OJS (Muhammadiyah University of Enrekang)
Not a member yet
    4739 research outputs found

    PENDEKATAN INOVATIF DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR : MENYATUKAN PRINSIP MANAJEMEN DENGAN KOMPETENSI PGSD

    No full text
    Pendekatan inovatif dalam manajemen pendidikan di SD dan PGSD adalah topik yang penting dan relevan untuk dikaji dan diteliti. Topik ini berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pendidikan dasar di Indonesia, yang merupakan pondasi awal bagi perkembangan anak dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian atau kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif . Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD yang menerapkan pendekatan inovatif dalam manajemen pendidikan di sekolah dasar dan PGSD. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian atau kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan inovatif dalam manajemen pendidikan di SD dan PGSD memiliki beberapa contoh, dampak positif, dan tantangan. Penelitian atau kajian ini juga memberikan beberapa saran dan implikasi bagi sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, orang tua, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia

    The Playing Techniques of Balo-Balo in Kampung Tirang, Tegal Barat Subdistrict, Tegal City

    Full text link
    This study aims to describe the playing techniques of the traditional performing art Balo-Balo, which has developed in Kampung Tirang, Tegal Barat District, Tegal City, as well as to explore the educational values embedded within it. The research adopts an ethnomusicological approach based on Alan P. Merriam’s theory, which views music as an integrated system comprising sound, musical behavior, and cultural concepts. The study employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving local performers and community members. The findings reveal that Balo-Balo playing techniques involve role specialization for each musical instrument, such as Terbang Induk, Kempling, Kempyang, and Konteng, all of which are played collectively without the use of standardized musical notation. The learning process is carried out through oral tradition and direct practice, reflecting a cultural transmission model rooted in kinesthetic and non-written forms. Social values such as mutual cooperation, discipline, collaboration, and the preservation of local culture are reflected in the performance practice. These findings indicate that Balo-Balo’s playing techniques not only hold musical significance but also possess strong potential as a medium for culturally rooted arts education, character development, and the reinforcement of cultural identity within both formal and non-formal educational settings

    Implementation of Religious Culture in Developing Students' Interpersonal Intelligence

    Full text link
    This study examines the implementation of religious culture as a contextual and applicable character-education approach to developing students’ interpersonal intelligence at MTs Darullughah Wal Karomah. Departing from the decline in student morality caused by character programs that remain verbalistic and symbolic, the research positions religious culture as an integrated value ecosystem embedded in daily routines. Through obligatory religious activities, habituation, teacher modelling, and a reward system rooted in Islamic values, students continuously experience moral formation. Employing a qualitative case-study design, data were collected via observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that consistent implementation of religious culture not only deepens students’ spiritual dimension but also enhances interpersonal intelligence by fostering empathy, cooperation, positive communication, and leadership skills. Religious culture thus emerges as an effective, comprehensive, and sustainable character-education strategy that produces tolerant, responsible, and integrity-driven generations

    Analysis of Transformation and Innovation of Education Towards Global Issues at The Educational Institution of Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqien

    Full text link
    Penelitian ini juga bertujuan merumuskan strategi kolaboratif yang melibatkan Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqien, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pendidikan berkelanjutan yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.Penelitian mengenai isu-isu global dalam transformasi dan inovasi pendidikan di Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqien menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai fenomena yang terjadi serta menganalisis bagaimana lembaga ini merespons isu-isu global yang berdampak pada sistem pendidikan mereka. Inovasi dan transformasi pendidikan di Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqien (IIS PSM) berfokus pada integrasi kurikulum Islam dengan kurikulum nasional dan internasional, penggunaan metode pembelajaran aktif, serta pengembangan karakter dan keterampilan berbasis nilai-nilai Islam. Program unggulan seperti tahfidz Quran, sains, robotika, kepemimpinan, dan kewirausahaan dirancang untuk meningkatkan daya saing global siswa. Selain itu, IIS PSM mendukung difusi pengetahuan melalui workshop, seminar, publikasi ilmiah, dan kolaborasi dengan universitas serta lembaga penelitian. Dengan pendekatan yang relevan dan adaptif, IIS PSM berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang siap menghadapi tuntutan global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal

    Teaching Strategy of Pancasila Values to Form Ethical Students in Communication at Sekolah IT Perguruan Baiti Jannati

    Full text link
    Penanaman nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan etika siswa, khususnya dalam hal komunikasi yang baik dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengajaran yang diterapkan oleh guru di SD IT Perguruan Baiti Jannati dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta pengaruhnya terhadap sikap komunikasi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa di SD IT Perguruan Baiti Jannati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan mencakup pembelajaran berbasis cerita, diskusi kelompok, dan keteladanan dari guru. Pengajaran nilai Pancasila tidak hanya mengajarkan tentang nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kebersamaan, tetapi juga mengintegrasikan komunikasi yang etis dalam kehidupan sehari-hari siswa. Selain itu, hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pengajaran nilai Pancasila secara signifikan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, dengan menunjukkan sikap saling menghargai, mendengarkan, dan berbicara dengan penuh rasa hormat. Kendala yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan strategi ini antara lain adalah kurangnya dukungan orang tua serta tantangan dalam konsistensi penerapan nilai-nilai tersebut di luar sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengajaran nilai Pancasila yang diterapkan di SD IT Perguruan Baiti Jannati efektif dalam membentuk siswa yang beretika dalam berkomunikasi, namun perlu ada sinergi antara sekolah dan orang tua untuk memperkuat nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari siswa

    Designing Instructional Materials for First Semester English Learners from Basic to Intermediate Proficiency Based on Need Analysis

    Full text link
    In an increasingly globalized world, English proficiency is essential for academic and professional success. However, many first-semester English Education students at Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang remain at a basic proficiency level, which hinders their progression toward intermediate competence as required by the Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). This research addresses the lack of tailored instructional materials that support students’ transition from basic to intermediate proficiency. This study aims to design and develop instructional materials based on a comprehensive needs analysis. Employing a Research and Development (R&D) methodology with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research engaged 30 first-semester students, three lecturers, and five alumni. Data were collected through questionnaires, interviews, diagnostic tests, pretests, posttests, and classroom observations. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and paired sample t-tests, while qualitative data were examined thematically. The findings revealed that students faced significant challenges in speaking fluently, comprehending oral input at natural speed, identifying main ideas in reading, and organizing ideas in writing. The developed instructional materials, which integrated task-based and skill-based approaches aligned with CEFR descriptors, demonstrated effectiveness in bridging these gaps. Posttest results showed significant improvement across all four language skills, confirming the materials’ role in supporting students’ transition toward intermediate proficiency. This research contributes to English language education by providing empirically validated instructional materials that respond to learners’ actual needs. It offers practical implications for lecturers, institutions, and future researchers in designing relevant and level-appropriate English learning resources

    Learning management system (LMS) in English as a foreign language learning: A systematic review

    Full text link
    The integration of Learning Management Systems (LMSs) has transformed English as a Foreign Language (EFL) pedagogy by extending learning beyond classroom boundaries and supporting synchronous as well as asynchronous interactions. Although widely adopted, research on LMS use in EFL remains fragmented, producing varied findings across platforms, skills, and contexts. This study conducts a systematic literature review of empirical research published between 2020 and 2025 in Scopus, Copernicus, and Google Scholar databases. Six thematic areas were analyzed: pedagogical applications, emerging developments, empirical findings, research gaps, theoretical and practical implications, and directions for future inquiry. Findings demonstrate that platforms such as Moodle and MyELT enhance learner proficiency, motivation, and autonomy, especially when used with collaborative and learner-centered tasks. Video conference-supported LMSs provide authentic communicative opportunities, while localized systems such as E-Belajar illustrate context-sensitive adaptation. Nevertheless, challenges persist, including limited digital literacy, infrastructural inequalities, and insufficient institutional support. Emerging developments such as gamification, hybridized LMS ecosystems, mobile learning integration, and AI-driven feedback highlight the shift toward more adaptive and sustainable digital learning models. Theoretically, the review underscores sociocultural and constructivist perspectives by framing LMSs as mediators of interaction, collaboration, and autonomy. Practically, it stresses the importance of teacher training, institutional readiness, and policy alignment to optimize implementation. Future research should pursue longitudinal, comparative, and skill-focused investigations that leverage advanced LMS affordances to inform evidence-based pedagogical innovation in EFL education

    Pemanfaatan media augmented reality (AR) untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis di pendidikan dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas media Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan menulis siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat dan hasil belajar siswa dalam kegiatan menulis akibat penggunaan media pembelajaran konvensional yang kurang menarik. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah dasar di Kota Makassar dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain quasi-eksperimen tipe non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media AR dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional, masing-masing terdiri dari 30 siswa. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar dan tes keterampilan menulis. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media AR secara signifikan meningkatkan motivasi dan kemampuan menulis siswa. Rata-rata skor motivasi belajar meningkat dari 60 menjadi 85, sedangkan skor keterampilan menulis meningkat dari 65 menjadi 88 pada kelas eksperimen. Sebaliknya, kelas kontrol menunjukkan peningkatan yang lebih kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa media AR mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan, serta meningkatkan daya imajinasi dan keterlibatan siswa dalam proses menulis. Dengan demikian, media AR merupakan inovasi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya dalam pengembangan keterampilan literasi siswa

    Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Seni Rupa di TK Semesta Mandiri Islamic School

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran seni rupa dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini di TK Semesta Mandiri Islamic School. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni rupa, seperti menggambar dan mewarnai, mampu menstimulasi imajinasi, ekspresi, serta kreativitas anak. Anak-anak dapat memilih dan memadukan warna, serta mengekspresikan ide melalui karya visual. Guru berperan penting dalam mendukung proses ini melalui penyediaan media yang sesuai, pemberian motivasi, dan pendampingan yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Meskipun demikian, hambatan seperti rasa bosan pada anak masih menjadi tantangan yang perlu diatasi dengan pendekatan yang kreatif. Secara keseluruhan, seni rupa terbukti menjadi sarana yang efektif dalam mengembangkan kreativitas dan ekspresi anak usia dini di lingkungan sekolah

    Pengaruh Keterbatasan Waktu Terhadap Kegiatan Seni di TK Negeri Pembina 1 Sunggal

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keterbatasan waktu terhadap pelaksanaan kegiatan seni di TK Negeri Pembina 1 Sunggal. Kegiatan seni merupakan komponen penting dalam pengembangan kreativitas, motorik halus, dan ekspresi emosional anak usia dini. Namun, dalam praktiknya, kegiatan ini sering kali terpinggirkan akibat keterbatasan waktu belajar yang padat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni hanya mendapat alokasi waktu ±15 menit, sehingga anak tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan karya secara maksimal dan mengeksplorasi media seni secara kreatif. Guru juga cenderung menggunakan metode konvensional yang cepat dan kurang variatif. Keterbatasan ini berdampak pada berkurangnya kualitas pembelajaran seni dan terhambatnya perkembangan anak. Penelitian merekomendasikan revisi jadwal pembelajaran, penggunaan metode seni yang efisien, serta keterlibatan orang tua untuk mendukung kegiatan seni di rumah

    4,547

    full texts

    4,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS (Muhammadiyah University of Enrekang)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇