Rumah Jurnal FAI Universitat Islam Makassar
Not a member yet
    216 research outputs found

    Efektivitas Produk Pembiayaan Musyarakah dalam Memberikan Manfaat kepada Pelaku Usaha (Studi pada Bank Sulselbar Syariah Cabang Bantaeng)

    Full text link
    Abstract: The Islamic banking system is not actually limited to customers with emotional religious ties (Muslim communities). Islamic banking services can be enjoyed by anyone regardless of their religion, as long as they are willing to follow the business methods permitted by sharia. The community needs financial institutions that are strong, transparent, fair, and committed to helping improve the economy and business of customers. The musyarakah contract is one of the contracts permitted by sharia based on the evidence in the Quran and Sunnah. The purpose of this study is to determine the effectiveness of musyarakah financing products in providing benefits to business actors (Study of Bank Sulselbar Syariah Bantaeng Branch). The research method used is qualitative with a descriptive approach, in this study using primary and secondary data sources and data analysis techniques in this study are data reduction, categorization, and synthesis. The results of this study indicate that musyarakah financing at Bank Sulselbar Syariah, Bantaeng Branch, provides a tangible contribution to the growth and sustainability of MSMEs. A fair and flexible profit-sharing scheme, coupled with business mentoring and Sharia-based management, makes musyarakah an effective, productive, and sustainable capital solution. Despite challenges such as weak management and reporting, this financing remains able to transformatively empower businesses through participatory and justice-oriented partnerships.     Keywords: Islamic Bank, Effectiveness, Musyarakah, Business Actors. Abstrak: Sistem perbankan syariah sesungguhnya tidak terbatas pasarnya pada nasabah yang memiliki ikatan emosional keagamaan (masyarakat muslim). Layanan perbankan syariah dapat dinikmati oleh siapa saja tidak tergantung agama yang dianut, sepanjang bersedia mengikuti cara berbisnis yang diperbolehkan secara syariat masyarakat membutuhkan lembaga keuangan yang kuat, transparan adil dan berkomitmen membantu meningkatkan perekonomian dan usaha nasabah. Akad musyarakah termasuk salah satu akad yang diperbolehkan menurut syariah berdasarkan dalil dalam al-quran dan sunnah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas produk pembiayaan musyarakah dalam memberikan manfaat pada pelaku usaha (Studi Bank Sulselbar Syariah Cabang Bantaeng). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder serta teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, kategorisasi dan sintesisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembiayaan musyarakah di Bank Sulselbar Syariah Cabang Bantaeng memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan dan keberlangsungan usaha para pelaku UMKM. Skema bagi hasil yang adil dan fleksibel, disertai pendampingan usaha serta pengelolaan berbasis prinsip syariah, menjadikan musyarakah sebagai solusi permodalan yang efektif, produktif, dan berkelanjutan. Meski terdapat tantangan seperti lemahnya manajemen dan pelaporan usaha, pembiayaan ini tetap mampu memberdayakan pelaku usaha secara transformatif melalui kemitraan yang partisipatif dan berorientasi pada keadilan.   Kata Kunci: Bank Syariah, Efektivitas, Musyarakah, Pelaku Usaha

    Upaya Guru dalam Megatasi Kesulitan Belajar Membaca dan Menulis pada Peserta Didik Kelas II MIS Al- Hidayah Tompong Kabupaten Manggari Timur

    Full text link
    Abstract: The main issue in this research is the teacher's efforts to overcome learning difficulties in reading and writing among second-grade students at MIS Al-Hidayah Tompong, East Manggarai Regency . This issue is formulated into three sub-problems: 1) An overview of the reading and writing difficulties faced by second-grade students; 2) Supporting and inhibiting factors for teachers in addressing these difficulties; 3) Solutions implemented by teachers to overcome these issues. This study is a descriptive qualitative research using pedagogical and sociological approaches. The data collection techniques include observation, interviews, and documentation, utilizing both primary and secondary data sources. The data analysis process involves reduction, presentation, and verification. The students' reading difficulties include the inability to pronounce letter sounds and spell words, while their writing difficulties involve confusion in distinguishing letters, reversed writing, and slow writing speed. Supporting factors include the teacher's perseverance and communication with students' parents. Inhibiting factors include students' experiences at school and home, lack of parental attention, and the influence of mobile phones used for playing games. Teachers address these challenges through varied teaching methods and media, creating a harmonious learning atmosphere, providing additional tutoring sessions, and offering rewards. Abstrak: Pokok masalah penelitian ini adalah upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca dan menulis pada siswa kelas II MIS Al-Hidayah Tompong, Kabupaten Manggarai Timur . Permasalahan tersebut dirumuskan menjadi tiga submasalah: 1) Kesulitan membaca dan menulis siswa kelas II; 2) Faktor pendukung dan penghambat guru dalam mengatasi kesulitan tersebut; 3) Solusi yang dilakukan guru untuk mengatasinya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan pedagogis dan sosiologis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan sumber data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi. Kesulitan siswa dalam membaca meliputi ketidakmampuan mengucapkan bunyi huruf dan mengeja, sementara dalam menulis, siswa mengalami kebingungan membedakan huruf, penulisan terbalik, dan kecepatan menulis yang lambat. Faktor pendukung mencakup ketekunan guru dan komunikasi dengan orang tua siswa. Sedangkan faktor penghambat meliputi pengalaman siswa di sekolah dan di rumah, kurangnya perhatian orang tua, dan pengaruh ponsel. Guru mengatasi masalah ini melalui metode dan media pembelajaran yang bervariasi, menciptakan suasana belajar harmonis, memberikan les tambahan, dan penghargaan. Kata Kunci: Kesulitan belajar, membaca dan menulis, Upaya gur

    Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Pendidik Pada MTS DDI Lonrong Kecamatan Ponre Kabupaten Bone

    Full text link
    Abstract: his research aims to describe and analyze the managerial competencies of madrasah principals, the professionalism of educators, and the role of the madrasah principal in improving teachers' professionalism at MTs DDI Lonrong, Ponre District, Bone Regency. The study uses a qualitative approach with a field research type and a phenomenological approach. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, involving data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings show that the madrasah principal has strong managerial competencies in carrying out the functions of planning, organizing, implementing, and supervising. The principal is capable of formulating the direction of the madrasah's policy in a visionary way, optimizing teachers' potential through proportional task distribution, and conducting academic supervision as a form of pedagogical coaching. The findings also reveal that the professionalism of teachers at MTs DDI Lonrong is at a good level, as reflected in the pedagogical, professional, social, and personality competencies demonstrated by the teachers in the implementation of teaching. Despite some challenges in the utilization of educational technology, teachers show a strong commitment to improving teaching quality and self-development. This research confirms that the madrasah principal plays a central role in enhancing teachers' professionalism through transformational leadership, motivation, continuous coaching, teacher empowerment, and the creation of a collaborative work culture. The combination of these leadership functions positions the madrasah principal as the main driving force in improving the quality of madrasah education. The study has significant implications for strengthening training programs for madrasah principals and teachers, as well as the need for the development of policies based on continuous professional development.   Keywords: Madrasah Principal, Managerial Competence, Teacher Professionalism, Academic Supervision, Educational Management Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kompetensi manajerial kepala madrasah, profesionalisme tenaga pendidik, serta peran kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru di MTs DDI Lonrong Kecamatan Ponre Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki kompetensi manajerial yang kuat dalam menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Kepala madrasah mampu merumuskan arah kebijakan madrasah secara visioner, mengoptimalkan potensi guru melalui pembagian tugas yang proporsional, serta menjalankan supervisi akademik sebagai bentuk pembinaan pedagogik. Temuan juga mengungkap bahwa profesionalisme guru di MTs DDI Lonrong berada pada kategori baik, tercermin dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang ditunjukkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Meskipun masih terdapat kendala pada pemanfaatan teknologi pembelajaran, guru menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan kualitas mengajar dan pengembangan diri. Penelitian ini menegaskan bahwa kepala madrasah memiliki peran sentral dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui kepemimpinan transformasional, motivasi, pembinaan berkelanjutan, pemberdayaan guru, serta penciptaan budaya kerja kolaboratif. Kombinasi fungsi kepemimpinan tersebut menjadikan kepala madrasah sebagai motor penggerak utama dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi penguatan program pelatihan kepala madrasah dan guru, serta perlunya pengembangan kebijakan berbasis pembinaan profesional berkelanjutan. Kata Kunci: Kepala Madrasah, Kompetensi Manajerial, Profesionalisme Guru, Supervisi Akademik, Manajemen Pendidika

    Manajemen Disiplin Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SDN 50 Pinrang

    Full text link
    Abstract: This study aims to describe the work discipline management at SDN 50 Pinrang, to present the teachers’ performance, and to explain how work discipline management improves teachers’ performance at SDN 50 Pinrang. The research employs a qualitative approach with a phenomenological design to explore the experiences and perceptions of teachers and the principal regarding work discipline. Data collection techniques include observation, interviews, documentation, and questionnaires. Data analysis techniques consist of data management, data analysis, interpretation of results, and presentation of findings. The results show that work discipline management at SDN 50 Pinrang is implemented through planning, organizing, implementing, supervising, evaluating, and follow-up functions. Planning is conducted through identifying disciplinary issues and formulating objectives; organizing includes task distribution and regulation development; implementation involves enforcing rules and ensuring punctuality; supervision is carried out through attendance checks, instructional supervision, and performance monitoring; while follow-up actions include coaching, training, motivation, and the provision of rewards and punishments. Teachers’ performance demonstrates positive outcomes based on four indicators: quality of performance, timeliness in completing tasks, attendance discipline, and ability to work collaboratively. The consistent implementation of work discipline management contributes significantly to improving teachers’ professionalism and responsibility. The study concludes that effective work discipline management has a positive impact on enhancing teachers’ performance. The implications highlight the need to strengthen supervision and follow-up functions, as well as to optimize teacher coaching and training. The limitations of the study include its focus on a single school and a relatively short observation period; therefore, future research is recommended to involve more schools for broader generalization. Keywords: Work Discipline Management, Teacher Performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen disiplin kerja di SDN 50 Pinrang, mendeskripsikan kinerja guru, serta mendeskripsikan manajemen disiplin kerja dalam meningkatkan kinerja guru di SDN 50 Pinrang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk menggali pengalaman dan persepsi guru serta kepala sekolah terkait disiplin kerja. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket atau kuisioner. Teknik analisis data mencakup pengelolaan data, analisis data, interpretasi hasil, dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen disiplin kerja di SDN 50 Pinrang dijalankan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan tindak lanjut. Perencanaan dilakukan melalui identifikasi masalah kedisiplinan dan perumusan tujuan; pengorganisasian melalui pembagian tugas dan penyusunan regulasi; pelaksanaan melalui penerapan aturan dan ketepatan waktu; pengawasan melalui absensi, supervisi pembelajaran, dan monitoring kinerja; serta tindak lanjut melalui pembinaan, pelatihan, motivasi, dan pemberian reward dan punishment. Kinerja guru menunjukkan hasil yang baik berdasarkan empat indikator: kualitas kinerja, ketepatan waktu dalam pencapaian tugas, kedisiplinan kehadiran, dan kemampuan bekerjasama. Implementasi manajemen disiplin kerja yang konsisten terbukti berkontribusi pada peningkatan profesionalitas dan tanggung jawab guru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa manajemen disiplin kerja yang efektif berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja guru. Implikasi penelitian menyoroti pentingnya penguatan fungsi pengawasan dan tindak lanjut, serta optimalisasi pembinaan dan pelatihan guru. Keterbatasan penelitian meliputi cakupan lokasi yang terbatas pada satu sekolah dan waktu observasi yang singkat, sehingga penelitian lanjutan disarankan mencakup lebih banyak sekolah untuk generalisasi temuan. Kata Kunci: Manajemen Disiplin Kerja, Kinerja Gur

    IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS II MIS NURUL KHAIRAH KOLIJAHI KECAMATAN PANTAR TIMUR KABUATEN ALOR

    Full text link
    Abstract: This research aims to analyze and describe the implementation of the school literacy movement at the habituation, development and learning stages at MIS Nurul Khairah Kolijahi and the school's efforts to increase students' interest in reading at MIS Nurul Khairah Kolijahi. This research uses a qualitative descriptive research method which is carried out through three stages of the school literacy movement, namely habituation, development and learning. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation techniques. The subject of this research was class II MIS Nurul Khairah Kolijahi with a total of 17 students. The research results show that (1) the implementation of the school literacy movement at the habituation, development and learning stages at MIS Nurul Khairah Kolijahi is the school literacy movement (GLS) which includes the habituation, development and learning stages, reading 15 minutes before the lesson starts, reading silently changed to reading aloud, responding to the reading then drawing conclusions and the teacher providing reinforcement regarding the content of the reading, teacher appreciation for the achievements and achievements achieved by students while participating in literacy activities, there are celebrations of certain days that have a literacy theme. (2) The school's efforts to increase students' interest in reading at MIS Nurul Khairah Kolijahi are to determine students' interest in reading both during class hours and outside of class hours, including completing school facilities and infrastructure, creating a conducive environment, increasing library collections, maintaining cleanliness. library environment, and instilling motivation in students. Keywords: School Literacy Movement, Students' Interest in Reading Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran di MIS Nurul Khairah Kolijahi dan upaya sekolah dalam meningkatkan minat membaca peserta didik di MIS Nurul Khairah Kolijahi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan melalui tiga tahap gerakan literasi sekolah yaitu pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kelas II MIS Nurul Khairah Kolijahi dengan jumlah peserta didik 17 Orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) implementasi gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran di MIS Nurul Khairah Kolijahi adalah dengan gerakan literasi sekolah (GLS) yang meliputi tahap pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran, membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, membaca diam diubah menjadi membaca nyaring, menanggapi bacaan kemudian mengambil kesimpulan dan guru memberikan penguatan tentang isi bacaan tersebut, penghargaan guru terhadap prestasi dan pencapaian yang diraih oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan literasi, adanya perayaan hari-hari tertentu yang memiliki tema literasi. (2) upaya sekolah dalam meningkatkan minat membaca peserta didik di MIS Nurul Khairah Kolijahi adalah untuk mengetahui minat membaca peserta didik baik di jam pelajaran maupun diluar dari jam pelajaran diantaranya melengkapi sarana dan prasarana sekolah, menciptakan ligkungan yang kondusif, menambah koleksi kepustakaan, menjaga kebersihan lingkungan perpustakaan, dan penanaman motivasi terhadap peserta didik. Kata Kunci:  Gerakan Literasi Sekolah, Minat Membaca Peserta Didi

    Praktik Gadai Sawah di Desa Banyu Urip Kabupaten Luwu Utara Perspektif Ekonomi Islam

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1)  bagaimana sistem gadai sawah di Desa Banyu Urip Kabupaten Luwu Utara; (2) bagaimana perspektif ekonomi Islam terhadap sistem gadai sawah di Desa Banyu Urip Kabupaten Luwu Utara. Jenis Penelitian ini tergolong kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dan normatif. Adapun sumber data penelitian ini adalah pemberi gadai (rahin) dan penerima gadai (murtahin). Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian memperoleh hasil bahwa, sistem pelaksanaan gadai sawah di Desa Banyu Urip Kabupaten Luwu Utara menggunakan 2 sistem yaitu: sistem gadai dengan pemanfaatan sawah oleh pihak pemberi gadai (rahin) dengan adanya bagi hasil dan sistem pemanfaatan sawah oleh pihak penerima gadai (murtahin). Menurut perspektif ekonomi Islam bahwa praktik gadai sawah di Desa Banyu Urip Kabupaten Luwu Utara dalam pelaksanaan akadnya memenuhi rukun dan syarat gadai dalam Islam, namun pengambilan manfaat dari barang jaminan untuk mendapatkan keuntungan, hal ini tidak sesuai dengan Fatwa Dewan Syriah Nasional (DSN) No.25/DSN-MUI/III/2002, tidak sesuai dengan pendapat Ulama, Al-Qur’an dan hadit

    Arisan Uang dalam Perspektif Ekonomi Syariah (Studi Empiris pada Masyarakat Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang)

    Full text link
    Abstract: This study aims to determine: (1) To determine the perspective of Islamic economics on money arisan; (2) To determine the implementation of money arisan on community welfare. This study uses a qualitative method with an economic approach. Primary data sources consist of informants from money arisan holders and several other members carried out by one of the arisan groups in Pekkabata sub-district. Secondary data sources are taken from various books, journals, and other scientific works as a theoretical basis. Data were collected using observation, interview, and documentation techniques and then analyzed using descriptive analysis techniques developed by Miles and Hubermen, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. Data validity testing uses triangulation techniques. The results of the study indicate that the arisan activities carried out by one of the arisan groups in Pekkabata sub-district can be said to be activities that do not conflict with Islamic law because the basis for them participating in this arisan activity is with the aim of establishing friendship with fellow friends who work in the market as well as with the intention of helping each other. In addition, in the implementation of the arisan activity, there are no additional costs charged to each member. In addition, the implementation is that each member must pay 500 thousand which must be paid twice a week, namely on market days in Pekkabata, namely Monday and Friday, and will be drawn every 10 payments or approximately 5 weeks and the nominal money received is 120 million. With this money, members who get a turn to enter the draw can use the money as capital to increase their sales in the market. Keywords: Arisan Money, Islamic Economic Perspective Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui perspektif ekonomi syariah terhadap arisan uang; (2) Untuk mengetahui implementasi arisan uang terhadap kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ekonomi. Sumber data primer terdiri atas informan dari pemegang uang arisan dan beberapa anggota lainnya yang dilakukan oleh salah satu kelompok arisan yang ada di kelurahan Pekkabata. Sumber data sekunder diambil dari berbagai buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya sebagai landasan teori. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermen, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukka kegiatan arisan yang dilakukan oleh salah satu kelompok arisan yang ada di kelurahan Pekkabata bisa dikatakan sebagai kegiatan yang tidak bertentanga denga syariat islam karena landasan mereka mengikuti kegiatan arisan ini yaitu dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi dengan sesama teman yang bekerja di pasar selain itu juga dengan niat untuk saling tolong menolong. Selain itu pada pelaksanaan kegiatan arisan tidak biaya tambahan yang dibebankan oleh setiap anggota. Selain itu impelmentasi pelaksanaannya yaitu dengan masing masing anggota harus membayar sebanyak 500 ribu yang dimana harus dibayar setiap dua kali dalam seminggu yaitu pada hari pasar di Pekkabata yaitu hari Senin dan Jum’at, dan akan diundi setiap 10 kali pembayaran atau kurang lebih 5 minggu dan nominal uang yang diterima sebanyak 120 juta. Dengan uang tersebut anggota yang mendapat giliran untuk naui undian dapat mempergunakan uang tersebut sebagai modal untuk menambah jualan mereka di pasar Kata Kunci: Arisan, Uang, Perspektif Ekonomi Isla

    Motivasi Mahasiswa dalam Mengikuti Organisasi Kemahasiswaan di Universitas Islam Makassar: Students’ Motivation to Participate in Student Organizations at Islamic University of Makassar

    Full text link
    This study focuses on student motivation in joining campus organizations. This type of research is descriptive qualitative. The primary data source is informants from students of the Islamic Religious Education Study Program, Makassar Islamic University. Secondary data sources are relevant books and journals. Data collection through observation, interviews and documentation. The data analysis technique uses descriptive analysis techniques. The results of the study show that student motivation to join student organizations is characterized by the will of themselves (intrinsic) and also from outside (extrinsic). Intrinsic motivation of students is the desire to have self-confidence to be able to speak in public, increase insight both in terms of worldly knowledge and also the knowledge of the afterlife, and also soft skills or personal abilities for a student for their future. While the extrinsic motivation of students is the support of parents, invitations from friends, and wanting to have closeness with seniors or lecturers who have previously joined the organization. This study has implications for the importance of a cadre pattern that maintains the ideology of students to remain tolerant and not forget academic activities in lectures

    Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Makassar

    Full text link
    Abstract: In 2019, the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia introduced the Merdeka Belajar (Freedom to Learn) concept to improve the quality of education. SMP Negeri 1 Makassar was designated as a driving school and began implementing the Merdeka Curriculum in July 2021. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum at the school, particularly in the Islamic Religious Education subject. This research employs a qualitative method with a pedagogical approach. Primary data were obtained from the school principal, vice principal for curriculum affairs, Islamic Religious Education teachers, and students, while secondary data were sourced from books and journals. Data were collected through observations, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, with validation through triangulation. The findings indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has been running well, although challenges remain, such as the lack of teacher training and adaptation to new teaching methods. Efforts to address these challenges include participation in learning communities and enhancing teaching creativity. This study concludes that the implementation of the Merdeka Curriculum has had a positive impact on students' character development and critical thinking skills, although improvements are still needed in certain aspects. Keywords              : Education, Curriculum, Islamic, Merdeka, Religious.   Abstrak: Pada tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan konsep Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. SMP Negeri 1 Makassar ditunjuk sebagai sekolah penggerak dan mulai menerapkan Kurikulum Merdeka pada Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah tersebut, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan pedagogi. Data primer diperoleh dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa, sementara data sekunder berasal dari buku dan jurnal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, dengan validasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat kendala seperti kurangnya pelatihan guru dan adaptasi terhadap metode baru. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya meliputi keterlibatan dalam komunitas belajar dan peningkatan kreativitas pengajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa, meskipun masih diperlukan perbaikan di beberapa aspek. Kata Kunci : Agama, Islam, Kurikulum, Merdeka, Pendidikan &nbsp

    Implementasi Program Literasi Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas 3 Upt Spf Sd Inpres Kantisang Makassar

    Full text link
    Abstract: This study aims to analyze: (1) Literacy programs for students in grade 3 of UPT SPF SD Inpres Kantisang Makassar; (2) Implementation of literacy programs in increasing reading interest in students in grade 3 of UPT SPF SD Inpres Kantisang Makassar, (3) Supporting and inhibiting factors for the implementation of literacy programs in increasing reading interest in students in grade 3 of UPT SPF SD Inpres Kantisang.This research approach is qualitative with a descriptive research type. Data collection uses observation, interview, and documentation methods. The informant determinant in this study uses purposive sampling and snowball sampling techniques. And the data analysis uses 3 stages according to Miles, Huberman, and Saldana which consist of data concentration, data presentation, and drawing conclusions.The results of the study showed that there were three literacy programs for students, namely reading clinics, library visits, 30 minutes of reading and literacy activities outside the classroom (my school my adventure), the implementation of the literacy program at the UPT SPF SD Inpres Kantisang Makassar was carried out in three stages, namely planning, implementation, and evaluation. The forms of literacy activities consisted of 30 minutes of literacy activities before learning, reading corners, library visits, and literacy activities outside the classroom (my school my adventure). The results of the study also showed supporting factors for the implementation of the program consisting of; the existence of a campus teaching program, facilities and infrastructure, and teacher cooperation. Inhibiting factors were also found, namely the existence of student learning culture. Keywords: Literacy, Implementation of interest in reading Abstrak: Penelitian Ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Program literasi pada siswa Kelas 3 UPT SPF SD Inpres Kantisang Makassar; (2) Implementasi program literasi dalam meningkatkan minat baca siswa kelas 3 UPT SPF SD Inpres Kantisang Makassar, (3) Faktor pendukung dan penghambat impleentasi program literasi dalam meningkatkan minat baca siswa kelas 3 UPT SPF SD Inpres Kantisang. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentu informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Dan analisis datanya menggunakan 3 tahap menurut Miles, Huberman, dan Saldana yang terdiri dari konsensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan Program literasi pada siswa ada empat yaitu 30 menit kegiatan literasi, kunjungan pepustakaan, Pojok baca dan Kegiatan literasi di luar kelas (my school my adventure), implementasi program literasi di UPT SPF SD Inpres Kantisang Makassar dilakukan dengan tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Bentuk-bentuk kegiatan literasinya terdiri dari 30 menit kegiatan literasi sebelum pembelajaran, pojok baca, kunjungan perpustakaan, dan kegiatan literasi di luar kelas (my school my adventure). Hasil penelitian juga menunjukkan faktor pendukung berjalanya program yang terdiri dari; adanya program kampus mengajar, sarana prasarana, dan kerja sama guru. Juga ditemukan faktor penghambatnya yang adanya kultur belajar siswa. Kata Kunci: Literasi, Implemenasi Minat Bac

    208

    full texts

    216

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal FAI Universitat Islam Makassar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇