Rumah Jurnal FAI Universitat Islam Makassar
Not a member yet
216 research outputs found
Sort by
Penerapan Media Pembelajaran Puzzle Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Juz 30 Santri Tpa Ar-Rahmah Perumahan Royal Sentraland Maros
Abstract:
Nowadays, the activities of Muslims to memorize the verses of the Qur'an, either in whole or in part, are increasing, at TPA Ar-Rahmah, Royal Sentraland Maros is a place for fostering learning and memorizing the Qur'an, where the memorization process used is still not optimal because it tends to be monotonous so that students are easily bored, lack focus and their memorization is difficult to improve to apply memorizing the Qur'an Juz 30 better, this study examines the use of Puzzle-based teaching materials. Using a qualitative descriptive methodology, this study collected data through documentation, interviews, and observations. Twenty-three children aged seven to twelve years were involved. During the learning process, students were given Puzzle pieces containing verses of the Qur'an, which they had to memorize and arrange in the correct order. The results showed that students' interest, concentration, and involvement in the memorization process increased significantly through Puzzle media. In addition, Puzzle media encourages cooperative learning, reduces boredom, and creates an interesting and dynamic learning environment. The Puzzle approach has been shown to increase accuracy, motivation, and confidence in memorization, although it requires more time and is less effective for long or complex surahs. Therefore, Puzzle-based media should be combined with other learning methods to increase learning effectiveness and cover a wider range of material.
Keywords: Puzzle media, Qur’an memorization, Islamic education, learning methods, TPA
Abstrak:
Pada zaman sekarang kegiatan kaum muslimin untuk menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, baik itu secara keseluruhan ataupun sebagian semakin meningkat, di TPA Ar-Rahmah, Royal Sentraland Maros merupakan tempat pembinaan belajar dan menghafal Al-Quran, yang dimana proses penghafalan yang digunakan masih belum maksimal karena cenderung menoton sehingga santri mudah bosan kurang fokus dan hafalannya sulit meningkat untuk menerapkan menghafal Al-Qur'an Juz 30 dengan lebih baik, penelitian ini mengkaji penggunaan bahan ajar berbasis teka-teki. Dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Dua puluh tiga anak usia tujuh hingga dua belas tahun dilibatkan. Selama proses pembelajaran, siswa diberikan potongan-potongan teka-teki yang berisi ayat-ayat Al-Qur'an, yang harus mereka hafalkan dan susun dalam urutan yang benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat, konsentrasi, dan keterlibatan siswa dalam proses menghafal meningkat secara signifikan melalui media teka-teki. Selain itu, media teka-teki mendorong pembelajaran kooperatif, mengurangi kebosanan, dan menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan dinamis. Pendekatan teka-teki telah terbukti meningkatkan akurasi, motivasi, dan kepercayaan diri dalam menghafal, meskipun membutuhkan lebih banyak waktu dan kurang efektif untuk surah yang panjang atau rumit. Oleh karena itu, media berbasis teka-teki perlu dilakukan kombinasi dengan metode pembelajaran lain untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mencakup materi yang lebih luas.
Kata Kunci: Media Puzzle, hafalan Al-Qur’an, pendidikan Islam, metode pembelajaran, TP
Penerapan Prinsip Kehati-hatian (Prudential Principle) dalam Meminimalkan Risiko Pembiayaan (Studi Kasus Unit Pegadaian Syariah Abdesir)
Abstract:
The purpose of this study is to examine: (1) How the prudential principle may be applied to reduce financing risks (Abdesir Sharia Pawnshop Unit Study); (2) What kinds of financing risks does the Abdesir Sharia Pawnshop Unit confront; (3) How does the Abdesir Sharia Pawnshop Unit handle financing risks in order to apply the concept of prudence? This study employs an economic approach together with descriptive and qualitative methodologies. Informants from the Abdesir Sharia Pawnshop Unit's branch managers, staff, and clients make up the primary data sources. As a theoretical foundation, secondary data sources are drawn from a variety of books, journals, and other scholarly publications. In order to draw conclusions, data were gathered using observation, interviews, and documentation methods. Descriptive analytic techniques, namely data reduction, were then used for analysis. Triangulation techniques are used in data validity assessment. The study's findings indicate the following: First, the prudential concept is applied to reduce funding risks by putting standard operating procedures (SOP) into place to make sure everything goes as planned. Second, there are three different kinds of financing risks: poor financing, default risk, and default risk. Third, managing financing risks: keeping things tidy and caring for collateral, putting know your consumers into practice, HR training and development that is rigorous and ongoing.
Keywords: Precautionary Principle, Sharia Pawnshop, Financing Risk.
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji: (1) Bagaimana prinsip kehati-hatian dapat diterapkan untuk mengurangi risiko pembiayaan (Studi Unit Pegadaian Syariah Abdesir); (2) Apa saja jenis risiko pembiayaan yang dihadapi Unit Pegadaian Syariah Abdesir; (3) Bagaimana Unit Pegadaian Syariah Abdesir menangani risiko pembiayaan dalam rangka menerapkan konsep kehati-hatian? Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonomi dengan metodologi deskriptif dan kualitatif. Sumber data primer adalah informan dari pimpinan cabang, staf, dan nasabah Unit Pegadaian Syariah Abdesir. Sebagai landasan teori, sumber data sekunder diperoleh dari berbagai buku, jurnal, dan publikasi ilmiah lainnya. Untuk menarik simpulan, data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis deskriptif analitik, yaitu reduksi data, kemudian digunakan untuk analisis. Teknik triangulasi digunakan dalam penilaian keabsahan data. Temuan studi menunjukkan hal-hal berikut: Pertama, konsep kehati-hatian diterapkan untuk mengurangi risiko pendanaan dengan menerapkan prosedur operasi standar (SOP) untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Kedua, ada tiga jenis risiko pembiayaan: pembiayaan yang buruk, risiko gagal bayar, dan risiko gagal bayar. Ketiga, mengelola risiko pembiayaan: menjaga kerapian dan perawatan agunan, menerapkan know your consumer, pelatihan dan pengembangan SDM yang ketat dan berkelanjutan.
Kata kunci: Prinsip Kehati-hatian, Pegadaian Syariah, Risiko Pebiayaa
Analisis Pesan Dakwah Islam dalam Film Tarung Sarung
This research aims to analyze: (1) the messages of Islamic da'wah conveyed through narration in the film Tarung Sarung; (2) the cultural context affecting the interpretation of Islamic da'wah messages in the film; and (3) the effectiveness of Islamic da'wah messages in Tarung Sarung on the audience. The study uses a qualitative method with Roland Barthes' semiotic approach. The primary data sources consist of all scenes in Tarung Sarung, presented in audiovisual form, as well as interview results from viewers of the film. Secondary data include literature searches, which are taken from various photos, reference books, viewer comments, journal notes, websites, internet pages, previous research studies relevant to this topic, and other sources. Data collection was done through observation, interviews, and documentation, then analyzed using Barthes' semiotic technique and drawing conclusions. The validity of the data focused on credibility checks through source or data triangulation techniques. The results show that each scene and dialogue contains two types of meaning: denotative and connotative. In this analysis, every scene and dialogue in Tarung Sarung not only presents an interesting story but also carries deep Islamic da'wah messages. The da'wah messages found in this film are quite diverse and can be grouped into three categories: (1) messages related to faith (aqidah), (2) messages about Islamic law (syariah), and (3) messages concerning morals (akhlaq). Moreover, the cultural context in the film has a correlation with Islamic teachings, each having positive and negative impacts. Additionally, the Islamic da’wah messages in this film are highly effective in influencing audiences positively, which can be categorized into three: (1) increasing faith in Allah SWT, (2) expanding and strengthening knowledge about Islam, and (3) motivating and raising awareness to practice Islamic teachings. Through careful analysis, it can be concluded that this film functions not only as an entertainment medium but also as a creative and effective medium for da’wah.
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Pesan-pesan dakwah Islam yang disampaikan melalui narasi dalam film Tarung Sarung; (2) Konteks budaya terhadap interpretasi pesan-pesan dakwah Islam dalam film Tarung Sarung; (3) Efektivitas pesan-pesan dakwah Islam dalam film Tarung Sarung terhadap penonton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Sumber data primer terdiri atas tiap adegan-adegan dalam film Tarung Sarung yang termuat dalam bentuk audio visual dan juga dari hasil wawancara terhadap penonton film tersebut. Sumber data sekunder terdiri dari penelusuran data pustaka, data penelusuran diambil dari berbagai foto, buku referensi, komentar para penonton, jurnal catatan harian, website, situs internet, kajian pustaka yang merupakan hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan pembahasan penelitian ini, dan lainnya. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan teknik semiotika Roland Barthes dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data penulis memfokuskan pada uji kreadibilitas data menggunakan teknik triangulasi sumber atau data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua makna yakni denotatif dan konotatif dalam setiap adegan dan dialog antar pemain. Dalam analisis ini, setiap adegan dan dialog yang ditampilkan dalam film Tarung Sarung tidak hanya menyuguhkan cerita yang menarik tetapi juga mengandung pesan-pesan dakwah Islam yang mendalam. Pesan-pesan dakwah Islam yang terkandung dalam film ini sangat beragam, penulis membaginya dalam 3 (tiga) kategori yakni: (1) pesan dakwah aqidah, (2) pesan dakwah syariah, dan (3) pesan dakwah akhlak. Kemudian, konteks budaya yang terdapat dalam film ini memiliki korelasi dengan ajaran Islam yang masing-masing memiliki dampak positif dan negatif. Selain itu, pesan-pesan dakwah Islam dalam film ini sangat efektif dalam memberikan pengaruh positif bagi para penonton, yang mana telah dibagi dalam 3 (tiga) kategori diantaranya; (1) Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. (2) Menambah dan menguatkan pengetahuan tentang ajaran Islam, (3) Memotivasi dan meningkatkan kesadaran dalam mengamalkan ajaran Islam. Melalui analisis yang cermat, dapat disimpulkan bahwa film ini tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan tetapi juga sebagai media dakwah yang kreatif dan efektif.
Kata Kunci:
Pesan Dakwah, Film Tarung Sarung, Budaya, Semiotika Roland Barthe
Fatihatu Surah dan Tafsir Basmalah dalam Kitab Tafsir Al - Jailani Karya Imam Abd Qadir Al - Jailani
Abstract:
Tafsir Al-Jailani is an esoteric interpretation that has not been comprehensively analyzed by Islamic scholars. Husain al-Zahabi in his work, al-Tafsir wa al-Mufassirun, does not even include this interpretation. Even though it is common knowledge for scholars of the treasury of interpretation, Husain al-Zahabi's writing is considered quite encyclopedic in the field of studying variants of interpretation patterns. The purpose of this study is to determine; 1) the form of Fa ̅tihatu surah in the book of Tafsir Al-Jailani. 2) the interpretation of the basmalah at the beginning of the Makkiyah and Madaniyah letters in the book of Tafsir al-Jailani. The research method used is literature study. The results of this study indicate that Tafsir al-Jailani explains that the foreword in the letters of the Qur'an, especially al-Fatihah and al-Baqarah, contains deep meanings related to the spiritual journey. Surah al-Fatihah describes the level of Ahadiyah, namely the highest dignity in the divine dimension that cannot be reached by anyone except the Prophets and saints at the end of their suluk. This level is the peak of pure and undivided monotheism. Meanwhile, Surah al-Baqarah discusses more about human efforts to achieve the purity of monotheism through the sharia, tarekat and nature. Al-Jailani divides the contents of this letter into three important aspects: verses that discuss sharia law, verses that talk about the spiritual journey (tarekat), and verses that reveal the meaning of monotheism
Abstrak:
Tafsir Al-Jailani yaitu penafsiran dengan sifat mendalam dan tersembunyi, serta masih jarang ditelaah secara lengkap oleh para pengkaji studi Islam. Husain al-Zahabi dalam karanganya, al-Tafsir wa al-Mufassirun Meskipun tidak memasukkan tafsir ini, karya Husain al-Zahabi tetap dianggap cukup lengkap serta bersifat ensiklopedis oleh para peminat studi tafsir, karena membahas berbagai jenis serta corak penafsiran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui; 1) bentuk Fatihatu surah pada kitab Tafsir Al-Jailani. 2) kajian mengenai makna basmalah sebagai pembuka suratmakkiyah dan madaniyah pada kitab Tafsir al-Jailani. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tafsir al-Jailani menguraikan bahwa kata pengantar dalam surat-surat Al-Qur'an, utamanya surat alfatihah dengan Al-Baqarah, memiliki arti dengan penuh kedalaman terkait perjalanan spiritual. Surat al-Fatihah menggambarkan tingkatan Ahadiyah, yaitu martabat tertinggi dalam dimensi ketuhanan yang tidak dapat dijangkau oleh siapa pun kecuali para Nabi dan para wali di akhir suluk mereka. Tingkatan ini merupakan puncak tauhid yang murni dan tidak terbagi. Sementara itu, surat al-Baqarah lebih banyak membahas tentang upaya manusia dalam mencapai kemurnian tauhid melalui jalan syariat, tarekat, dan hakikat. Al-Jailani membagi isi surat ini ke dalam tiga aspek penting: ayat-ayat yang membahas hukum syariat, ayat-ayat yang berbicara tentang perjalanan spiritual (tarekat), dan ayat-ayat yang menyingkap makna ketauhidan.
Kata Kunci: Fatihatu, Kitab, Surah. Tafsi
Analisis Perbandingan Kinerja Karyawan Tetap dengan Karyawan Kontrak pada PT Bussan Auto Finance Cabang Perintis Kota Makassar
Penelitian ini untuk (1) mengetahui perbandingan kinerja antara karyawan tetap dengan karyawan kontrak (outsourcing) dan (2) untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kinerja karywan tetap dengan kinerja karyawan kontrak (outsourcing) pada PT Busaan Auto Finance Cabang Perintis Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan ilmu pasti yaitu melalu observasi, kuesioner dan dokumentasi yang teknik analisis datanya menggunakan analisis regrsi linear sederhana yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kinerja antara karyawan tetap denan karyawan kontrak meski karyawan tetap didominasi oleh lulusan S2 dan dari asil perhitungan yang diperoleh bahwa nilai signifinkasi (sig.) 0.158 > 0.05, yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara kinerja karyawan tetap dan karyawan kontrak
Analisis Persepsi Masyarakat terhadap Demonstrasi Mahasiswa terkait Parkir Liar di Kota Makassar
The problem of illegal parking in Makassar City has become a complex issue and affects public comfort and the effectiveness of urban governance. Student demonstrations carried out to voice concerns regarding this issue have become a highlight, both because of the urgency of the problem and the social impact caused by the action. This study aims to analyze public perceptions of student demonstrations, factors that influence diverse perceptions, and public assessments of the effectiveness of student actions in conveying aspirations and encouraging solutions to the problem of illegal parking. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection methods through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Informants in this study include the general public, students, the Makassar City government, parking managers, academics, and local media. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. Data validity is guaranteed through triangulation of sources, methods, and theories. The results of the study show that public perceptions of student demonstrations vary, influenced by education levels, direct experience, media influence, and government responses. People with positive experiences tend to support student actions, while those who feel disturbed by the demonstrations have critical views. Slow or less concrete government responses are factors that often cause public disappointment. This study provides recommendations for students to design more solution-oriented and inclusive actions, and for the government to improve its response to public demands in order to create sustainable solution
Strategi Pengembangan Ekonomi Mikro di Pondok Pesantren
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Usaha yang ada di pesantren; (2) Strategi pengembangan ekonomi di pesantren, serta (3) faktor pendukung dan penghambat pengembangan ekonomi mikro di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ekonomi. Sumber data primer terdiri atas informan dari pengelola-pengelola usaha yang ada di Pondok Pesantren Manahilil Ulum DDI Kaballangang serta bebera santri dan pembina. Sumber data sekunder diambil dari berbagai buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya sebagai landasan teori. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermen, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan ada berbagai macam usaha pengembangan ekonomi yang ada pesantren seperti al-wasilah mart, al-wasilah laundry, depot air gallon, dan peternakan sapi. Dalam menjalankan usaha tersebut pesantren menggunakan beberapa strategi, seperti strategi manajemen yang dibagi empat berdasarkan fungsinya: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Selain strategi manajemen, pesantren juga menggunakan strategi pemasaran dan strategi kepuasan konsumen. Dalam menjalankan strategi tersebut terdapat beberapa faktor yang menjadi faktor pendukung seperti kurangnya persaingan, sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya adalah masih kurangnya dana untuk mengembangkan usaha karena yang menjadi investor dari usaha tersebut hanyalah dari pembina dan pondok pesantren
Penerapan Model Pembelajaran Beyond Centers And Circle Time (Bcct) Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas I Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti SD Inpres Buttadidia Kabupaten. Gowa
Abstract: This research aims to analyze: (1) To know the use of centers and circle time (bcct) learning model in the subject of Islamic Education Ethics at SD Inpres Buttadidia Gowa Regency; (2) To know the activeness of student learning in the subjects of Islamic Religious Education Ethics Class I SD Inpres Buttadidia, Gowa Regency; (3) To know the influence of the Beyond Centers and Circle Time (BCCT) learning model on student learning activity in the subjects of Islamic Religious Education Ethics grade I SD Inpres Buttadidia, Gowa Regency. This research used descriptive qualitative methods with method and scientific approach. Primary data sources consist of school principals, Islamic religious education teachers, educators and grade I student representatives. Data collection techniques were observation, interview guidelines, voice/video recording devices and images. Then analyze the data using data reduction, data presentation and conclusions. Furthermore, the research instrument uses observation, interviews and documentation. The results showed that the learning activity experienced by students of SD Inpres Buttadidia grade I was limited in communicating well with Islamic Religious Education teachers because there were still many students who tended to look shy. Lack of teacher awareness in developing learning models, lack of motivation, inadequate facilities, classroom areas that are not very conducive, thus encouraging things to arise in learning activity. Improving student learning carried out by Islamic Religious Education teachers in using the beyond center and circle time (bcct) learning model, namely how teachers are able to master the classroom, teacher understanding of learning materials, making learning media with students to train student sensitivity and activeness, teacher development in applying learning models according to student needs, this also needs to be based on understanding characteristics of students in the learning process.
Keywords: Beyond Centers and Circle Time (bcct), Liveliness, Learning, Student
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Mengetahui penggunaan model pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) kelas I pada mata pelajaran Pendididkan Agama Islam Budi Pekerti di SD Inpres Buttadidia Kab.Gowa; (2) mengetahui keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti Kelas I SD Inpres Buttadidia Kab. Gowa; (3) mengetahui pengaruh model pembelajaran beyond centers and circle time (bcct) terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Budi Pekerti kelas I SD Inpres Buttadidia Kab. Gowa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode dan keilmuan. Sumber data primer terdiri atas Kepala Sekolah, Guru Pendidikan Agama Islam, Tenaga Pendidik dan Perwakilah Siswa kelas I. Sumber data sekunder diperoleh melalui keadaan geografis sekolah, profil sekolah, struktur kepengurusan sekolah dan visi misi sekolah. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, pedoman wawancara, alat perekam suara/vidio dan gamabar. Kemudian analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Selanjutnya intrumen penelitian menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar yang yang dialami siswa SD Inpres Buttadidia kelas I yaitu keterbatasan dalam berkomunikasi baik dengan guru Pendidikan Agama Islam sebab masih banyak siswa yang cenderung terlihat pemalu. Kurangnya kesadaran guru dalam mengembangkan model-model pembelajaran, kurangnya motivasi, fasilitas yang kurang memadai, area kelas yang sangat tidak kondusif, sehingga mendorong hal-hal timbul pada keaktifan belajar . Peningkatan belajar siswa yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam menggunakan model pembelajaran beyond center and circle time (bcct) yaitu bagaimana guru lebih mampu melakukan penguasaan dalam kelas, pemahaman guru tentang materi pembelajaran, membuat suatu media pembelajaran bersama siswa untuk melatih kepekaan dan keaktifan siswa, pengembangan guru dalam mengaplikasikan model-model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa., hal ini ini juga perlu didasari dengan memahami karakteristik siswa dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci: beyond centers and circle time (bcct), keaktifan, belajar, sisw
Analisis Hubungan Antara Orang Tua dan Anak terhadap Perilaku Sosial Peserta Didik
This study aims to analyze the relationship between parents and students on students' social behavior at Madrasah Tsanawiyah Kanie, Sidrap Regency, with a focus on communication patterns between parents and children. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection through interviews and observations. The results of the study indicate that effective and harmonious communication between parents and children plays a significant role in forming positive social behavior in students, such as empathy, tolerance, and a sense of responsibility. Conversely, minimal or less focused communication can trigger negative social behavior, such as lack of self-confidence and increased conflict between individuals. This type of research uses descriptive analysis and a qualitative approach. Data collection methods are carried out through in-depth interviews and observations on research subjects consisting of parents of students, teachers and students. This study also found that factors such as parental education, intensity of family interaction, and the application of religious values at home also influence the dynamics of communication and students' social behavior. Therefore, this study recommends cooperation between schools and parents in supporting the formation of healthy and educational communication patterns. This step is expected to improve the quality of students' social behavior, both in the school environment and in the community
Persaingan Usaha Payet Perspektif Etika Bisnis Islam: Studi Kasus di Kecamatan Maros Baru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Bentuk Persaingan Usaha Payet di Kecamatan Maros Baru, (2) Persaingan Usaha Payet di Kecamatan Maros Baru Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosial dan ekonomi Islam. Sumber data primer terdiri atas informan yaitu pengusaha dan pekerja payet di Kecamatan Maros Baru. Sumber data sekunder diambil dari berbagai buku, jurnal serta karya ilmiah sebagai landasan teori. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu Reduksi data dan penarikan kesimpulan. Uji Kebasahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut : (1) Terdapat dua bentuk persaingan pada usaha payet di Kecamatan Maros Baru. Pertama, ditinjau dari segi objek yang dipersaingkan terdiri dari empat yaitu persaingan produk, harga, tempat, dan pelayanan. Kedua, persaingan dalam mempertahankan kesejahteraan Karyawan. (2) Persaingan para pengusaha payet di Kecamatan Maros Baru telah sesuai dengan etika berbisnis dalam Islam, meskipun beberapa diantaranya belum mengatahui dan memahami etika bisnis Islam tetapi dalam menjalankan bisnisnya sudah menerapkan prinsip siddiq, amanah, tabligh dan fathanah. Sehingga menciptakan persaingan yang sehat tanpa ada unsur seperti penipuan, gharar, dan lain sebagainya