OJS (Muhammadiyah University of Enrekang)
Not a member yet
4739 research outputs found
Sort by
Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Petani di Desa Pamuntaran Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara
Judul penelitian ini adalah Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Petani Di Desa Pamuntaran Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara. Skripsi ini bertujuan menggambarkan atau menguraikan tentang fenomena kehidupan sosial keagamaan masyarakat petani di wilayah Desa Pamuntaran. Penulis memfokuskan penelitian pada masyarakat petani muslim di desa Pamuntaran. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif yang menggambarkan secara objektif kehidupan sosial keagamaan dan aspek-aspek keagamaan masyarakat petani di Desa Pamuntaran Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten padang Lawas Utara. Data diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diambil dari tujuh responden. Selanjutnya penyajian dan analisis data di narasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat petani dapat dikatakan harmonis dilihat dari kegiatan gotong royong, kegiatan tahlilan untuk warga yang sudah meninggal, perayaan hari besar, kegiatan pengajian, serta tradisi-tradisi yang masih diterapkan sampai saat ini seperti tradisi marsialapari, mandai eme baru, dan penanggalan untuk menanam padi akan tetapi untuk keagamaan tiap individu sendiri masih kurang dilihat dari mereka memaknai agama hanya status saja dan sering lupa waktu untuk mengerjakan sholat ketika lagi bekerja di ladang karena akan menghabiskan banyak waktu dari pagi sampai sore bahkan ketika musim panen, petani tidak pulang dan akan tidur di ladang. Kedua, Aspek-aspek keagamaan di Desa Pamuntaran menunjukkan banyak masyarakat minim pengetahuan agama terlihat dari bagaimana mereka mengartikan agama sebagai kebutuhan tapi mengedepankan pekerjaan mereka. Dari penelitian penulis menyimpulkan Kehidupan sosial keagamaan masyarakat petani di Desa Pamuntaran sibuk dengan pekerjaan mereka cenderung bersifat ritual saja. Problem-problem yang muncul dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat petani Desa Pamuntaran dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan agama dan pendidikan
Analysis of the Implementation of the Merdeka Curriculum in Self-Development Learning for Elementary School Level Mentally Disabled Children at the Pandita Special School
Kurikulum merupakan perencanaan yang berisi tentang tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa. Kurikulum sekolah Pandita mengacu pada kurikulum merdeka. Penelitian ini berfokus pada implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran bina diri anak tunagrahita tingkat SD dengan tujuan untutk mengetahui proses implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran bina diri, faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2024. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan cara melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi data. Pemahaman pendidik sekolah khusus Pandita mengenai tujuan, materi, metode dan evaluasi pembelajaran sudah terbilang cukup baik tentang kurikulum merdeka, karena dalam mengimplementasikan pembelajaran bina diri di dalam kelas pendidik sekolah khusus Pandita telah menggunakan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh kurikulum merdeka
The Effectiveness of Differentiated Learning in Text Learning Review Language Indonesia in Era Digital in class X of Muhammadiyah 1 High School, Unismuh Makassar
The purpose of this study is to determine the effectiveness of the differentiated learning model to be applied in class. By conducting research in class X Muhammadiyah High School 1 Unismuh Makassar. Problem main In this study, there is a lack of interest in learning for students so that the learning process is less effective and students feel bored and fed up. If the learning that is often used by teachers is only based on one model learning only such as one of the group discussion methods, then students will not be able to hone their abilities and creativity during the learning process. This type of research is quantitative research with a quasi-experimental design . The form of research design with pretest-posttest. By using the entire population from 2 class Which become object study X A class experiment as many as 18 students and XB control class as many as 16 students. The results of the study the average value of class XA as the experimental class was 69.83 while class XB as the control class was 65.43. Then the average post-test value of class XA was 89.27 while class XB was 86.18 this shows that the post-test of the Experimental class is higher than the control class, thus proving the learning model differentiate effective For learning Language Indonesia in class X of Muhammadiyah 1 High School, Unismuh Makassar
Effectiveness of Teaching Assistance Implementation at SMA Kristen Rantepao as an Embodiment of the Independent Learning - Independent Campus (MBKM) Program
This study evaluates the implementation of teaching assistance as an embodiment of the Independent Learning - Independent Campus (MBKM) program, focusing on its effectiveness for both educators and students at the high school level. Conducted at SMA Kristen Rantepao, the research employs a quantitative approach, utilizing digital questionnaires via Google Forms to gather data. The findings center on three key aspects of student activities: (a) interaction and socialization levels, (b) collaboration with teachers, and (c) emotional connections with students to boost motivation and learning enthusiasm. The results demonstrate a significant positive impact, with educators acknowledging the program's role in easing their teaching burdens and inspiring students with innovative and creative teaching methods. This program has been identified as effective in enhancing student learning engagement and fostering collaboration among all stakeholders. To optimize the outcomes, it is recommended to provide comprehensive training for participating students
Exploring Student’s Obstacles in Learning
Penguasaan bahasa Inggris telah berkembang menjadi isu penting dalam pendidikan saat ini. Kegagalan dalam pembelajaran akan memberikan hasil yang tidak maksimal. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengungkap hambatan-hambatan yang dialami oleh siswa dalam mempelajari bahasa Inggris. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menciptakan hambatan dalam mempelajari bahasa Inggris. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode kualitatif dimana wawancara sebagai instrumen utama. Partisipan adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar. Enam partisipan terpilih menjadi sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat hambatan yang paling banyak dihadapi oleh siswa. Hambatan-hambatan tersebut adalah kurangnya minat; dipengaruhi oleh lingkungan kelas yang tidak menarik, kurangnya kemahiran guru dalam bahasa Inggris; ditandai dengan ketergantungan pada pendekatan berbasis buku teks dan instruksi lisan terbatas, kurangnya pengulangan; ditandai dengan belajar hanya ketika diperlukan, dan kurangnya motivasi; dipengaruhi oleh minat atau keingintahuan siswa. Hambatan-hambatan tersebut relevan dalam pengembangan pengajaran bahasa Inggris untuk menciptakan pembelajaran yang efektif
Interconnecting Equitable and Prosperous Teaching-Learning Transitions and Transformations within the Digital Learning Framework
Studies on the main problems of Indonesian Education essentially highlight the educator's capability, professionality, and creativity. The fundamental problem lies in the reproduction and recruitment of educators themselves from the start. The problem becomes more complicated due to the acceleration of digital learning-based learning management systems synchronously/asynchronously, particularly in primary education as the foundation. This is also an observation and concept for the Kurikulum Merdeka implementation to overcome the education crisis through Merdeka Belajar policies, especially the Guru-Sekolah Penggerak program, the Merdeka Berbudaya media, the Merdeka Mengajar platform, and the Kampus Mengajar pattern. Such conditions are the focus of the study to assess opportunities for digital transformation in the teaching and learning process in elementary school and PGSD based on educators' perspectives on the students' characteristics and tendencies. This study uses a diagnostic case study method to examine the results of reports from related research institutions representatively and interpretively using internet searching techniques to be analyzed using critical discourse analysis to maintain the data commensurability. The report from the RISE Program in Indonesia, INOVASI, UNICEF Indonesia, SMERU Research Institute, and APJII then emphasized that strengthening educator competency, deepening curriculum flexibility, developing digital skills of educators and students, as well as improving teaching and learning platforms and school digital connectivity that focuses on an equitable education ecosystem is a challenge to respond the world education transformation. The results conform with OECD and UNESCO recommendations for embodying an equal and prosperous educational future. Hence, the Merdeka Belajar transition in Dikdas must become the basis for joint study to ensure the direction and realm of the transformation of Indonesian education
The Effect of Performance Assessment and Organizational Climate on the Quality of Education in Private Aliyah Madrasah in Kekait Village, West Lombok Regency
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pengaruh penilaian kinerja, iklim organisasi, dan lingkungan kerja terhadap mutu pendidikan pada Madrasah Aliyah Swasta di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel bebas yaitu Penilaian Kinerja (X1), Iklim Organisasi (X2), sebagai vaiabel terikatnya (Y) Mutu Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif. Popolasi dalam penelitian ini berjumlah 45 orang yang terdiri dari Guru, Kepala Sekolah dan Staf, adapun sampel yang diambil keseluruhan dari populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan sample jenuh. Penggumpulan data menggunakan intrumen yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Data yang telah terkumpul kemudian diuji menggunakan uji prasyarat, yaitu normalitas, linieritas dan multikolonieritas. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji T dan uji F, yang dianalisis menggunakan SPPS 16.0. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Penilaian Kinerja memiliki pengaruh terhadap Mutu Pendidikan, Iklim Organisasi memiliki pengaruh terhadap Mutu Pendidikan. Sedangkan secara simultan Penilaian Kinerja, Iklim Organisasi, dan Lingkungan Kerja memiliki pengaruh terhadap Mutu Pendidika
Interreligious Communication Perspective of the Qur'an Surah Al-An'am Verse 108
Komunikasi merupakan kebutuhan dasar dan ciri eksistensi kehidupan manusia. Tanpa komunikasi, manusia akan sulit mengungkapkan apa yang dia rasakan. Komunikasi terjadi dimana pun dan kapanpun, dengan lingkungan terdekat hingga lintas agama. Saat ini gerakan toleransi antar agama banyak diserukan di Indonesia. Mengingat bahwasannya toleransi menjadi salah satu bentuk menghargai dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Saat ini masih terdengar kasus penghinaan terhadap agama lain dari cara beribadah hingga waktu beribadah yang hampir bersamaan memicu terjadinya konflik. Hal ini terjadi karena masih banyak ditemui orang yang terlalu fanatic dengan agamanya, selalu menganggap agamanya paling benar hingga melukapan fakta bahwa Indonesia merupakan neraga dengan multiagama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan larangan ujaran kebencian dalam etika berkomunikasi dengan agama lain sehingga terciptalah keharmonisan masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis qualitative research. Sumber data primer yakni Al-Quran surat Al-An’am ayat 108, sementara data sekundernya berasal dari berbagai sumber seperti buku, jurnal dan artikel yang relevan dengan topik toleransi, komunikasi, dan tafsir terkait ayat yang tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah QS. al-An’am (6): 108 memberikan nasihat kepada umat islam agar tidak menghina tuhan dan ajaran agama lain dengan mengatakan ujaran kebencian meskipun sedang emosi atau merasa terganggu. Sebaliknya umat islam harus berkomunikasi dengan cara yang sopan dan lemah lembut agar muncul simpati dari agama lain sehingga terjalin hubungan yang bai
Influence Service Distance Learning Far and Learning Online And Its Relationship with Lecturer and Student Satisfaction at UIN STS Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan akademik Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan dampaknya terhadap kepuasan pengguna di UIN STS Jambi. Penelitian ini melibatkan sampel dosen tetap dan mahasiswa dari berbagai fakultas di UIN STS Jambi. Meskipun target sampel adalah 200 responden, data berhasil dikumpulkan dari 138 partisipan melalui Google Forms. Metode naratif kuantitatif digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas layanan akademik selama Pembelajaran Jarak Jauh dengan kepuasan pengguna. Penelitian ini menekankan pentingnya kualitas layanan dalam menciptakan pengalaman belajar yang positif dan memenuhi ekspektasi pengguna dalam lingkungan akademik. Dengan berfokus pada peningkatan layanan ini, institusi dapat meningkatkan kepuasan pengguna, terutama dalam konteks Pembelajaran Jarak Jauh yang semakin relevan dalam lanskap pendidikan modern
Strategic Management in Developing Leadership Character in the OSIS Program at SMPN 11 Kota Sungai Penuh
This study aims to analyze the application of strategic management in shaping the leadership character of students through the OSIS program at SMPN 11 Kota Sungai Penuh. Employing a qualitative approach with a descriptive research method, the study provides a detailed examination of social events related to OSIS management. Data were collected through field methods, including direct observation, in-depth interviews with school leaders, OSIS supervisors, and student members, as well as documentation of OSIS activities. Data analysis involved interactive and continuous techniques, including data condensation, data presentation, and conclusion drawing, supported by triangulation to ensure data validity, credibility, and dependability.The findings reveal that (1) Strategic Planning includes structured steps such as setting targets, formulating objectives, and developing strategies and sub-plans to ensure the program aligns with the school's vision and mission; (2) Strategic Organizing involves grouping activity components, assigning tasks, and delegating authority to ensure systematic and directed program execution; (3) Strategic Implementation is carried out through communication, motivation, and supervision to foster effective coordination and encourage student participation; and (4) Strategic Supervision is conducted via periodic evaluations to assess and improve program effectiveness, while also fostering innovation and creativity. This structured approach to strategic management significantly contributes to the sustainable development of student leadership character