Rumah Jurnal FAI Universitat Islam Makassar
Not a member yet
216 research outputs found
Sort by
Tafsir Syekh Yusuf Al-Makassariy Tentang Ayat-Ayat Ketuhanan Dalam Zubdat Al-Asrār (Studi Living Qur’an)
Abstract:
The objectives of this study are: 1) To describe the profile of Sheikh Yusuf al-Makassari as a charismatic Indonesian Sufi figure; 2) To understand the concept of divinity in the verses of the Qur'an according to Sheikh Yusuf al-Makassari; 3) To analyze Sheikh Yusuf's interpretation of the divine verses in Zubdat al-Asrār based on a study of the living Qur'an. This research is qualitative with a multidisciplinary approach that emphasizes the principles of tafsir science, emphasizing the study of the living Qur'an. The research type is library research, but because it is a living study, it is accompanied by interviews to obtain more accurate data. The data was collected by quoting, adapting, and analyzing representative literature and interview results using content analysis. The data was processed deductively, inductively, and comparatively. Data testing was conducted using triangulation, member checking, and referential adequacy checks, followed by conclusions. This research concludes that Sheikh Yusuf al-Makassariy, in addition to being a Sufi figure and the murshid of the Khalwatiyah order, was also a mufassir (interpreter of the Quran). He interpreted divine verses in his work, Zubdat al-Asrar. According to Sheikh Yusuf, the concept of divinity in the Quranic verses can be understood in two terms: Rabb (Lord) and Allah. According to him, these verses describe Allah as the source of humanity, originating from Nurullah (God), who then transformed into Nurul Muhammad (Soul) and Nurul Adam (Human Body). Sheikh Yusuf's interpretation of the divine verses in Zubdat al-Asrār refers to the monotheism sentence Lā Ilāha Illallāh which is then interpreted in the divine verses in the concept of al-Ma'iyyah and al-Muḥīṭ or al-Iḥāṭah. The concept of al-ma'iyyah consists of two, namely ma'iyyah 'ilmiyyah and ma'iyyah qudrah. Furthermore, Sheikh Yusuf in his interpretation formulated the concept of al-iḥāṭah, namely that one includes everything, one is everywhere, meaning that Allah is One and His knowledge includes everything and His existence is His existence together with everything because without Him everything does not exist.
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tiga fokus utama: pertama, mendeskripsikan profil Syekh Yusuf al-Makassariy sebagai seorang tokoh sufi Nusantara yang memiliki kharisma luar biasa; kedua, mengeksplorasi pemahaman beliau mengenai konsep ketuhanan yang termaktub dalam ayat-ayat al-Qur’an; dan ketiga, mengkaji secara kritis bagaimana penafsiran Syekh Yusuf terhadap ayat-ayat ketuhanan dalam karya Zubdat al-Asrār, menggunakan pendekatan studi living Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dikembangkan dalam kerangka multidisipliner, dengan fokus utama pada prinsip-prinsip ilmu tafsir, khususnya melalui pendekatan living Qur’an. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research), namun karena penelitian ini berlandaskan pada praktik living Qur’an, maka metode wawancara turut diterapkan sebagai upaya untuk memperoleh data yang lebih mendalam dan kontekstual. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik kutipan, penyaduran, serta analisis terhadap sumber literatur yang relevan dan hasil wawancara yang telah dilakukan. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deduktif, induktif dan juga pendekatan komparatif. Untuk menjamin validitas data, dilakukan proses triangulasi, pemeriksaan kembali oleh informan (member check), serta pengecekan kecukupan referensial (referential adequacy checks) sebelum akhirnya ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Syekh Yusuf al-Makassariy tidak hanya dikenal sebagai tokoh sufi yang memimpin tarekat Khalwatiyah sebagai seorang mursyid, tetapi juga merupakan seorang mufassir (penafsir al-Qur’an) yang memiliki pemikiran spiritual mendalam. Dalam karya monumentalnya, Zubdat al-Asrār, beliau menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep ketuhanan dengan pendekatan sufistik yang khas. Menurut Syekh Yusuf, ayat-ayat ketuhanan dalam al-Qur’an dapat dipahami melalui dua istilah utama, yaitu Rabb dan Allah. Ia menjelaskan bahwa penciptaan manusia berasal dari Nūrullāh (cahaya Ilahi), yang kemudian menjelma menjadi Nūru Muhammad sebagai ruh dan dilanjutkan menjadi Nūru Ādam sebagai representasi jasmani manusia. Pandangan ini menegaskan bahwa hakikat manusia bersumber dari cahaya ketuhanan yang suci dan murni. Dalam penafsiran ayat-ayat ketuhanan di Zubdat al-Asrār, Syekh Yusuf menekankan pentingnya pemahaman terhadap kalimat tauhid Lā Ilāha Illallāh, yang kemudian dijabarkan melalui konsep al-Ma’iyyah dan al-Muḥīṭ atau al-Iḥāṭah. Konsep al-Ma’iyyah ini terbagi menjadi dua bagian, yakni ma’iyyah ‘ilmiyyah (kebersamaan dalam ilmu) dan ma’iyyah qudrah (kebersamaan dalam kekuasaan). Sementara itu, al-Iḥāṭah dimaknai sebagai keberadaan Allah yang mencakup dan meliputi segala sesuatu. Dalam pandangannya, Allah itu Maha Esa, dan ilmu-Nya menjangkau seluruh eksistensi. Keberadaan-Nya senantiasa menyertai seluruh ciptaan, karena tanpa kehadiran-Nya, tidak ada satu pun yang dapat eksis.
Kata Kunci:
Al-Qur’an. Ayat-ayat, Ketuhanan, Living, Tafsir
Makna dan Konteks Ayat-ayat Toleransi dalam Al-Qur’an
Abstract:
The core issue of this research is divided into two sub-problems or research questions, namely: 1) Which verses of the Qur'an contain values of interreligious tolerance? and 2) What is the contribution of the Qur'an to the understanding and strengthening of interreligious tolerance within the context of national and state life? This study is classified as qualitative research and falls under the category of library research. The data sources were obtained through data collection techniques that involve gathering verses from the Qur'an and subsequently analyzing them using notes, books, journals, and other literature derived from both primary and secondary data. The results of this study indicate: the meaning of tolerance as used in Qur'anic verses and an explanation of the interpretation of those verses regarding tolerance. Theoretically, this research is expected to contribute to the enrichment of scientific discourse, particularly in the field of Qur'anic exegesis (tafsir). Practically, this research aims to present new perspectives and enrich public knowledge, especially in understanding the Qur'anic verses relevant to the concept of tolerance
Abstrak:
Pokok masalah dalam penelitian ini dibagi kedalam dua submasalah atau pertanyaan penelitian, yaitu: 1) Apa saja ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung nilai-nilai toleransi antar umat beragama?, 2)Apa kontribusi Al-Qur’an terhadap pemahaman dan penguatan nilai toleransi antar agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dan termasuk kategori riset kepustakaan. Adapun sumber data penelitian ini adalah dengan teknik pengumpulan data atau menghimpun ayat dalam Al-Qur’an kemudian mengkajinya berupa catatan-catatan atau tulisan buku, jurnal maupun literatur lainnya yang diperoleh dari data primer maupun sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan : Makna toleransi yang digunakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an, menjelaskan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an tentang toleransi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dengan menambah kekayaan khazanah keilmuan, khususnya dalam bidang penafsiran Al-Qur'an. Terakhir, secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menyajikan pandangan baru dan memperkaya pengetahuan masyarakat, terutama dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan dengan konsep toleransi.
Kata Kunci:
Keadilan, Ekonomi, Keadilan Ekonomi Dalam Konsepsi Al-Qur’an
Pandangan Ekonomi Islam Terhadap Jual Beli Online Menggunakan Sistem Dropshipping (Studi Kasus di Febby Colletion Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar
Abstract:
This research aims to analyze the Islamic economic perspective on online buying and selling using the dropshipping system (a case study at Febby Cellation in Biringkanaya District, Makassar City). The dynamic growth of online business has popularized the dropshipping model, where sellers don't need to manage physical inventory but rely on suppliers. The success of this business highly depends on effective promotion strategies. Based on interviews with Mrs. Febby, the owner of Febby Cellation, the primary promotional methods used include social media promotion, cross-promotion with other resellers, and loyalty programs (special discounts). Additionally, a product bundling strategy is applied to add value for customers and increase order value. From an Islamic economic perspective, promotional practices in dropshipping are generally permissible as long as they adhere to Sharia principles. Social media promotion is allowed if the content is honest and not deceptive. Cross-promotion is permissible as a form of mutual assistance in goodness (ta'awun 'alal birri wa at-taqwa). Loyalty programs, such as discounts, are also permitted as a form of benevolence (ihsan) and transparent incentives. The product bundling strategy is highly encouraged as it provides added value and financial benefits to customers, and is considered a mutually beneficial and honest business practice. Overall, the dropshipping business model can be conducted in accordance with Islamic business ethics if it upholds justice, transparency, and avoids prohibited elements like gharar (excessive uncertainty) and maisir (gambling), while ensuring clear ownership of goods and seller responsibility.
Keywords: Islamic Economy, Dropshipping System
Dengan menggunakan studi kasus di Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang, studi ini mencoba mengkaji perspektif ekonomi Islam terhadap jual beli daring dengan sistem dropshipping. Model dropshipping, yang mana penjual mengandalkan pemasok alih-alih mengelola inventaris, telah mendapatkan popularitas karena dinamika perdagangan daring yang terus berubah. Teknik pemasaran yang efektif sangat penting bagi kesuksesan perusahaan ini. Hasil penelitian berdasarkan wawancara dengan Ibu Febby, owner Febby Cellation, promosi melalui media sosial, promosi silang dengan reseller lain, dan program loyalitas (diskon khusus) adalah metode utama yang digunakan. Selain itu, strategi bundling produk juga diterapkan untuk menambah nilai bagi pelanggan dan meningkatkan nilai pesanan. Dalam perspektif ekonomi Islam, praktik promosi dalam dropshipping secara umum diperbolehkan selama memenuhi prinsip syariah. Promosi di media sosial diizinkan jika kontennya jujur dan tidak menipu. Kerjasama promosi silang dibolehkan sebagai bentuk tolong-menolong dalam kebaikan (ta'awun 'alal birri wa at-taqwa). Program loyalitas berupa diskon juga diperkenankan sebagai bentuk kebaikan (ihsan) dan insentif yang transparan. Strategi bundling produk sangat dianjurkan karena memberikan nilai tambah dan keuntungan finansial bagi pelanggan, serta dianggap sebagai praktik bisnis yang saling menguntungkan dan jujur. Secara keseluruhan, model bisnis dropshipping dapat dijalankan sesuai dengan etika dagang Islam jika memperhatikan keadilan, transparansi, dan menghindari unsur-unsur yang dilarang seperti gharar (ketidakjelasan) dan maisir (judi), serta memastikan kepemilikan barang dan tanggung jawab penjual yang jelas.
Kata Kunci: Ekonomi Islam dan Sistem Dropshipin
Keadilan Ekonomi Dalam Konsepsi Al-Qur’an
Abstract:
The main problem in this study is divided into two sub-problems or research questions, namely: 1) What is the form of economic justice in the conception of the Qur'an? 2) What are the verses about economic justice in the conception of the Qur'an? This research is summarized as qualitative, and the approach used is descriptive and interpretative. Qur'anic texts, articles, and journals. The process of processing and analyzing data is carried out through three stages, namely data reduction, data alignment, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: The form of economic justice has been determined in the Qur'an through verses that directly or indirectly discuss economic justice in the conception of the Qur'an which can be used as a guideline and applied in economic activities so as to create a just economic system to avoid an economic system that is not in accordance with the Qur’an which can certainly harm the parties involved.
Abstrak:
Pokok masalah dalam penelitian ini dibagi kedalam dua submasalah atau pertanyaan penelitian, yaitu: 1) Bagiamana bentuk keadilan ekomomi dalam konsepsi Al-Qur’an? 2) Bagaimana ayat tentang keadilan ekonomi dalam konsepsi Al-Qur’an? Penelitian ini diringkas sebagai kualitatif dan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif dan interpretatif. Teks Al-Qur’an, artikel serta jurnal. Proses pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyelarasan data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Bentuk keadilan ekonomi telah ditetapkan didalam Al-Qur’an melalui ayat-ayat yang membahas secara langsung maupun tidak langsung mengenai keadilan ekonomi dalam konsepsi Al-Qur’an yang dapat dijadikan pedoman dan diterapkan dalam kegiatan berekonomi sehingga menciptakan sistem ekonomi yang adil agar terhindar dari sistem ekonomi yang tidak sesuai Al-Qur’an yang pastinya bisa merugikan pihak terkait.
Kata kunci: Keadilan, Ekonomi, Keadilan Ekonomi Dalam Konsepsi Al-Qur’a
Dukungan dan Hambatan Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik MTs Negeri 2 Makassar: Support and Obstacles to Learning Aqidah Akhlak in Developing Students' Character at MTs Negeri 2 Makassar
This study explores the supporting and inhibiting factors of learning aqidah akhlak in building the character of students at MTs Negeri 2 Makassar. The focus of this study is to understand the process of learning aqidah akhlak, as well as the supporting and inhibiting factors for the success of character building of students. The research method used is descriptive qualitative, with data collection through observation, interviews, and documentation. The results of the analysis show that the process of learning aqidah akhlak is in accordance with the applicable curriculum, students are able to practice greetings and recite the asma' al-husna. The religious character of students is influenced by factors such as family, school environment, and society. The implications of this study include the importance of religious and moral education in shaping the character of the younger generation, as well as the need for collaboration between various parties to support the learning and character building of students. These findings can be a reference for the development of character education programs at MTs Negeri 2 Makassar and also a reference for further research in the same context
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam pada Siswa Kelas IV SD Inpres Bung Makassar
Abstract:
Abstract is A le.arning mode.l is a plan or patte.rn u.se.d as a gu.ide. in planning syste.matic proce.du.re.s as a gu.ide. for planning le.arning in class or le.arning and carrying ou.t le.arning activitie.s. The. coope.rative. le.arning mode.l is applie.d in the. le.arning proce.ss which incre.ase.s stu.de.nts' inte.re.st in le.arning in de.te.rmining the. de.gre.e. of stu.de.nt activity, inte.re.st, and de.ve.lopme.nt of coope.rative. le.arning style.s. The. re.se.arche.r's aim is to incre.ase. stu.de.nts' inte.re.st in le.arning abou.t Islamic re.ligiou.s e.du.cation su.bje.cts and he.lp the. le.arning syste.m be. more. e.ffe.ctive. and e.asy for stu.de.nts to u.nde.rstand to bu.ild or think cre.ative.ly. A grou.p te.aching strate.gy that involve.s stu.de.nts working collaborative.ly. This type. of re.se.arch is classroom action re.se.arch. The. re.se.arch me.thod u.se.d is a de.scriptive. qu.alitative. me.thod. Data colle.ction was carrie.d ou.t by obse.rvation, inte.rvie.ws, te.sts and docu.me.ntation. The. re.su.lts of the. re.se.arch show that stu.de.nts le.arning u.sing NHT type. coope.rative.s can incre.ase. le.arning inte.re.st and achie.ve.me.nt with a more. e.ffe.ctive. and stru.ctu.re.d le.ve.l of stu.de.nt ability. Can be. me.asu.re.d throu.gh variou.s aspe.cts, le.arning ou.tcome.s and fe.e.dback. with an u.nde.rstanding of stu.de.nt satisfaction.
Keywords: Learning Model, Interestin Learning, NHT Cooperative
Abstrak:
Model pembelajaran adalah salah satu rencana atau pola digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan prosedur sistematis sebagai pedoman perencanaan pembelajaran dikelas atau belajar dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif diterapkan dalam proses pembelajaran yang meningkatkan minat belajar siswa dalam menentukan derajat keaktifan siswa, menarik, mengembangkan kooperatif dalam gaya belajar. Tujuan peneliti untuk meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan agama islam dan membantu sistem pembelajaran yang lebih efektif dan mudah dipahami oleh siswa untuk membangun atau berfikir kreatif. Sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi. Jenis penelitian ini adalah classroom action research. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa belajar menggunakan Kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan minat belajar, prestasi dengan tingkat kemampuan siswa yang lebih efektif dan terstruktur. Dapat diukur melalui berbagai aspek, hasil belajar dan umpan balik.dengan pemahaman tentang kepuasan siswa
Kata Kunci: Model Pembelajaran, Minat Belajar, Kooperatif NH
Peran Bank Syariah Terhadap Pemberdayaaan UMKM Melalui Pembiayaan Murabahah (Studi Kasus Bank BTPN Syariah KCS Makassar)
Abstract:
This study aims to analyze: (1) How Islamic Banks empower MSMEs through Murabahah Financing; (2) What are the obstacles and solutions provided by Islamic banks to empower MSMEs through Murabahah financing. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. This study shows how the role of Bank BTPN Syariah KCS Makassar in empowering MSMEs greatly helps business actors in improving and developing their businesses through easy murabahah financing applications. The obstacles of Bank BTPN Syariah KCS Makassar are problematic financing caused by the lack of thoroughness of financing analysis in checking the truth and authenticity of documents or errors in calculations. As a result, financing can also occur due to collusion from the credit analysis party to the debtor so that the analysis is not objective. The solution provided by BTPN Syariah when problematic financing occurs is to use the 3 R method, namely (Rescheduling, Reconditioning, Restructuring).
Keywords: MSME Empowerment, Murabahah Financing, the Role of Islamic Banks.
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Bagaimana Bank Syariah melakukan pemberdayaan UMKM melalui Pembiayaan Murabahah; (2) Apa saja kendala dan solusi yang di berikan bank Syariah terhadap pemberdayaan UMKM melalui pembiayaan Murabahah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menunjukkan bagaimana peran Bank BTPN Syariah KCS Makassar dalam memberdayakan UMKM sangat membantu para pelaku usaha dalam meningkatkan dan mengembangkan usahanya melalui kemudahan pengajuan pembiayaan murabahah. Adapun kendala Bank BTPN Syariah KCS Makassar yaitu Pembiayaan bermasalah yang disebabkan kurang telitinya analisis pembiayaan dalam mengecek kebenaran dan keaslian dokumen atau salah dalam perhitungan. Akibatnya Pembiayaan dapat pula terjadi akibat kolusi dari pihak analisis kredit kepada debitur sehingga analisis tersebut tidak obyektif. Adapun solusi yang di berikan pihak BTPN Syariah ketika terjadi pembiayaan bermasalah adalah dengan menggunakan cara 3 R yaitu (Rescheduling, Reconditioning, Restructuring).
Kata Kunci:
Pemberdayaan UMKM, Pembiayaan Murabahah, Peran Bank Syaria
Penerapan Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Siswa Kelas VIII UPT SPF SMP Negeri 32 Makassar
Abstract:
The purpose of this research is to define and describe the factors that helped and hindered the use of discussion methods to increase class VIII students' motivation to study Islamic religious education at UPT SPF SMP Negeri 32 Makassar, as well as to analyze and describe the methods themselves. Objects found in nature are the basis of this qualitative investigation. Things that grow naturally, unaltered by scientists, are called natural things. Interviews, documentation, and observation are the methods utilized to gather data. The study's findings show that (1) UPT SPF SMP Negeri 32 Makassar's eighth graders' enthusiasm to study Islamic religious education was enhanced by the use of discussion techniques, which included introductory, main, and concluding exercises. It is evident from the rise in student engagement that the discussion technique has been successful in fostering an interest for learning among Islamic Religious Education topics at UPT SPF SMP Negeri 32 Makassar. This, in turn, motivates students to study more. The discussion style brought about noticeable changes in the students' level of engagement, who may have been less engaged before. There was a noticeable uptick in student engagement and engagement with the topic, leading to a more dynamic and participatory classroom environment. The capacity to effectively manage the class and the availability of engaging and relevant course materials are two of the most important elements that encourage students to participate in class discussions, while other aspects work against its widespread use. Time restrictions and a lack of student engagement are two of the many problems that could arise while using this approach.
Keywords: Discussion Method, Learning Motivation
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penggunaan metode diskusi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII di UPT SPF SMP Negeri 32 Makassar, serta menganalisis dan mendeskripsikan metode tersebut. Objek yang ditemukan di alam menjadi dasar penelitian kualitatif ini. Sesuatu yang tumbuh secara alamiah, tidak diubah oleh ilmuwan, disebut benda alam. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Antusiasme siswa kelas VIII UPT SPF SMP Negeri 32 Makassar dalam mempelajari pendidikan agama Islam meningkat dengan penggunaan teknik diskusi yang meliputi latihan pendahuluan, inti, dan penutup. Dari peningkatan keterlibatan siswa terlihat bahwa teknik diskusi berhasil menumbuhkan minat belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di UPT SPF SMP Negeri 32 Makassar. Hal ini pada gilirannya memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Gaya diskusi membawa perubahan yang nyata pada tingkat keterlibatan siswa, yang sebelumnya mungkin kurang terlibat. Terjadi peningkatan yang nyata dalam keterlibatan siswa dan keterlibatan dengan topik, yang mengarah ke lingkungan kelas yang lebih dinamis dan partisipatif. Kapasitas untuk mengelola kelas secara efektif dan ketersediaan materi pelajaran yang menarik dan relevan adalah dua elemen terpenting yang mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi kelas, sementara aspek lain menghambat penggunaannya secara luas. Keterbatasan waktu dan kurangnya keterlibatan siswa adalah dua dari banyak masalah yang dapat muncul saat menggunakan pendekatan ini. Kata Kunci: Metode Diskusi, motivasi Belajar
Kata Kunci: Metode Diskusi, motivasi Belaja
Menanamkan Akhlakul Karimah pada Anak Usia Dini di Lingkungan RT/002 RW/002 Kelurahan Buloa Kecamatan Tallo
Abstract:
This study discusses the role of parents in instilling the values of Akhlakul Karimah in early childhood. The main issue encountered is the low implementation of these values, which is primarily caused by parents' busy schedules. This study aims to: (1) identify the role of parents in instilling Akhlakul Karimah in early childhood, (2) determine the challenges faced by parents in this process, and (3) analyze the efforts made by parents to overcome these challenges. This research employs a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings indicate that: (1) Parents in RT/002 RW/002 of Buloa Village have fulfilled their roles well as guides, facilitators, and motivators in instilling Akhlakul Karimah in their children. (2) The main challenges faced include a lack of family harmony, limited parental understanding of religious values, parents' work commitments, inadequate supervision of gadget use, and insufficient control over children's social interactions. (3) Efforts made by parents to address these challenges include maintaining family harmony, enhancing religious knowledge, managing time effectively, limiting children's gadget usage, and supervising and guiding their social environment. The results of this study are expected to provide insight for parents on the importance of instilling Akhlakul Karimah values in children from an early age to foster good character in the future.
Keywords: Akhlakul Karimah, Parents, Early Childhood
Abstrak:
Penelitian ini membahas peran orang tua dalam menanamkan akhlakul karimah pada anak usia dini. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya penerapan nilai-nilai akhlakul karimah pada anak, yang disebabkan oleh kesibukan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui peran orang tua dalam menanamkan akhlak pada anak Usia dini (2) Untuk mengetahui Apa saja kendala yang dihadapi orang tua dalam menanamkan akhlakul karimah pada anak usia dini (3) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan orang tua dalam menanggulangi kendala dalam menanamkan akhlakul karimah anak pada anak usia dini. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Peranan orang tua dalam menanamkan akhlakul karimah pada anak usia dini di lingkungan RT/ 002 RW/ 002 mereka para orang tua telah menjalankan perannya dengan baik sebagai orang tua yang bertugas menjadi pembimbing,
fasilitator, dan motivator. (2) Kendala orang tua dalam menanamkan akhlakul karimah pada anak usia dini di lingkungan RT/ 002 RW/ 002 adalah kurangnya keharmonisan orang tua dalam keluarga, kurangnya pemahaman orang tua tentang keagamaan, kesibukan orang tua bekerja diluar rumah, kurangnya pengawasan terhadap penggunaan gadget, dan kurangnya pengawasan terhadap pergaulan anak.(3) Adapun upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala yang dihadapi orang tua dalam menanamkan akhlakul karimah pada anak usia dini yaitu berusaha untuk selalu menjaga keharmonisan didalam keluarga, selalu berusaha meningkatkan pengetahuan mereka tentang agama, selalu berusaha membagi waktu mereka dengan sebaik-baiknya, membatasi penggunaan gadget pada anak mereka, dan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu mengawasi dan membatasi dengan siapa anak mereka bergaul dan berteman.
Kata Kunci: Akhlakul Karimah, Orang Tua, Anak Usia Din
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP AKHLAK PESERTA DIDIK (STUDY KASUS) KELAS 8 di SMP NEGERI 30 MAKASSAR
Abstract:
This research aims to find out how much students use social media at SMP Negeri 30 Makassar and to find out the supporting and inhibiting factors regarding the use of social media on the morals of students in Class 8 of SMP Negeri 30 Makassar. This research method is qualitative research with a pedagogical and andragogical approach. . This research took 5 (five) respondents, consisting of school principals, grade 8 teachers, TU staff, and grade 8 students at SMP Negeri 30 Makassar. The data collection method uses interview, observation and documentation techniques and then analyzed using descriptive techniques. Test the validity of the data using triangulation techniques. The results of this research show that the use of social media on students' morals has a positive impact, namely making the learning process easier and a negative impact, namely forgetting time to study and disrupting students' learning concentration.
Keywords: Social Media, Morals, SMP Negeri 30 Makassar
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak peserta didik menggunakan media sosial di SMP Negeri 30 Makassar dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat mengenai penggunaan media sosial terhadap akhlak peserta didik di Kelas 8 SMP Negeri 30 Makassar.Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan paedagogik dan andragogi. Penelitian ini mengambil 5 (lima) orang responden, yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas 8, staf TU, dan peserta didik kelas 8 diSMP Negeri 30 Makassar. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan teknikdeskriptif. Uji keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial terhadap akhlak peserta didik membawa dampak positif yaitu mempermudah dalam kegiatan proses pembelajaran dan dampak negatif yaitu lupa waktu untuk belajar dan mengganggu konsentrasi belajar peserta didik.
Kata Kunci: Media Sosial, Akhlak, SMP Negeri 30 Makassar