Rumah jurnal Fakultas Adab dan Humaniora UIN IB
Not a member yet
    485 research outputs found

    Pembangunan Pada Masa Kedatukan Sriwijaya

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah menerangkan pembangunan yang pernah ada dan dibuat pada masa kerajaan Sriwijaya yang berjaya pada abad ketujuh ini. Seperti yang kita ketahui bahwa Sriwijaya adaalah kerajaan maritime terbesar di Asia Tenggara dan merupakan pusat penyebaran dan kegiatan agama Buddha. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis dengan empat tahapannya yaitu heuristik atau pengumpulan sumber, kritik atau verifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang besar dengan penguasa yang hebat, hal ini terlihat dari upaya yang dilakukan Dapunta Hyang dalam membuat strukturketatanegaraan, aturan, serta upaya penataan lingkungan dan ruang, hal ini ada dalam isi Prasasti Kedukan Bukit (682 M), Telaga Batu, dan Talang Tuwo (684 M). Kemudian dalam aspek pertahanan Negara dibangun armada laut serta benteng-benteng di wilayah kekuasaannya yang tercatat dalam prasasti Tanjore. Sriwijaya juga membangun berbagai prasasti, arca, maupun candi. Walau Sriwijaya menganut Buddha sebagai agama resmi namun juga terdapat peninggalan yang bercorak Hindu. Penelitian mengenai seperti apa pembangunan yang ada pada masa Sriwijaya ini sangat perlu untuk dilakukan penelitian lebih lanjut demi memperoleh sumber yang lebih relevan dan terpercaya diharapkan pihak pemerintah memberikan bantuan dan dukungan untuk para arkeolog dalam melakukan penelitian terhadap Kedatukan Sriwijaya yang pernah berkuasa di Asia Tenggara ini

    PRESERVASI BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN PUSAT UIN IMAM BONJOL PADANG (STUDI KASUS KERUSAKAN BAHAN PUSTAKA KARENA FAKTOR BIOTIS)

    Get PDF
    Preservasi bahan pustaka sangat erat kaitannya dengan perpustakaan mengingat perpustakaan merupakan tempat dikumpulkannya bahan pustaka yang dapat berfungsi sebagai sumber informasi bagi para pengguna. Peran aktif pustakawan sangat diharapkan dalam mengontrol kondisi bahan pustaka yang ada di perpustakaan. Tugas seorang pustakawan adalah untuk merawat, menjaga, serta memperbaiki bahan pustaka. Hal ini haruslah diperhatikan dan diketahui oleh para pustakawan. Menyimpan serta memelihara bahan pustaka harus dilakukan dalam kondisi yang baik. Hal ini berfungsi untuk mencegah kerusakan bahan pustaka. Mengingat koleksi bahan pustaka yang pada umumnya terbuat dari kertas dan menggunakan bahan perekat. Bahan kertas dan bahan perekat ini dapat mengalami kerusakan, baik karena faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor biotis juga sangat rentan dating untuk merusak bahan pustaka yang ada. Tulisan ini ingin melihat Bagaimana proses preservasi bahan pustaka akibat faktor biotis di Perpustakaan Pusat UIN Imam Bonjol Padang? &nbsp

    EVALUASI SUMBER INFORMASI DIGITAL: WIKIPEDIA

    Get PDF
    Abstrak Sumber informasi berbasis digital semakin marak digunakan oleh para penulis karya akademik. Namun perdebatan juga makin marak, terutama tentang kesahihan sumber informasi digital sebagai acuan atau kutipan. Dengan kriteria yang diajukan oleh Lu Xiao  dan Nicole Askin serta Situs Resmi Perpustakaan Universitas Indonesia, salah satu sumber informasi digital, yakni Wikipedia, dibahas dalam tulisan ini. Kata Kunci : Sumber informasi, Digital, Perpustakaan Abstract Digital-based information sources are increasingly used by academic work writers. However, the debates are also rife, especially about the validity of digital information sources for references or citations. With the suggestions put forward by Lu Xiao and Nicole Askin and the Official Website of the University of Indonesia Library, one of the digital sources of information, Wikipedia, is discussed in this paper

    PERAN STRATEGIS PITI SUMATERA BARAT

    Get PDF
    Indonesia merilis perbedaan istilah-istilah tersebut, yaitu Cina, China, Tionghoa dan Tiongkok. Cina adalah sebutan untuk orang yang berwarga negara Cina yang setara dengan orang Jepang, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Indonesia yang berarti warga negara asing. Kemudian China (dengan tambahan ‘h’) adalah penulisan resmi oleh Kedutaan Republik Rakyat Cina yang merujuk pada negara Republik Rakyat China (RRC) dalam bahasa Indonesia. Istilah Tionghoa adalah sebutan untuk orang-orang keturunan Cina di Indonesia yang sepadan dengan orang Jawa, Sunda, Madura, Batak, dan lain-lain. Sedangkan Tiongkok adalah penyebutan negara China untuk Indo-nesia. Dalam kaitan ini Presiden SBY pada 14 Maret 2014  mengubah istilah China dengan sebutan Tionghoa. Pencabutan surat edaran itu berdasarkan Keppres Nomor 12 Tahun 2014 yang ditandatanganinya. Sejarah tentang Muslim Tonghoa di Sumatera Barat tidak dapat dipisahkan dari sejarah masuknya agama Islam ke wilayah Nusantara, Muslim Tionghoa merupakan salah satu komunitas masyarakat yang berada di Indonesia yang berasal dari Tionghoa. Sebutan Tionghoa merujuk kepada identitas masyarakat yang berasal dari kawasan Tiongkok. Teori lain tentang keberadaan China di Padang adalah berasal dari Pariaman. Menurut Ernawati, dalam buku Asap Hio di Ranah Minang, bahwa komunitas Tionghoa di Sumatera Barat sudah berada di Pariaman sejak abad XII Masehi. Saat Aceh masuk ke Pariaman, kawasan ini menjadi surga bagi kaum pedagang di zaman itu

    ANALISIS PEMANFAATAN ENSIKLOPEDIA DI PERPUSTAKAAN IAIN TULUNGAGUNG

    Get PDF
    The library as an information resource is a reference for the advancement of an institution, especially educational institutions. One type of library is the college library. The library provides a variety of services to meet the information needs of users, for example reference services that provide various collections which are collections of general reference sources. The library provides various collections in the form of books or digital collections, one of the publications in the library is the encyclopedia. Encyclopedias contain various kinds of objects accompanied by information and comprehensive and complete information relating to the objects discussed in the object discussed in the encyclopedia are objects or material from various things of science. Utilization of an encyclopedia for the academic community has an important role. This study is about the use of encyclopedias in the Tulungagung IAIN Library using a qualitative descriptive approach to research methods by means of interviews with informants that are thoroughly described. The qualitative descriptive approach method is a method of processing data by analyzing factors related to the object of research by presenting data more deeply to the object of research. Based on this study the use of encyclopedias in the Tulungagung IAIN library is still rarely used by users. This can occur because the lack of user knowledge of the benefits of the encyclopedia to improve reference services needs to be developed through promotion

    Islamisasi Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi (2005-2013)

    Get PDF
    Bukit Duabelas berada di bagian tengah Propinsi Jambi antara jalur-jalur perhubungan darat, yaitu antara lintas tengah dan timur Sumatera, serta lintas tengah Jambi. Posisi Bukit Duabelas juga berada diantara empat sungai yang cukup besar, yaitu; Sungai Batang Hari berada di bagian Utara, Sungai Tabir berada di bagian Barat, Sungai Tembesi berada di bagian Timur dan Sungai Merangin berada di bagian Selatan.Kebudayaan yang dimiliki oleh suku, etnis dan agama turut mempengaruhi gaya komunikasi, sehingga budaya dapat menjadi sebuah rintangan dalam berintegrasi satu sama lain, rintangan budaya dalam berintegrasi ini disebabkan oleh perbedaan norma-norma dan nilai-nilai yang dianut oleh pihak yang terlibat dalam berkomunikasi.Suku Anak Dalam adalah salah satu Komunitas Adat Terpencil yang mendiami pedalaman Propinsi Jambi,seperti yang terdapat di Kabupaten Merangin dan Sarolangun.Semenjak 8 tahun terakhir Komunitas Adat Terpencil atau lebih dikenal dengan Suku Anak Dalam, sudah mulai mengalami perubahan sosial cara berpakaian, pendidikan dan agama. Suku Anak Dalam juga sudah mulai beradaptasi dengan masyarakat luar (OrangDesa).Akhir-akhir ini Suku Anak Dalam sudah banyak yang berangsur meninggalkan keyakinan leluhurnya dan memeluk agama Islam

    Hero dan Kekerasan pada Masa Agresi Militer Belanda I dan II (1945-1949)

    No full text
    Tulisan berikut ini merupakan review article (dan bukan book review) dari karya Remy Limpach, Kekerasan Ekstrem Belanda di Indonesia Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949 sebuah buku berbahasa Belanda pada bulan September 2016. Dr. Remy Limpach bekerja di Nederlands Instituut voor Militairy Historie (NIHMH, Institut Sejarah Militer 1949 yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia De Brandende Kampongs General Spoor (Amsterdam, 2016

    PERGESERAN LAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI MELALUI KONSEP VIRTUAL LIBRARY (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Mercu Buana Jatisampurna )

    Get PDF
    The development of information technology in the end encourage librarians to increase the use of ICT within the administering College Library. His goal was to be able to run the College Library functions with either IE as the brain knowledge and supporting the learning process through the availability of existing collections in the library. Librarians are beginning to understand that the service given by the library against pemustakanya can continue to improve in so well that pemustaka especially in access to information. The purpose of access to information in the era of the revolution Indutsri 4.0 at this time is how information can be received by pemustaka in quick time effectively and efficiently. Implementation of the virtual library on the College Library has the ability in solving problems, information explosion of the presence information and the influence of development of information technology. College Library's needs clearly felt it is important to use the right information technology, so that it can access a variety of information from around the world

    KETERAMPILAN LITERASI INFORMASI MAHASISWA DALAM MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

    Get PDF
    The scope of higher education in the era of Industry Revolution 4.0 (IR 4.0) is one of the complex, dialectical studies and becomes an opportunity that has the potential to change society for the better. IR 4.0 is accommodated by artificial intelligence in the form of technology that will change the work environment from tasks with conventional characteristics to digital technology-based. This condition requires far more numerous teaching, research and interdisciplinary innovations. One of the skills that is an important concern in the realm of higher education in the IR 4.0 era is the information literacy skills that must be possessed by students. Information skills are concentrated on cognitive and transferable skills, such as problem solving, evaluation and communication skills. Information Literacy (IL) deals with the ability to access, evaluate, organize and use information to study, solve problems, make decisions in the context of formal and informal learning, at work, at home and in the educational environment. The purpose of this paper is to discuss what happened to the education system in the era of IR 4.0 and the skills that must be possessed by students in dealing with education in the era of IR 4.0

    GERAKAN LITERASI MASYARAKAT KABUPATEN SUMEDANG COMMUNITY LITERACY MOVEMENT OF SUMEDANG REGENCY

    No full text
    This study discusses the process of formation and pattern of literacy movement activities at Forum Literasi Sumedang (FLS) as a catalyst of literacy based on society movement in human development effort. The purpose of this study is to know how the process of forum formation based on literacy, as well as the pattern of literacy movement activities implemented by the FLS as a catalyst of society movement based on literacy. This research uses qualitative method with case study approach. Technique of collecting data is done by observation, interview, literature study or documentation, and triangulation. The results of this study indicate that the formation of FLS begins with the motive to combine literacy activists to build a network (connection), so  the opportunity for the development of literacy movement in Sumedang Regency grew larger. The FLS creation process consists of problem identification, FLS concept formulation, preparation, and launching. The literacy movement activity model at Forum Literasi Sumedang has two patterns, first the FLS as the center or the center of movement, and the second is the FLS as the support system of the initiator community

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah jurnal Fakultas Adab dan Humaniora UIN IB
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇