OJS (Muhammadiyah University of Enrekang)
Not a member yet
4739 research outputs found
Sort by
An Analysis of Imperatives Used by the Teacher in EFL-Classroom Interaction in Indonesian Secondary School
The way teachers communicate with students significantly affects the success of learning. Giving imperatives is one of the methods teachers use to communicate with students and enhance the effectiveness of the teaching and learning process. This research aimed to analyze the imperatives used by teachers in EFL classroom interactions in Indonesian secondary schools. The study employed a qualitative design. The subjects of the research were a representative English teacher and students from class XI IPS at SMAN 3 Enrekang, selected using a purposive sampling technique. Data were collected through classroom observations, video recordings, and interviews. The data were then analyzed using an interactive model of data analysis, which included data collection, data display, data condensation, and conclusion drawing/verification. The findings revealed that the teacher used different expressions when giving imperatives during the teaching and learning process, including positive, brief, and negative imperatives. The teacher employed imperatives to manage the classroom and instruct students. The use of imperatives was effective because students generally understood the teacher’s expectations, although the teacher sometimes needed to repeat certain imperatives to ensure student compliance. Students were able to grasp the imperatives easily because the teacher usually gave brief instructions. However, when the teacher used a different style of imperative, students sometimes became confused and struggled to respond immediately
Pengembangan Usaha Kopi Nating Menjadi Ice Cream Kopi
Ice cream is a dairy product that is made by freezing and mixing the raw ingredients together. The ingredients used are a combination of milk with additional ingredients such as sugar and honey or without flavorings and colors, and stabilizers. The ingredients for mixing ice cream are called ice cream mix (ICM), by mixing the right ingredients and processing correctly, good quality ice cream can be produced. This activity was carried out in Nating Hamlet, Bungin District, Enrenkang Regency with the aim of providing education to the people of Nating Hamlet and developing coffee processing certification. The methods used were observation, delivery of material and direct practice in making ice cream from Arabica nating coffee. It is hoped that this activity can increase the education and insight of the community in Nating Hamlet so that they can be open to seeing the potential and exploiting the potential of the surrounding nature
Sosialisasi Bijak Gunakan Media Sosial di Desa Kota Tandun, Rokan Hulu
Media sosial adalah platform online yang memungkinkan penggunanya untuk berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan konten, termasuk blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan media sosial yang bijak terutama warga desa Kota Tandun, Kecamatan Rokan Hulu. Sosialisasi ini dilaksanakan secara tatap muka. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode langsung dengan sosialisasi dengan bentuk ceramah atau menjelaskan materi berupa teori yang berhubungan dengan tema yang diambil “Saring Sebelum Sharing”. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa Peserta memahami bagaimana cara menjadi sipengguna media sosial yang bijak dan dapat memanfaatkan media sosial untukmengembangkan potensi yang dimiliki serta Peserta mengerti bagaimana cara menyaring dan menyebarkan informasi yang bijak di media sosial sehingga meminimalisir penyebaran berita hoax
Sistem Informasi dalam Manajemen Pendidikan Islam
Pendidikan Islam merupakan aspek kunci dalam pembentukan karakter individu. Penggunaan sistem informasi dalam pendidikan telah mengubah pola pengambilan keputusan, dengan sektor pendidikan dituntut untuk mengadopsi perkembangan ini. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIM) memainkan peran penting dalam mengelola informasi secara efisien, terutama melalui Sistem Informasi Sekolah Terpadu (I-SIS). I-SIS mengintegrasikan berbagai fasilitas seperti database siswa, absensi otomatis, pembuatan rapor, dan layanan SMS Gateway, meningkatkan efisiensi pengelolaan data pendidikan. Sistem ini juga memungkinkan koneksi dengan pemindai untuk pengiriman data nilai otomatis. Dengan EMIS, integrasi antara kemampuan manusia dan teknologi informasi mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pendidikan. Sistem informasi manajemen pendidikan memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, memfasilitasi proses manajemen pendidikan secara efektif, serta membantu dalam perencanaan dan pengembangan proyek pendidikan
Manajemen Pendidikan Islam: Manajemen Pengelolaan Pesantren Raiyyaduttolibin
Dalam ajaran islam, segala hal apapun tidak boleh dilakukan secara semena-mena tanpa adanya suatu aturan melainkan harus rapi, jelas, teratur dan juga tertib, maka diberlakukanlah sistem manajemen dalam pengelolaan pondok pesantren. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan cara mewawancarai seorang pengelola pondok pesantren Riyyaduttolibhin. Manajemen pesantren diartikan sebagai sarana yang bertugas untuk mengatur atau mengelola pondok pesantren agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Tantangan utama dalam mengelola Pondok Pesantren Riyyaduttolibin adalah sulitnya melarang para santri untuk tidak keluar malam lebih dari jam 22.00. Cara mengevaluasi santri yang melanggar peraturan pondok, contohnya santri yang suka keluar siang dan malam lebih dari jam 22.00, yaitu dengan seringnya berkomunikasi dengan warga sekitar. Kemudian diadakanlah perkumpulan musyawarah antara masyarakat dan pengelola pondok setiap hari Minggu. Dalam pembelajaran di pondok pesantren ini tidak terlalu dipergunakan yang namanya teknologi, karena seringnya pembelajaran secara langsung ataupun tatap muka, terkecuali pada waktu tertentu
Pengaruh Program Adiwiyata Terhadap Prilaku Peduli Lingkungan Kelas V di MI An-Nazwa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minat peneliti untuk mengeksplorasi sejauh mana Program Adiwiyata mempengaruhi perilaku peduli lingkungan siswa di MI An-Nazwa Parungkuda. Program Adiwiyata bertujuan untuk mengatasi dan mencegah penumpukan sampah serta menciptakan lingkungan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan mendidik siswa sejak dini tentang pentingnya menjaga kebersihan. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu nilai karakter yang dikembangkan di sekolah sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional. Namun, pembentukan karakter siswa memerlukan waktu dan proses. Menurut Lickona, pembentukan karakter melibatkan pemahaman tentang kebaikan, komitmen untuk melakukannya, dan akhirnya, perilaku yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh Program Sekolah Adiwiyata terhadap perilaku peduli lingkungan siswa di MI An-Nazwa Parungkuda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling acak sederhana, dan ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Sekolah Adiwiyata memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku peduli lingkungan siswa
STUDY LITERATUR: ANALISIS KESALAHAN-KESALAHAN YANG DILAKUKAN SISWA DALAM MENJAWAB SOAL TEOREMA PYTAGORAS
Kesalahan merupakan sebuah hal yang harus diperbaiki agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk merangkum secara garis besar kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menjawab soal Teorema Pytagoras agar kesalahan-kesalahn tersebut dapat dievaluasi pada pembelajaran selanjutnya agar kesalahan tersebut dapat diperbaiki. Secara garis besar kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan siswa ada empat yaitu: 1. Kesalahan dalam memahami konsep Dasar Teorema Pytagoras, 2. Kesalahan dalam mengartikulasikan soal, 3. Kesalahan dalam mengoperasikan rumus, dan 4. Kesalahan dalam menggambarkan segitiga pada soal cerita
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Rasa Kepercayaan Diri Siswa Kelas VIII-1 di Mts Proyek Kandepag
This study examines the problem of the effect of group counseling services with discussion techniques on the self-confidence of students in class VIII-1 at MTs Project Kandepag. Group counseling using discussion techniques is one of the effective ways to increase students self-confidence. This group counseling service was conducted in the classroom by Ali Akbar Riadi, Auzha Amalia Putri, and Permata Dina Aulia for 45 minutes. The results showed that group counseling services with discussion techniques were effective for increasing students' self-confidence, students who had low self-confidence experienced an increase in self-confidence after participating in group counseling services. This research shows that group counseling with discussion techniques can be an effective alternative to increase students' self-confidenc
Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) terhadap hasil Belajar Peserta Didik Kelas V pada Mata Pelajaran Matematika Berbatuan Media Pop-UP Book di SD Al Ittihadiyah Mamiyai
This research is motivated by the mathematics learning process. Educators sometimes do not use varied learning models, so students experience boredom in the learning process. Apart from that, teachers still use conventional learning methods which direct the learning process more from the teacher to the students. The aim of this research is to determine the effect of the student facilitator and explaining learning model on the mathematics learning outcomes of fifth grade elementary school students. The design of this research is a quasi-experimental research with a non-equivalent pre-test and post-test control group. The population studied in this research were all students from class I to class VI, totaling 142 people. The sample in this study used a non-probability technique with purposive sampling, namely a technique for determining samples selected based on certain criteria. The sample consisted of two classes V-A and V-B at SD Al-Ittihadiyah consisting of 38 students. The data collection techniques used by researchers are documentation and tests, namely giving pre-tests and post-tests. The research results, as determined by an independent t-test, showed that the average value for the experimental class was 76.86 with a standard deviation of 9.372. The average value for the control class is 67.82 with a standard deviation of 9.926. This shows that the average score for students in the experimental class who participated in the student facilitator and explaining learning model showed a higher level of improvement in their academic performance compared to students in the control class, who received conventional teaching. The sig (2-tailed) value of 0.007 is smaller than 0.005, which indicates that there is a statistically significant impact of the student facilitator and explaining learning model on students' academic achievement in mathematics at Al-Ittihadiyah Elementary Schoo
Pengaruh Konten NCT World 2.0 terhadap Pola Komunikasi dan Gaya Hidup Anggota Komunitas K-Pop
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konten NCT World 2.0 terhadap pola komunikasi dan gaya hidup anggota komunitas K-Pop NCTZEN di Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana data yang sudah diperoleh nanti akan diolah menggunakan teknik statistik. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling atau probably sampling dengan survey menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik Uji Validitas, Uji Reliabilitas, dan Uji Hipotesis yang meliputi Regresi linier sederhana dan koefisien korelasi. Hasil dari penelitian ini adalah konten NCT World 2.0 memiliki pengaruh terhadap pola komunikasi dan gaya hidup anggota komunitas K-Pop NCTZEN di Twitter. Setelah melihat konten NCT World 2.0 ini, konten NCT World 2.0 berdampak pada gaya komunikasi dan gaya hidup orang-orang di dalam komunitasnya. Sebagai contoh, setiap penggemar akan terlibat dengan penggemar lain membentuk pola komunikasi kelompok untuk mempelajari dan berbagi informasi tentang idola mereka, membuat grup untuk berkomunikasi, dan memberikan dukungan kepada idola mereka melalui voting, streaming lagu, dan penggunaan tagar khusus. Komunikasi antara idola K-Pop dan penggemarnya diklasifikasikan sebagai komunikasi antarbudaya, yang melibatkan interaksi langsung dalam acara-acara seperti jumpa penggemar dan konser, serta melalui media sosial Selain berpengaruh terhadap pola komunikasi, adanya juga pengaruh konten idol K-Pop terhadap perilaku konsumtif penggemarnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif penggemar K-Pop adalah Merchandise yang dijual oleh para idola sebagai bagian dari merek mereka adalah salah satu hal yang memengaruhi cara konsumsi penggemar K-Pop. Selain itu, penggemar K-Pop sering menonton reality show, mendengarkan musik, dan menonton drama yang dibintangi idola kesayangan merek