OJS (Muhammadiyah University of Enrekang)
Not a member yet
4739 research outputs found
Sort by
The Role of the Driving Principal School And Teachers in the Independent Learning Program At Elementary School 003 Senaung Muaro Jambi Regency
The Independent Curriculum Program was formed to explore the potential of teachers in teaching and educating their students, as well as increasing student independence in learning. Teachers are the most important part in implementing independent learning. Teachers are also agents of educational transformation for the better. (Makarim, 2020). The aim of this research is to explain the role of school principals and teachers in the independent learning program. The method used in this research is the library method. The research results show that the principal and 5 roles of the teacher in the independent learning program are: 1) the teacher acts as a trainer for other fellow teachers, 2) the teacher plays the role of training student-centered learning, 3) the teacher acts as an agent of change, 4) The teacher's role is to create a learning space as a medium for discussion and collaboration, 5) The teacher's role is to guide the learning process, 6) The teacher's role is as a motivator, 7) The principal's role is to guide and ensure that the independent learning program is implemented according to applicable regulations
Communication Patterns Between Religious Communities in Building Tolerance in Mareje village, West Lombok
Desa Maraje memiliki beragam agama yang dianut oleh masing-masing masyarakat dengan Islam sebagai mayoritas agama yang dipeluk oleh masyarakat dan disusul oleh Kristen sebagai minoritas. masyarakat desa Mareje sejak dahulu hidup aman tentram dan damai tanpa adanya konflik yang berlatar belakang karena agama. Bagaimana tokoh agama di desa Mareje menggunakan pola komunikasi dalam misinya masing-masing. Penellitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa pola komunikasi antarumat beragama dalam membangun toleransi yang baik di desa Mareje Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis data deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan ialah teori komunikasi interpersonal, teori komunikasi kelompok, serta toleransi dalam perspektif Al-Quran. Hasil penelitian menunjukan bahwa, ditemukan bentuk-bentuk toleransi antara lain menghargai dan menghormati agama yang dianut oleh orang lain, tidak mengganggu ibadah dan jalannya kegiatan keagamaan orang lain, menerima perbedaan orang lain, berbuat baik dan menjaga silahturahmi dengan tetangga yang berbeda agama dan menghargai dan menghormati perayaan hari besar keagamaan orang lain. Sehingga membentuk ikatan-ikatan sosial yang tidak individualis dan menjadi satu kesatuan yang utuh dibawah peran ketiga tokoh Agama Islam, Kristen, Hindu serta tokoh masyarakat yang ada di desa Mareje tersebut
The Implication of TikTok Application in Learning EFL for Youngsters
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penggunaan aplikasi TikTok dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) pada siswa XI TJKT B di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Dengan menggunakan metode survei dan wawancara, data dikumpulkan dari 35 siswa dan satu guru bahasa Inggris yang aktif menggunakan TikTok sebagai alat bantu pengajaran. Hasilnya menunjukkan bahwa TikTok secara signifikan meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris, khususnya melalui konten yang kreatif, ringkas, dan interaktif. Guru juga melaporkan bahwa siswa menjadi lebih antusias dan lebih mudah mengingat kosakata dan struktur bahasa setelah mengintegrasikan TikTok ke dalam pembelajaran mereka. Selain itu, TikTok memfasilitasi pengenalan aspek budaya berbahasa Inggris, yang dianggap penting dalam meningkatkan pemahaman bahasa siswa secara keseluruhan. Namun, terlepas dari manfaat besar yang diberikan TikTok, penting bagi pendidik untuk mengintegrasikannya dengan metode pengajaran tradisional untuk memastikan siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Studi ini merekomendasikan agar platform media sosial seperti TikTok terus dieksplorasi dalam konteks pendidikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan bagi siswa
Training on the Creation of Interactive Learning Media for Indonesian Language based on Islamic Values for Teachers of MTs Islamiyah YPI Batang Kuis
Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru MTs Islamiyah YPI Batang Kuis dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis nilai-nilai keislaman dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan para guru pada berbagai teknik dan aplikasi teknologi yang dapat mendukung penyusunan media pembelajaran yang relevan dan menarik bagi siswa. Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, serta praktik langsung dalam pembuatan media pembelajaran. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa guru yang terlibat berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menciptakan media interaktif yang tidak hanya menyampaikan materi akademik, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan. Hal ini terbukti meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta memudahkan internalisasi nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan sarana teknologi, pelatihan ini memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan adanya pendampingan dan peningkatan sarana teknologi untuk mendukung penerapan media interaktif di kelas
Penerapan Konseling Individual dengan Menggunakan Teknik Self Talk untuk Mengurangi Kecemasan Berkomunikasi Siswa Kelas X SMA Budi Agung Medan
Permasalahan dalam penelitian ini adalah adalah bagaimana penerapan konseling individual dengan menggunakan teknik Self Talk untuk mengurangi kecemasan berkomunikasi siswa kelas X SMA Budi Agung Medan. Objek dalam penelitian ini sebanyak 2 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dari hasil penelitian melalui observasi dan wawancara yang telah dilakukan menunjukkan bahwa masih ada siswa yang mengalami kecemasan berkomunikasi seperti gugup pada saat berbicara atau berinteraksi dengan orang lain dan tidak percaya kepada diri, setelah diberikan layanan konseling individual dengan teknik self talk kepada siswa kecemasan berkomunikasi siswa perlahan akan berkurang dan akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi
Pengaruh Media Kartu Pantun terhadap Keterampilan Menulis Pantun Siswa Kelas V SD Negeri Sidodadi Kecamatan Kejuruan Muda
The aim of this research was to measure students' writing skills in both control and experimental classes before implementing learning using katu pantun media in class V of Sidodadi State Elementary School. This research also found that pantun cotton media can improve students' pantun writing skills. This research is a quantitative type of experimental research. This research involved 50 students from class V of Sidodadi State Elementary School, Youth Vocational District, which consisted of 2 classes: experimental class (IV-B) and control class (IV-A), each with 25 students each. A written test consisting of seven questions is used to measure students' abilities in pantun material. The software used to carry out data analysis and statistical tests is SPSS 27.0. The results of the research show that the rhyme writing skills of Sidodadi State Elementary School are greatly influenced by the presence of rhyme card media. The results of the hypothesis test also show that the experimental class treatment has an influence, because the sig. (2-fail) experimental class 0.000 is less than 0.05, so Ha and Ho are accepted at the level α = 0.05. For future research, this research must be supplemented with in-depth research on other topics that were previously researched
Analisis Library Anxiety Mahasiswa dalam Pemanfaatan Layanan di Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Palopo
Penelitian ini berjudul ”Analisis Library Anxiety Mahasiswa dalam Pemanfaatan Layanan di UPT Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Palopo” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Faktor- faktor penyebab library anxiety mahasiswa dalam pemanfaatan layanan di UPT Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Palopo. (2) Strategi pustakawan dalam mengurangi library anxiety mahasiswa di UPT perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Palopo. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer (mahasiswa dan pustakawan) dan sumber data sekunder (database perpustakaan). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasI. Data dianalisis melalui tahapan: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab library anxiety mahasiswa dalam pemanfaatan layanan, ditemukan bahwa terdapat 2 faktor yaitu faktor eksternal terdiri dari tidak sesuainya penempatan koleksi, adanya teknologi dan faktor internal terdiri dari kurangnya percaya diri, adanya rasa trauma. Adapun strategi pustakawan dalam mengurangi library anxiety mahasiswa yaitu terdiri dari strategi pelayanan prima dilihat dari 3 cara yaitu pelayanan terbaik, penataan ruangan, dan survey kepuasan pemustaka, kemudian dari segi strategi penyebaran informasi dilihat dari 3 cara yaitu pendidikan pemustaka, sosial media dan poster rambu-rambu perpustakaan. Setelah diketahui adanya faktor-faktor penyebab library anxiety mahasiswa dalam pemanfaatan layanan diharapkan bahwa aktivitas pelayanan perpustakaan dari berbagai sektor sebisa mungkin ditingkatkan serta mampu mengetahui secara masif kebutuhan pemustaka yang semakin beragam dan pustakawan mampu lebih profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai penyambung informasi serta dapat memahami mengenai psikologi pemustaka sehingga pemustaka tidak perlu lagi cemas ketika memanfaatkan layanan yang ada di perpustakaan
The Influence of the Giving Question and Getting Answer Learning Model on the Motivation and Social Studies Learning Outcomes of Class V Students
The aim of this research is to determine the influence of the Teaching Learning Model of Giving Qualifications and Learning Answers on the motivation and social studies learning outcomes of class V students at SD Inprels Lambelngi, Pallangga District, Gowa Regency. This type of research is quantitative using an experimental approach. The research design used is Nonequivalent Control Group Design. The population in this study was 40 students. Data collection techniques in this research are questionnaires, tests, observation and documentation. The data analysis techniques used are descriptive data analysis and inferential statistical analysis. The hypothesis test used is the Anova and Manova tests. The research results obtained were; 1) Student learning motivation is 0.000 < 0.05, which means H1 is accepted and H0 is rejected, namely there is an influence of the Giving Question and Getting Answer Learning Model on the learning motivation of class V students. 2) Student learning outcomes are 0.000 < 0.05, which means H1 is accepted and H0 is rejected, namely there is an influence of the Giving Question and Getting Answer Learning Model on the learning outcomes of class V students and 3) The significance value of students' motivation and social studies learning outcomes is smaller than 0.05 which means H1 is accepted and H0 is rejected, namely there is an influence of the Model Giving Qulelstion and Geltting Answelr learning on the motivation and learning outcomes of social studies for fifth grade students at Inprels Lambelngi Elementary School, Pallangga District, Gowa Regenc
Development of Counting Board Media in Class II Mathematics Learning Subject SDN 06 Rantau Alai
Counting board media is a tool to attract students' learning attention. With one of the supporting subjects, namely mathematics. However, learning math in elementary school (SD) is very feared by students and is considered difficult even though learning math is very easy when we already know the method. This study uses development research or research and development. In this study the number of subjects was 22 students. This media was developed using the ADDIE model which consists of 5 stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data collection was carried out by observation, validation questionnaire sheet, and student response questionnaire sheet. This research produces counting board media which is a real learning media and there are animated images. The data analysis technique was carried out by analyzing validity using a validation questionnaire sheet addressed to experts, and analyzing practicality using student response questionnaires. The results of data analysis of the development of counting board media in mathematics learning subjects conducted and developed by researchers are categorized as very valid from the validation questionnaire sheet with an average of 92%, the counting board media in mathematics learning subjects developed are categorized as very practical from the aspect of teacher response with an average of 88% and small group questionnaire sheets in trials with an average value of 89.5%. The counting board media in mathematics learning subjects developed was categorized as effective in the posttest test of students with an average of 86%. Based on the results of validation and trials, it is concluded that the counting board media in mathematics learning subjects is suitable for use in the learning process and can be an attractive alternative for students.
 
Conflict management in friendship relationships based on gender among social science education students
This research aims to determine whether there is a difference in the way males and females encounter conflict to find a resolution in friendship relationships among Social Studies Education students. The research employs a quantitative approach with a survey method using purposive sampling, involving a total of 91 participants who have experienced conflicts, consisting of 26 male students and 65 female students. Data collection utilizes a questionnaire adapted from Johnson, and data analysis employs descriptive statistics. The results indicate that 1) conflict management strategies employed by male and female students in friendship relationships within Social Studies Education predominantly involve collaboration, with an average percentage score of 21.38 for male students and 21.45 for female students, and 2) the research findings based on gender differences show (p > 0.05 = 0.67 > 0.05, t = 0.42, df = 89), indicating no significant difference in conflict management between male and female students