OJS (Muhammadiyah University of Enrekang)
Not a member yet
4739 research outputs found
Sort by
Sustained Speaking Practice through Weekly Routines: A Pedagogical Framework for Improving Oral Communication Skills
This study examines the impact of weekly structured speaking routines (WSR) on the improvement of students' oral communication skills in an English language learning context. The primary aim was to assess whether these routines could enhance students' speaking fluency, confidence, and reduce speaking anxiety. A quasi-experimental design was employed, with pre-test and post-test assessments used to measure speaking proficiency before and after the intervention. Observational notes and surveys were also collected to provide qualitative insights into the students' experiences. The results indicated that weekly speaking routines significantly increased students' confidence in speaking English, with notable reductions in anxiety. Students reported enjoying the speaking activities, which encouraged active participation and peer interactions, fostering a more collaborative and supportive learning environment. However, while fluency improvements were acknowledged, the progress was less pronounced, indicating the need for additional fluency-focused interventions. The study found that structured speaking tasks helped students engage in discussions, express opinions, and use more complex language structures. This research contributes to the field by highlighting the importance of consistent, routine-based speaking practices in second language acquisition. It provides valuable insights for educators seeking to improve oral communication skills through structured speaking routines. Future research could focus on refining these routines to address specific challenges in fluency development and investigate long-term impacts on students’ language proficiency.
 
Analisis ID, EGO, dan SUPEREGO dalam Kasus Viral di Media Sosial: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud
Fenomena viral di media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern, berbagai peristiwa cepat menyebar dan mempengaruhi opini publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis di balik kasus viral di media sosial melalui lensa teori psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya dalam konteks id, ego, dan superego. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pengumpulan data melalui teknik baca terhadap kronologi kasus viral dan komentar publik terkait kasus-kasus tersebut di berbagai platform media sosial seperti Twitter, TikTok, dan berita daring. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teori psikoanalisis Freud untuk mengidentifikasi peran ketiga komponen kepribadian—id, ego, dan superego—baik pada pelaku, korban, maupun reaksi publik terhadap kasus tersebut. Dua kasus viral yang dianalisis dalam penelitian ini adalah kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dosen Universitas Hasanuddin dan kasus pemaksaan seorang pengusaha terhadap siswa SMA untuk bersujud dan menggonggong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kedua kasus tersebut, ketidakseimbangan antara id, ego, dan superego berperan dalam membentuk perilaku pelaku dan reaksi masyarakat. Selain itu, reaksi publik juga mencerminkan interaksi antara ketiga elemen kepribadian tersebut, dengan id yang mendorong impulsifitas, ego yang berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan norma sosial, serta superego yang berperan dalam penegakan moralitas dan etika. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana dinamika kepribadian manusia mempengaruhi perilaku dalam konteks media sosial, serta kontribusinya dalam memahami fenomena sosial yang berkembang di dunia maya.
 
Kontribusi Filsafat Ilmu terhadap Pembentukan Etika dalam Pendidikan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran filsafat ilmu dalam pembentukan etika dalam konteks pendidikan. Filsafat ilmu dipahami sebagai refleksi kritis, rasional, dan sistematis terhadap dasar-dasar pengetahuan ilmiah, termasuk struktur logis, metode, serta nilai-nilai etis yang melandasinya. Filsafat memberikan fondasi berpikir yang penting bagi pendidikan, karena mampu menjembatani antara pengetahuan teoritis dengan pemaknaan moral dalam proses pembelajaran. Pendidikan yang dibangun di atas dasar filsafat ilmu memungkinkan terwujudnya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran etis yang tinggi. Dalam kaitannya dengan pendidikan, filsafat menjadi penuntun dalam merumuskan tujuan, metode, dan substansi pembelajaran yang berakar pada nilai-nilai moral. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis hermeneutik terhadap sumber-sumber literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat ilmu memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat landasan etika akademik, khususnya dalam membentuk integritas, tanggung jawab moral, serta sikap kritis di lingkungan pendidikan
Peran Teori Chomsky dalam Evolusi Psikolinguistik Modern : Fokus Historis dan Teoritis yang Mendalam
This article examines Noam Chomsky’s pivotal role in shaping modern psycholinguistics through his transformational-generative grammar theory and the concept of Universal Grammar. The study highlights the shift from a behaviorist view of language acquisition—centered on the stimulus-response model—to a cognitive-biological framework that views language as an innate faculty in the human mind. The aim of this study is to explore Chomsky’s theoretical contributions and their impact on the evolution of psycholinguistics as a multidisciplinary field integrating linguistics, psychology, and neuroscience. Using descriptive qualitative methods through literature review, this study analyzes key concepts such as the Language Acquisition Device (LAD), mental modularity, and the relationship between language and brain structure. The results show that Chomsky’s theories not only challenge previous linguistic paradigms but also provide a strong theoretical foundation for contemporary studies in language processing, language education, and biolinguistics. His thinking continues to be influential in understanding language as both a cognitive process and a fundamental biological capacity in humans
Mengungkap Makna dan Struktur Pembentuk Cerita Karya Anne Frank dalam Buku Berjudul “Kisah-Kisah Loteng Rahasia” Bab “Rasa Takut”: Analisis Strukturalisme Instrinstik dan Ekstrinstik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguak makna dan struktur pembangun dalam buku "Loteng-Loteng Rahasia" yang berjudul "Rasa Takut" karya dari penulis Anne Frank. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengolah data. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, peneliti memperoleh dan mengolah data dengan cara membaca cerita kemudian menganalisis cerita menggunakan pendekatan teori strukturalisme. Analisis strukturalisme pada cerita berfokus pada mencari unsur intrinsik seperti tema, penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat dalam cerita. Serta digunakan juga unsur ekstresntik yang terdapat pada teori strukturalisme seperti latar belakang penulis cerita, kondisi sosial penulis cerita, dan kondisi agama penulis cerita. Hasil data yang didapatkan setelah analisis panjang menunjukkan jika semua fokus penelitian menghasilkan hasil. Terdapat tema yang menjadi pondasi utama cerita serta penokohan yang membuat cerita menjadi hidup, terdapat pula alur yang terhubung ke dalam latar belakang sehingga membuat cerita menjadi nyata. Penggunaan gaya bahasa dan penempatan sudut pandang menghasilkan kekuatan tersendiri agar pembaca dapat merasakan apa yang terjadi di dalam cerita. Amanat yang disampaikan penulis juga dapat diketahui dengan mudah setelah membaca keseluruhan cerita. Selain unsur intrinsik tersebut, terdapat pula unsur ekstrinstik yang menjadi alasan penulis cerita menciptakan karyanya. Terpengaruh oleh masa lalunya yang hidup dalam teror peperangan, Anne Frank memutuskan untuk menuliskan cerita yang pernah menjadi pengalaman hidupnya. Kondisi sosial yang sebelumnya baik-baik saja berubah setelah masa peperangan, pikiran terhadap sesama menghilang dan hanya menyisakan harapan untuk selamat. Kemudian kondisi agama yang dialaminya juga sulit. Penganut Yahudi termasuk Anne Frank sendiri terpaksa hidup dalam teror pembantaian yang dilakukan oleh Adolf Hitler yang mengeluarkan perintah untuk membantai habis kaum Yahudi
Development of Indonesian language teaching materials in vocational high schools: integrating digital literacy in news writing
This study aims to develop Indonesian language teaching materials based on news writing for grade XI vocational high school (SMK) students. The approach used is descriptive-qualitative with a case study method conducted at SMK Vancanity Pacet Cianjur, integrating digital literacy, character value development, and project-based learning approaches. Data were collected through curriculum review, teaching material analysis, trial implementation at SMK Vancanity Pacet Cianjur, and evaluation based on questionnaires and interviews. The results show that the development of instructional materials that are adaptive to the Merdeka Curriculum enhances students’ factual literacy, 21st-century skills, and social responsibility. Emphasis on the integration of digital technology, such as creating vlogs and news posters, increases the attractiveness and relevance of the material. Recommendations are directed at strengthening effective lead writing practices, using professional online media, and developing interactive instructional materials
Implementasi Nilai-Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa: Pendekatan Mixed-Method di Universitas Muhammadiyah Mamuju
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam pembentukan karakter mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju. Dengan menggunakan pendekatan mixed-method, penelitian ini menggabungkan data kuantitatif melalui survei dan data kualitatif melalui wawancara mendalam serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran AIK berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap religius, tanggung jawab sosial, dan sikap moral mahasiswa. Sebanyak 82% mahasiswa melaporkan bahwa pembelajaran AIK meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, 78% mahasiswa merasakan peningkatan tanggung jawab sosial, yang tercermin dalam keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa AIK memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter mahasiswa dengan nilai p < 0,05. Temuan kualitatif mengungkapkan bahwa dosen sebagai teladan, serta sinergi antara kegiatan akademik dan non-akademik, merupakan faktor kunci dalam efektivitas pembelajaran AIK. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam hal kurangnya sistem evaluasi karakter yang berbasis portofolio dan keterbatasan dalam implementasi yang konsisten. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum AIK, peningkatan peran dosen, dan pengembangan sistem evaluasi yang lebih holistik untuk mendukung penguatan karakter mahasiswa di perguruan tinggi Muhammadiyah
Tantangan Implementasi Good Corporate Governance di Perusahaan Keluarga
Perusahaan keluarga merupakan elemen vital dalam sektor swasta dan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Meskipun kontribusinya terhadap perekonomian sangat signifikan, perusahaan keluarga sering kali menghadapi tantangan internal yang kompleks, yang menghambat penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara optimal. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah tantangan implementasi GCG di perusahaan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan kondisi riil yang dihadapi perusahaan keluarga dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi GCG meliputi dominasi keluarga dalam manajemen dan pengambilan keputusan, minimnya struktur dan mekanisme tata kelola yang formal, budaya paternalistik, resistensi terhadap profesionalisme, konflik internal, serta ketidakjelasan proses suksesi. Selain itu, kurangnya pemahaman dan edukasi mengenai GCG juga menjadi faktor penghambat. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan keluarga perlu melakukan transformasi secara bertahap melalui penerapan prinsip-prinsip profesionalisme, pembentukan dewan komisaris independen, penyusunan family business charter, serta penetapan kode etik perusahaan sebagai upaya menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan
Optimalisasi Pustakawan dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa Perpustakaan Sekolah Dasar di Kecamatan Manggala Kota Makassar
Penelitian ini mengkaji optimalisasi peran pustakawan dalam menumbuhkan budaya literasi siswa sekolah dasar di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi kegiatan literasi di perpustakaan sekolah, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan budaya literasi, melalui berbagai kegiatan seperti pembiasaan baca buku, penyediaan koleksi yang sesuai untuk menarik minat baca siswa, dan kolaborasi antara pustakawan dengan guru dalam mengintegrasikan literasi ke dalam kurikulum. Kompetensi pustakawan dalam manajemen koleksi, pengembangan program literasi, serta komunikasi dan kolaborasi pustakawan dengan guru menjadi faktor kunci keberhasilan literasi di sekolah dasar. Profesionalisme kerja pustakawan yang meliputi dedikasi, etika kerja, dan inovasi berperan signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung budaya literasi. Keterbatasan sumber daya, rendahnya kompetensi pustakawan dan minat baca siswa, kurangnya kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam meningkatkan minat baca siswa merupakan tantangan dalam menumbuhkan budaya literasi siswa perpustakaan sekolah dasar di Kecamatan Manggala Kota Makassar
Monitoring and Evaluation of the Educational Unit Curriculum at the Takhfidz Al Husna International Islamic Boarding School
To maintain the alignment of material and developmental demands that are always growing rapidly, a curriculum must always be evaluated regularly. This study reviews the monitoring and evaluation of the education unit curriculum at the Takhfidz Al Husna International Boarding School in Mayong Jepara. Which aims to find out how the curriculum at Takhfidz Al Husna International Boarding School Mayong Jepara and find out why the importance of monitoring and evaluating the curriculum at Takhfidz Al Husna International Boarding School Mayong Jepara and also what the implications of monitoring and evaluating the curriculum at Takhfidz Al Husna International Boarding School Mayong Jepara. This research uses the System Literature Review (SLR) method. This SLR method is used to identify, review, evaluate, and interpret all available research with the topic area of interesting phenomena, with certain relevant research questions. From the results of the research, it was found that the development of the education unit curriculum was integrated with the boarding school curriculum. Judging from the administration, here it is very complete all kinds of curriculum content itself. Implementation is also very efficient, because the subject matter is directly practiced on a daily basis. Continuity is also very good, because all student activities from waking up to going to bed can be set without pausing other activities that interfere. The vision, mission and objectives of the character development of the education unit curriculum have also produced students who excel at the provincial and even national levels. However, the results of researcher observations still have several things that need to be maximized, namely special classrooms for formal education, so that students are more focused and the implementation of bilingual programs that have not been maximized