Rumah Jurnal FAI Universitat Islam Makassar
Not a member yet
216 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru terhadap Akhlak Santri pada Pondok Pesantren DDI Kaballangang, Kabupaten Pinrang
Abstract: The purpose of this study was to analyze the influence of the teacher's personality on the morals of students at DDI Kaballangang Islamic Boarding School, Pinrang Regency. This type of research is a survey with a quantitative approach. Data collection methods using questionnaires, documentation, and observation. Data analysis techniques used descriptive statistical analysis techniques and inferential statistical analysis. The research results obtained tcount of 4,986 and Sig value of 0.000 with ttable = t (/ 2; n-k-1) = t (0.0025; 74) = 1.9925. This shows that the value of tcount> ttable or 2.109 > 1.9925, and Sig value <0.05. This means that the teacher's personality has a positive and significant effect on the morals of students at DDI Kaballangang Islamic Boarding School, Pinrang Regency. Based on the calculation of the coefficient of determination obtained R2 (R Square) of 0,251, which means that the teacher's personality gives an effect of 25,1% on the morals of students, while the remaining 74.3% is influenced by other factors not examined in this study.
Keywords: Teacher personality, morals, students, Islamic boarding schools
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepribadian guru terhadap akhlak santri pada Pondok Pesantren DDI Kaballangang, Kabupaten Pinrang. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian diperoleh nilai thitung sebesar 4,986 dan nilai Sig sebesar 0,000 dengan ttabel = t(/2;n-k-1) = t(0,0025;74) = 1,9925. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel atau 2,109 > 1,9925, dan nilai Sig < 0,05. Artinya kepribadian guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap akhlak santri pada Pondok Pesantren DDI Kaballangang, Kabupaten Pinrang. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi diperoleh R2 (R Square) sebesar 0,251 yang berarti bahwa kepribadian guru memberi pengaruh 25,1% terhadap akhlak santri, sementara sisanya sebesar 74,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata kunci: Kepribadian guru, akhlak, santri, pesantre
Implementasi Manajemen Pendidikan Karakter di Madrasah Aliyah
Adanya degradasi moral yang terjadi di kalangan generasi Indonesia menimbulkan keresahan yang tidak berkesudahan. Hadirnya beberapa kasus yang tidak mencerminkan karakter Indonesia yang bermartabat sering terjadi. Karenanya pemerintah tergerak untuk menata kembali pola pendidikan Indonesia dengan menghadirkan program pendidikan karakter. Madrasah Aliyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki perhatian pada program pendidikan karakter dengan melakukan beberapa kegiatan pembiasaan-pembiasaan baik yang dilakukan di madrasah. Implementasi manajemen pendidikan karakter di Madrasah perlu melibatkan seluruh komponen madrasah, yaitu peserta didik, guru dan staf, kepala madrasah, pimpinan pendidikan, dan orang tua Santri. Penggunaan pendekatan ini didasari oleh adanya kesadaran yang mendalam bahwa keberhasilan suatu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh peran sekolah saja melainkan juga oleh peran orang tua dan masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan manajemen pendidikan karakter tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah (kepala madrasah dan guru), melainkan juga orang tua Peserta didik. Karena implementasi manajemen pendidikan karakter menjadi tanggung jawab bersama antara kepala madrasah, guru dan orang tua Peserta didik, maka masing-masing di antara mereka harus mampu memerankan diri sebagai pendukung dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan karakter
Kajian Kualitas Manajemen Bimbingan Peserta Didik pada SMA Negeri 1 Pangkajene, Sidenreng Rappang
Abstract: This study examines the quality of the management of student guidance in SMAN 1 Pangkajene Sidrap. This type of research is a survey with qualitative methods. The approach used is pedagogical and theological-normative. Data were taken from 45 samples after being randomly selected from 429 population of grade XI students of SMAN 1 Pangkajene Sidrap. Data were collected using documentation, observation, and questionnaire techniques which were assisted with research instruments in the form of observation guidelines, documentation guidelines, and questionnaires. The data collected was processed using the SPSS application and then analyzed using descriptive statistical analysis techniques. The results showed that the quality of the management of student guidance in SMAN 1 Pangkajene Sidrap was included in good categories. Nevertheless, it is expected that the government and the school can make more innovative policies in terms of student management guidance. In addition, the efforts that have been made by schools need to be strengthened by exploring the potential of educational resources available for sustainable development. Schools must play an active role in working together to improve the quality of student management guidance that can contribute maximally to the expected student developing.
Keywords: Management, student guidance, planning, implementation, evaluation
Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang kualitas manajemen bimbingan peserta didik di SMAN 1 Pangkajene Sidrap. Jenis penelitian ini adalah survei dengan metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pedagogis dan teologis-normatif. Data diambil dari 45 orang sampel setelah dipilih secara acak dari 429 populasi peserta didik kelas XI SMAN 1 Pangkajene Sidrap. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, observasi, dan angket yang dibantu dengan instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman dokumentasi, dan kuesioner. Data yang terkumpul diolah menggunakan aplikasi SPSS kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas manajemen bimbingan peserta didik di SMAN 1 Pangkajene Sidrap termasuk pada kategori baik. Meski demikian, diharapkan kepada pemerintah dan pihak sekolah agar dapat membuat kebijakan yang lebih inovatif dalam hal manajemen bimbingan peserta didik. Selain itu, upaya yang telah dilakukan pihak sekolah perlu diperkuat dengan menggali potensi-potensi sumber daya pendidikan yang tersedia untuk pembinaan yang berkelanjutan. Pihak sekolah harus lebih berperan aktif bahu membahu guna meningkatkan kualitas manajemen bimbingan peserta didik yang bisa berkontribusi maksimal terhadap pembinaan peserta didik yang diharapkan.
Kata kunci: Manajemen, bimbingan peserta didik, perencanaan, pelaksanaan, evaluas
Implementasi Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam
Abstract: Manajemen berbasis sekolah merupakan alternative baru dalam mengelola pendidikan yang menekankan pada kemandirian dan kreatifitas sekolah. Manajemen berbasis sekolah dapat diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi daerah lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan participative yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan, orang tua siswa, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif, dengan menggunakan pendekatan yang dianggap relevan dengan variable utama yang diteliti, adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, interview, dan dokumentasi. Adapun penelitian ini dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen berbasis sekolah dalam meningkatakan mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah secara umum berjalan dengan baik, meskipun belum maksimal terutama pada manajemen sarana dan prasarana. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan manajemen sekolah berlangsung secara efektif dan efesien. Manajemen berbasis sekolah dapat berjalan dengan baik bila di dukung oleh sumber daya manusia yang professional, dana yang cukup, sarana dan prasarana yang memadai, dan dukungan masyarakat (orang tua) yang tingg
Kecerdasan Guru Profesional: Intelektual, Emosional, dan Spiritual
Abstract: Intelligence quotient is an intelligence that gives the ability to count, analogous, imagination, and have creativity and innovation. Then the emotional intelligence include self-control, passion, and persistence, and the ability to motivate yourself and endure the frustration, the ability to control impulses and emotions, not to over in pleasure, set the mood and keep the load stress does not overwhelm the capacity to think , to read the innermost feelings of others (empathy) and pray, to maintain relationships, the ability to resolve conflicts, and to lead themselves and their surroundings. Furthermore, spiritual intelligence is as intelligence to deal with the issue of meaning or value to put the behavior and life in the context of a broader meaning and rich. Future teacher is a teacher who has the intellectual, emotional and spiritual abilities and skills that can create an optimal learning outcome, have sensitivity in reading the signs of the times, have intellectual insight and have thinking forward, and never feel satisfied with the knowledge that available to him. When the three intelligence above, we can have and do as a professional teacher.
Keywords: Professional teachers, intelligence, intellectual, emotional, spiritual
Abstrak: Kecerdasan intelektual merupakan sebuah kecerdasan yang memberikan kemampuan untuk berhitung, beranalogi, berimajinasi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi. Kecerdasan emosional mencakup pengendalian diri, semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak berlebihan dalam kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya. Selanjutnya kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Guru masa depan adalah guru yang memiliki kemampuan intelektual, kemampuan emosional serta spiritual dan memiliki keterampilan yang dapat menciptakan hasil pembelajaran secara optimal, memiliki kepekaan di dalam membaca tanda-tanda zaman, memiliki wawasan intelektual dan berpikiran maju, serta tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang ada padanya. Bila ketiga kecerdasan di atas dapat kita miliki dan lakukan sebagai guru yang profesional.
Kata kunci: Kecerdasan, guru profesional, intelektual, emosional, spiritua
Perspektif Masyarakat Adat Ammatoa Kajang Mengenai Pendidikan Formal Anak
Abstract: This study aims at giving information about the perspectives of the community and the attitude of the Ammatoa customary institution on the existence of indigenous peoples who take formal education and know the supporting factors and inhibiting factors for the progress of formal education in the Ammatoa custom society. This study was mixed-method (qualitative and quantitative studies) in Tanah Towa village, Kajang sub-district. The techniques for collecting the data were observation, questionnaire, and interview. Data analysis is done by inductive analysis and statistic descriptive analysis techniques. The results of the study show that the perspective of the Ammatoa custom society towards children's formal education is in the negative category. Moreover, the perspective of the traditional Ammatoa institution to the people who get formal education channels is that they receive a formal education. The facilities and infrastructure of schools that are located outside the customary area and the attitude of openness to visitors who come is a contributing factor to the progress of education for Ammatoa custom society, while the avoidance factor is a simple community mindset that lacks motivating children to attend school and still prejudice and concerns about new things.
Keywords: Ammatoa Kajang, customary society, formal education
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perspektif pendidikan Islam mengenai pendidikan formal anak bagi masyarakat adat Ammatoa Kajang. Penelitian ini menggunakan metode campuran antara kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan antropologis dan pedagogis. Teknik pengumpulan datanya menggunakan pengamatan, wawancara, dan angket. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis induktif dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif masyarakat adat Ammatoa terhadap pendidikan formal anak masuk dalam kategori negatif (rendah). Adapun sikap lembaga adat Ammatoa dengan adanya masyarakat yang menempuh jalur pendidikan formal yaitu menerima keberadaan pendidikan formal. Telah tersedianya sarana dan prasarana sekolah yang berada di luar kawasan adat serta sikap keterbukaan terhadap pengunjung yang datang merupakan faktor pendukung kemajuan pendidikan bagi masyarakat adat Ammatoa. Sementara faktor penghambatnya adalah pola pikir masyarakat yang sederhana cenderung ortodoks sehingga kurang memotivasi anak untuk bersekolah serta masih adanya prasangka dan kekhawatiran terhadap hal-hal baru.
Kata kunci: Ammatoa Kajang, masyarakat adat, pendidikan forma