Rumah jurnal Fakultas Adab dan Humaniora UIN IB
Not a member yet
    485 research outputs found

    Dialektika Orientasi Keilmuan Ulama di Minangkabau

    No full text
    Tulisan ini membahas tentang perubahan orientasi keilmuan ulama di Minangkabau pada periode awal masuknya Islam serta pasca gerakan Paderi. Gerakan  Paderi dijadikan sebagai unit analisis dalam melihat perubahan orientasi keilmuan tersebut dengan melakukan dikotomi pra dan pasca Paderi. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah dengan teori gerakan sosial dan structural fungsional dalam tulisan ini melihat bahwa gerakan awal Islam dalam bentuk tareqat-tasawuf merupakan tesa. Tesa yang mempengaruhi posisi/peran ulama dalam entitas sosial. Kemudian munculnya gerakan Paderi sebagai antitesa dan pada akhirntya melahirkan sintesa yaitu adanya negosiasi antara doktrin agama dengan adat Minangkabau yang sudah dianggap sebagai pola perilaku ideal. Adat mengalami kodifikasi, di sisi lain, agama sebagai suatu sistem keyakinan dan kepercayaan diperkuat. Meskipun gerakan Paderi tidak berhasil merubah struktur sosial, kultural dan politik di Minangkabau, bahkan tidak mampu menciptakan solusi atas terjadinya konflik antara agama dan adat, namun perkembangan lain dapat diikuti, yakni mengenai semakin lebarnya ruang penetrasi ajaran agama dalam sistem kemasyarakatan orang Minangkabau

    Makna Denotatif dan Konotatif dalam Puisi Khubzun Wa Hasis Wa Qomar Karya Nizar Qobbani: Kajian Semantik

    No full text
    Objek penelitian ini berupa puisi yang berjudul Khubzun wa Hasis wa Qomar karya Nizar Qobbani. Dan penlitian ini bertujuan untuk mendeskripikan dan menjelaskan makna denotasi dan konotasi dalam puisi Khubzun wa Hasis wa Qomar karya Nizar Qobbani. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Motode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dokumentasi, yaitu dengan peneliti membaca, mencatat dan menerjemahkan puisi tersebut. kemudian metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan semantik dalam kajian makna untuk menemukan makna denotasi dan konotasi dalam puisi Khubzun wa Hasis wa Qomar karya Nizar Qobbani. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 1 makna denotasi pada bait pertama dan 4 makna konotasi pada 4 bait puisi Khubzun wa Hasis wa Qomar. Pada bait ke 2 sampai bait ke 4 penyair banyak bertanya dengan kalimat penegaskan yang ditujukan kepada masyarakat Suriah dengan ekspresi serta perasaan penyesalan. Itulah sebabnya pada puisi ini banyak mengandung makna konotasi

    STRATEGI KOMUNIKASI EFEKTIF UNTUK LAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

    No full text
    College Libraries have various ways to communicate with users. This article describes how to communicate information and services effectively in the library field, especially the relationship between librarians and users. Another main focus of this article is assessing what the library wants to communicate and interact with. This article will present a summary of the communication styles that form the basis of librarian communication skills. College-level libraries must build strong social relationships with their academic communities in order to serve them in the most effective way, especially in an environment where resources are limited. In addition, this article also examines various forms of communication between library staff and library users in library service

    LAYANAN KEBUNGHATTAAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BUNG HATTA

    No full text
    This article contains a discussion of the public relations services at the Bung Hatta University Library. The bunghatta service is a service in the library which is the hallmark of the library because it has a collection room related to bunghattaan and BAM. There are several problems with this service, namely the lack of interest in visiting users. This is caused by several factors, namely the lack of human resources on duty at the library, the service room is not well maintained, the lack of available information technology, and the lack of promotion. Several of these causal factors have occurred since the occurrence of the Covid-19 Pandemic until now and librarians still have not found alternative repairs or updates to overcome this problem. This study uses field research methods (Field Research) and descriptive qualitative

    SYI’IR “ANA LAILUN” KARYA HAIDAR KHALIL: KAJIAN DESKRIPTIF ANALISIS ‘ARUDH WA QAWAFY

    No full text
    Syi’ir adalah bagian dari sastra yang mana ini dikemukakan oleh penyair untuk menyampaikan pikiran dan imajinasi yang diraskan oleh penyair. Syi’ir merupakan cara untuk mengungkapkan kata-kata pujian, ratapan, sindiran, godaan. Syi’ir tidak terlepas dari kaedah yang sudah ditentukan dari segi unsur-unsur Syi’ir arab seperti bahr, maudhu’, taf’ilah dan wazan. Sesungguhnya Syi’ir ini salah satu Syi’ir -Syi’ir yang terkenal dan modern berjudul Ana Lailun. Hasil dari analisis penelitian ini didapati bait-bait yang digunakan oleh Haidar Khalil tidak membedakan taqlid dari beberapa kaedah dari kaedah mi’yar. Karena Haidar Khalil memasukkan taf’ilah yang berbeda di setiap bait Syi’irnya. Dan juga didapati beberapa taf’ilah yang tidak ada wazan bahr dalam ilmu ‘Arudh. Oleh karena itu Syi’ir Haidar Khalil Syi’ir bebas karena Syi’ir nya tidak terikat dengan kaedah mi’yar dan kaedah ilmu araudh wa qawafi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ragam variasi dalal arudh dan dharab yang digunakan oleh penyair dan untuk mengetahui qafiyah yang digunakan. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan cara membaca tiap-tiap bait syi’ir Haidar Khalil. Dan data yang didapati diklasifikasikan dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif terhadap penggalan bait syi’ir Ana Lailun. Hasil dari penelitian ini yaitu syi’ir ini menggunajkan bahar Hazju dan bahar wafir dibeberapa bait. Sedangkan apada dharbnya ada shahiha, makhbund dan majzuah dan qafiyah nya terdiri dari huruf Yaa, Mim, Qaf, dan Kaf.

    KERJASAMA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA DENGAN JAPAN FOUNDATION DALAM PENGADAAN BAHAN PUSTAKA

    No full text
    Saat ini, perpustakaan dituntut untuk menyediakan berbagai informasi dan koleksi untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna yang beragam. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan penggunanya, perpustakaan perlu melakukan kerjasama terutama dalam pengadaan bahan pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan kerjasama Perpustakaan UNIKOM (Universitas Ilmu Komputer Indonesia) dengan Japan Foundation serta untuk mengetahui dampak bagi pemustaka Perpustakaan UNIKOM mengenai tersedianya koleksi hasil kerjasama dengan Japan Foundation. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerjasama dengan Japan Foundation pertama kali dilakukan Program Studi Sastra Jepang UNIKOM. Hasil kerjasama tersebut berupa penerimaan hibah koleksi buku dari Japan Foundation. Selain itu, Japan Foundation juga memberikan hibah koleksi buku kepada perpustakaan melalui FPPTI Jawa Barat. Dari kerjasama tersebut, Perpustakaan UNIKOM menerima koleksi berupa buku, CD, dan majalah. Kerjasama ini memberikan dampak positif bagi pemustaka karena pemustaka bisa memanfaatkan koleksi yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan informasi serta meningkatkan wawasan pemustaka mengenai Jepang

    KOMPARASI MODEL COLLABORATIVE COLLECTION DEVELOPMENT DAN JUST-IN-TIME COLLECTION DEVELOPMENT PADA PERPUSTAKAAN PENDIDIKAN

    No full text
    This study aims to answer the question of how the application of collaborative and just-in-time model collection development and how the comparison of the two models that have been applied to educational libraries. The method used in this research is a critical review method with a literature study approach. The writer made comparation and analyze between two articles which adopted in different model of collection development. The research findings are as follows: 1) The collaborative collection development model utilizes library networks to save budgets and accelerate collection availability, while the just-in-time collection development model applies a responsive access-based collection development approach. This policy is to provide the right and fast collection and save funds. 2) The difference between these two models is that the collaborative model requires a network so as to facilitate the process of both procurement together in order to create budget savings, while the just-in-time collection development is a single model that does not really require a network so that it has absolute autonomy

    PRESERVASI KOLEKSI MUSHAF AL-QURAN DI MUSEUM BAYT AL-QURAN : DINAMIKA MUSHAF AL-QUR’AN DAN PRESERVASINYA DI MUSEUM BAYT AL-QUR’AN

    No full text
    This study aims to reveal the extent of the efforts to preserve the Bayt Al-Quran Museum in maintaining the sacred collection of the Al-Quran Mushaf. This research is qualitative research using historical and political approaches. The historical approach is used to reveal the development and dynamics of the Al-Quran Mushaf in Indonesia. The political approach is used to see the extent of the government's role in supporting Al-Quran culture with the establishment of Al-Quran museums in Indonesia and the Indonesian Standard Mushaf. The primary data in this study is the collection of Al-Quran manuscripts at the Bayt Al-Quran Museum. While the secondary data of this research is authoritative literature that examines relevant topics in the form of oral information, books, articles, and news as well. Primary data were collected through field observations at the Baytul Quran Museum in Jakarta. From the findings and discussion above, it can be concluded that the Museum reflects the nation's culture, as well as the Bayt Al-Quran Museum which is clear evidence of the high Islamic and Al-Quran culture that is touched with Indonesian culture. Therefore, the existing culture must be preserved with preservation efforts through conservation and so on so that its existence can be enjoyed by all generations from year to year. Preservation of the collection of Al-Quran manuscripts is the same as the preservation in the library because the material being protected is the same, namely paper which has the potential to be damaged by time

    Analisis Kesepadanan Makna Terjemahan Surah Al-Fatihah Qur’an Kemenag Menggunakan Tinjauan Metode Semantik

    No full text
    Arabic is a language that has a rich meaning, because of that many people are still wrong in interpreting the meaning in Arabic. This makes translation in a word not worth it. In translating text from SL to TL it is not arbitrary, there are 8 strategies in translating ST to TT, namely: word-to-word translation, literal translation, faithful translation, semantic translation, communicative translation, idiomatic translation, free translation, adaptation translation. Various strategies are used to find meanings that are in accordance with SL. This research will discuss the equivalence analysis of the translation of surah Al-Fatihah from the Ministry of Religion's Qur'an in 2022 in terms of semantic studies. This research was conducted using a descriptive qualitative approach. The results of this study state that the translation of the Al-Qur'an of the Ministry of Religion in 2022 in surah Al-Fatihah has many equivalents, but there are still discrepancies in meaning in this translation, both lexical and grammatical meanings, therefore it must be re-equipped, so that it is more compatible with the method semantic translation translation

    Hakikat Manusia dalam Alquran: Kajian Medan Makna Istilah-istilah Manusia dalam Alquran

    No full text
    Sebagai sumber utama ajaran Islam, Alquran memberikan petunjuk kepada umat manusia agar dapat menjalani hidup sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh Allah SWT. Begitupun dalam ilmu pengetahuan, banyak dalil di dalamnya yang dapat dijadikan sumber, termasuk dalam mempelajari hakikat manusia. Ayat-ayat di dalam Alquran sudah menjelaskan siapa sebenarnya manusia dan bagaimana manusia itu diciptakan. Penelitian ini mengambil kata-kata dalam Alquran yang memiliki makna manusia. Ada lima kata yang dapat dimaknai sebagai hakikat manusia, yaitu Al-Basyar, Al-Insan, Al-Nass, Al-Ins Bani, dan Adam/Zurriyah. Dalam memaknai hakikat manusia dari kata-kata itu peneliti menggunakan teori medan makna dan teori konteks. Kata-kata itu dideskripsikan secara etimologi terlebih dahulu, dan selajutnya dianalisis berdasarkan konteks Al-Qur’an. Dari analasis itu dapat dipahami bahwa manusia sebagai makhluk yang diciptakan Allah SWT mempunyai tugas dan fungsi sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi. Sebagai hamba setiap manusia dituntut untuk menjadikan seluruh aktifitas hidupnya sebagai manifestasi dari ketundukan dan pengabdian kepada Allah SWT

    140

    full texts

    485

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah jurnal Fakultas Adab dan Humaniora UIN IB
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇