specialized teachers to supportstudents more optimally.Keywords: Guidance, Counseling, and Elementary School Abstrak Penelitian yang dilakukan di SDI Nurul Islam fokus pelaksanaan layanan bimbingan konseling di sekolah dasar islam nurul islam. Penelitian ini bertujuan memahami secara objektif situasi bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, mengungkapkan bahwalayanan bimbingan dan konseling melibatkan berbagai jenis, seperti orientasi, informasi, konselingperorangan, kelompok, dan mediasi. Guru kelas juga memiliki peran signifikan dalam memberikanbimbingan konseling.Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan metode observasi,wawancara, dan dokumentasi. Dalam keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran tentangimplementasi layanan bimbingan dan konseling di SDI Nurul Islam. Ditemukan bahwa peran guru, khususnyaguru kelas, sangat berpengaruh dalam membantu siswa mengatasi masalah. Namun, penelitian jugamenyoroti perlunya peningkatan dalam menyeluruhnya layanan bimbingan dan konseling, dengan rencanapengembangan guru khusus untuk mendukung siswa secara lebih optimal.Kata Kunci:Bimbingan, Konseling danSekolah Dasar
Manajemen Pengelolaan Teknologi Dalam Konteks Media Pembelajaran Pai
Abstract: his research aims to analyze the use of learning media technology in Islamic Religious Education learning. This research method is a type of qualitative research using library research and field studies. The method used in this research is qualitative through observation, interviews and documentation. The results of this research show that Islamic Religious Education Teachers in Elementary Schools in learning planning have created a syllabus and prepared lesson plans before carrying outteaching and learning activities to serve as a guide in the learning process. In the core of the lesson, technology lesson media is used through PPT and learning videos. Learning management has a crucial role in learning activities. Effective learning media management will achieve Islamic Religious Education learning objectives efficiently and effectively.Keywords: learning media, management, technology. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan teknologimedia pembelajarandalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatifdengan menggunakan kajian pustaka (library research) dan studi lapangan (field study). Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah dasar dalam perencanaan pembelajaran sudah membuat silabus dan menyiapkan RPP sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar guna sebagai panduan dalam proses pembelajaran. dalam inti Pelajaran digunakan media Pelajaran teknologi melalui PPT dan video pembelajaran. Manajemen pembelajaran memiliki perankrusial dalam kegiatan pembelajaran. manajemen media pembelajaran yang efektif akan mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efisien dan efektif.Kata Kunci: media pembelajaran,manajemen, teknologi
Strategi Program Metode Wafa Dalam Meningkatkan Kemampuan BTQ Santri Di TPA Rumah Qur’an An-Nur Sudiang Kota Makassar
Abstract: Abstract: This study discusses the strategy of the Wafa method program in improving students' BTQ abilities at TPA Rumah Qur;an An-nur Sudiang City Makassar. Makassar 2) describes the strategy or method of applying the Wafa method to students at TPA Rumah Qur;an Nur Sudiang, Makassar City. This type of research is a qualitative descriptive conducted at TPA Rumah Qur;an An-Nur Sudiang, Makassar City with a theological, pedagogical and psychological approach to data sourced from the leadership of the Qur'an An-nur house TPA foundation and the supervisor. The data collection method used was interview observation and documentation of the results of the research showing that the picture of the reality of the use of the Wafa method in TPA Rumah An-Nur Qur;an Sudiang, Makassar City.
Abstrak: kajian ini membahas tentang strategi program metode Wafa dalam meningkatkan kemampuan BTQ santri di TPA rumah Qur;an An-nur sudiang kota Makassar tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menggambarkan realitas penggunaan metode Wafa dalam meningkatkan kemampuan betequie santri di TPA rumah Annur sudiang kota Makassar 2) mendeskripsikan strategi atau cara penerapan metode Wafa kepada santri di TPA rumah Qur;an an nur sudiang kota Makassar jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di TPA rumah Qur;an an-nur sudiang kota Makassar dengan pendekatan teologis pedagogis dan psikologis data bersumber dari pimpinan yayasan TPA rumah Qur;an An-nur dan pembina. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran realitas penggunaan metode Wafa di TPA rumah an-nur Qur;an sudiang kota Makassa
METODE PENDIDIKAN MORAL BERKEARIFAN LOKAL SUKU BUGIS
Abstract: Moral is very important for a person, so it is appropriate for moral education to be given to children, so that moral activity becomes a habit that is inherent in a child. The results of observations in the field found that there were many actions that violated morals and decency, both committed by children, adolescents and adults. This study aims to describe the moral education method of the local wisdom of the Bugis tribe. In this study, the Bugis community and Bugis community leaders served as data sources. The method used in this research is a qualitative method and a descriptive approach and a cultural approach. Data collection through interviews and observation. The results showed that the moral education method for the Bugis tribe was carried out through habituation since they were young. The novelty in this research is that the parents of the Bugis ethnic group carried out the local wisdom moral education method in accordance with the guidance of the Islamic religion.
Keywords: lokal wisdom, moral education, the bugis tribe.
Abstrak: Moral sangat penting bagi seseorang, maka sudah selayaknya pendidikan moral diberikan kepada anak, sehingga aktivitas moral tersebut menjadi suatu kebiasaan yang melekat pada diri seorang anak. Hasil pengamatan di lapangan ditemukan banyak tindakan-tindakan yang melanggar moral dan keasusilaan, baik yang dilakukan oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motedo pendidikan moral berkearifan lokal suku Bugis. Dalam penelitian ini, masyarakat bugis dan tokoh masyarakat bugis sebagai sumber data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan pendekatan deskriptif serta pendekatan kultural. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pendidikan moral pada suku Bugis dilakukan melalui metode pembiasaan sejak masih kecil. Kebaharuan dalam penelitian ini adalah bahwa orang tua suku bugis melakukan motode pendidikan moral berkearifan lokal ternyata sesuai dengan tuntunan agama Islam.
Kata Kunci : Kearifan lokal, pendidikan moral, suku bugis
Kemuliaan Mengikuti Pembelajaran: Kajian Hadis Maudui
The main problem discussed in this study is the quality and understanding of the hadith about the primacy of the majlis al-‘ilm (learning). From the main problem, the next step is to analyze the development associated with education in the modern era. This research is a thematic hadith study, systematically starting with takhrij hadith, i'tibar sanad, hadith criticism, hadith understanding, and analysis of the development of its relation to Islamic education. The results of the study show that the quality of the hadith regarding the primacy of the majlis al-‘ilm (learning), both the sanad and the matan is sahih. The hadith means motivating all components of society to be involved in helping to improve the quality of education. These results have implications for 1) education is the key to opening the road to happiness of the world and hereafter, so that every Muslim is required to develop himself through education; 2) as well as in relation to professionalism, an educator is required to develop his/her expertise in order to achieve the expected quality of education
Penerapan Pengajian Kitab Kuning Dalam Pendidikan Akhlak Di Pondok Pesantren Hj.Haniah Kabupaten Maros
Abstact: The main problem in this research is how to apply the recitation of the yellow book in moral educationat the Hj Islamic Boarding School. Haniah, Maros district. Furthermore, from this main problem, it is formulatedinto several sub-problems or research questions, namely 1) How is the application of the recitation of the YellowBook in Moral Education at the Hj Islamic Boarding School. Haniah, Maros district.? 2) What are theSupporting and Inhibiting Factors in the Implementation of the Study of the Yellow Book in Moral Education atthe Hj Islamic Boarding School. Haniah, Maros district.? 3) What are the implications of moral education at theHj Islamic Boarding School. Haniah, Maros district.?This research is classified as qualitative using pedagogical and sociological approaches. The data sources for thisresearch are written data (File research), namely, the yellow book recitation teachers themselves and field data(field research), obtained by looking for data from the field regarding the formation of morals at the Hj Islamicboarding school. Haniah. Furthermore, the data collection method used was observation, interviews anddocumentation. Data analysis in this research went through three stages, namely data reduction, data presentationand drawing conclusionsThe results of the research show that 1) The application of the recitation of the yellow book in moral education atthe Hj Islamic Boarding School. Haniah Maros district has continued to operate even in the Covid pandemicsituation, the methods used by teachers in giving recitations are the weton and bandongan methods (reciting thetudang Koran) 2) Efforts by teachers to recite the yellow book in moral education through the application ofrecitation of the yellow book, namely the first application of discipline towards teachers at the Hj Islamicboarding school. Haniah, Maros district and secondly, equipping learning facilities and infrastructure. 3) Resultsof the application of recitation of the yellow book in moral education at the Hj Islamic Boarding School. Haniah,Maros district, has had a very positive influence on Islamic boarding schools.The implication of this research is the implementation of the recitation of the yellow book among students at theHj Islamic Boarding School. Haniah can be a role model for other Islamic educational institutions in shaping themorals of students
Abstrak Pokok Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan pengajian kitab kuning dalampendidikan akhlak di Pondok Pesantren Hj. Haniah kabupaten Maros. Selanjutnya dari pokok masalah tersebutmaka dirumuskan ke dalam beberapa submasalah atau yang menjadi pertanyaan penelitian, yaitu 1) BagaimanaPenerapan Pengajian Kitab Kuning Dalam Pendidikan Akhlak di Pindok Pesantren Hj. Haniah kabupatenMaros.? 2) Bagaimana Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penerapan Pengajian Kitab Kuning dalamPendidikan Akhlak di Pondok Pesantren Hj. Haniah kabupaten Maros.? 3) Bagaimana Implikasi PendidikanAkhlak di Pondok Pesantren Hj. Haniah kabupaten Maros.? Pada penelitian ini tergolong kualitatif dengan menggunakan pendekatan pedagogis, dan sosiologis. Adapun sumber data dari penelitian ini data tertulis (File research) yaitu, pengajar pengajian kitab kuning itu sendiri dandata lapangan (field research), diperoleh dengan cara mencari data dari lapangan tentang pembentukan akhlak dipondok pesanren Hj. Haniah. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan dengan melakukanobservasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu reduksidata, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penerapan pengajian kitab kuning dalam pendidikan akhlak diPondok Pesantren Hj. Haniah kabupaten Maros selama ini tetap berjalan walaupun dalam situasi pandemi covid,metode yang digunakan pengajar dalam memberikan pengajian yaitu metode weton dan bandongan (mengajitudang) 2) Upaya pengajar pengajian kitab kuning dalam pendidikan akhlak melalui penerapan pengajian kitabkuning yaitu pertama Penerapan Disiplin Terhadap pengajar di pondok pesantern Hj. Haniah kabupaten Marosdan yang kedua Melengkapi Sarana Dan Prasarana pembelajaran. 3) Hasil Penerapan pengajian kitab kuningdalam pendidikan akhlak di Pondok Pesantren Hj. Haniah kabupaten Maros sangat membawa pengaruh positifbagi pondok pesantren.Implikasi pada penelitian ini yaitu pelaksanaan pengajian kitab kuning pada santri di Pondok Pesantren Hj.Haniah dapat menjadi role model bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam pembentukan akhlak santr